Dpd Pwi Ls Kab Pemalang Jawa Tengah

Dpd Pwi Ls Kab Pemalang Jawa Tengah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Dpd Pwi Ls Kab Pemalang Jawa Tengah, Educational Research Center, Pemalang.

18/02/2026
NGAJI TOSAN AJI MENJAGA PUSAKA LELUHUR AGAR TAK HILANG DITELAN ZAMAN Penulis : Hengky Sendyanto Tim Divisi Media dan Inf...
23/01/2026

NGAJI TOSAN AJI MENJAGA PUSAKA LELUHUR AGAR TAK HILANG DITELAN ZAMAN
Penulis : Hengky Sendyanto
Tim Divisi Media dan Informasi PP PWI-LS
Selasa, 20 Januari 2026

PWI LS Newsroom Nasional - Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya populer asing, bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar: jangan sampai generasi mudanya tercerabut dari akar sejarah dan budaya leluhurnya sendiri. Salah satu ikhtiar kebudayaan yang patut diapresiasi dan terus dihidupkan adalah Ngaji Tosan Aji—sebuah tradisi pembelajaran yang tidak sekadar membahas pusaka, tetapi mengajarkan jati diri bangsa.

Ngaji Tosan Aji bukan pemujaan benda, melainkan kajian nilai, sejarah, filosofi, dan etika hidup Nusantara yang diwariskan melalui pusaka leluhur, salah satunya keris. Keris dalam khazanah Nusantara bukan hanya senjata, tetapi juga ageman—penjaga martabat, simbol laku hidup, dan cermin karakter pemiliknya.

Keris: Senjata, Ageman, dan Identitas Bangsa
Dalam tradisi leluhur, keris diciptakan bukan semata untuk melukai, melainkan untuk mengendalikan diri. Bilahnya yang berlapis pamor melambangkan perjalanan hidup manusia: berliku, ditempa, dan diuji hingga menemukan keseimbangan. Sarungnya adalah etika, hulunya adalah adab, dan bilahnya adalah tekad.

Melalui Ngaji Tosan Aji, generasi muda diajak memahami bahwa keris mengajarkan keberanian yang beradab, kekuatan yang disertai kebijaksanaan, serta keteguhan yang tidak kehilangan rasa kemanusiaan.

Mengenalkan Budaya kepada Generasi Z dengan Cara Bermakna

Bagi Generasi Z dan generasi muda masa kini, Ngaji Tosan Aji menjadi jembatan penting antara masa lalu dan masa depan. Bukan dengan cara menggurui, tetapi dengan pendekatan dialogis, historis, dan filosofis. Mereka diajak mengenal siapa empu pembuat keris, bagaimana proses tempa dilakukan dengan laku spiritual, serta nilai apa yang ditanamkan dalam setiap pusaka.

Ini penting, sebab bangah terhadap budaya sendiri adalah fondasi kuat bagi karakter bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghormati sejarah nenek moyangnya.

Melawan Kepunahan Nilai, Bukan Sekadar Menyimpan Benda

Ngaji Tosan Aji sejatinya adalah upaya melawan kepunahan nilai, bukan hanya pelestarian benda. Tanpa pemahaman, pusaka hanya akan menjadi pajangan museum. Namun dengan kajian dan pewarisan nilai, pusaka menjadi media pendidikan karakter: mengajarkan kesabaran, ketekunan, keberanian, dan tanggung jawab.

Dalam konteks ini, Ngaji Tosan Aji selaras dengan upaya nasional membangun generasi muda yang berakar pada budaya namun berpandangan ke masa depan.

Ngaji Tosan Aji adalah pengingat bahwa modernitas tidak harus memutus hubungan dengan tradisi. Justru dengan mengenal pusaka leluhur seperti keris, generasi muda Indonesia dapat berdiri lebih tegak—karena tahu dari mana mereka berasal.

Menjaga budaya Nusantara bukan berarti mundur ke masa lalu, melainkan melangkah ke depan dengan jati diri yang utuh. Sebab bangsa yang melupakan sejarah dan budayanya sendiri, perlahan akan kehilangan arah dan karakter. (Newsroom)

EDITORIAL | NU DI AKAR RUMPUT : KETIKA RANTING MENJAGA RUH, ELITE KEHILANGAN ARAH Penulis : Hengky Sendyanto Tim Divisi ...
23/01/2026

EDITORIAL | NU DI AKAR RUMPUT : KETIKA RANTING MENJAGA RUH, ELITE KEHILANGAN ARAH
Penulis : Hengky Sendyanto
Tim Divisi Media dan Informasi PP PWI-LS
Selasa, 20 Januari 2026

PWI LS Newsroom Nasional - Jika dicermati secara jujur dan apa adanya, wajah Nahdlatul Ulama (NU) sejati hari ini justru paling jelas tampak di tingkat akar rumput: NU Ranting dan NU MWC. Di sanalah denyut jam’iyah hidup—pengajian berjalan, tradisi dirawat, khidmah sosial digerakkan, dan ukhuwah dijaga tanpa pamrih. NU tumbuh bukan karena gedung megah atau forum elite, melainkan karena kesetiaan warga di desa-desa yang istiqamah menghidupi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Sebaliknya, kegelisahan kian menguat ketika menengok struktur di atasnya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian warga Nahdliyyin menilai bahwa NU struktural tingkat atas—PBNU, PWNU dan PCNU—mulai menjauh dari harapan dan cita-cita para pendiri NU. Bukan karena kurangnya kemampuan organisatoris, melainkan karena orientasi yang dinilai bergeser: dari khidmah menuju kepentingan, dari musyawarah menuju manuver.

Tak dapat dipungkiri, struktur atas memiliki basis massa besar. Namun di titik itulah problem muncul. Basis massa yang seharusnya dirawat sebagai amanah jam’iyah, kerap diperlakukan sebagai aset politik dan sosial—“diopeni” dan dipelihara—bukan untuk penguatan umat, melainkan untuk kepentingan personal atau kelompok. Ketika massa menjadi alat, bukan tujuan khidmah, maka ruh NU perlahan terkikis.

NU didirikan oleh para ulama dengan kesederhanaan dan keteguhan moral. Mereka menempatkan kekuasaan pada jarak yang sehat, menjaga independensi jam’iyah, dan menolak menjadikan umat sebagai komoditas. Maka ketika hari ini warga mempertanyakan arah PBNU dan PWNU, itu bukan sikap anti-organisasi, melainkan panggilan nurani untuk mengembalikan NU ke khittahnya.

Ranting dan MWC membuktikan bahwa NU bisa tetap hidup tanpa hingar-bingar kekuasaan. Di sanalah NU dirasakan sebagai rumah bersama—bukan panggung kepentingan. Editorial ini bukan untuk menafikan peran struktur atas, melainkan untuk mengingatkan: legitimasi NU tidak lahir dari jabatan, tetapi dari kepercayaan jamaah.

Saatnya NU struktural bercermin pada akar rumput. Menguatkan kembali orientasi khidmah, menata kepemimpinan yang menyatukan, dan menghentikan praktik memanfaatkan basis massa untuk kepentingan sempit. Sebab NU akan tetap besar bukan karena elite, melainkan karena warga. Dan selama Ranting dan MWC menjaga ruh perjuangan, harapan untuk mengembalikan NU pada cita-cita pendirinya akan selalu ada. (Newsroom)

23/01/2026
23/01/2026

Address

Pemalang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dpd Pwi Ls Kab Pemalang Jawa Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share