Sekitar tahun 1942, sebelum bala tentara Jepang masuk ke Indonesia Lembaga Pendidikan di Kewedanaan Purwakarta hanya sampai pada tingkat SR (Sekolah Rakyat), itu pun baru ada 3 buah, H.I.S (Holandsch Inlande School) yang sekarang menjadi SD Singawinata, E.L.S (Europe Lagere School) yang bangunannya sekarang menjadi SMUN 1 Purwakarta, dan Schakels School di Jalan SIliwangi sekarang. Setelah Belanda
menyerah kepada Jepang, sekitar tahun 1943 atas prakarsa Engku Soendoro, didirikan Chuugakko (SLTP) bertempat di bekas bangunan Normaal School (sekolah guru, Sekarang PGSD). Kemudia Pindah ke bangunan bekas asrama tentara di kantor Keresidenan Djakarta, sampai sekarang. Dan namanya berubah menjadi SMP Purwakarta (tanpa nomor). Jika melihat keberadaan Chugakko merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama (waktu itu) di Kabupaten Karawang yang ibu kotanya Purwakarta, maka jelas pada awal berdirinya, sudah merupakan sekolah yang diminati oleh mayarakat yang sangat luas. Perlu diketahui sebelum Kabupaten Karawang meliputi Karawang, Rengasdengklok, Purwakarta, Subang, Pamanukan dan Sagalaherang. Bahkan sampai pada tahun 1965, anak-anak yang berasalh dari Plered, Pasawahan, Wanayasa, Campaka jika ingin melanjutkan ke SLTP meraka harus ke Purwakarta. SMP Negeri 1 Purwakarta sejak tahun pelajaran 2004/2005 s.d tahun pelajaran 2006/2007 terpilih sebagai salah satu Sekolah Standar Nasional (SSN) dan menyelenggarakan program percepatan belajar. Sekarang dilanjutkan dengan RSBI pada tahun 2008/2009, hal ini merupakan penghargaan sekaligus kepercayaan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, sehingga SMP Negeri 1 Purwakarta merupakan barometer untuk mengukur maju mundurnya mutu pendidikan di Kabupaten Purwakarta