MADIN NU Buaran

  • Home
  • MADIN NU Buaran

MADIN NU Buaran Laman resmi madrasah diniyyah nahdlatul ulama buaran yang dikelola oleh admin

Monggo dan silahkan anak-anak santri yang mau khtaman utk bisa buat latihan dirumah... semangat yaa...
28/02/2023

Monggo dan silahkan anak-anak santri yang mau khtaman utk bisa buat latihan dirumah... semangat yaa...

Madrasah Diniyyah Nahdlatul Ulama Buaran adalah lembaga pendidikan yang mengusung ajaran Islam ahlussunah wal jamaah dengan basis pendidikan tradisonal masya...

Kaum nahdliyyin/warga NU dan para pengurusnya saat ini sedang menjemput keiatimewaan dalam menyambut 1 abad kelahiranya....
17/01/2023

Kaum nahdliyyin/warga NU dan para pengurusnya saat ini sedang menjemput keiatimewaan dalam menyambut 1 abad kelahiranya.

Bersamaan dengan itu, warga NU Kota Pekalongan turut berbangga memiliki pengurus yang luar biasa. Teruntuk :

KH. Romadhon Abd Djalil - Rois Syuriah ( abd jalil)
KH. Muhtarom, S.SA - Ketua Tanfidziyah ( Muhtarom Faaro )

Selamat, semoga amanah dan membawa perubahan serta keberkahan.

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi sili...
07/08/2022

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi silih berganti, dari satu generasi ke generasi yang lain, dari suatu abad ke abad yang lainnya. Peristiwa-peristiwa itu terus bergulir dengan pasti, sesuai dengan sunnatullah. Semua peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kita dan bagi generasi yang akan datang, untuk memilih mana yang baik yang harus diikuti dan mana yang buruk yang harus dihindari. Hari sepuluh Muharram atau hari Asyura merupakan hari bersejarah.

Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting terjadi di hari itu pada masa yang lalu, di antaranya disebutkan sebagai berikut:
(1) Nabi Adam 'alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya.
(2) Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan.
(3) Selamatnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar.
(4) Nabi Yusuf 'alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah.
(5) Nabi Yunus 'alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu.
(6) Nabi Ayyub 'alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan.
(7) Nabi Musa 'alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka. Banyak lagi peristiwa lain yang terjadi pada hari sepuluh Muharram itu, yang menunjukkan sebagai hari yang bersejarah, yang penuh kenangan dan pelajaran yang berharga.

Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. menetapkan:
مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ
“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyur puasalah dan siapa yang tidak s**a boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Nabi pum bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab:
هُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
“Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari; No: 1865 & Muslim, No: 1910)

Abu Musa al-Asy’ari mengatakan: كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ

Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)

Dari uraian di atas nyatalah bagi kita, bahwa hari Asyura merupakan hari bersejarah yang diagungkan dari masa ke masa. Kita hendaknya menyambut hari itu dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Kita menyambutnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah, agar senantiasa berada dalam bimbingannya, yaitu dengan jalan:

Pertama, mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa pada hari ini diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi: سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan: أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasa’i, No: 1614)

Kedua, mengerjakan puasa Tasu’a atau puasa sunnah hari kesembilan di bulan Muharram. Mengenai puasa ini Ibnu Abbas meriwayatkan:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه مسلم وأبو داود)

“Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda : “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah s.a.w. wafat”. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).

Dengan demikian, kita melakukan puasa Asyura dengan menambah satu hari sebelumnya yaitu hari Tasu’a, atau tanggal 9 di bulan Muharram. Kita disunnahkan berpuasa selama 2 hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ketiga, memperbanyak sedekah. Dalam menyambut bulan Muharram diperintahkan agar memperbanyak pengeluran dari belanja kita sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim, membantu keluarga, kaum kerabat, orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah.
Mengenai hal ini Rasulullah bersabda: مَنْ وَسَّعَ عَلى عِيَالِهِ وَ أَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

“Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.” (HR Baihaqi, No: 3795)

Dengan memperingati hari Asyura, kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka pada dasarnya adalah sama menegakkan aqidah Islamiyah, meyakini ke-Esaan Allah subhanahu wata'ala yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Peristiwa masa lalu merupakan cermin bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebathilan, memisahkan yang baik dan buruk, agar dapat meratakan jalan bagi kita untuk menjangkau masa depan. Semua peristiwa dan kejadian-kejadian yang ada dalam alam semesta ini merupakan pelajaran yang bermanfaat bagi orang-orang yang mempergunakan akalnya. Pergantian siang dan malam, pergantian musim dan pada segala sesuatu di alam ini terdapat tanda, bahwa sesungguhnya Allah itu adalah Maha Esa dan Maha Kuasa.

Dengan Visi :  "Menjadi Madrasah Terbaik Untuk Masyarakat berbasis Pendidikan dan Karakter Pesantren".Kami hadir untuk m...
12/05/2022

Dengan Visi : "Menjadi Madrasah Terbaik Untuk Masyarakat berbasis Pendidikan dan Karakter Pesantren".

Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

Segera bergabung dengan Kami.

Setiap yang terlahir dialam dunia, lahir dalam kondiso fitrah (suci) Dan setiap yang hidup dialam dunia, pasti  memiliki...
11/05/2022

Setiap yang terlahir dialam dunia, lahir dalam kondiso fitrah (suci)
Dan setiap yang hidup dialam dunia, pasti memiliki ajal dan menemui mati.

Ijinkan kami, segenap keluarga besar Madin NU Buaran, memohon maaf atas segala salah, khilaf dan dosa. Karena kesucian hati adalah kunci berhasilnya menuntut ilmu dan mengaji.

Info pendaftaran :

Assalamualaikum Wr. Wb.Dengan hormat.Bahwa Kegiatan Haflah Akhirussanah Dalam Rangka Wisuda Tahfidz Juz 30 Ke IV dan Mad...
12/03/2022

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan hormat.
Bahwa Kegiatan Haflah Akhirussanah Dalam Rangka Wisuda Tahfidz Juz 30 Ke IV dan Madin Markhalatul Ula Ke XII akan dilaksanakan pada :

Kamis malam Jumat
17 Maret 2022
Pukul. 19.30 WIB.
Pembicara : Dr. KH. Sabilurrosyad, M.Si

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, segenap Santri & Wali Santri MADIN NU Buaran untuk turut hadir menyemarakanya.

Wassalamuaikum. Wr. Wb.

Selamat Tahun Baru 1443 Hijriyyah
10/08/2021

Selamat Tahun Baru 1443 Hijriyyah

وأم الجميع وأصلها ومغرسها حب الدنيا فحبها رأس كلّ خطيئةٍ. وإذا سلِم القلب منهُ فقد صلح وصفا وتنوّر وطاب وتأهّل لِوارِدات...
18/04/2021

وأم الجميع وأصلها ومغرسها حب الدنيا فحبها رأس كلّ خطيئةٍ.
وإذا سلِم القلب منهُ فقد صلح وصفا وتنوّر وطاب وتأهّل لِوارِدات الأنوار وصلح للمكاشفة بالأسرار.

18/04/2021
Selama berabad-abad, Kitab Ayyuhal Walad karya Imam al-Ghazali dikenal sebagai salah satu kitab penting dalam pendidikan...
14/05/2020

Selama berabad-abad, Kitab Ayyuhal Walad karya Imam al-Ghazali dikenal sebagai salah satu kitab penting dalam pendidikan anak di pesantren yang ada di Indonesia pada khususnya. Dikalangan umat Islam, Imam al-Ghazali sendiri terkenal dengan sebutan Hujjatul Islam, karena keilmuan beliau yang dangat alim alamah dan beliau hidup pada saat dunia Islam diuji dengan 'Perang Salib'.

Lahirnya Kitab Ayyuhal Walad ber mula ketika seorang murid yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam ber-mula zamah dengan gurunya Imam Al-Ghazali. Berbagai jenis ilmu telah diwarisi sang murid dan berbagai Kitab-kitab karya Al-Ghazali, seperti Ihya' 'Ulumuddin telah selesai dibacanya. Meski demikian, murid tersebut belum puas, dan tepatnya pada saat hendak meninggalkan Sang Guru, murid itu datang meminta nasihat wada' (nasihat perpisahan) secara tertulis. Tujuannya agar selalu ingat dengan nasihat gurunya.

Imam Al-Ghazali berkenan mengabulkan permintaan murid kesayangannya tersebut. Ia menuliskan baris-baris nasihatnya sehingga menjadi sebuah buku kecil. Barisbaris itu selalu diawali dengan kalimat "ayyuhal walad" yang berarti "wahai ananda". Kalimat itu menunjukkan betapa akrabnya hubungan antara murid dan gu ru, seperti hubungan antara anak dan ba pak. Oleh karena itu, Al-Ghazali selalu me manggil muridnya dengan kalimat "ayyuhal walad", wahai anandaku. Namun nama murid yang berjasa bagi mun culnya kitab Ayyuhal Walad ini tidak diketahui bak pahlawan tak dikenal. Namun melalui dirinyalah, umat Islam hari ini bisa mengambil manfaat dari Kitab Ayyuhal Walad.

Imam Al-Ghazali mengawali nasihatnya dengan kalimat yang sangat indah. Ia me manggil muridnya dengan panggilan penuh simpati juga mendoakannya. Kata Al-Ghazali, "Wahai ananda tercinta. Se moga Allah memanjangkan usiamu agar bisa mematuhi-Nya. Semoga p**a Allah memudahkanmu dalam menempuh jalan orang-orang yang dicintai-Nya."

Kata-kata Al-Ghazali ini memberi contoh tentang adab dalam menyampai kan nasihat. Al-Ghazali memanggil muridnya dengan sebutan "ananda tercinta". Kalimat ini menjadikan orang yang diberi nasihat merasa tenang dan percaya kepada pem beri nasihat. Ini pun membuka sekat emosi antara guru dan murid. Guru memandang murid seperti anaknya sendiri yang harus disayangi. Sementara itu, murid memandang guru seperti orang tuanya sendiri yang harus dihormati.

Setelah memanggil dengan sebutan yang melahirkan ketenangan hati bagi muridnya, Al-Ghazali mendoakan muridnya dengan doa mengenai perkara mulia yang manusia selalu mengharapkannya, yaitu diberi usia yang panjang. Bukan sekadar panjang usia, Sang Imam mendoakan muridnya agar usia yang panjang itu bisa digunakan untuk mematuhi perintah- perintah Allah. Itulah usia yang penuh berkah.

Selanjutnya, Al-Ghazaly mendoakan muridnya agar Allah memudahkannya dalam menempuh jalan orang-orang yang dicintai-Nya. Jalan itu adalah jalan Islam, yaitu jalan yang ditempuh oleh orangorang yang Allah anugerahi nikmat. Me reka adalah para nabi, shiddiqin, syuhada', dan shalihin. Agar bisa menempuh jalan tersebut, murid itu wajib bergaul dengan mereka.

Alhamdulillah Kitab kecil bernama "Ayyuhal Walad" tersebut, pada kamis 21 Ramadan 1441 dapat hatam pengajian di NU Buaran. Smeoga keberkahan imam al ghozali kepada kita semua amin..

Al Faqir

Address

Jalan Urip Sumoharjo Buaran Gg 1 No 44

51132

Opening Hours

Monday 15:00 - 18:00
Tuesday 03:00 - 18:00
Wednesday 03:00 - 18:00
Thursday 03:00 - 18:00
Saturday 03:00 - 18:00
Sunday 03:00 - 18:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MADIN NU Buaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share