08/11/2023
.
Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr menjelaskan dalam bab ini:
Setiap pelaku maksiat ingin melakukan suatu urusan, ia dapatkan jalannya tertutup, dan (walaupun terbuka) ia juga merasakan kesulitan di setiap urusannya, bahkan ia tidak tahu bahwa kesulitan ini adalah hukuman dari dosanya dan maksiatnya.
Ibnul Qayyim mengambil makna ini dari surat At-thalaq; "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya"(At-thalaq 4).
Apabila Taqwa adalah sebab yang mendatangkan kemudahan, begitu juga sebaliknya, meninggalkan taqwa akan mendatangkan kesulitan.
Syekh Shalih Al Fauzan menjelaskan dalam bab ini:
Pelaku maksiat ini tidak tahu sebab sulitnya setiap urusannya, bahkan dia menyalahkan orang lain, tapi dia tidak berfikir kalau Allah menyulitkan urusan dia karena maksiatnya sendiri