Aswaja Riau Online

Aswaja Riau Online

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Aswaja Riau Online, Jalan Hangtuah, Pekanbaru.

11/09/2025

Beliau diintimidasi, pengajiannya ditutup secara paksa tanpa persetujuan DKM,

Channel Youtube beliau diambil, Fanpage beliau dicuri,

Sampai-sampai buat rapat berjilid hanya untuk membahas rumah tangga beliau.

Cek videonya disini;
https://www.facebook.com/share/v/17Ln62fZXm/

Perbuatan wahabi terhadap beliau

10/08/2025

RIAU WASPADA SYIAH !!!

Ternyata sekte aliran sesat Syiah sudah menancapkan jejaring resmi organisasinya di bumi lancang kuning Riau sejak 5 tahun yang lalu.

Sterilkan Riau dari ajaran sesat Syiah !

-------------
(Source : telegram Ahlulbait Indonesia)

04/08/2025

Imam Abu Hasan taubat kepada "keyakinan Salaf" (yang diklaim Wahabi) setelah taubat dari Mu'tazilah kepada keyakinan Ahlussunnah wal Jama'ah adalah berita dusta dan fitnah yang sengaja dibuat oleh Wahabi.

Andai Wahabi berpikir, mereka tidak akan mudah percaya kedustaan ini. Namun karena tidak berakal/akal mereka non aktif, mereka mudah dibodoh-bodohi dan fanatik buta dengan penjelasan panutan mereka yang provokatif!

HALAQAH DIGITAL PERTI #Part 10 30/07/2025

HALAQAH DIGITAL PERTI #Part 10 Kajian FikihKanz al-Rāghibīn Syarah Minhāj al-Thālibīn Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-MahalliGuru: Buya Dr. Zul Ikromi, Lc. MAModerator: Buya M. Ikhwa...

30/07/2025

Ahlussunnah Wal Jama'ah: Dalil, Ilmu, dan Metodologi

Ahlussunnah Wal Jama’ah beragama bukan sekadar dengan slogan "ikut dalil" tapi dengan ilmu yang diurai secara metodologis, teliti, dan bertanggung jawab. Dalil bukan sekadar kutipan tapi dipahami dengan kaidah yang kokoh dan diuji lintas abad oleh para ulama muktabar.

Kalian klaim ikut dalil tapi realitanya justru fanatik terhadap penafsiran guru kalian sendiri seolah manusia lebih tinggi dari metode Maka pertanyaannya: kalian ikut dalil atau ikut interpretasi kelompok yang kalian anggap paling suci?

Kami tak wajib mengikuti Ibnu Taimiyah sebagaimana kalian pun tak dipaksa mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari, Tapi fakta ilmiah menunjukkan bahwa sejak era beliau mayoritas ulama Ahlussunnah menjadikan al-Asy’ari sebagai rujukan dalam akidah, Kalau kalian tak sepakat itu urusan internal kalian bukan cacat kami.

Pengajian kami memang berbasis Ahlussunnah Wal Jama’ah, Kalau ada yang ngeyel hadir, bertanya, dan memaksakan tafsirnya sebagai satu-satunya kebenaran, maka sikap itu bukan kontribusi ilmiah itu ketidak santunan dalam berdialog.

29/07/2025

⚠️ Fitnah terhadap Tasawuf adalah Kebodohan yang Disamarkan dengan Keberanian Palsu

Menuduh para pegiat tasawuf menyembah selain Allah adalah dusta besar, fitnah murahan yang disebarluaskan dengan sengaja demi menjauhkan umat dari kemuliaan akhlak yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Tasawuf bukan khayalan tapi ilmu dan amal yang membersihkan jiwa dari penyakit hati dan menggantinya dengan akhlak yang agung. Itulah esensi Islam yang dipraktikkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Zikir tidak ada batasnya bahkan saat tubuh beliau istirahat hati beliau tetap sibuk dengan zikir kepada Allah, Itulah tasawuf: ibadah tanpa henti bukan pengalihan dari syariat.

Jika Anda tidak mengenal Imam al-Ghazali kami bisa maklum, Tapi berdusta tentang beliau adalah kebodohan yang menjauhkan Anda dari amanah ilmiah. _Ihya’ Ulumuddin_ adalah maha karya beliau yang merekatkan syariat dan tasawuf dan salah satu karya terakhir beliau _Minhajul 'Abidin_ justru murni kitab tasawuf.

Ironi besar: bahkan kitab _Madarijus Salikin_ karya Ibnul Qayyim yang dikaji oleh kalangan salafi ( Wahabi ) adalah kitab tasawuf berbasis suluk Dan Ibnu Taimiyah sendiri di akhir hayatnya dikenal sebagai ahli zikir yang dimakamkan bersama kaum sufi di Damaskus, Fakta sejarah bukan rekayasa.

Kalau Anda belum tahu kami memaklumi Tapi jika tetap memilih berdusta dan menyebar fitnah maka tuduhan kembali kepada diri Anda sendiri, Sebab dusta atas agama bukan sekadar salah itu pengkhianatan terhadap kebenaran yang membawa Anda menjauh dari cahaya iman.

01/01/2025

Salafi wahabi s**a gunjing

Belakangan ini saya sering digunjing oleh saudara2 kita dari kaum salafi. Video saya dipotong2, diframing sejelek mungkin, komentar negatif berhamburan, buzzer2 bermunculan. Sampai ada konten kreator yang bawa2 orang tua saya. Padahal nggak ada hubungan sama sekali. Beragam cara mereka tempuh untuk menjatuhkan saya. Suyu dituduh Syiah, Zindiq dll. Tujuannya mungkin supaya orang nggak dengerin saya. Menjauh dan menghindari.

Dengan semua itu, saya memilih untuk membiarkan dan tidak membalas. Hasilnya, jadwal ceramah saya dari Januari sampai Februari sudah hampir penuh. Buku2 saya jadi laris. Video banyak yang nonton. Yang menghadiri ceramah justru jadi lebih banyak lagi. Jadi apa yang dihasilkan oleh kaum salafi dengan upaya itu? Nggak ada. Kecuali hanya semakin menampilkan kedangkalan berpikir mereka. Secara tidak sadar, mereka sudah menampilkan akhlak mereka yang sesungguhnya.

Pelan2 juga orang jadi malas menengok aliran itu. Mereka pikir komentar2 itu bisa mempengaruhi sudut pandang orang. Mungkin mereka juga mengira bahwa jargon2 salafi, kembali kepada al-Quran dan sunnah, menghindari bid'ah, dan semacamnya, yang sering mereka gaungkan itu, bisa mengelabui orang2 di luar sana. Bahwa inilah Islam yang asli! Mereka lupa bahwa orang waras di Indonesia ini jauh lebih banyak.

Mereka tak akan mudah tertipu dengan slogan dan tampilan. Dan kadang mereka2 ini nggak begitu bising di media sosial. Terima kasih kepada saudara2ku dari kaum salafi, gara2 respon Anda selama ini, maka ajaran Ahlussunnah yang asli bisa semakin tersebar luas di bumi pertiwi. Saya akan gunakan pop**aritas ini untuk menyebarkan ajaran Islam yang kami terima dari al-Azhar as-Syarif.

Kami mengikuti salaf dengan bukti. Sementara Anda mempromosikan ajaran salaf dengan caci maki. Ajaran Anda banyak berisikan pengharaman. Ajaran kami banyak memberikan harapan. Kita tidak menyesatkan suatu pandangan kecuali dengan dalil dan bukti. Sementara Anda tidak mau menerima dalil walau ia tampil seterang cahaya matahari. Selamat tahun baru saudara2 sekalian. Berikut link ceramah kami tadi malam:

Masjid Raya Bintaro Jaya TV:

https://www.youtube.com/live/8HktdQaBK-0?si=KwrFWlXStetXkcus

18/12/2024

TIADA ILMU TANPA SANAD...MAKSUDNYA, SEMUA ILMU HADITS, FIQIH, TAUHID, AL QUR'AN MESTILAH ADA JALUR GURUNYA KEPADA RASULULLAH SAW..

Pertanyaan:

Siapakah Syaikh Albani itu yang selalu jadi rujukan kaum salafy?

Jawab Habib Mundzir Al Musawa :

Albani itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yang mengumpulkan Hadits dan menerima Hadits dari para periwayat Hadits dan Albani tidak hidup di masa itu. Ia hanya menukil nukil dari sisa Buku- Buku Hadits yang ada masa kini.

Kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal 1.000.000 Hadits (1 juta hadits), berikut Sanad dan Hukum Matannya, hingga digelari Huffadhudduniya (Salah seorang yang paling banyak hafalan Haditsnya di dunia), (Rujuk Tadzkiratul Huffadh dan siyar a\’lamunnubala) dan Beliau tak sempat menulis semua Hadits itu, beliau hanya sempat menulis sekitar 20.000 Hadits saja, maka 980.000 Hadits lainnya sirna ditelan zaman.

Imam Bukhari hafal 600.000 Hadits berikut Sanad dan Hukum Matannya dimasa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 Hadits saja pada Shahih Bukhari dan beberapa Kitab Hadits kecil lainnya, dan 593.000 Hadits lainnya sirna ditelan zaman.

Demikian para Muhaddits-Muhaddits besar lainnya, seperti Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan Ratusan Muhaddits lainnya.

Muhaddits adalah Orang yang berjumpa langsung dengan Perawi Hadits, bukan jumpa dengan Buku Buku dan Albani hanya jumpa dengan SISA-SISA BUKU HADITS yang ada dimasa kini.

Albani bukan p**a Hujjatul Islam, yaitu gelar bagi yang telah hafal 300.000 Hadits berikut Sanad dan Hukum Matannya, bagaimana ia mau hafal 300.000 Hadits, sedangkan masa kini jika semua Buku Hadits yang tercetak itu dikumpulkan maka HANYA mencapai kurang dari 100.000 Hadits.

Al Imam Nawawi itu adalah Hujjatul Islam, demikian p**a Imam Ghazali, dan banyak Imam-Imam lainnya.

Albani bukan p**a Alhafidh, ia tak hafal 100.000 Hadits dengan Sanad dan hukum Matannya, karena ia banyak menusuk Fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan Hadits-Hadits tersebut.

Albani bukan p**a Almusnid, yaitu Pakar Hadits yang menyimpan banyak Sanad Hadits yang sampai ada Sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari Gurunya, dari Gurunya, demikian hingga para Muhadditsin dan Rasul Saw.

Orang yang banyak menyimpan Sanad seperti ini digelari Al Musnid, sedangkan Albani tak punya satupun Sanad Hadits yang Muttashil.

Berkata para Muhadditsin, \"Tiada Ilmu tanpa Sanad\" maksudnya semua Ilmu Hadits, Fiqih, Tauhid, Al Qur'an, mestilah ada jalur Gurunya kepada Rasulullah Saw, atau kepada Sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam-Imam.

Maka jika ada seorang mengaku Pakar Hadits dan berfatwa namun ia tak punya Sanad Guru, maka Fatwanya Mardud (tertolak), dan ucapannya Dhoif, dan tak bisa dijadikan Dalil untuk diikuti, karena Sanadnya Maqtu\’.

"Apa pendapat anda dengan seorang Manusia muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa Hadits yang tidak mencapai 10% dari Hadits yang ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif".

"Saya sebenarnya tak s**a bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya Ummat karena tipuan seorang tong kosong".

Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad`

AL-HABIB MUNDZIR AL MUSAWA

25/11/2024

Pasal Menjelaskan Tentang Sunnah dan Bid’ah

فَصْلٌ فِيْ بَيَانِ السُّنَّةِ وَالْبِدْعَةِ

اَلسُّنَّةُ بِالضَّمِّ وَالتَّشْدِيْدِ كَمَا قَالَ أَبُو الْبَقَاءِ فِيْ كُلِّيَّتِهِ : لُغَةً اَلطَّرِيْقَةُ وَلَوْ غَيْرَ مَرْضِيَّةٍ.

Pengertian Sunnah

Lafadz as-Sunnah dengan dibaca dhammah sin-nya dan diiringi dengan tasydid, sebagaimana dituturkan oleh Imam al-Baqa’ dalam kitab Kulliyat-nya secara etimologi adalah thariqah (jalan), sekalipun yang tidak diridhai.

وَشَرْعًا اِسْمٌ لِلطَّرِيْقَةِ الْمَرْضِيَّةِ الْمَسْلُوْكَةِ فِي الدِّيْنِ سَلَكَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَوْ غَيْرُهُ مِمَّنْ عُلِمَ فِي الدِّيْنِ كَالصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ

Menurut terminologi syara’ as-Sunnah merupakan thariqah (jalan) yang diridhai dalam menempuh agama sebagaimana yang telah ditempuh oleh Rasulullah Saw. atau selain beliau, yakni mereka yang memiliki otoritas sebagai panutan di dalam masalah agama seperti para sahabat Ra.

لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ.

Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Saw.: “Tetaplah kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnahnya Khulafaur Rasyidin setelahku.”

وَعُرْفًا مَا وَاظَبَ عَلَيْه مُقْتَدًى نَبِيًّا كَانَ اَوْ وَلِيًّا. وَالسُّنِّيُّ مَنْسُوْبٌ اِلَى السُّنَّةِ حُذِفَ التَّاءُ لِلنِّسْبَةِ.

Sedangkan menurut terminologi ‘urf adalah apa yang dipegangi secara konsisten oleh tokoh yang menjadi panutan, apakah ia sebagai nabi ataupun wali. Adapun istilah as-Sunni merupakan bentuk pen*sbatan dari lafadz as-Sunnah dengan membuang ta’ untuk pen*sbatan.

وَالْبِدْعَةُ كَمَا قَالَ الشَّيْخُ زَرُوْقٌ فِيْ عُدَّةِ الْمُرِيْدِ : شَرْعًا إِحْدَاثُ اَمْرٍ فِي الدِّيْنِ يُشْبِهُ اَنْ يَكُوْنَ مِنْهُ وَلَيْسَ مِنْهُ سَوَاءٌ كَانَ بِالصُّوْرَةِ اَوْ بِالْحَقِيْقَة.

Pengertian Bid'ah

Bid’ah sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Zaruq di dalam kitab ‘Iddat al-Murid menurut terminologi syara’ adalah: “Menciptakan hal perkara baru dalam agama seolah-olah ia merupakan bagian dari urusan agama, padahal sebenarnya bukan, baik dalam tataran wacana, penggambaran maupun dalam hakikatnya.”

لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْدَثَ فِيْ اَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.

Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Saw.: “Barangsiapa menciptakan perkara baru didalam urusanku, padahal bukan merupakan bagian daripadanya, maka hal itu ditolak.”

وَقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " وَكُلُّ مُحْدَثٍ بِدْعَةٌ "

Dan sabda Nabi Saw.: “Dan segala bentuk perkara yang baru adalah bid’ah.”

وَقَدْ بَيَّنَ الْعُلَمَاءُ رَحِمَهُمُ اللهُ أَنَّ الْمَعْنَى فِي الْحَدِيْثَيْنِ الْمَذْكُوْرَيْنِ رَاجِعٌ لِتَغْيِيْرِ الْحُكْمِ بِاعْتِقَادِ مَا لَيْسَ بِقُرْبَةٍ قُرْبَةً لَا مُطْلَقِ الْإِحْدَاثِ, اِذْ قَدْ تَنَاوَلَتْهُ الشَّرِيْعَةُ بِأُصُوْلِهَا فَيَكُوْنُ رَاجِعًا اِلَيْهَا اَوْ بِفُرُوْعِهَا فَيَكُوْنُ مَقِيْسًا عَلَيْهَا.

Para ulama rahimahullaah menjelaskan tentang esensi dari makna dua hadits tersebut di atas dikembalikan kepada perubahan suatu hukum dengan mengukuhkan sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan ibadah tetapi diyakini sebagai konsepsi ibadah. Jadi bukanlah segala bentuk pembaharuan yang bersifat umum. Karena kadang-kadang bisa jadi perkara baru itu berlandaskan dasar-dasar syari’ah secara asal sehingga ia menjadi bagian dari syari’at itu sendiri, atau berlandaskan furu’us syari’ah sehingga ia dapat dianalogikan kepada syari’at.

وَقَالَ الْعَلَّامَةُ مُحَمَّدٌ وَلِيُّ الدِّيْنِ اَلشِّبْثِيْرِيُّ فِيْ شَرْحِ الْأَرْبَعِيْنَ النَّوَوِيَّةِ عَلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا اَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ

Al-‘Allamah Muhammad Waliyuddin asy-Syibtsiri dalam Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah memberikan komentar atas sebuah hadits Nabi Saw.: “Barangsiapa membuat persoalan baru atau mengayomi seseorang yang membuat pembaharuan, maka ditimpakan kepadanya laknat Allah.”

وَدَخَلَ فِي الْحَدِيْثِ اَلْعُقُوْدُ الْفَاسِدَةُ, وَالْحُكْمُ مَعَ الْجَهْلِ وَالْجَوْرِ وَنَحْوُ ذَلِكَ مِمَّا لَا يُوَافِقُ الشَّرْعَ.

Masuk dalam kerangka interpretasi hadits ini yaitu berbagai bentuk akad-akad fasidah, menghukumi dengan kebodohan dan ketidakadilan, dan lain-lain dari berbagai bentuk penyimpangan terhadap ketentuan syara’.

وَخَرَجَ عَنْهُ مَا لَا يَخْرُجُ عَنْ دَلِيْلِ الشَّرْعِ كَالْمَسَائِلِ الْاِجْتِهَادِيَّةِ الَّتِيْ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اَدِلَّتِهَا رَابِطٌ اِلَّا ظَنُّ الْمُجْتَهِدِ وَكِتَابَةِ الْمُصْحَفِ وَتَحْرِيْرِ الْمَذَاهِبِ وَكُتُبِ النَّحْوِ وَالْحِسَابِ .

Keluar dari bingkai pemahaman terhadap hadits ini yakni segala hal yang tidak keluar dari dalil syara’ terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah ijtihadiyah dimana tidak terdapat korelasi yang tegas antara masalah-masalah tersebut dengan dalil-dalilnya kecuali sebatas persangkaan mujtahid. Dan seperti menulis Mushaf, mengintisarikan pendapat-pendapat imam madzhab, menyusun kitab nahwu dan ilmu hisab.

Bid'ah Terbagi Menjadi Lima: Wajib, Haram, Sunnah, Makruh, Mubah

وَلِذَا قَسَّمَ ابْنُ عَبْدِ السَّلَامِ اَلْحَوَادِثَ اِلَى الْأَحْكَامِ الْخَمْسَةِ فَقَالَ : اَلْبِدْعَةُ فِعْلُ مَالَمْ يُعْهَدْ فِيْ عَصْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاجِبَةً كَتَعَلُّمِ النَّحْوِ وَغَرِيْبِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ مِمَّا يُتَوَقَّفُ فَهْمُ الشَّرِيْعَةِ عَلَيْهِ, وَمُحَرَّمَةً كَمَذْهَبِ الْقَدَرِيَّةِ وَالْجَبَرِيَّةِ وَالْمُجَسِّمَةِ, وَمَنْدُوْبَةً كَإِحْدَاثِ الرُّبُطِ وَالْمَدَارِسِ وَكُلِّ إِحْسَانٍ لَمْ يُعْهَدْ فِي الْعَصْرِ الْأَوَّلِ, وَمَكْرُوْهَةً كَزُخْرُفَةِ الْمَسَاجِدِ وَتَزْوِيْقِ الْمَصَاحِفِ, وَمُبَاحَةً كَالْمُصَافَحَةِ عَقِبَ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ وَالتَّوَسُّعِ فِي الْمَأْكَلِ وَالْمَشْرَبِ وَالْمَلْبَسِ وَغَيْرِ ذَلِكَ .

فَإِذَا عَرَفْتَ مَا ذُكِرَ تَعْلَمُ اَنَّ مَا قِيْلَ : إِنَّهُ بِدْعَةٌ, كَاتِّخَاذِ السُّبْحَةِ, وَالتَّلَفُّظِ بِالنِّيَّةِ, وَالتَّهْلِيْلِ عِنْدَ التَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ مَعَ عَدَمِ الْمَانِعِ عَنْهُ, وَزِيَارَةِ الْقُبُوْرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَيْسَ بِبِدْعَةٍ

وَإِنَّ مَا أُحْدِثَ مِنْ أَخْذِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأَسْوَاقِ اللَّيْلِيَّةِ, وَاللَّعِبِ بِالْكُوْرَةِ وَغَيْرَ ذَلِكَ مِنْ شَرِّ الْبِدَعِ
Karena itulah Imam Ibnu Abdis Salam membagi perkara-perkara yang baru itu ke dalam hukum-hukum yang lima. Beliau berkata:

“Bid’ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah Saw. (Bid’ah tersebut adakalanya):
1. Bid’ah Wajibah: seperti mempelajari ilmu nahwu dan mempelajari lafadz-lafadz yang gharib baik yang terdapat di dalam al-Quran ataupun as-Sunnah, dimana pemahaman terhadap syari’ah menjadi tertangguhkan pada sejauhmana seseorang dapat memahami maknanya.
2. Bid’ah Muharramah: seperti aliran Qadariyah, Jabariyah dan Mujassimah.
3. Bid’ah Mandubah: seperti memperbaharui sistem pendidikan pondok pesantren dan madrasah-madrasah, juga segala bentuk kebaikan yang tidak dikenal pada zaman generasi pertama Islam.
4. Bid’ah Makruhah: seperti berlebih-lebihan menghiasai masjid, menghiasi mushaf dan lain sebagainya.
5. Bid’ah Mubahah: seperti bersalaman selesai shalat Shubuh dan Ashar, membuat lebih dalam makanan dan minuman, pakaian dan lain sebagainya.”

Setelah kita mengetahui apa yang telah dituturkan di muka maka diketahui bahwa adanya klaim bahwa berikut ini adalah bid’ah, seperti memakai tasbih, melafadzkan niat, membaca tahlil ketika bersedekah setelah kematian dengan catatan tidak adanya perkara yang mencegah untuk bersedekah tersebut, menziarahi makam dan lain-lain, maka kesemuanya bukanlah merupakan bid’ah.

Dan sesungguhnya perkara-perkara baru seperti penghasilan manusia yang diperoleh dari pasar-pasar malam, bermain undian pertunjukan gulat dan lain-lain adalah termasuk seburuk-buruknya bid’ah.

Ulama Aswaja Sedunia Tolak Wahabi Salafi, Ini Sebabnya! | GEOTIMES 25/11/2024

Fatwa Ulama Sedunia Bahwa Alirah Salafi Wahabi Sesat

Ulama Aswaja Sedunia Tolak Wahabi Salafi, Ini Sebabnya! | GEOTIMES Muktamar Ulama AhlusSunnah Wal Jamaah sedunia yang digelar di Chechnya, belum lama ini menolak dan mengeluarkan sekte Wahabi Salafi bentukan Saudi Arabia dari AhlusSunnah Wal Jamaah. Kenapa ini terjadi? Muktamar akbar itu dihadiri ulama-ulama besar AhlusSunnah diantaranya, Syaikh al-Azhar, DR. Ah

Kenali Kesyirikan Dalam Sholawatan..

Dr Helmi Basri Lc MA
( Doktor Alumni Madinah& Maroko, Dosen UIN Suska Riau, & STai Imsya Riau) 18/11/2024

Ngaji Kitab Aqidatul Awam

عليهم الصلاة والسلام # وآلهم ما دامت الايام
Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada seluruh para nabi dan keluarga mereka selamanya.

Penjelasan
✅ As Syaikh Ahmad al Marzuki mengakhiri penyebutan nama 25 nabi yang wajib kifayah untuk diketahui dengan shalawat dan salam atas mereka.
♦️Penjelasan tentang makna shalawat dan salam telah dijelaskan diawal penjelasan kitab Aqidatul Awam ini.
♦️Perkataan as Syaikh Ahmad al Marzuki ini menunjukkan bahwa boleh bersholawat dan salam sekaligus pada setiap nabi dengan bacaan:
صلى الله عليه وسلم
☝️Bacaan shalawat ini tidak dikhususkan untuk Rasulullah saja, tetapi boleh juga untuk nabi yang lainnya, misalnya nabi Ibrahim shallallahu alaihi wasallam, nabi Musa shallallahu alaihi wasallam, nabi Isa shallallahu alaihi wasallam dan seterusnya.
☝️Meskipun pada umumnya umat Islam ketika untuk nabi Muhammad mengatakan "shallallahu alaihi wasallam" dan untuk nabi-nabi yang lain mengatakan "'alayhissalam".
✅ Para ulama memaknai kafadz وآلهم dengan dua makna, yaitu keluarga para nabi yang mukmin dan para pengikut mereka yang beriman.

Catatan
✔️Bacaan shalawat pada Nabi bisa dengan menggunakan berbagai shighot (bentuk), misalnya:
1⃣ صلى الله عليه وسلم
2⃣اللهم صل على سيدنا محمد
3⃣ اللهم صل وسلم على سيدنا محمد
4⃣ اللهم صل على سيدنا محمد وسلم
5⃣ صلى الله على محمد
6⃣صلوات ابراهيمية (اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم في العالمين انك حميد مجيد)
✔️Bacaan sholawat juga bisa dengan menggunakan shighot yang telah disusun oleh para awliya' seperti shalawat Naariyah, shalawat munjiyah, shalawat Thibbul Qulub, shalawat al Fatih, shalawat Badar, shalawat Asyghil dan seterusnya
⛔Waspadalah terhadap kelompok Wahhabi yang menganggap sholawat-shalawat susunan para wali di atas sebagai shalawat syirik, orang yang membacanya menjadi musyrik.
☝️Alasan mereka, karena di dalam shalawat-shalawat tersebut terdapat tawassul dengan nabi.
☝️Padahal tawassul dengan Nabi atau wali diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan dipraktekkan oleh para sahabat dan para ulama salaf serta khalaf.
💛Dalam hadits yang diriwayatkan oleh at Thobaroni dalam Al Mu'jam al Kabir dan al Mu'jam as Shaghir, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan do'a tawassul kepada seorang sahabat buta:
اللهم اني اسألك واتَوجه إليك بنبينا محمد نبي الرحمة يا محمد اني أتوجه بك إلى ربي في حاجتي لتقضى لي
☝️Doa tawassul ini kemudian setelah wafatnya Rasulullah, pada masa khalifah Utsman bin Affan dipraktekkan oleh seorang laki-laki yang memiliki hajat pada Sayyidina Utsman bin Affan.

✔️Dalam membaca shalawat wajib memperhatikan kaidah tajwid, khususnya pada makhraj huruf dan panjang pendeknya.
☝️Jika menggunakan shighot اللهم صل maka jangan sampai memanjangkan harakat lam dalam lafadz صل sehingga menjadi صلي, karena itu akan merubah makna, seakan-akan dia mengatakan bahwa Allah itu perempuan, karena shighot seperti itu adalah khithab terhadap perempuan.

والله أعلم بالصواب
#رابطةالمبلغين النهضية كديري

Kenali Kesyirikan Dalam Sholawatan.. Dr Helmi Basri Lc MA ( Doktor Alumni Madinah& Maroko, Dosen UIN Suska Riau, & STai Imsya Riau)

Want your school to be the top-listed School/college in Pekanbaru?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address

Jalan Hangtuah
Pekanbaru
28292