18/03/2015
Buletin SD NEGERI 41 PEKANBARU
Edisi 6.3 (Februari )
"Pembuatan Lubang Biopori"
Sabtu, 21 Februari 2015 setelah perlombaan Kebersihan Kelas selesai diadakan, Tim Adiwiyata sekolah tak henti – hentinya berupaya mewujudkan visi dan misi sekolah “Menciptakan budaya bersih pada seluruh warga sekolah, melaksanakan penghijauan di lingkungan sekolah, menghilangkan kebiasaan membakar sampah dengan mendaur ulang sampah organik dan non organik.”
Di waktu senggang tersebut dimanfaatkan oleh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari pencemaran lingkungan. Dibuktikan dengan upaya pembuatan lubang biopori yang berhasil menghadapi kendala – kendala sebelumnya. Akhirnya lubang reasapan biopori SD Negeri 41 Pekanbaru berhasil dibuat.
Ibu kepala pun turut aktif dalam pembuatan lubang resapan biopori di depan Green House SD Negeri 41 Pekanbaru. Terlihat beliau sedang menggali lubang biopori menggunakan linggis, lubang di usakan dapat mencapai kedalaman 1,5 m.
Bahkan sempat beliau menolak dengan gelak senyum, ketika tim redaksi berusaha mendokumentasikan moment beliau kekita sedang menggali lubang resapan biopori, mungkin beliau merasa agak malu, haha. Terlihat juga buk Asnimar sedang memperhatikan penggalian seperti penasaran ingin mencoba.
Tidak hanya tim Adiwiyata, bahkan siswi sekolah juga ikut membantu dalam pembuatan lubang biopori kali ini. Ada buk Dumasari, dan beberapa siswi kelas 6 yaitu Najmi, Angel, Diesty. Mereka membantu dengan ikhlas karena sadar akan manfaat yang akan dirasakan kedepannya.
Terlihat ternyata benar buk Asnimar penasaran dari tadi ingin membantu dalam pembuatan lubang biopori. Akhirnya beliau pun langsung turun menggunakan bor biopori untuk menggali lubang langsung. Bor biopori merupakan bor yang dibuat khusus untuk pembuatan lubang biopori, memiliki pedal dan ujung yang beralur seperti sekrup. Dengan memutar bor biopori, maka tanah akan terangkat dan bor semakin dalam kemudian tanah dapat dikeluarkan dari dalam lubang.
Semangat ya buk Asnimar menggali lubangnya, agar sekolah kita kian maju dalam usaha melestarikan lingkungan sekolah kita buk. Untuk ibuk guru yang lain kapan nih ? Jangan mau kalah sama buk Asnimar, hehe.
Kelihatannya buk Asnimar sudah lelah teman – teman. Sekarang giliran para siswa laki – laki yang turun tangan. Dengan mengerahkan seluruh tenaga mereka bersama lubang biopori bisa digali sangat dalam hingga bor biopori kandas ke tanah. Kini tinggal tahap penyelesaian, mulai dari memasukkan p**a kedalam lubang, kemudian memasukkan dedaunan kering dalam p**a, setelah penuh p**a ditutup. Beberapa bulan kemudian daun yang kita masukkan kedalam lubang akan menjadi kompos siap pakai. Mudah bukan jika melakukan pekerjaan dengan ikhlas dan disertai senyuman.