PENERIMAAN SANTRI BARU
Pondok Pesantren Al-Wahhab
Fanspage resmi PP. Al-Wahhab, Bermi Gembong Pati. Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an dan pengkajian kitab kuning yang diasuh oleh K.
Masruron al-Hafidh
Contact WatsApp : 083878169767
10/04/2025
🔰 PENGUMUMAN 🔰
Bahwasanya kegiatan belajar PP. Al Wahhab akan mulai aktif tanggal 14 April 2025 M / 15 Syawal 1446 H.
Mohon diperhatikan dan diharap kembali tepat waktu.
Sekian Terimakasih.
30/03/2025
Segenap keluarga besar Pondok Pesantren AL Wahhab mengucapkan
" SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446 H "
تقبل الله منا ومنكم صالح الاعمال
27/02/2025
🔰 Informasi Balagh Ramadhan PP. Al-Wahhab 1446 H. | 2025 M. 🔰
Untuk info selengkapnya hubungi No. Wa berikut :
- 083878169767
20/04/2024
🔰 BROSUR PENDAFTARAN SANTRI BARU PON PES AL WAHHAB 🔰
Untuk penjelasan selanjutnya hubungi No. Wa berikut :
- 083878169767
- 081225022633
27/07/2023
ANJURAN PUASA TASU'AH DAN 'ASYURA
05/12/2020
YA MUBDI-U YA KHOLIQ
Sayyiduna Habib Ali bin Hasan Al'atthas dalam kitabnya "al-'Athiyyah al-Haniyyah" mengatakan, "hendaknya diantara asmaul husna yang kau jadikan dzikir rutinitas yang bisa memudahkan dirimu menghafalkan ilmu, memahami kandungannya dan menjelaskan hal-hal asing di dalamnya adalah dua asma' ini, yaitu al-mubdi-u dan al-kholiq". Caranya, kau baca minimal 100 kali dalam sehari dengan bentuk kalimat "YA MUBDI-U YA KHOLIQ".
22/10/2020
MOLIMO.. mari bermuhasabah diri
08/08/2020
Dalam kitab "Khozinatul Asror" disebutkan riwayat bahwa andaikan semua pahala sholawat dikumpulkan maka belum bisa menyamai pahala satu huruf al-Qur'an.
23/05/2020
KAMU, HARTAMU DAN ORANG TUAMU
Dulu ada seorang anak datang menemui Rosulullah saw. untuk mengadukan perihal ayahnya yang mengambil hartanya. Lalu dipanggillah sang ayah untuk menghadap Rosulullah. Betapa kagetnya Rosulullah saat melihat ayah yang diadukannya ternyata sudah tua renta dan lemah tak berdaya. Nabi pun memberitahukan sang ayah, “sesungguhnya putramu mengadukanmu kepadaku bahwa engkau telah mengambil hartanya”. Sang ayah lantas menjawab, “dengarkan aku wahai Rosulullah, dulu dia lemah dan aku kuat, dia fakir dan aku kaya. Tidak pernah sedikitpun aku melarang mereka anak-anakku mengambil hartaku. Sekarang aku dalam kondisi lemah dan dia kuat fisiknya, sekarang aku fakir sementara dia kaya, lantas dia ingin melarangku untuk mengambil sedikit saja hartanya”. Mendengar jawaban sang ayah, Rosulullah saw. menangis dan bersabda, “demi dzat yang diriku ada dalam genggaman-Nya, sungguh saat ini tidak ada satupun pepohonan maupun bebatuan yang mendengar keluh kesah orang tua ini kecuali mereka menagis”. Lalu Nabi Muhammad saw. berkata kepada anaknya, “anta wa maaluka li abiika, anta wa maaluka li abiika (kamu dan hartamu milik ayahmu, kamu dan hartamu milik ayahmu)”.
Dari sepenggal kisah tersebut tentu banyak pelajaran yang dapat kita ambil, diantaranya betapa sempurnanya kasih sayang orang tua kepada anak, namun kita sebagai anak terlalu egois bahkan terlalu sering mengabaikan hak-hak mereka. Oleh karenanya, mari kita jadikan momentum idul fitri ini untuk “sungkem” kepada orang tua, mengakui semua kekhilafan kita dan sungguh-sungguh meminta maaf serta ridlo mereka, karena kalau bukan karena mereka, kita bukanlah siapa-siapa.
Selamat Hari Raya Idul Fitri Syawwal 1441 H.
Minal ‘Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Dan Batin
16/05/2020
TERUSLAH BERDOA
Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw. bersabda, "tidak ada sesuatu yang lebih agung di sisi Allah selain berdoa". Dalam hadits lain, "orang yang senang jika Allah mengabulkan doanya di kala sempit dan susah, maka perbanyaklah berdoa di kala lapang".
Dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad saw. bersabda, "sesungguhnya doa itu bisa memberikan manfaat terhadap apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, maka wahai hamba Allah, teruslah berdoa".