Inspirasi Santri

Inspirasi Santri Fokus berbagi cerita, opini, dan inspirasi seputar dunia pondok pesantren dengan segala dinamikanya.

Maka sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru ngaji, ustadz/ah TPQ, maupun gur...
17/04/2024

Maka sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru ngaji, ustadz/ah TPQ, maupun guru baca tulis Al-Quran di masjid dan sekolah-sekolah.

Namun sayangnya, kenyataan berkata lain. Penghargaan kepada guru ngaji yang diberikan oleh masyarakat sering diiringi dengan stigma guru ngaji harus ikhlas, guru ngaji tidak boleh mengharapkan gaji, guru ngaji yang digaji berarti tidak ikhlas. Akhirnya muncul permasalahan baru tentang kesejahteraan guru ngaji. Kesejahteraan guru ngaji menjadi sangat beragam dengan mayoritas masih dihargai sangat rendah, seikhlasnya, atau bahkan tanpa bayaran sama sekali. Keikhlasan untuk mendapatkan pahala dan ridha Allah dianggap menjadi sesuatu yang lebih penting bagi guru ngaji. Padahal, mereka sudah menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengajarkan Al-Quran.

Selengkapnya di : Blog Inspirasi Santri (link di bio)

01/03/2024
Sapaan Kecil yang BermaknaOleh : Muhammad Fajar Nur Rachmat, Tenaga Pendidik"...Sahabat Inspirasi sekalian, dari kisah d...
16/09/2022

Sapaan Kecil yang Bermakna
Oleh : Muhammad Fajar Nur Rachmat, Tenaga Pendidik
"...Sahabat Inspirasi sekalian, dari kisah di atas kita belajar sebuah hikmah. Perkara kecil tapi berpengaruh besar. Seperti yang sudah saya tulis di "Remeh tapi Dahsyat". Terkadang melalui sebuah sapaan tulus, salam yang diiringi senyum, atau sekedar menanyakan kesehatan diri dan keluarga bisa menyenangkan lawan bicara kita. Termasuk para santri. Maka jangan pernah kita meremehkan hal-hal yang kecil.

Pepatah Jawa mengatakan Kriwikan dadi grojogan (masalah kecil atau sepele bisa menjadi besar). Berawal dari seorang ustadz/guru yang jarang menyapa santri. Bahkan tidak pernah tersenyum ketika berpapasan. Masalah-masalah besar akan muncul. Misal tiba-tiba salah satu sandal ustadz hilang, tiba-tiba ban motor dicium paku padahal diparkir sejak kemarin sore, dan lain-lain." (Bersambung di blog Inspirasi Santri)
Link Blog : cek di bio

Kunci Penting Melahirkan Santri Berilmu dan BeradabOleh : Muhammad Jundi Rabbani, Pendidik Santri"...Salah satu kelebiha...
08/09/2022

Kunci Penting Melahirkan Santri Berilmu dan Beradab
Oleh : Muhammad Jundi Rabbani, Pendidik Santri
"...Salah satu kelebihan pesantren adalah sistem asrama. Di dalam asrama ada sosok pimpinan pesantren atau biasa disebut kyai yang menjadi figur keteladanan. Selain kyai santri juga mendapatkan teladan dari dewan guru (Asatidz) yang tinggal di komplek pesantren. Dari sinilah terjadi penanaman nilai-nilai adab, apa yang santri lihat dan dengar dari gurunya menjadi pendidikan baginya.

Berbicara tentang keteladanan ada hal yang harus digaris bawahi, bahwa keteladanan yang utuh adalah keteladanan yang lahir dari hati yang jujur, sehingga ia akan memancarkan ruh (spirit) yang dapat ditangkap oleh orang lain. Bukanlah keteladanan bila ia lahir karena motif duniawi. Karena motif duniawi hanya akan melahirkan gerakan semu tidak bernilai, bahasa orang sekarang gimmick." (selengkapnya di blog inspirasi santri)
Link Blog : cek di bio

Kondisi dan SolusiOleh : Muhammad Jundi Rabbani, Tenaga Pendidik"...Atas dasar ideologi sekuler ini, Barat terus membang...
08/09/2022

Kondisi dan Solusi
Oleh : Muhammad Jundi Rabbani, Tenaga Pendidik
"...Atas dasar ideologi sekuler ini, Barat terus membangun peradaban mereka dengan sistem-sistem yang jauh dari norma kemanusiaan dan nilai keagamaan, seperti membangun ekonomi dengan sistem kapitalisme, mengembangkan ilmu pengetahuan yang bercorak sekuler dengan pemikiran yang liberal, membangun negara dengan sistem demokrasi yang kapitalis, serta membangun masyarakat dengan sistem komunisme dan sosialisme.

Alhasil yang terjadi adalah lahirnya manusia-manusia yang materialistis, tidak mengenal agama, dan tidak ber-prikemanusiaan. Tapi sayangnya umat Islam telah terbelenggu dengan peradaban barat, sehingga kebanyakan masih kagum dengan peradaban yang sejatinya rusak ini..."(selengkapnya di blog Inspirasi Santri)
Link blog : cek di bio

Quo Vadis Pendidikan KitaOleh : Muhammad Jundi Rabbani, Pendidik di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra..Alby Dwi P**a d...
07/09/2022

Quo Vadis Pendidikan Kita
Oleh : Muhammad Jundi Rabbani, Pendidik di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra..Alby Dwi P**a dalam sebuah artikelnya menuliskan komentar Mohammad Natsir tentang solusi pendidikan di Indonesia, bahwa pendidikan itu seharusnya dibangun demi melahirkan manusia-manusia yang tak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan akan tetapi juga memiliki moral yang tinggi hingga menghasilkan peradaban gemilang, sebagaimana peradaban Islam yang dicatat oleh tinta emas dalam lembaran sejarah. Dimana Ilmu Agama telah menjadikan antara nilai moral seseorang dan pengetahuan berbanding lurus....(Bersambung di blog Inspirasi Santri)
Link blog : cek bio
-baittanahjuang

Segenap keluarga Besar INSPIRASI SANTRI Mengucapkan"Taqabbalallahu minna wa minkum sholihal a'mal, selamat hari raya Idu...
12/05/2021

Segenap keluarga Besar INSPIRASI SANTRI Mengucapkan

"Taqabbalallahu minna wa minkum sholihal a'mal, selamat hari raya Idul Fitri 1442 H"
كل عام وأنتم بخير....

Address

Piyungan
55792

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Inspirasi Santri:

Shortcuts

Share

Category