Mubtadiul Huda "Wahyu Purwo"

  • Home
  • Mubtadiul Huda "Wahyu Purwo"

Mubtadiul Huda "Wahyu Purwo" Lembaga Pendidikan

22/10/2025

KH. Hasyim Asy'ari (1871-1947) dan KH. Abdul Karim (1856-1954) Adalah Sahabat Karib

Dulu sepulang mondok di Bangkalan Madura, Mbah Manab (KH. Abdul Karim) mengingat-ingat sahabat-sahabat karibnya. Diantaranya ialah:

•Mbah Munawwir Krapyak (1870-1942), ahli penghafal Al-Qur'an/al-Hafidz
•Mbah Ma'sum Lasem (1868-1972), ahli Tirakat dan pengamal Sholawat Nariyah
•Mbah Raden Asnawi Kudus (1861-1959), pencipta Sholawat Asnawiyah/versi Fasholatan
•Mbah Ma'ruf Kedunglo (1852-1955), ahli Tirakat dan sholawat Nariyah serta doa-doa nya yang terkenal ampuh di zamannya.
Dan masih banyak lagi sahabat-sahabat karibnya.

Namun diantara semua itu ada salah seorang sahabat karib yang paling akrab dengan beliau. Beliau bernama Mbah Hasyim 'Asyari dari Keras, Diwek, Jombang. Mbah Manab mengetahui kalau sahabat karibnya tersebut telah mendirikan pondok pesantren di daerah Tebuireng Jombang sejak tahun 1899. Kemudian Mbah Manab tertarik untuk belajar ilmu disana.
Tepatnya di tahun 1904, sejarah membuktikan bahwa Mbah Manab benar-benar nyantri di Tebuireng. Meskipun pengasuhnya merupakan teman sebaya sewaktu nyantri di pesantren milik Mahaguru Syaikhona Kholil Bangkalan (1820-1925). Selain ngaji ke Mbah Hasyim, Mbah Manab juga diminta menjadi guru bantu di pesantren Tebuireng. Karena mbah Hasyim mengakui bahwa Mbah Manab mengusai ilmu Nahwu Shorof.

Meskipun berguru kepada teman sendiri, Mbah Manab tetap tawadlhu' dan menghormati Mbah Hasyim. Begitu juga Mbah Hasyim yang mengakui bahwa Mbah Manab juga merupakan gurunya.
Mbah Hasyim pun juga tak segan-segan bertanya kepada mbah Manab bila mendapat suatu kemusykilan terkait tarkib dan i'rob dalam salah satu kitabnya. Begitu juga Mbah Manab tak segan-segan bertanya kepada Mbah Hasyim tentang Hadist yang shohih dengan dalil yang bersumber dari Rosulullah SAW. Karena Mbah Hasyim adalah ulama ahli hadist pemilik sanad hadist Bukhori dan Muslim yang mewarisi keilmuan gurunya sewaktu belajar di Makkah, yaitu Syaikh Mahfudz At-Termasi (1842-1920) asal Tremas Pacitan yang bermukim di Makkah.

Kelak di kemudian hari tepatnya tahun 1908, Mbah Hasyim menjodohkan Mbah Manab dengan Nyai Dlomroh (Khodijah) puteri dari Kiai Sholeh BanjarMelati Kediri, yang masih kerabat dari Mbah Hasyim. Ketika itu usia Mbah Manab sudah 50 tahun lebih, sementara Nyai Dlomroh masih berusia 15 tahun. Setelah menikah dan memiliki putera pertama bernama Hannah, mbah Manab masih ikut dirumah mertuanya di Banjar Melati (sekarang Mojoroto) kota Kediri. Kemudian atas arahan mertua, Mbah Manab memboyong keluarganya ke Lirboyo. Disana beliau di belikan sebidang tanah seluas 1.785 meter persegi oleh Kiai Sholeh (mertuanya). Di atas tanah itu di bangunkan rumah sederhana dengan dinding berupa anyaman bambu dan atap daun rumbia. Kiai Sholeh dengan melalui tangan menantunya itu memulai membuka surau untuk mengajarkan agama kepada masyarakat yang masih awam. Tercatat santri pertama yang belajar agama kepada Mbah Manab bernama “Umar” asal Madiun. Karena semakin banyak santri yang belajar, tahun 1913 dibangunkan sebuah langgar/musholla yang kelak akan menjadi masjid besar yang di beri nama Masjid Lawang Songo. Dari situ memulai lah Mbah Manab merintis mendirikan pondok pesantren Lirboyo, terhitung sejak mendirikan rumah sederhana itu tiga tahun sebelumnya. Jadi Pesantren Lirboyo resmi berdiri tahun 1910.

Wallohualam...

Begitulah sifat para sesepuh-sesepuh kita. Sebagai santri kembali bersemangat meneladani akhlaq akhlaq beliau... Alfatihah..

11/11/2024
Kegiatan Penyerahan Hadiah Lomba dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1442 H dan HUT RI ke 75 serta Santunan Anak...
29/08/2020

Kegiatan Penyerahan Hadiah Lomba dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1442 H dan HUT RI ke 75 serta Santunan Anak Yatim dalam rangka Peringatan Hari Asyuro 10 Muharram 1442 H di Mubtadiul Huda

30/09/2019

KENAPA PARA SANTRI S**A MENATA SANDAL, MENGGELAR SAJADAHNYA UNTUK ALAS KAKI KYAINYA SAAT MEMASUKI MASJID, MEMINUM SISA AIR KYAINYA DLL???

Ngalap berkah dengan menata sandal dll

التبرُّكُ بالنَّعلين من الوليِّ أفضلُ منه بغيرهما لأنهما يَحمِلانِ الجُثَّةَ كلَّها . ( الفوائد المختارة : ٥٧٠ )

Ngalap berkah melalui sandal seorang Wali labih utama dari pada dengan selainnya. Karena sandal di gunakan untuk membawa jasad seutuhnya.

Satu hal unik yang sudah menjadi ciri khas santri adalah mereka s**a berebutan menata sandal Kyainya. Menata sandal Kyai adalah bentuk kepatuhan yang tulus dan keta'dziman kepada sosok guru atau Kyai dan diyakini didalamnya ada keberkahan. Santri menyebutnya sebagai upaya ngalap berkah.

Perbuatan menata sandal ini juga melibatkan 2 Kyai besar Indonesia yaitu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari saat mereka bersama berguru pada Kyai Sholeh Darat Semarang.

Keduanya selalu berebutan dan bersaing untuk dapat menata sandal Kyainya. Sebagai ganjarannya, karena perbuatannya itu dimata Kyai keduanya dipandang sangat istimewa.

Kegiatan menata sandal ini terlihat sepele, namun ternyata ada dasar kisah dibalik perbuatan yang melibatkan 2 ulama besar Indonesia itu. Ceritanya adalah sebagai berikut :

Di zaman Rasulullah Saw ada seorang bocah berumur belasan tahun bernama Salman. Ia selalu datang lebih dulu ke Masjid sebelum Nabi Muhammad SAW datang. Setelah nabi Muhammad SAW masuk Masjid, Salman kemudian bergegas merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah. Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah SAW penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu.

Suatu kali saat masuk Masjid, Rasulullah SAW sengaja bersembunyi untuk melihat siapa orang yang merapikan dan mengubah letak sandalnya. Saat itulah dilihatlah Salman yang melakukannya.

Nabi Muhammad SAW kemudian mendoakan Salman agar menjadi orang yang alim dalam ilmu Fiqih. Setelah dewasa dikalangan ulama Salman dikenal kemudian sebagai ahli Fiqh sesuai Nabi SAW doakan terhadapnya.

30/09/2019
Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H
20/09/2019

Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H

20/09/2019

Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H

13/09/2019

Dahulu ketika ada santri Brebes yg bernama Kang Munafis meninggal dunia.
Mbah idris dawuh : "Niki santri terbaik lirboyo...!!" (ini santri terbaik Lirboyo..!) "sampeyan sekseni nggih kang..." "Niki santri terbaik lirboyo"

Siapa yang tidak terharu mendengarkan seorang santri yg meninggal mendapatkan pengakuan dan predikat terbaik dari seorang guru.

Setelah prosesi sholat dan do'a yang agak panjang dari biasanya, beliau pun menyempatkan mengantar jenazahnya kang Munafi sampai pintu luar serambi kuning, dan yang membuat lebih terharu beliau Mbah Yai Idris melambaikan tangan ketika jenazah kang Munafi di angkat dan di masukkan ke ambulan dan beliau menunggui sampai mobil ambulanya hilang dari pandangan beliau. .
*Sejarah singkat kang Munafis, almarhum dahulu setiap kali ada penengajian selalu menyiapkan dampar untuk mengaji para maayayich, baik yang ada di serambi masjid lirboyo, maupun yang berada di Ndalemnya Yai Zamzam. meskipun dia termauk santri yang kurang mampu, setiap bulannya dia menyempatkan diri sowan kepada Yai Idris untuk menyempatkan caos (memberi) bisyaroh yang jelas bila di nominal kurang seberapa.

Yang lebih mengaharukan lagi setiap kali jamaah lima waktu kang Munafis selalu menunggui Yai Idris di selatan serambi kuning menunggui sajadahnya juga selalu menyambut tangan beliau karena naik undakan dan bersalaman, setelah itu baru merapikan bakiak beliau Yai Idris. "kewajiban seorang santri adalah mengukir nama guru di dalam hati, tapi bila seorang guru terukir nama seorang santri, berarti santri yang luar biasa"

Semoga kita selalu menyempatkan diri seusai sholat untuk membaca fatihah kepada beliau dan kepada seluruh Dzuriyah Lirboyo.

Semoga beliau Romo Kyai Anwar Mansur, Romo Kyai Habibulloh Zaini, Abuya Kafabihi Mahrus, seluruh Masyayich dan dzuriyah lirboyo selalu dalam lindungan Alloh Subhanahu wata'ala dan selalu di beri kesehatan, agar selalu memberikan siraman ruh kepada seluruh santri, alumni dan umat. Amin

Alfatihah...

Address

Babakan

52353

Opening Hours

Monday 07:30 - 10:00
13:00 - 17:00
Tuesday 07:30 - 10:00
13:00 - 23:00
Wednesday 07:30 - 10:00
13:00 - 22:00
Thursday 07:30 - 10:00
18:00 - 23:00
Friday 07:30 - 10:00
Saturday 13:00 - 17:00
Sunday 13:00 - 23:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mubtadiul Huda "Wahyu Purwo" posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share