17/04/2024
Maka sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru ngaji, ustadz/ah TPQ, maupun guru baca tulis Al-Quran di masjid dan sekolah-sekolah.
Namun sayangnya, kenyataan berkata lain. Penghargaan kepada guru ngaji yang diberikan oleh masyarakat sering diiringi dengan stigma guru ngaji harus ikhlas, guru ngaji tidak boleh mengharapkan gaji, guru ngaji yang digaji berarti tidak ikhlas. Akhirnya muncul permasalahan baru tentang kesejahteraan guru ngaji. Kesejahteraan guru ngaji menjadi sangat beragam dengan mayoritas masih dihargai sangat rendah, seikhlasnya, atau bahkan tanpa bayaran sama sekali. Keikhlasan untuk mendapatkan pahala dan ridha Allah dianggap menjadi sesuatu yang lebih penting bagi guru ngaji. Padahal, mereka sudah menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengajarkan Al-Quran.
Selengkapnya di : Blog Inspirasi Santri (link di bio)