Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah

Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah Bersama PPATQ-RF membangun generasi yang santun, berilmu pengetahuan serta berakhlak Qur'ani.

19/04/2024

Perbaiki niat sebelum pulang ke Ma'had~

وروى ابن عبد البر - بسند حسن - عن سفيان الثوري قال : ما من عملٍ أفضل من طلب العلم إذا صحَّت فيه النيةُ

Diriwayatkan dari Ibn 'Abdil Bar dari Sufyan al Tsauri : tidak ada amal yang lebih utama daripada mencari ilmu jika memang sahih niatnya.

Niat-niat dalam menuntut ilmu;

1. Menunaikan kewajiban, sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa menuntut ilmu adalah wajib.
2. Beribadah kepada Allah Ta'ala
3. Tafaqquh fi al din; memperdalam pengetahuan agama, supaya bisa membedakan antara halal dan haram

☘️☘️☘️

Sudah waktunya pulang ke Ma'had, kembali tepat waktu adalah bagian dari patuh kepada guru dan peraturan untuk menjaga keberkahan ilmu dan guru.

"Manfaat Ngaji Al-Qur'an Secara Lantang"Mengaji Al-Qur'an secara nyaring, selain bisa menghilangkan kantuk, menghilangka...
28/11/2023

"Manfaat Ngaji Al-Qur'an Secara Lantang"

Mengaji Al-Qur'an secara nyaring, selain bisa menghilangkan kantuk, menghilangkan stres, memperjelas bacaan yang benar dari yang keliru, juga memiliki manfaat berikut ini.

Syekh Abu Hilal al-'Askari seorang penyair Arab dan Pakar Al-Qur'an, penulis Tafsir al-Mahasin fi Tafsir Al-Qur'an, al-Furuq al-Lughawiyyah dst. pernah berkata tentang faedah mengaji Al-Qur'an secara lantang:

"Seorang santri (Al-Qur'an) ketika mengaji hendaknya mengaji secara lantang/nyaring, sehingga (minimal) suaranya bisa terdengar olehnya. Karena, jika telinganya bisa mendengar apa yang diucap-hafalkan, maka akan mudah menancap di dalam hatinya."

Oleh karenanya, manusia itu lebih memperhatikan terhadap apa yang didengarnya melebihi apa yang dibacanya. Ketika yang dipelajari merupakan sesuatu yang bisa membuka jalan menuju kefasihan, dan seorang santri mau membacanya secara nyaring, maka yang demikian itu bisa menambah kefasihannya dalam membaca Al-Qur'an.

وقال ابو هلال العسكري : وينبغي للدارس ان يرفع صوته في درسه حتى يُسمع نفسه فإن ما سمعته الأذن رسخ في القلب. ولهذا كان الإنسان أوعى لما يسمعه منه لما يقرأه. واذا كان المدروس مما يفسح طريق الفصاحة ورفع الدارس به صوته زادت فصاحته.

~Syekh Yahya al-Gautsani, Kaifa Tahfadz Al-Qur'an Al-Karim

04/04/2023

Mengenal Sifat-Sifat Cahaya
________________________________________

Dibuat dan diperagakan oleh kelas IV B, dibimbing oleh Ustd. Naylis Syafa'ah, Guru Kelas IV B

ينبغي للرجل أن يُكره ولده على العلم، فإنّه مسؤول عنه.Sudah semestinya menjadi orang tua agar memaksa putra-putrinya dala...
21/01/2023

ينبغي للرجل أن يُكره ولده على العلم، فإنّه مسؤول عنه.

Sudah semestinya menjadi orang tua agar memaksa putra-putrinya dalam menuntut ilmu, sebab itu adalah tugas yang akan diminta pertanggungjawabannya.

~ Sufyan Ats Tsauri ~

Pembukaan PSB PPATQ Raudlatul Falah Pati TP. 2023/2024

Ahad Pon, 22 Januari 2023

Bagaimana bisa, doa tidak terkabulkan?Pernah satu hari, Ibrahim ibn Adham menyusuri pasar Basrah, orang-orang berkumpul ...
25/11/2022

Bagaimana bisa, doa tidak terkabulkan?

Pernah satu hari, Ibrahim ibn Adham menyusuri pasar Basrah, orang-orang berkumpul mengerumuninya, mereka bertanya:

"Wahai Aba Ishâq, sungguh Allâh Ta'âla berfirman:

ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

(mintalah pada-Ku, niscaya Aku kabulkan permintaanmu), sudah bertahun-tahun kami meminta kepada Allâh, namun belum pernah Dia mengabulkan pinta kami?"

Ibrahim ibn Adham berkata: "Wahai penduduk Basrah, telah gelap hati kalian, sehingga tidak mampu menyadari 10 persoalan, maka bagaimana mungkin doa kalian bisa terkabulkan?

1. Kalian mengenal Allâh Ta'âla, namun kalian tidak menunaikan hak-Nya.

2. Kalian gemar membaca Al Qur’an, namun tidak mengamalkan isi kandungannya.

3. Kalian mengklaim cinta Rasulullah, namun kalian enggan menjalankan sunnahnya.

4. Kalian merasa benci kepada setan, namun kalian ikuti seruan buruknya.

5. Kalian mengklaim akan masuk surga, namun kalian enggan beramal untuk meraihnya.

6. Kalian merasa akan selamat dari api neraka, namun kalian menjerumuskan diri kalian sendiri.

7. Kalian berkata bahwa kematian itu sebuah keniscayaan, namun kalian tidak pernah bersiap-siap menghadapi kematian.

8. Kalian terlalu sibuk mengurus aib saudara kalian, sehingga kalian tidak sadar akan aib diri sendiri.

9. Kalian selalu menikmati limpahan anugerah dan karunia-Nya, namun tidak pernah kalian bersyukur kepada-Nya.

10. Kalian selalu menguburkan jenazah orang mati, namun kalian tidak pernah mengambil pelajaran setiap peristiwa yang terjadi.

Bahagia dalam Kebersamaan Bersama dalam Kebahagiaan Dua ungkapan di atas adalah gambaran orang mukmin saat berhasil meny...
18/08/2022

Bahagia dalam Kebersamaan
Bersama dalam Kebahagiaan

Dua ungkapan di atas adalah gambaran orang mukmin saat berhasil menyeberang Shirat al Mustaqim hingga akhirnya mereka yang beriman dan beramal saleh (atas ridha Allâh Ta'âla) meraih surga untuk melihat wajah-Nya sebagai puncak kenikmatan mukmin.

Bahagia dalam kebersamaan karena merayakan keberhasilan atas jerih payah menanam amal saleh di dunia. Bersama dalam kebahagiaan sebab di surga hanya tersedia kenikmatan, segala keburukan; amal tercela, iri, dengki dan yang lainnya sudah dipikul dan dibebankan pertanggungjawaban kepada mereka yang melakukannya di neraka.

Allâh Ta'âla berfirman:

یَوۡمَ یَأۡتِ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ فَمِنۡهُمۡ شَقِیࣱّ وَسَعِیدࣱ {١٠٥} فَأَمَّا ٱلَّذِینَ شَقُوا۟ فَفِی ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِیهَا زَفِیرࣱ وَشَهِیقٌ {١٠٦} خَـٰلِدِینَ فِیهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالࣱ لِّمَا یُرِیدُ {١٠٧} ۞ وَأَمَّا ٱلَّذِینَ سُعِدُوا۟ فَفِی ٱلۡجَنَّةِ خَـٰلِدِینَ فِیهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۖ عَطَاۤءً غَیۡرَ مَجۡذُوذࣲ {١٠٨} فَلَا تَكُ فِی مِرۡیَةࣲ مِّمَّا یَعۡبُدُ هَـٰۤؤُلَاۤءِۚ مَا یَعۡبُدُونَ إِلَّا كَمَا یَعۡبُدُ ءَابَاۤؤُهُم مِّن قَبۡلُۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمۡ نَصِیبَهُمۡ غَیۡرَ مَنقُوصࣲ {١٠٩}

Dalam Tafsir Ringkas Kemenag RI, terkait ayat 105 Surat Hud, menyebutkan:

Ketika hari Kiamat itu datang, tidak ada seorang pun yang mampu berbicara untuk berdalih di hadapan Allah karena dahsyatnya hari itu, kecuali dengan izin-Nya, yakni diberi kemampuan berbicara. Maka di antara mereka ada yang sengsara akibat perbuatan buruk yang mereka lakukan, mereka adalah kelompok penghuni neraka, dan ada yang berbahagia karena amal baik yang mereka lakukan selama di dunia, mereka adalah penghuni surga.

وجاء في تفسير المنتخب : وأما الذين رَزقهم الله السعادة فيدخلون الجنة خالدين فيها من أول لحظة، بعد انتهاء موقف الحساب إلى ما لا نهاية، إلا الفريق الذي يشاء الله تأخيره عن دخول الجنة مع السابقين، وهم عصاة المؤمنين، الذين يتأخرون في النار بمقدار توقيع الجزاء عليهم، ثم يخرجون منها إلى الجنة، ويعطي ربك هؤلاء السعداء في الجنة عطاء عظيما مستديما، غير منقوص ولا مقطوع.

Dalam Tafsir Al Muntakhab disebutkan:
Mereka yang mendapatkan anugerah kebahagiaan oleh Allâh Ta'âla, maka mereka akan masuk dan langgeng di dalam surga sejak pertama mereka dimasukkan, setelah melewati fase-fase hisab.

Kecuali kelompok dari mereka yang dikehendaki Allâh Ta'âla belakangan masuk surga, tidak berbarengan para sabiqin, mereka adalah para mukmin pelaku maksiat, mereka masuk surga belakangan karena harus disiksa di neraka sesuai kadar balasan (maksiat) yang dilakukan.

Kemudian setelah itu, mereka dikeluarkan dari neraka untuk menyusul masuk surga. Di surga mereka (bahagia) menerima pemberian Allâh Ta'âla berupa pemberian yang agung dan bersambung terus tiada akhir tanpa berkurang maupun terputus.

وقال الدكتور عبد الرحمن بن معلا : السعادة شعور داخلي يحسه الإنسان بين جوانبه يتمثل في سكينة النفس، وطمأنينة القلب، وانشراح الصدر، وراحة الضمير والبال نتيجة لاستقامة السلوك الظاهر والباطن المدفوع بقوة الإيمان.

Bahagia, dalam pandangan Dr. Abdurrahman adalah perasaan batin yang terdeteksi indera manusia yang melahirkan ketenteraman jiwa, ketenangan hati, kelapangan dada dan kenyamanan perasaan serta kondisi, buah dari perilaku (sulūk) fisik dan spiritual yang dilandasi kuatnya keimanan.

□□□□□

Semarak Pitulasan sebagai momentum turut syukur atas anugerah Kemerdekaan NKRI yang ke 77, yang telah direbut dari tangan para penjajah atas darah dan pengorbanan jasa para pahlawan, khususnya untuk para Syuhada' kami hadiahkan Surah Al Fâtihah....

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ ○ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ ○ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ ○ مَـٰلِكِ یَوۡمِ ٱلدِّینِ ○ إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ ○ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَ ٰ⁠طَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ ○ صِرَ ٰ⁠طَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمۡتَ عَلَیۡهِمۡ غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ ○

□□□□□

M e r d e k a
Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat

Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah | Mitq Raudlatul Falah | Ppatq Raudlatul Falah

25/04/2022

S e m a n g a t 'Ramadlan'

Diriwayatkan dari Umar bin al Khatthâb ra. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

Jika di antara kalian terbangun dari tidur pada bulan Ramadlan kemudian menggerakkan badan di ranjang tidur dan berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain, maka Malãikat berkata untuknya:

'Bangkitlah, semoga Allâh memberkatimu dan mengasihimu'

dan jika ia bangun dan berinisiatif Shālat, maka ranjang tidur berdo'a untuknya:

'Ya Allâh, karuniakanlah hamparan yang tinggi untuknya'

apabila ia mengenakan pakaian, maka pakaian yang ia kenakan berdo'a untuknya:

'Ya Allâh, anugerahkan untuknya perhiasan surga'

dan jika ia memakai kedua sandalnya, maka ia dido'akan:

'Ya Allâh, teguhkanlah kedua kakinya dalam menapaki Shirâth al Mustaqîm'

dan kala ia mengambil bejana (wadah), maka bejana~pun mendo'akannya:

'Ya Allâh, anugerahkan padanya gelas-gelas dan cangkir surga'

pada saat ia berwudlu, maka air wudlu-pun mendo'akannya:

'Ya Allâh, bersihkan dan sucikan dia dari kesalahan-kesalahan dan dosa'

dan jika ia bangkit untuk Shalat, maka rumah yang ia gunakan untuk Shalat turut mendo'akannya:

'Ya Allâh, lapangkan kurburnya, sinari liang kuburnya dan limpahkan rahmat untuknya'

Dan Allâh memandanginya dengan rahmat dan berfirman di saat semuanya melangitkan do'a:

'Wahai hamba-Ku, do'a darimu dan mengabulkan do'a dari-Ku, kamu hanya meminta dan Aku-lah yang (Maha) memberikan, engkau memohon ampunan dan Aku yang berhak memberikan ampunan'

¤¤¤¤¤¤

Semua akan bernilai pahala di bulan Ramadlan, jangan sampai kita masuk golongan yang dikatakan Nabi Muhammad SAW:

ورَغِمَ أنفُ رجلٍ دخل عليه رمضانُ وتمَّ رمضانُ قبل أن يُغفر له

Celaka bagi seseorang yang masuk datang bulan Ramadlan sampai habis bulan Ramadlan, namun belum ia dapatkan pengampunan.

Sebab, bulan Ramadlan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan dari Allâh Ta'âla, maka jika ia tidak sukses meraihnya, ia adalah orang benar-benar dilanda kerugian.

¤¤¤¤¤¤

Silahkan menyalurkan infaq terbaik anda melalui rekening kami:

Bank:
BRI Unit Gembong
No. Rekening:
5936-01-005247-53-0
A/N:
Pondok Anak Tahfidzul Qur’an

Setiap selesai menyalurkan infaq, mohon konfirmasi kepada Ust. Muhadi, AH., S.Pd.I 👉 (WA: 08979194645)

Niat dalam menghafalkan Al-Qur'an Di antara kewajiban seorang penghafal Al-Qur'ân adalah adanya ketulusan (niat).Niat ya...
21/02/2022

Niat dalam menghafalkan Al-Qur'an

Di antara kewajiban seorang penghafal Al-Qur'ân adalah adanya ketulusan (niat).

Niat yang tulus dalam menghafalkan Al-Qur'an, sebagaimana yang diajarkan oleh Sayyid Muhammad bin Alawy Al 'Idrus dalam 'Kitâb al Niyyât' adalah:

1. Berniat meraih syafa'at Al-Qur'ân al Karim, karena Al-Qur'ân adalah di antara pemberi syafa'at yang terbesar

2. Dengan Al-Qur'ân, agar bisa menjaga diri, harta dan keluarga

3. Berharap meraih cahaya Al-Qur'ân, karena Al-Qur'ân adalah cahaya di hari Kiamat

4. Meraih tingkatan surga tertinggi, sebagaimana hadits:
'bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir ayat yang engkau baca.'

5. Menerangi hati

6. Memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat dari Al-Qur'an al Karim

7. Berharap mendapatkan pahala membaca Al-Qur’an al Karim

8. Menggugurkan hukum Fardlu Kifâyah menghafalkan Al-Qur'an bagi orang lain

9. Meraih nilai kebaikan sebagaimana janji Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:
'Terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'ân dan mengajarkannya'

10. Menghabiskan waktu untuk membaca Al-Qur’an

11. Menjaga nilai tartil dan tajwid Al-Qur'ân

12. Berlindung dari gangguan syaitan

13. Meraih ketenangan dengan dzikir kepada Allâh

14. Masuk lingkaran Ahlu al Qur'ân yang merupakan keluarga dan pilihan Allâh

15. Menyampaikan Al-Qur'ân kepada yang lain, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:
'Hendaknya yang hadir di antara kalian, menyampaikan kepada yang tidak hadir'

16. Tidak mengabaikan Al-Qur'ân

17. Memuliakan apa yang diagungkan Allâh

¤¤¤¤¤

Semoga bisa ditanamkan kepada putra-putri santri Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah, saat di rumah bersama keluarga dan saat di pondok bersama gurunya. Amin.

Address

Patiwa Tengah

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah:

Shortcuts

Share