Mu'allimin Muhammadiyah Bangkinang

Mu'allimin Muhammadiyah Bangkinang

Share

Mu'allimin didirikan oleh Mahmud Marzuki di daerah Kumantan, Bangkinang

Insyaalllah halaman ini bermanfaat bagi kita...
Kami sangat berharap, bahwa kehadiran FansPage ini akan dapat bermanfaat. Dan yang terpenting, kiranya dapat memperkaya pengetahuan sidang pembaca nan budiman serta dapat meresap inti sarinya untuk diamalkan dalam menyongsong kehidupan di dunia fana ini.

23/03/2025

15/02/2025

Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.

15/02/2025

Selamat malam.

29/09/2016

Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita ‘binasa’ sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik.
Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas

19/04/2016

📖 Hukuman yang Sangat Besar itu Bernama Hati Batu

Setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat-sifat tersebut pun bisa berubah-ubah setiap waktu. Begitu p**a hati, dia pun memiliki sifat. Hati bisa menjadi sehat dan juga bisa menjadi sakit. Hati juga bisa menjadi lunak dan juga bisa menjadi sekeras batu.
Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

Artinya: “Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.”
(QS Al-Baqarah : 74)
Oleh karena itu, sebisa mungkin kita memperhatikan kondisi hati kita setiap saat. Jangan sampai hati kita menjadi hati yang keras atau mulai mengeras sehingga nantinya akan menjadi keras !!!
Mâlik bin Dînâr rahimahullâh pernah berkata:

مَا ضُرِبَ عَبْدٌ بِعُقُوْبَةٍ أَعْظَمِ مِنْ قَسْوَةِ قَلْبٍ، وَمَا غَضِبَ اللهُ -عَزَّ وَجَلَّ- عَلَى قَوْمٍ إِلَّا نَزَعَ مِنْهُمُ الرَّحْمَةَ
“Seorang hamba tidaklah dihukum dengan suatu hukuman yang lebih besar daripada hatinya yang dijadikan keras. Tidaklah Allah ‘azza wa jalla marah terhadap suatu kaum kecuali Dia akan mencabut rasa kasih sayang-Nya terhadap mereka.” (Tafsir Al-Baghowy 7/115)
Semoga kita terhindar dari kerasnya hati dan juga murka Alloh, sebab bagaimanapun dan siapapun kita adalah tetap butuh kasih sayang Alloh 'azza wa jalla.

20/11/2015

assalamualaikum ya akhi wa ukhty..

30/06/2015

Taraweh gak perlu terburu-buru ,, kamu beramal untuk ibadah.. bukan balapan .. !
→ ramadhan ya sharu ramadhan ♥

20/06/2015

Seorg pria bijak masuk ke cafe mnceritakan sbuah lelucon... Semua org tertawa. Lalu pria itu mnceritakan lagi lelucon nya.
X'ini hanya bbrp org saja yg tertawa. 5 menit kmudian pria itu mnceritakan lagi lelucon itu & gak ada yg tertawa!
Sambil trsenyum pria ini brkata; '' Bila Kamu Tdak Bisa Trtawa Brulang-ulang Pd Lelucon Yg Sama, Mengapa Kamu Menangis Brulang-ulang Pd Msalah Yg Sama?''

25/12/2014

maksiat itu muncul karna kekosongan hati,maksiat itu terjadi karna kerapuhan iman,maksiat itu terjadi bila dikasih peluang.tutuplah semua peluang tersebut.abaikan semua yang tidak bermanfaat duat diri...

Photos 07/07/2014

Seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.
Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.
Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang.”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.
Pemilik kedai itu berkata”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.
Anak itu kaget mendengar hal tersebut.”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?”
Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun,aku bahkan tidak peduli.
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera p**ang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah p**ang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”
Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.
“Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja.”

22/05/2014

profil muallimin

Want your school to be the top-listed School/college?

Website