15/06/2026
š§
(131)
*MAJLIS SAYYID SULTHAN*
(Catatan Al-Abrar, 2 Mei 1995)
Maulana bercerita:
> *_"Dari tanggal 30 April-1 Mei 1995 (1 Zulhijjah 1415 H) telah hadir Rijalul Gaib berwirid di Gunung Rinjani sejumlah 2.400 orang."_*
Gunung Rinjani bagi para pendaki adalah gunung terindah di dunia. Alasannya dari sudut manapun dilihat pesonanya luar biasa. Pesona dari kejauhan, pelataran, maupun puncaknya. Turun ke arah kawah, pesonanya luar biasa, karena dalam danau yang tenang berlimpah ikan di tengahnya ada gunung juga melengkapi lanskap danau di puncak gunung. Gua gua yang berjejer sepanjang aliran sungai berhawa panas juga menjadi pesona bagi mereka yang percaya dalam banyak khasiat mujarrabat.
Nah, itu pandangan lahiriah mata manusia biasa. Pandangan siapa saja tanpa pandang bulu. Tetapi bagi Maulana beliau tidak hanya menyaksikan keindahan lahiriah Rinjani. Beliau melihat Rinjani sebagai rumah para muqarrabin yang aktivitasnya tidak dilihat secara kasat mata. Mereka adalah para waliyullah dan makhluk akhlak terpilih yang menjalankan ubudiah. Para ulama sufi menyebut mereka Rijalul Gaib. Pimpinan Rijalul Gaib menurut Maulana adalah Sayyid Lukmanul Hakim. Di tiap tahun mereka berkumpul di Rinjani Lombok. Maulana menceritakan kegiatan mereka dengan cerita kegiatan wirid kepada kami. Selainnya beliau tidak menuturkan. Di kesempatan lain beliau bercerita bahwa Rinjani menjadi tempat rapat para waliyullah dunia. Selaras dengan cerita beliau bahwa Rinjani adalah Baitul Hikmah.
Nah, 1995 menjadi tahun istimewa karena 2.400 orang berkumpul di Rinjani atas undangan Sulthan Rinjani. Sebagian dari Rijalul Gaib itu berasal dari murid murid Maulana. Hadir atas bimbingan Maulana.