22/07/2024
Belajar ilmu-ilmu islam saya rasa lebih mudah belajarnya melalui kitab-kitab yang berbahasa arab. Saya sudah pernah belajar ilmu Ushul fiqih misalnya, dengan buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau buku-buku yang ditulis oleh ulama-ulama Indonesia itu sendiri, namun saya tidak banyak memahami apa yang diajarkan dalam usul fiqih.
Setelah saya belajar bahasa Arab, kemudian saya membaca buku usul fiqih, justru usul Fiqih itu lebih mudah saya pahami ketimbang apa yang ditulis dengan bahasa Indonesia. Saya rasa seperti inilah ilmu - ilmu islam. Misalkan ketika kita ingin belajar tafsir atau belajar hadis, maka terlebih dahulu pelajarilah bahasa Arab itu sendiri kemudian baru baca buku-buku Tafsir dan buku-buku hadis, insya Allah akan mudah Anda pahami dari pada membaca buku-buku terjemahan. Di sini saya memahami rahasia kenapa para ulama menjadikan bahasa Arab itu sebagai syarat mujtahid, Karena tanpa bahasa Arab maka seseorang tidak memiliki pemahaman yang mutqin. Bahasa arab itu seperti bahasa yang memili sihir, memimiliki kelebihan yang tidak ada pada bahasa lain. Maha bijaksana Allah yang telah memilih bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur'an.
Siapa yang mencoba apa yang saya lakukan Dia akan menemukan pengalaman apa yang saya alami.