13/04/2020
BPS: Survei Sosial Demografi Dampak COVID-19
Sejak diumumkan Maret 2020, persebaran COVID-19 di Indonesia terus meluas. Bagaimana masyarakat menjalani kondisi ini dan seperti apa dampak yang ditimbulkan?
Badan Pusat Statistik berupaya mendapatkan informasi sosial demografi masyarakat dalam situasi ini melaui "Survei Sosial Demografi Dampak COVID-19".
Hanya diperlukan sekitar 10 menit untuk menyelesaikannya. Pertanyaan dalam survei mencakup persepsi dan perilaku personal, serta menilai aspek sosial demografi dan karakteristik umum kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia.
Mohon partisipasi Anda selama 13-20 April 2020, dengan mengunjungi laman https://s.bps.go.id/survei-covid19
Kerahasiaan jawaban Anda akan tetap terjaga. Hasil survei dapat memberikan informasi penting bagi pemerintah dalam menangani dampak COVID-19.
Catatan: Mohon dapat menyebarkan link survei ini ke seluruh jaringan pertemanan, keluarga, rekan kerja, dan lainnya dalam lingkup wilayah NKRI.
10/10/2017
✋🏻🌸🌺‼ KABAR GEMBIRA UNTUK PARA ORANG TUA
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata:
كـل مـا يفعـله الـولد يـستفيد منـه الوالـدان عـلى اعـتبار أنهـما الـسبب فـي هـذا الخـير
Setiap apa yang dilakukan oleh seorang anak, maka kedua orang tuanya akan mendapatkan manfaat, karena kedua orang tua merupakan sebab dalam kebaikan tersebut.
● Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
{ َأمْ لـَمْ يُنـَبَّأْ بـِمَا فِـي صُـحُفِ مـُوسَى✫ٰ وَإِبْـرَاهِيمَ الَّـذِي وَفَّـىٰ ✫ أَلَّا تـَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخـْرَىٰ ✫ وَأَنْ لَـيْسَ لـِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَـا سـَعَىٰ }
"Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, ٰdan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm 36- 39)
● Dan dalam hadits yang shahih:
"أفـضل الكسـب كسـب الرجـل مـن عـمل يـده وأن أولادكـم مـن كسـبكم"
"Sebaik-baik usaha seorang adalah usaha seorang dari perbuatan tangannya, dan sesungguhnya anak-anak kalian itu termasuk bagian dari usaha kalian."
Dan dari konteks hadits tadi, kita bisa mengeluarkan faedah yang telah lalu disebutkan:
وهـي أن كـل الأعـمال الصـالحة التـي تـصدر مـن الـولد فهـي يصـل ثـوابها للـوالد
Yaitu bahwa setiap amalan shalih yang bersumber dari seorang anak, maka pahalanya akan sampai kepada juga kepada orang tuanya.
(Silsilah Al-Huda wan-Nuur 83.)
🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/kabar-gembira-untuk-para-orang-tua/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
19/06/2017
PAUD Imam Asyik Syafi'i Sroto Jambu
08/03/2015
kata Imam Asy Syafi’i:
Aku pernah mengadukan pada Waki’ tentang buruknya hafalaku
Maka ia pun menunjukiku untuk meninggalkan maksiat
Ia mengabarkan padaku bahwa ilmu adalah cahaya
Cahaya Allah tidak mungkin ditujukan pada orang yang bermaksiat
Bagaimana Hilangnya Hafalan Al Qur’an Karena Musik
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Kisah ini adalah kisah berharga yang kami tujukan bagi para penghafal Al Qur’an. Terserah ia adalah penghafal qur’an yang kaamil (sempurna), atau hanya 10 juz, 5 juz atau bahkan beberapa surat saja.
Ia adalah seorang yang Allah telah beri nikmat untuk menghafalkan Al Qur’an sejak kecil. Ia sudah menghafalkannya dengan tertancap mantap di dalam hati. Sampai katanya, ia tidak pernah melupakan satu ayat pun dalam bacaannya dan hafalannya. Dan ini sudah dikenal oleh guru dan orang-orang sekitarnya.
Suatu waktu, ia berpindah ke negeri lain untuk bekerja. Di sana ia tinggal bersama beberapa orang ikhwan dan sahabatnya. Beberapa hari berlalu, beberapa temannya menyetel kaset yang berisi lagu-lagu sehingga ia pun mendengarnya. Pada awalnya, ia enggan memperhatikan musik tersebut. Bahkan ia sendiri menasehati teman-temannya akan terlarangnya musik. Namun apa yang terjadi beberapa waktu kemudian? Perlahan-lahan, ia terbuai dengan musik. Bahkan ia pun mendengar bagaimana senandung indah dari musik tersebut. Ia dan teman-temannya sampai-sampai mendengarkan musik tersebut sepanjang malam hingga datang fajar.
Hal di atas berlangsung selama tiga bulan lamanya. Setelah itu, ia kembali ke negerinya. Suatu saat ia shalat. Setelah membaca Al Fatihah, ia membaca surat lainnya. Apa yang terjadi? Ketika itu ia tidak mampu melanjutkan bacaan selanjutnya dari surat tersebut. Ia pun mengulanginya lagi setelah itu, ia pun tidak bisa melanjutkannya. Hingga ia menyempurnakan shalatnya. Setelah itu ia membuka mushaf Al Qur’an Al Karim dan mengulangi ayat yang tadi ia membaca. Ia pun mengulangi bacaan ayat tadi dalam beberapa shalat. Yang ia dapati seperti itulah. Setiap kali ia mengulangi hafalannya, ternyata sudah banyak ayat yang terlupa.
Setelah itu ia pun merenung. Ia memikirkan bagaimanakah dulu ia adalah orang yang telah hafal qura’an dengan begitu mantap. Namun sekarang banyak yang terlupa. Ia pun akhirnya menangis tersedu-sedu. Ia kemudian menunduk pada Allah sambil menangis. Ia menyesali dosa, segala kekurangan dan kelalaian yang ia lakukan. Ia betul-betul menyesali bagaimana bisa lalai dari amanat Al Qur’an yang telah ia emban. Ia pun akhirnya menjauh dari sahabat-sahabatnya tadi. Ia kembali mengulang hafalan Qur’annya siang dan malam dalam waktu yang lama. Ia pun meninggalkan musik. Ia akhirnya benar-benar bertaubat pada Allah. Namun usaha dia untuk mengulangi hafalan saat itu lebih keras dari sebelumnya
Benarlah kata penyair Arab:
Jika engkau diberi nikmat, perhatikanlah
Ingatlah bahwasanya maksiat benar-benar menghilangkan nikmat.
Perhatikanlah untuk selalu taat pada Rabb Al Baroyaa
Karena Rabb Al Baroyaa itu amat pedih siksa-Nya.
Benarlah kata Imam Asy Syafi’i:
Aku pernah mengadukan pada Waki’ tentang buruknya hafalaku
Maka ia pun menunjukiku untuk meninggalkan maksiat
Ia mengabarkan padaku bahwa ilmu adalah cahaya
Cahaya Allah tidak mungkin ditujukan pada orang yang bermaksiat[1]
Benar p**a kata Ibnul Qayyim:
“Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi Al Qur’an. Ingatlah, Al Qur’an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu, Al Qur’an memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Al Qur’an memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan. Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi.”[2]
Semoga jadi renungan berharga bagi kita semua, pecinta Al Qur’an dan yang ingin menghafalkannya secara sempurna atau sebagiannya. Renungkan haramnya musik dan nyanyian di sini.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Prepared in the blessed morning, on 6th Muharram 1432 H (12/12/2010) in Riyadh, KSA
Muhammad Abduh Tuasikal
www.rumaysho.com
[1] Dibahasakan secara bebas dari Risalah “Kayfa Tahfazul Qur’an fii ‘Ashri Khutuwath”, hal. 33-34, Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam, Darul Hashnaroh
[2] Ighatsatul Lahfan, 1/248-249.
08/03/2015
Imam Syafi'i berkata,
"Manusia yang paling mulia setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali Radhiyallahu 'anhum. ( Manaqib al-Syafi'i, I/442.)
PERKATAAN IMAN SYAFI'I RAHIHAHULLOH tentang SAHABAT
Al-Baihaqi meriwayatkan perkataan dari Imam al-Syafi'i, "Allah Tabaraka wa Ta'ala telah memuji dan dan menyanjung sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam al-Quran, Taurat, dan Injil. Kelebihan mereka pun telah disebut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak mungkin bisa dicapai oleh orang-orang sesudah mereka. Semoga Allah curahkan rahmat-Nya kepada mereka semua.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah mengucapkan pujian kepada mereka karena telah mencapai kedudukan yang paling tinggi seperti shiddiqin, syuhada dan shalihin. Mereka pun telah menunaikan kewajiban dengan menyampaikan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kita. Mereka telah ikut menyaksikan wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi-Nya. Mereka sangat paham dengan apa yang dimaksudkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam baik umum, khusus, azam atau irsyad.
Mereka mengetahui sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam apa yang tidak kita ketahui. Mereka berada di atas kita dalam semua cabang ilmu dan ijtihad, dalam hal kewarakan dan ketajaman pikiran dan istinbat hukum. Pandangan mereka lebih terpuji dan lebih utama untuk kita ambil dan gunakan dari pandangan kita untuk diri kita sendiri. Wallahu A'lam."
( Manaqib al-Syafi'i, I/387-393.)
Dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqi dari Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam bahwa Imam Syafi'i berkata,
"Manusia yang paling mulia setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali Radhiyallahu 'anhum. ( Manaqib al-Syafi'i, I/442.)
artikel dikuti dari http://binbaz.atturots.or.id/berita-pendapat-imam-syafii-imam-dari-ahli-bait.html
04/03/2015
Tema yang diangkat pada ceramah ini adalah Doamu Ditunggu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tema ini ditujukan kepada setiap orang yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tema ini ditujukan kepada sebagian orang yang ketika dia berdoa mulai dia timbul rasa putus asa di dalam dirinya karena menurutnya belum ada pengabulannya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kajian ini saya tujukan kepada tangan-tangan yang asalnya dengan kokoh dan tegar menadah kepada Rabbul Karim, Yang Maha Memelihara dan Pemurah, kemudian tangan-tangan tersebut mulai lemah, lemas, bahkan berputus asa. Kajian ini ditujukan kepada orang-orang yang ingin mencari hakikat di balik doa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Download ceramah agama Islam "Doamu Ditunggu Allah" oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. yang disampaikan live pada Rabu, 25 Februari 2015.
http://www.radiorodja.com/doamu-ditunggu-allah-ustadz-ahma…/
Doamu Ditunggu Allah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) - Radio Rodja 756 AM
Ceramah agama Islam tentang Doamu Ditunggu Allah, yang menyampaikan kepada kita betapa pentingnya kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Download MP3 ceramahnya!
26/02/2015
Video Kajian Berbakti Kepada Ibu Bapak (Kedua Orang Tua) bagian kesatu;
http://youtu.be/NJCKnidNdig
bakti kepada orang tua
26/02/2015
"Tidur ya nak, besok sholat subuh bareng in sya Allah ...."
MOTIVASI AKHIRAT UNTUK ANAK SEBELUM TIDUR
Seorang yang alim berkata:
"Katakan kepada anak-anakmu 'nak, tidurlah agar besok shalat subuh di masjid' sehingga mereka bangun pagi dengan semangat akhirat. Jangan katakan 'nak, tidurlah agar besok ke sekolah' sehingga mereka tidak bangun (melainkan) dalam keadaan semangat dunia." via ustadz Fachriy Aboe Syazwiena
by FB Pendidikan Anak Usia Dini
www.ummiummi.com