Insyiroh

Insyiroh

Share

Ponpes Salafiyah INSYIROH
Mengaji, Mengkaji, Mencipta, Mandiri

Photos from Insyiroh's post 25/06/2018

Selamat datang Santri Baru 2018

09/05/2018

Di sudut asrama Insyiroh, Sabrang Noe Letto jagongan dengan pengasuh

09/05/2018

HURUF YANG TIDAK ADA DALAM SURAT AL-FATIHAH dan SIRR-NYA

Suatu ketika Qoishor raja romawi mengirim surat kepada kholifah Umar bin al-Khoththob RA, yang isi surat tersebut demikian:
"Kami menemukan dalam kitab suci kami yaitu injil, barang siapa yang membaca sebuah surat yang padanya tidak terdapat TUJUH huruf berikut, maka baginya syurga, ketujuh huruf itu adalah: Tsa/الثاء, Jim/الجيم, Kho/الخاء, Zay/الزاى, Syin/الشين, Zho/الظاء dan Fa/الفاء.
Kami telah mencarinya dalam injil namun kami tidak menemukannya, kami mohon pada kalian agar mencarinya dalam kitab suci kalian (al-qur'an), apakah surat tersebut terdapat disana?".

Ketika Sayyidina Umar selesai membaca surat dari raja Qoishor, ia mengabarkan hal tersebut pada para sahabat Rosulillah SAW.
Maka berkata Ubay bin Ka'b : "Wahai Amiril Mu'minin, sesungguhnya surat pembuka dalam qur'an/surat al-fatihah, didalamnya tidak terdapat ketujuh huruf yang disebutkan".

Maka kemudian Sayyidina Umar RA membalas surat dari raja qoishor dan mengabarkan bahwa dalam qur'an terdapat sebuah surat yang dicari oleh raja qoishor, yaitu surat al-fatihah.

Dan ketika raja qoishor membaca surat balasan dari Sayyidina Umar, maka ia bersyahadat untuk memeluk agama Islam dan ia pun wafat dalam keadaan islam.

Wallahu a'lam. (Kitab Khozinatul Asror, hal 112)

أن قيصر ملك الروم كتب الى عمر بن الخطاب رضى الله عنه كتابا، وكتب فيه إنا نجد فى الانجيل أن من قرأ سورة خالية عن سبعة احرف فله الجنة، وهى الثاء والجيم والخاء والزاى والشين والظاء والفاء، فقد طلبناها فى الانجيل فلم نجدها، فانظروا هل تجدونها فى كتابكم، فلما قرأ عمر رضى الله عنه كتابه، أخبر اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال أبى بن كعب رضى الله عنه : يا أمير المؤمنين إن فاتحة الكتاب خالية عن هذه الحروف. فكتب عمر رضى الله عنه بذلك الى قيصر الروم ، فلما بلغ اليه الكتاب أسلم ومات على الاسلام . كذا فى الشيخ زاده.

خزينة الأسرار : ١١٢ - للشيخ السيد محمد حقى النازلى

MENGAPA KE-TUJUH HURUF TERSEBUT TIDAK BERADA DALAM SURAT AL-FATIHAH ?, INILAH SEBAGIAN SIRR ATAU RAHASIA YANG DIKUTIP OLEH SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI DALAM KITAB BAHJATUL WASAAIL BI SYARHIL MASAAIL, HAL 14.

(وليس فى الفاتحة ظاء) وكذا ثاء وجيم وخاء وزاى وشين وفاء . يجمعها قولك ثجخ زشظف.
ولعل السر فى عدم هذه الاحرف السبعة هنا كما قيل : أن الثاء يشير الى الثبور وهو اهلاك الله الكافر، والجيم يشير الى جهنم، والخاء الى الخباثة والخسارة وهى الهلاك، والزاى الى الزقوم، والشين الى الشوكة، وتلظاء الى الظلمة، والفاء الى الفضيحة والأفاعى وهى الحيات التى لا ينفع منهاوترياق ولا رقيا ، أعاذنا الله من ذلك.

بهجة الوسائل بشرح المسائل : ١٤

Ada 7 huruf yang tidak terdapat dalam surat al-Fatihah, terkumpul dalam ucapan ﺛﺠﺦ ﺯﺷﻈﻒ :
1. Tsa’/ ﺙ , mengisyaratkan tsubur yaitu penghancuran Allah kepada orang kafir.
2. Jim/ ﺝ , mengisyaratkan jahannam.
3. Kha’/ ﺥ , mengisyaratkan khabatsah dan khasarah yaitu kehancuran atau kerugian.
4. Za’/ ﺯ , mengisyaratkan kepada zaqqum yakni pohon pahit lagi busuk yang buahnya jadi makanan penduduk neraka jahannam.
5. Syin/ ﺵ , mengisyaratkan syaukah artinya duri.
6. Dza’/ ﻅ, mengisyaratkan dzulmah artinya kegelapan.
7. Fa’/ ﻑ , mengisyaratkan fadhihah (cacat-kurang) dan afa’iy yaitu ular-ular yang tidak bermanfaat sebagai penawar racun dan ruqyah.

Wallahu a'lam (Bahjatul Wasaail bi Syarhil Masaail, Hal 14)

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

01/04/2018

*Sanad Aswaja an-Nahdliyyah*

_Sanad Madzhab al-Asy'ari di Indonesia_

Para ulama Tanah Air, seperti KH. Moh. Hasyim Asy'ari Jombang, KH. Nawawi bin Nur Hasan Pasuruan, KH. Muhammad Baqir Yogyakarta, KH. Abdul Wahhab Hasbullah Jombang, KH. Bisri Syansuri, KH. Baidhawi bin Abdul Aziz Lasem, KH. Ma'shum bin Ahmad Lasem, KH. Muhammad Dimyathi Termas, KH. Shiddiq bin Abdullah Jember, KH. Muhammad Faqih bin Abdul Jabbar Maskumambang, KH. Abbas Buntet Cirebon dan lain-lain. Para beliau ini berguru kepada: Syekh Muhammad Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi (1285-1338 H/1868-1920 M), dari gurunya Sayid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Husaini al-Syafi'i (w. 1310 H/1892 M), dari gurunya Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan (1231-1304 H/1816-1886 M), dari gurunya Utsman bin Hasan al-Dimyathi, dari gurunya Muhammad bin Ali al-Syanawani al-Syafi'i (w. 1233 H/1818 M), dari gurunya Isa bin Ahmad al-Barawi al-Zubairi al-Syafi'i (w. 1182 H/1768 M), dari gurunya Syamsuddin Muhammad bin Muhammad al-Dafari al-Syafi'i (w. setelah 1161 H/ M), dari gurunya Salim bin Abdullah al-Bashri al-Syafi'i (w. 1160 H/1747 M), dari gurunya Abdullah bin Salim al-Bashri al-Makki al-Syafi'i (1048-1134 H/1638-1722 M), dari gurunya Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin al-'Ala' al-Babili al-Syafi'i al-Azhari (1000-1077 H/1591-1666), dari gurunya Ahmad bin Muhammad al-Ghunaimi (964-1044 H/1557-1634 M), dari gurunya Syamsuddin Muhammad bin Ahmad al-Ramli (919-1004 H/1513-1596 M), dari gurunya Syaikh al-Islam, Qadhi al-Qudhat Zainuddin Abu Yahya Zakariya bin Muhammad al-Anshari (826-926 H/1423-1520 M), dari gurunya Al-Hafizh Taqiyyuddin Muhammad bin Muhammad bin Fahad al-Makki al-Syafi'i al-'Alawi al-Hasyimi (787-871 H/1385-1466 M), dari gurunya Majduddin Abu Thahir Muhammad bin Ya'qub al-Lughawi al-Syirazi al-Fairuzabadi (729-817 H/1329-1415 M), dari gurunya Al-Hafizh Sirajuddin Umar bin Ali al-Qazwini (683-750 H/1284-1349 M), dari gurunya Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdullah al-Taftazani, dari gurunya Syarafuddin Abu Bakar Muhammad bin Muhammad al-Harawi, dari gurunya Fakhruddin Muhammad bin Umar al-Razi (544-606 H/1150-1210 M), dari gurunya Dhiyauddin Umar bin al-Husain al-Razi (hidup sebelum 559 H/1164 M), dari gurunya Abu al-Qasim Salman bin Nashir bin Imran al-Anshari al-Arghiyani (w. 512 H/1118 M), dari gurunya Imam al-Haramain Dhiyauddin Abu al-Ma'ali Abdul Malik bin Abdullah al-Juwaini (419-478 H/1028-1085 M), dari gurunya Al-Ustadz Abu al-Qasim Abdul Jabbar bin Ali bin Muhammad bin Haskan al-Asfarayini al-Iskaf (w. 452 H/1034 M), dari gurunya Ruknuddin al-Ustadz Abu Ishaq al-Asfarayini (w. 418 H/1027 M), dari gurunya Syaikh al-Mutakallimin Abu al-Hasan al-Bahili dari gurunya Syaikh al-Sunnah, Imam al-Mutakallimin Abu al-Hasan al-Asy'ari (270-330 H/883-947 M), dari gurunya al-Hafidz Zakariya al Saji (220-307 H), dari gurunya Rabi’ al-Muradi (w. 270), dari gurunya al-Muzani (w. 264 H), dari gurunya dari gurunya Muhammad bin Idris bin Syafi’ (w. 204), dari gurunya Imam Malik bin Anas, dari gurunya Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Rasulullah Shalla Allahu alaihi wa sallama.

Ibnu Qadli Syuhbah menjelaskan bahwa Imam al-Asy’ari berguru kepada syaikh Zakariya al-Saji, beliau dari Rabi’ dan al-Muzani, keduanya adalah murid Imam Syafii. Dari al-Hafidz Zakariya al-Saji inilah Imam Asy’ari mengutip riwayat dalam madzhab Ahlisunnah (Thabaqat al-Syafiiyah 1/7)

_Sanad Madzhab al-Maturidi di Indonesia_

Para ulama Tanah Air seperti KH. Moh. Hasyim Asy'ari Jombang, KH. Nawawi bin Nur Hasan Pasuruan, KH. Muhammad Baqir Yogyakarta, KH. Abdul Wahhab Hasbullah Jombang, KH. Bisri Syansuri, KH. Baidhawi bin Abdul Aziz Lasem, KH. Ma'shum bin Ahmad Lasem, KH. Muhammad Dimyathi Termas, KH. Shiddiq bin Abdullah Jember, KH. Muhammad Faqih bin Abdul Jabbar Maskumambang, KH. Abbas Buntet Cirebon dan lain-lain, dari gurunya Syaikh Muhammad Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi (1285-1338 H/1868-1920 M), dari gurunya Sayid Abu Bakar bin Muhammad Syatha al-Dimyathi (w. 1310 H/1892 M), dari gurunya Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan (1231-1304 H/1816-1886 M), dari gurunya Utsman bin Hasan al-Dimyathi, dari gurunya Muhammad bin Ali al-Syanwani (w. 1233 H/1818 M), dari gurunya Muhammad bin Muhammad bin Hasan al-Munir al-Samanudi al-Syafi'i (1099-1199 H/1688-1785M), dari gurunya Burhanuddin Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Budairi al-Husaini al-Dimyathi al-Asy'ari al-Syafi'i, populer dengan sebutan Ibn al-Mayyit (w. 1131 H/1719 M), dari gurunya Burhanuddin Abu al-'Irfan al-Mulla Ibrahim bin Hasan al-Kurani (1025-1101 H/1616-1690 M), dari gurunya Ahmad bin Muhammad bin Yunus al-Qusyasyi al-Dajani al-Husaini (991-1071 H/1583-1661 M), dari gurunya Syamsuddin Muhammad bin Ahmad al-Ramli (919-1004 H/1513-1596 M), dari gurunya Syaikh al-Islam Zakariya al-Anshari (826-926 H/1423-1520), dari gurunya Al-Hafizh Ibn Hajar al-'Asqalani (773-852 H/1372-1449 M), dari gurunya Syamsuddin Muhammad al-Qurasyi, dari gurunya Abu Muhammad Abdullah bin Hajjaj al-Kasyqari, dari gurunya Hisyamuddin Husain bin Ali al-Saghnaqi (w. 711 H/1311 M), dari gurunya Muhammad bin Muhammad bin Nashr al-Nasafi (w. 693 H/1294 M), dari gurunya Al-Hafizh Najmuddin Umar bin Muhammad al-Nasafi (461-537 H/1068-1142 M), dari gurunya Al-Qadhi Shadrul Islam Abu al-Yusr Muhammad bin Muhammad bin Husain al-Bazdawi (421-493 H/1030-1100 M), dari gurunya Muhammad bin Husain al-Bazdawi.
Husain bin Abdu Karim al-Bazdawi, dari gurunya Abu Muhammad Abdul Karim bin Musa bin Isa al-Bazdawi (w. 390 H/1000 M), dari gurunya Abu Manshur al-Maturidi (w. 333 H/945 M).

Demikian mata rantai sanad madzhab al-Asy'ari dan madzhab al-Maturidi yang sampai kepada guru-guru kita, para tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Selain sanad di atas, masih banyak jalur-jalur lain yang menyambungkan mata rantai akidah Ahlussunnah Wal-Jama'ah kepada para ulama terdahulu, hingga kepada Rasulullah J. Wallahu a'lam.

_Sanad Fikih Aswaja an-Nahdliyyah_

Dalam Bidang Fiqih/Hukum Islam, Nahdlatul Ulama bermazhab secara qauli (tekstual) dan manhaji (metodologis) kepada salah satu Al-Madzahib Al-‘Arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali)

KH. Hasyim Asy'ari (w. 1367 H) dari gurunya Syaikhona Kholil Bangkalan Madura (w. 1345 H), dari gurunya Syaikh Abu Bakar bin Muhammad Syatho (w. 1310 H), dari gurunya Syaikh Muhammad Nawawi Al Bantani (w. 1315 H), dari gurunya Syaikh Ahmad Zaini Dahlan (w. 1303 H), dari gurunya Syaikh Abdullah bin Umar, dari gurunya Syaikh Muhammad Salih Rais, dari gurunya Syaikh Ali Al Wana'i, dari gurunya Syaikh Sulaiman bin Muhammad bin Umar Al Bujairimi Al Mishriy (w. 1221 H), dari gurunya Syaikh Ahmad bin Ramadlan, dari gurunya Syaikh Sulaiman Al Babili, dari gurunya Syaikh Abdul Aziz Zamzami, dari gurunya Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al Malibari (w. 972 H), dari gurunya Wajihuddin Abdurrahman bin Ziyad Az Zabidi, dari gurunya Syihabuddin bin Ahmad bin Hajar Al Haitamiy (Syaikh Ibn Hajar. W. 974 H), dari gurunya syaikh Abu Yahya Zakarya bin Muhammad bin Ahmad bin Zakarya Al Anshari (w. 927 H), dari gurunya Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al Mahalliy (w. 864 H), dari gurunya Syaikh Salih bin Umar bin Ruslan bin Nasir bin Salih Al Bulqini (w. 844 H), dari gurunya Syaikh Umar Al Bulqini, dari gurunya Syaikh Abdurrahim Al Quraisyiy, dari gurunya Syaikh Hibatullah Al Baar, dari gurunya Syaikhul Islam Muhyiddin bin Zakarya bin Syarafuddin (Imam Nawawi. W. 676 H), dari gurunya Imam Kamal Ardabili, dari gurunya Syaikh Muhammad Naisaburi, dari gurunya Abu Hamid bin Muhammad Al Ghazali Aththusiy (imam Ghazali. W. 505 H), dari gurunya Abdul Malik ibn Yusuf bin Muhammad Al Juwaini (imam Haramain. W. 478 H), dari gurunya Abu Abdillah Muhammad Al Juwaini (w. 438 H), dari gurunya Imam Abu Bakar Qaffal, dari gurunya Imam Ibrahim Al Marwazi, dari gurunya Imam Ahmad ibn Umar bin Suraij Abu Al Abas Al Baghdadi, dari gurunya Imam Abu Al Qasim, dari gurunya Imam Abu Ibrahim Ismail bin Yahya Al Muzani, dari gurunya Al Imam Al A’zham Ibn Abdillah bin Idris Asy-Syafi’i (Imam Syafi’i pendiri madzhab Syafi'i. W. 204 H), dari gurunya Imam Malik bin Anas (w. 178 H), dari gurunya Sayiduna Nafi’ Maula Abdillah (w. 117 H), dari gurunya Sayiduna Abdullah bin Umar (w. 73 H), dari gurunya Rasulullah Shalla Allahu 'Alaihi Wasallama.

Struktur genealogi ini diambil dari kitab Kifayat al-Mustafid lima 'Ala min al-Asanid, karya al-Syaikh al-Muhaddits al-Musnid al-Faqih Muhammad Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi, ditelaah oleh Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki, terbitan Dar al-Basyair al-Islamiyah, Beirut, hal. 32-33.

_Sanad Tasawuf Aswaja an-Nahdliyyah_

Dalam bidang Tasawuf, Nahdlatul Ulama mengikuti Imam al Junaid al Baghdadi (w.297H.) dan Abu Hamid al Ghazali (450-505 H./1058-1111 M.).
KH Hasyim Asy’ari berguru kepada Syaikh Mahfudz al-Tarmasi, dari gurunya Syaikh Abu Bakar bin Muhammad Syatha, dari gurunya Syaikh Zaini Dahlan, dari gurunya Utsman bin Hasan al-Dimyathi, dari gurunya Muhammad bin Ali al-Syinwani, dari gurunya Abdullah bin Hijazi, (memiliki dua jalur, pertama) dari gurunya Mahmud bin Abu Abu Yazid al-Kurdi, dari gurunya Muhammad bin Salim al-Hifni, (kedua) dari al-Hifni, dari gurunya Mushtofa al-Bakri (wf. 1162 H), dari gurunya Abdullatif al-Halabi, dari gurunya Mustofa al-Afandi, dari gurunya Ali Qarrah Basya, dari gurunya Ismail al-Jurumi, dari gurunya Umar al-Fuadi, dari gurunya Muhyiddin al-Qasthamuni, dari gurunya Sya’ban al-Qasthamuni, dari gurunya Khairuddin al-Waqqadi, dari Sulthan Afandi (populer dengan Jamal al-Halwati), dari Muhammad bin Bahauddin al-Syairawani, dari gurunya Jalaluddin Yahya al-Bakuri, dari gurunya Shadruddin al-Jayani, dari gurunya Izzuddin al-Syarwani dari Muhammad Amiram al-Khalwati, dari gurunya Umar al-Khalwati, dari saudaranya Muhammad al-Khalwani al-Syarwani, dari gurunya Ibrahim al-Zahid al-Kailani, dari gurunya Jamaluddin al-Tibrizi (populer dengan Ibnu Shaidalani), dari gurunya Syihabuddin Muhammad bin Mahmud al-Atiqi al-Syairazi, dari gurunya Ruknuddin Abu Ghanaim Muhammad bin Fadl al-Najjasyi, dari gurunya Quthbuddin Muhammad bin Ahmad al-Abhari, dari gurunya Abu Najib al-Abhari (wf. 563 H), dari gurunya Umar al-Bakri, dari Wajihuddin al-Qadli, dari gurunya Muhammad al-Bakri, dari gurunya Ahmad al-Dainuri, dari gurunya Mamsyad al-Dainuri, dari gurunya Imam Abul Qasim al-Junaid al-Baghdadi (wf. 297 H) dari gurunya Sirri al-Saqathi (wf. 253 H), dari gurunya Abu Mahfudz Ma’ruf al-Karakhi (wf. 200 H), dari gurunya Dawud al-Thai (wf. 165 H), dari gurunya Habib al-Ajami, dari gurunya Hasan al-Bashri (wf. 110 H) dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib (wf. 40 H), dari Rasulullah _ShallaLlahu 'alayh wasallam_

Diolah dr beberapa referensi disertai penyesuaian.

Photos from Insyiroh's post 13/01/2018

Terimakasih donatur untuk pembangunan saluran air sejauh 400 m ke Insyiroh. Jazakumullahu Khoiron katsiro

Photos 01/07/2015

PREDIKSI LAILATUL QADAR
Oleh : Yai Abdullah Afif
Sumber: P**s Kitab

Pertama:
Dalam kitab I’anatuththaalibiin juz II halaman 257, cetakan al
‘Alawiyyah Semarang:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﺇﻧﻬﺎ ﺗﻌﻠﻢ ﻓﻴﻪ ﺑﺎﻟﻴﻮﻡ ﺍﻷﻭﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﺮ،
ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻟﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺣﺪ ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺭﺑﻌﺎﺀ: ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺗﺴﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ.
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ: ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﺣﺪﻯ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ.
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺜﻼﺛﺎﺀ ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ: ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺳﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ.
ﺃﻭ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ: ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ.
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺒﺖ: ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺛﻼﺙ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ .
Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar
malam 29
Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar
malam 27
Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23
Sumber:
http://islamport.com/w/shf/Web/963/599.htm
Kedua:
Dalam kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV halaman
337, cetakan Daar Ihya al Kutub a ‘Arabiyyah:
ﻓﻌﻦ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺸﺎﺫﻟﻲ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻟﻪ ﺍﻷﺣﺪ ﻓﻠﻴﻠﺔ ﺗﺴﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ، ﺃﻭ ﺍﻹﺛﻨﻴﻦ ﻓﺈﺣﺪﻱ
ﻭﻋﺸﺮﻱ ﺃﻭ ﺍﻟﺜﻼﺛﺎﺀ ﻓﺴﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺃﻭ ﺍﻷﺭﺑﻌﺎﺀ ﻓﺘﺴﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﺃﻭ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﻓﺨﻤﺲ
ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺴﺒﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﺃﻭﺍﻟﺴﺒﺖ ﻓﺜﻼﺙ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 29
Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 27
Jika awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qodar malam 19
Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
Jika awal Raamadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17
Jika awal Raamadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23
Ketiga:
Dalam kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I
halaman 304 , cetakan Syirkah al Ma’arif Bandung:
ﻭﺫﻛﺮﻭ ﻟﺬﻟﻚ ﺿﺎﺑﻄﺎ ﻭﻗﺪ ﻧﻈﻤﻪ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﻘﻮﻟﻪ
: ﻭﺇﻧﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﺇﻥ ﻧﺼﻢ ﻳﻮﻡ ﺟﻤﻌﺔ ¤ ﻓﻔﻲ ﺗﺎﺳﻊ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﺧﺬ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ .
ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺒﺖ ﺃﻭﻝ ﺻﻮﻣﻨﺎ ¤ ﻓﺤﺎﺩﻱ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺍﻋﺘﻤﺪﻩ ﺑﻼ ﻋﺬﺭ
ﻭﺇﻥ ﻫﻞ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻓﻲ ﺃﺣﺪ ﻓﻔﻲ ¤ ﺳﺎﺑﻊ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﻣﺎ ﺭﻣﺖ ﻓﺎﺳﺘﻘﺮ
ﻭﺇﻥ ﻫﻞ ﺑﺎﻷﺛﻨﻴﻦ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺑﺄﻧﻪ ¤ ﻳﻮﺍﻓﻴﻚ ﻧﻴﻞ ﺍﻟﻮﺻﻞ ﻓﻲ ﺗﺎﺳﻊ ﺍﻟﻌﺸﺮﻱ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﺜﻼﺛﺎ ﺇﻥ ﺑﺪﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻓﺎﻋﺘﻤﺪ ¤ ﻋﻠﻲ ﺧﺎﻣﺲ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﺗﺤﻈﻲ ﺑﻬﺎ ﻓﺎﺩﺭ .
ﻭﻓﻲ ﺍﻹﺭﺑﻌﺎ ﺇﻥ ﻫﻞ ﻳﺎ ﻣﻦ ﻳﺮﻭﻣﻬﺎ ¤ ﻓﺪﻭﻧﻚ ﻓﺎﻃﻠﺐ ﻭﺻﻠﻬﺎ ﺳﺎﺑﻊ ﺍﻟﻌﺸﺮﻱ .
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﺇﻥ ﺑﺪﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻓﺎﺟﺘﻬﺪ ¤ ﺗﻮﺍﻓﻴﻚ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﺸﺮ
ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻮﺗﺮ .
Jika awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qodar malam 29
Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 21
Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 27
Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 29
Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 25
Jika awal Raamadhan hari Rabu maka lailatul qadar malam 27
Jika awal Raamadhan hari Kamis maka malam ganjil setelah
malam 20
Wallaahu A’lamu Bishshawaab
Semoga bermanfaat
========================================
====================
tanda-tanda Lailatul Qadar:
Imam Muslim dalam kitab Shahihnya juz I halaman 306,cetakan
al Ma'arif Bandung Indonesia:
Sanad dan matannya sebagai berikut:
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﻬﺮﺍﻥ ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﻮﻟﻴﺪ ﺑﻦ ﻣﺴﻠﻢ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ﺣﺪﺛﻨﻲ ﻋﺒﺪﺓ ﻋﻦ
ﺯﺭ ﻗﺎﻝ ﺱ
ﻣﻌﺖ ﺃﺑﻲ ﺑﻦ ﻛﻌﺐ ﻳﻘﻮﻝ ﻭﻗﻴﻞ ﻟﻪ ﺇﻥ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﻗﺎﻡ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺃﺻﺎﺏ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻲ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﻫﻮ ﺇﻧﻬﺎ ﻟﻔﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ }ﻳﺤﻠﻒ ﻣﺎ ﻳﺴﺘﺜﻨﻲ[ ﻭﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇﻧﻲ
ﻷﻋﻠﻢ ﺃﻱ ﻟﻴﻠﺔ ﻫﻲ ﻫﻲ ﺍﻟﻠﻴﻠﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﺑﻬﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﺑﻘﻴﺎﻣﻬﺎ ﻫﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺻﺒﻴﺤﺔ ﺳﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻭﺃﻣﺎﺭﺗﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﻄﻠﻊ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻓﻲ ﺻﺒﻴﺤﺔ ﻳﻮﻣﻬﺎ
ﺑﻴﻀﺎﺀ ﻻ ﺷﻌﺎﻉ ﻟﻬﺎ .
''.......Ubay ibn Ka'b,dia berkata: "... demi Dzat yang tiada tuhan
kecuali Dia, sungguh malam (Lailatul Qadar) itu ada dalam
bulan Ramadhan. Demi A llah aku sungguh tahu kapan malam
itu, yaitu malam yang kita diperintah oleh Rasulullah SAW untuk
beribadah didalamnya, yaitu malam 27 yang bersinar. Adapun
tanda-tandanya adalah matahari terbit pagi harinya dengan
cahaya putih namun tidak ada sorotnya
Link:
http://www.islam2all.com/hadeeth/moslem/mosafren.php?
mosafren=25
Al Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV halaman 846:
ﺫﻛﺮ ﺃﺛﺮ ﻏﺮﻳﺐ ﻭﻧﺒﺄ ﻋﺠﻴﺐ، ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻠﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ،
ﻋﻨﺪ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ ﺍﻟﻜﺮﻳﻤﺔ ﻓﻘﺎﻝ:
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﺑﻲ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺯﻳﺎﺩ ﺍﻟﻘﻄﻮﺍﻧﻲ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺳﻴﺎﺭ ﺑﻦ ﺣﺎﺗﻢ،
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﻮﺳﻰ ﺑﻦ ﺳﻌﻴﺪ - ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﺮﺍﺳﺒﻲ- ﻋﻦ ﻫﻼﻝ ﺃﺑﻲ ﺟﺒﻠﺔ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ، ﻋﻦ
ﺃﺑﻴﻪ، ﻋﻦ ﻛﻌﺐ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ:ﺇﻥ ﺳﺪﺭﺓ ﺍﻟﻤﻨﺘﻬﻰ ﻋﻠﻰ ﺣﺪ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﺑﻌﺔ، ﻣﻤﺎ ﻳﻠﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ،
ﻓﻬﻲ ﻋﻠﻰ ﺣﺪ ﻫﻮﺍﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻫﻮﺍﺀ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻋﻠﻮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ، ﻭﻋﺮﻭﻗﻬﺎ ﻭﺃﻏﺼﺎﻧﻬﺎ ﻣﻦ
ﺗﺤﺖ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ، ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﻻ ﻳﻌﻠﻢ ﻋﺪﺗﻬﻢ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ، ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻳﻌﺒﺪﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ، ﻋﺰ ﻭﺟﻞ،
ﻋﻠﻰ ﺃﻏﺼﺎﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﻮﺿﻊ ﺷﻌﺮﺓ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻠﻚ. ﻭﻣﻘﺎﻡ ﺟﺒﺮﻳﻞ، ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ، ﻓﻲ
ﻭﺳﻄﻬﺎ، ﻓﻴﻨﺎﺩﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺃﻥ ﻳﻨـﺰﻝ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﻗﺪﺭ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﻜﻨﻮﻥ
ﺳﺪﺭﺓ ﺍﻟﻤﻨﺘﻬﻰ، ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﻢ ﻣﻠﻚ ﺇﻻ ﻗﺪ ﺃﻋﻄﻰ ﺍﻟﺮﺃﻓﺔ ﻭﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ، ﻓﻴﻨـﺰﻟﻮﻥ ﻋﻠﻰ
ﺟﺒﺮﻳﻞ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ، ﺣﻴﻦ ﺗﻐﺮﺏ ﺍﻟﺸﻤﺲ، ﻓﻼ ﺗﺒﻘﻰ ﺑﻘﻌﺔ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻻ ﻭﻋﻠﻴﻬﺎ
ﻣﻠﻚ، ﺇﻣﺎ ﺳﺎﺟﺪ ﻭﺇﻣﺎ ﻗﺎﺋﻢ، ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ، ﺇﻻ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻛﻨﻴﺴﺔ ﺃﻭ ﺑﻴﻌﺔ، ﺃﻭ
ﺑﻴﺖ ﻧﺎﺭ ﺃﻭ ﻭﺛﻦ، ﺃﻭ ﺑﻌﺾ ﺃﻣﺎﻛﻨﻜﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻄﺮﺣﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺨﺒﺚ، ﺃﻭ ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﺳﻜﺮﺍﻥ، ﺃﻭ
ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﻣﺴﻜﺮ، ﺃﻭ ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﻭﺛﻦ ﻣﻨﺼﻮﺏ، ﺃﻭ ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﺟﺮﺱ ﻣﻌﻠﻖ، ﺃﻭ ﻣﺒﻮﻟﺔ، ﺃﻭ
ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻛﺴﺎﺣﺔ ﺍﻟﺒﻴﺖ، ﻓﻼ ﻳﺰﺍﻟﻮﻥ ﻟﻴﻠﺘﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ، ﻭﺟﺒﺮﻳﻞ
ﻻ ﻳﺪﻉ ﺃﺣﺪﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺇﻻ ﺻﺎﻓﺤﻪ، ﻭﻋﻼﻣﺔ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻗﺸﻌﺮ ﺟﻠﺪﻩ ﻭﺭﻕ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﺩﻣﻌﺖ
ﻋﻴﻨﺎﻩ، ﻓﺈﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﻣﺼﺎﻓﺤﺔ ﺟﺒﺮﻳﻞ.
Menuturkan atsar yang gharib yang berkaitan dengan lailatul
Qadar yang diriwayatkan oleh Imam Abu Muhammad ibn Abi
Hatim ketika memberi tafsir surat ini ("INNAA ANZALNAAHU")
.......... dari KA'AB, bahwasanya di malam Lailatul Qadar,
Malaikat Jibril tidak menyisakan satupun dari orang-orang
mukmin kecuali dia menjabat tangannya. Adapun tanda-tand
anya ialah gemetar kulitnya (mrinding.Jw), lembut hatinya dan
air matanya mengalir. Itu adalah karena jabat tangan malaikat
Jibril
Sumber:
http://www.e-quran.com/katheer-s97.htm
Imam Ibn Khuzaimah meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab
shahihnya juz VIII halaman 106,
Sanad dan matannya sebagai berikut:
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺑﻨﺪﺍﺭ ، ﺣﺪﺛﻨﻲ ﺃﺑﻮ ﻋﺎﻣﺮ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺯﻣﻌﺔ ، ﻋﻦ ﺳﻠﻤﺔ ﻫﻮ ﺍﺑﻦ ﻭﻫﺮﺍﻡ ، ﻋﻦ ﻋﻜﺮﻣﺔ
، ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ، ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻞ
ﻳﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ : » ﻟﻴﻠﺔ ﻃﻠﻘﺔ ، ﻻ ﺣﺎﺭﺓ ﻭﻻ ﺑﺎﺭﺩﺓ ، ﺗﺼﺒﺢ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻳﻮﻣﻬﺎ ﺣﻤﺮﺍﺀ
ﺿﻌﻴﻔﺔ »
"...dari Ibn Abbas,dari Nabi Shollallaahu 'alaihi wasallam,
tentang Lailatul Qadar :"Malam yang penuh kelembutan, cerah,
tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari
matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan"
Sumber:
http://islamport.com/d/1/mtn/1/72/2670.html
Ath Thabarani meriwayatkan dalam Musnad Syamiyyin juz IV
halaman 309 nomor urut 3389, cetakan ke I tahun 1984-1405,
Muassasah al Risalah Beirut meriwayatkan:
Sanad dan matannya sebagai berikut:
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﻮﻟﻴﺪ ﺑﻦ ﺣﻤﺎﺩ ﺍﻟﺮﻣﻠﻲ ﺛﻨﺎ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺑﻦ
ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺛﻨﺎ ﺑﺸﺮ ﺑﻦ ﻋﻮﻥ ﺛﻨﺎ ﺑﻜﺎﺭ ﺑﻦ ﺗﻤﻴﻢ ﻋﻦ ﻣﻜﺤﻮﻝ ﻋﻦ ﻭﺍﺛﻠﺔ ﺑﻦ ﺍﻷﺳﻘﻊ ﻋﻦ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ A ﻗﺎﻝ ) ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ ) ﻟﻴﻠﺔ ( ﺑﻠﺠﺔ ﻻ ﺣﺎﺭﺓ ﻭﻻ ﺑﺎﺭﺩﺓ ﻭﻻ ﺳﺤﺎﺏ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﻻ ﻣﻄﺮ
ﻭﻻ ﺭﻳﺢ ﻭﻻ ﻳﺮﻣﻰ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﻨﺠﻢ ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﻳﻮﻣﻬﺎ ﺗﻄﻠﻊ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻻ ﺷﻌﺎﻉ ﻟﻬﺎ )
"...Dari Watsilah ibn al Asqa' dari Rasulillah Shollallaahu 'alaihi
wasallam:
(Lailatul Qadar itu adalah) "Malam yang terang bercahaya, tidak
panas, tidak dingin, tiada awan, tiada hujan, tiada angin, dan
dimalam itu tiada dilempar dengan bintang. Tanda dipagi
harinya adalah matahari terbit tanpa ada cahaya yang bersinar".
Sumber:
http://islamport.com/d/1/mtn/1/102/3666.html
Wallaahu A'lamu bishshawaab
Sekian dan terima kasih

18/05/2015

HADIAH SHALAWAT BAGI AHLI KUBUR.
Di kisahkan bahwa seorang wanita menghadap Hasan Basri r.a
dan berkata: "Anak perempuanku meninggal dunia dan aku
ingin melihatnya dalam mimpi".
Hasan Basri r.a berkata: "Shalatlah empat rakaat setelah isya dan
bacalah surat At-Takatsur sekali setelah Fatihah pada tiap
rakaat,lalu berbaringlah dan bacalah shalawat (kepada) Nabi
sampai kamu tidur."
Wanita itu melakukanya, lalu dia melihat anaknya (dalam
mimpi) disiksa dengan belenggu dan rantai.
Wanita itu mendatangi (kembali) Hasan Basri r.a dan
menceritakan hal tersebut,sehingga Hasan Basri r.a sedih dan
berkata:
"Sedekahlah untuk anakmu".
Wanita itu melakukanya,kemudian Hasan Basri r.a malam itu
bermimpi seakan-akan berada dalam sebuah taman di surga.
Di taman itu ada sebuah tempat istirahat dimana terdapat
seorang gadis jelita dan sebuah mahkota dari dari cahaya di
kepalanya.
Gadis itu berkata: "Apakah anda mengenalku.?"
Hasan Basri r.a menjawab: "Tidak"
Gadis itu berkata: "Aku adalah putri wanita tersebut (yang
datang kepadamu)" Hasan Basri r.a berkata: "Ibumu
mengatakan kamu tidak seperti ini."
Gadis itu berkata: "Dulu aku memang tidak seperti ini (ditaman
di antara taman surga)".
Hasan Basri r.a berkata:"Denganapa kamu mencapai keadaan
(martabat) ini.?"
Gadis itu menjawab: "Kami tujuh puluh ribu orang di siksa,lalu
seorang lelaki soleh melewati kubur kami dan membaca
Shalawat Nabi sekali serta menghadiahkan pahalanya kepada
kami.
Maka ALLAH memerdekakan/mengangkat kami dari siksa itu
berkat dia (laki-laki soleh),dan aku (sekarang) mencapai
kemuliaan seperti anda lihat."
Subhanallah Allahu Akbar.
Allahumma shalli alaa (sayyidina) Muhammad wa'ala aliy
(sayyidina) Muhammad ,,
Sumber Kitab : Riyadhul Badiah syaikh an-nawawi al-bantani bab
tasawwuf hal sholawat.
Subhanallah...

04/05/2015

AYAT AYAT PENJAGAAN
Sumber: Catatan Pribadi

mengisahkan Muhammad bin Sirin, beliau berkata:
" Aku berhenti di satu tempat yang banyak perampoknya, dan
ketika gelapnya malam, datang perampok lebih dari 70 kali dan
mereka telah menghunuskan pedang2 mereka, lalu sebuah
pagar besi menghalangi antara diriku dengan mereka, dan ketika
pagi hari aku melanjutkan perjalananku, lalu ada seorang tua
diatas kuda menemuiku, dan dia berkata.
"hai, kamu ini dari bangsa manusia atau jin? " ,
"bukan saya bukan jin tapi manusia."
lalu orang tua itu berkata: "dengan apa engkau mendapatkan
kedudukan ini?"
maka aku menjawab:
" dengan sebua Hadist yang dikatakan oleh Ibn Umar dari
Rasulullah saw. bahwasannya Rasulullah bersabda:" siapa yang
membaca pada malam hari 30 ayat maka tidak akan
membahyakan dirinya perampok dan juga binatang buas, dan ia
mendapatkan kebaikan pada badannya dan jiwanya,
keluarganya dan hartanya hingga waktu pagi" (aw k**a qala)
lalu ibn sirin berkata: maka orang tua tersebut turun dari
kudanya dan bertaubat kepada allah ta'ala.
ketiga puluh ayat tersebut adalah :
1). 4 ayat permulaan surah al-baqarah yaitu sampai bacaan "al-
Muflihuun"
2). ayat kursi & 2 ayat setelahnya yaitu sampai bacaan
"Khooliduun"
3). 3 ayat dari surah al-a'raf yaitu ayat "Inna rabbakumullaahu
lladzii kholaqos samaawaati wal ardl" sampai pada lafadz
"qoriibun minal muhsiniin"
4). 2 ayat di akhir surah al-isra' yaitu "Qulid'ullallaaha awid'ur
rohmaan" sampai khir surat
5). 10 ayat di awal surah ash-shoffat sampai bacaan "laazib"
6). 2 ayat dari surah ar-rahmaan yaitu "yaa ma'syaral jinni wal
insi" sampai bacaan "falaa tantashiruun"
7). 4 ayat dari surah al-hasyr yaitu "lau anzalnaa haadzal
qur'aana 'alaa jabalin" sampai akhir surat
8). 2 ayat dari surah al-jinn yaitu "wa annahuu ta'aalaa jaddu
robbanaa" sampai bacaan "syathotho"
ﺍﻟﻢ )١( ﺫٲﻟﻚ ﭐﻟڪﺘـﺐ ﻟﺎ ﺭﻳﺐ ﻓﻴﻪ ﻫﺪﻯ ﻟﻠﻤﺘﻘﻴﻦ )٢( ﭐﻟﺬﻳﻦ ﻳﺆﻣﻨﻮﻥ ﺑﭑﻟﻐﻴﺐ ﻭﻳﻘﻴﻤﻮﻥ
ﭐﻟﺼﻠﻮﺓ ﻭﻣﻤﺎ ﺭﺯﻗﻨـﻬﻢ ﻳﻨﻔﻘﻮﻥ )٣( ﻭﭐﻟﺬﻳﻦ ﻳﺆﻣﻨﻮﻥ ﺑﻤﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺇﻟﻴﻚ ﻭﻣﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻚ
ﻭﺑﭑﻟﺄﺧﺮﺓ ﻫﻢ ﻳﻮﻗﻨﻮﻥ )٤( ﺃﻭﻟـٮﻚ ﻋﻠﻰ ﻫﺪﻯ ﻣﻦ ﺭﺑﻬﻢ ﻭﺃﻭﻟـٮﻚ ﻫﻢ ﭐﻟﻤﻔﻠﺤﻮﻥ )٥(
ﭐﻟﻠﻪ ﻟﺎ ﺇﻟـﻪ ﺇﻟﺎ ﻫﻮ ﭐﻟﺤﻰ ﭐﻟﻘﻴﻮﻡ ﻟﺎ ﺗﺄﺧﺬﻩ ۥ ﺳﻨﺔ ﻭﻟﺎ ﻧﻮﻡ ﻟﻪ ۥ ﻣﺎ ﻓﻰ ﭐﻟﺴﻤـﻮٲﺕ ﻭﻣﺎ ﻓﻰ ﭐﻟﺄﺭﺽ
ﻣﻦ ﺫﺍ ﭐﻟﺬﻯ ﻳﺸﻔﻊ ﻋﻨﺪﻩ ۥ ﺇﻟﺎ ﺑﺈﺫﻧﻪۦ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﻭﻣﺎ ﺧﻠﻔﻬﻢ ﻭﻟﺎ ﻳﺤﻴﻄﻮﻥ ﺑﺸﻰﺀ ﻣﻦ
ﻋﻠﻤﻪۦ ﺇﻟﺎ ﺑﻤﺎ ﺷﺎﺀ ﻭﺳﻊ ﻛﺮﺳﻴﻪ ﭐﻟﺴﻤـﻮٲﺕ ﻭﭐﻟﺄﺭﺽ ﻭﻟﺎ ﻳـﻮﺩﻩ ۥ ﺣﻔﻈﻬﻤﺎ ﻭﻫﻮ ﭐﻟﻌﻠﻰ
ﭐﻟﻌﻈﻴﻢ
ﻟﺎ ﺇﻛﺮﺍﻩ ﻓﻰ ﭐﻟﺪﻳﻦ ﻗﺪ ﺗﺒﻴﻦ ﭐﻟﺮﺷﺪ ﻣﻦ ﭐﻟﻐﻰ ﻓﻤﻦ ﻳﻜﻔﺮ ﺑﭑﻟﻄـﻐﻮﺕ ﻭﻳﺆﻣﻦ ﺑﭑﻟﻠﻪ ﻓﻘﺪ
ﭐﺳﺘﻤﺴﻚ ﺑﭑﻟﻌﺮﻭﺓ ﭐﻟﻮﺛﻘﻰ ﻟﺎ ﭐﻧﻔﺼﺎﻡ ﻟﻬﺎ ﻭﭐﻟﻠﻪ ﺳﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ )٢٥٦( ﭐﻟﻠﻪ ﻭﻟﻰ ﭐﻟﺬﻳﻦ ﺀﺍﻣﻨﻮﺍ
ﻳﺨﺮﺟﻬﻢ ﻣﻦ ﭐﻟﻈﻠﻤـﺖ ﺇﻟﻰ ﭐﻟﻨﻮﺭ ﻭﭐﻟﺬﻳﻦ ﻛﻔﺮﻭﺍ ﺃﻭﻟﻴﺎﺅﻫﻢ ﭐﻟﻄـﻐﻮﺕ ﻳﺨﺮﺟﻮﻧﻬﻢ ﻣﻦ ﭐﻟﻨﻮﺭ
ﺇﻟﻰ ﭐﻟﻈﻠﻤـﺖ ﺃﻭﻟـٮﻚ ﺃﺻﺤـﺐ ﭐﻟﻨﺎﺭ ﻫﻢ ﻓﻴﮩﺎ ﺧـﻠﺪﻭﻥ
ﺇﻥ ﺭﺑﻜﻢ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺬﻯ ﺧﻠﻖ ﭐﻟﺴﻤـﻮٲﺕ ﻭﭐﻟﺄﺭﺽ ﻓﻰ ﺳﺘﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﺛﻢ ﭐﺳﺘﻮﻯ ﻋﻠﻰ ﭐﻟﻌﺮﺵ ﻳﻐﺸﻰ
ﭐﻟﻴﻞ ﭐﻟﻨﮩﺎﺭ ﻳﻄﻠﺒﻪ ۥ ﺣﺜﻴﺜﺎ ﻭﭐﻟﺸﻤﺲ ﻭﭐﻟﻘﻤﺮ ﻭﭐﻟﻨﺠﻮﻡ ﻣﺴﺨﺮٲﺕ ﺑﺄﻣﺮﻩۦ ﺃﻟﺎ ﻟﻪ ﭐﻟﺨﻠﻖ ﻭﭐﻟﺄﻣﺮ
ﺗﺒﺎﺭﻙ ﭐﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﭐﻟﻌـﻠﻤﻴﻦ )٥٤( ﭐﺩﻋﻮﺍ ﺭﺑﻜﻢ ﺗﻀﺮﻋﺎ ﻭﺧﻔﻴﺔ ﺇﻧﻪ ۥ ﻟﺎ ﻳﺤﺐ ﭐﻟﻤﻌﺘﺪﻳﻦ )٥٥( ﻭﻟﺎ
ﺗﻔﺴﺪﻭﺍ ﻓﻰ ﭐﻟﺄﺭﺽ ﺑﻌﺪ ﺇﺻﻠـﺤﻬﺎ ﻭﭐﺩﻋﻮﻩ ﺧﻮﻓﺎ ﻭﻃﻤﻌﺎ ﺇﻥ ﺭﺣﻤﺖ ﭐﻟﻠﻪ ﻗﺮﻳﺐ ﻣﻦ
ﭐﻟﻤﺤﺴﻨﻴﻦ )
٥٦(
ﻗﻞ ﭐﺩﻋﻮﺍ ﭐﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﭐﺩﻋﻮﺍ ﭐﻟﺮﺣﻤـﻦ ﺃﻳﺎ ﻣﺎ ﺗﺪﻋﻮﺍ ﻓﻠﻪ ﭐﻟﺄﺳﻤﺎﺀ ﭐﻟﺤﺴﻨﻰ ﻭﻟﺎ ﺗﺠﻬﺮ ﺑﺼﻠﺎﺗﻚ ﻭﻟﺎ
ﺗﺨﺎﻓﺖ ﺑﮩﺎ ﻭﭐﺑﺘﻎ ﺑﻴﻦ ﺫٲﻟﻚ ﺳﺒﻴﻼ )١١٠( ﻭﻗﻞ ﭐﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﭐﻟﺬﻯ ﻟﻢ ﻳﺘﺨﺬ ﻭﻟﺪﺍ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ۥ
ﺷﺮﻳﻚ ﻓﻰ ﭐﻟﻤﻠﻚ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ۥ ﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﭐﻟﺬﻝ ﻭﻛﺒﺮﻩ ﺗﻜﺒﻴﺮﺍ )١١١(
ﻭﭐﻟﺼـﻔـﺕ ﺻﻔﺎ )١( ﻓﭑﻟﺰٲﺟﺮٲﺕ ﺯﺟﺮﺍ )٢( ﻓﭑﻟﺘـﻠﻴـﺕ ﺫﻛﺮﺍ )٣( ﺇﻥ ﺇﻟـﻬﻜﻢ ﻟﻮٲﺣﺪ )٤( ﺭﺏ
ﭐﻟﺴﻤـﻮٲﺕ ﻭﭐﻟﺄﺭﺽ ﻭﻣﺎ ﺑﻴﻨﮩﻤﺎ ﻭﺭﺏ ﭐﻟﻤﺸـﺮﻕ )٥( ﺇﻧﺎ ﺯﻳﻨﺎ ﭐﻟﺴﻤﺎﺀ ﭐﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﺰﻳﻨﺔ ﭐﻟﻜﻮﺍﻛﺐ
)٦( ﻭﺣﻔﻈﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺷﻴﻄـﻦ ﻣﺎﺭﺩ )٧( ﻟﺎ ﻳﺴﻤﻌﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﭐﻟﻤﻠﺈ ﭐﻟﺄﻋﻠﻰ ﻭﻳﻘﺬﻓﻮﻥ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺟﺎﻧﺐ
)٨( ﺩﺣﻮﺭﺍ ﻭﻟﻬﻢ ﻋﺬﺍﺏ ﻭﺍﺻﺐ )٩( ﺇﻟﺎ ﻣﻦ ﺧﻄﻒ ﭐﻟﺨﻄﻔﺔ ﻓﺄﺗﺒﻌﻪ ۥ ﺷﮩﺎﺏ ﺛﺎﻗﺐ )١٠(
ﻓﭑﺳﺘﻔﺘﮩﻢ ﺃﻫﻢ ﺃﺷﺪ ﺧﻠﻘﺎ ﺃﻡ ﻣﻦ ﺧﻠﻘﻨﺎ ﺇﻧﺎ ﺧﻠﻘﻨـﻬﻢ ﻣﻦ ﻃﻴﻦ ﻟﺎﺯﺏ )١١(
ﻳـﻤﻌﺸﺮ ﭐﻟﺠﻦ ﻭﭐﻟﺈﻧﺲ ﺇﻥ ﭐﺳﺘﻄﻌﺘﻢ ﺃﻥ ﺗﻨﻔﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﺃﻗﻄﺎﺭ ﭐﻟﺴﻤـﻮٲﺕ ﻭﭐﻟﺄﺭﺽ ﻓﭑﻧﻔﺬﻭﺍ ﻟﺎ
ﺗﻨﻔﺬﻭﻥ ﺇﻟﺎ ﺑﺴﻠﻄـﻦ )٣٣( ﻓﺒﺄﻯ ﺀﺍﻟﺎﺀ ﺭﺑﻜﻤﺎ ﺗﻜﺬﺑﺎﻥ )٣٤( ﻳﺮﺳﻞ ﻋﻠﻴﻜﻤﺎ ﺷﻮﺍﻅ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ
ﻭﻧﺤﺎﺱ ﻓﻠﺎ ﺗﻨﺘﺼﺮﺍﻥ )٣٥\(
ﻟﻮ ﺃﻧﺰﻟﻨﺎ ﻫـﺬﺍ ﭐﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﺟﺒﻞ ﻟﺮﺃﻳﺘﻪ ۥ ﺧـﺸﻌﺎ ﻣﺘﺼﺪﻋﺎ ﻣﻦ ﺧﺸﻴﺔ ﭐﻟﻠﻪ ﻭﺗﻠﻚ ﭐﻟﺄﻣﺜـﻞ
ﻧﻀﺮﺑﮩﺎ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻟﻌﻠﻬﻢ ﻳﺘﻔﻜﺮﻭﻥ )٢١( ﻫﻮ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺬﻯ ﻟﺎ ﺇﻟـﻪ ﺇﻟﺎ ﻫﻮ ﻋـﻠﻢ ﭐﻟﻐﻴﺐ ﻭﭐﻟﺸﻬـﺪﺓ ﻫﻮ
ﭐﻟﺮﺣﻤـﻦ ﭐﻟﺮﺣﻴﻢ )٢٢( ﻫﻮ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺬﻯ ﻟﺎ ﺇﻟـﻪ ﺇﻟﺎ ﻫﻮ ﭐﻟﻤﻠﻚ ﭐﻟﻘﺪﻭﺱ ﭐﻟﺴﻠـﻢ ﭐﻟﻤﺆﻣﻦ ﭐﻟﻤﻬﻴﻤﻦ
ﭐﻟﻌﺰﻳﺰ ﭐﻟﺠﺒﺎﺭ ﭐﻟﻤﺘڪﺒﺮ ﺳﺒﺤـﻦ ﭐﻟﻠﻪ ﻋﻤﺎ ﻳﺸﺮڪﻮﻥ )٢٣( ﻫﻮ ﭐﻟﻠﻪ ﭐﻟﺨـﻠﻖ ﭐﻟﺒﺎﺭﺉ
ﭐﻟﻤﺼﻮﺭ ﻟﻪ ﭐﻟﺄﺳﻤﺎﺀ ﭐﻟﺤﺴﻨﻰ ﻳﺴﺒﺢ ﻟﻪ ۥ ﻣﺎ ﻓﻰ ﭐﻟﺴﻤـﻮٲﺕ ﻭﭐﻟﺄﺭﺽ ﻭﻫﻮ ﭐﻟﻌﺰﻳﺰ ﭐﻟﺤﻜﻴﻢ
)٢٤(
ﻭﺃﻧﻪ ۥ ﺗﻌـﻠﻰ ﺟﺪ ﺭﺑﻨﺎ ﻣﺎ ﭐﺗﺨﺬ ﺻـﺤﺒﺔ ﻭﻟﺎ ﻭﻟﺪﺍ )٣( ﻭﺃﻧﻪ ۥ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺳﻔﻴﮩﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﭐﻟﻠﻪ
ﺷﻄﻄﺎ )٤ )
--- Dzahabul Abroz (imam Ghozali) ---

27/03/2015

TAUBATNYA PENDOSA

Ada seorang lelaki meninggal dunia dimasa nabi Musa
'alaihissalam . semua orang tidak mau memandikan dan mengafani jenazahnya, karena kedurhakaanya semasa didunia. orang-orang itu membuangnya dengan kaki mereka ditempatsampah.
Kemudian Allah mewahyukan kepada Musa 'alaihissalam: "Wahai Musa, telah mati seorang laki-laki, jenazahnya kini ditempat sampah. padahal ia adalah kekasihKu. ia tidak dimandaikan maupun dikafani dan tidak dikuburkan. Maka berangkatlah engkau untuk memandikannya, mengkafaninya,
sembahyangkan dan kuburlah ia dengan kemuliaan."
Lalu Musa berangkat ke tempat itu. dan menanyakan mayat itu kepada penduduk.
"Benar di sini telah meninggal seorang durhaka" jawab mereka.
"Dimana ia kini ? Aku kesini semata-mata datang atas perintah Allah untuk laki-laki yang kalian anggap durhaka itu," kata Musa
Diantarlah penduduk kampung, Musa menjenguk mayat tersebut. padahal banyak kabar simpang siur atas orang tersebut tentang kebusukan mayatnya oleh penduduk yang tidak menyukainya. Musa pun heran atas perintah tuhannya itu. Kemudian Nabi Musa as munajat kepada Allah : "Tuhan, engkau telah mengutusku menguburkanya dan menyembahyangkannya . padahal kaumnya menyaksikan dia seorang durhaka. hidupnya hanya dilakukan untuk perbuatan tercela. Hanya Engkau yang tahu antara Puji dan Cela."
Dijawab Allah: "Benar Musa. orang-orang itu juga benar. mereka menghukumi laki-laki itu karena perbuatannya. Tetapi Aku telah mengampuninya karena tiga sebab.
ketahuilah: kalau seorang pendosa meminta ampun kepadaKu dan Kuampuni, mengapa dia tidak? padahal dia pernah berkata kepada dirinya sendiri bahwa Aku adalah Tuhan Yang Maha Penyayang."
"Apakah tiga sebab itu,Tuhan?" tanya Musa.
"Ketika laki-laki itu menghadapi maut, ia mengadu kepadaKu: Tuhan, Engkau tahu segala maksiat yang kuperbuat, padahal sebenarnya aku sangat membencinya. mengapa kulakukan juga? itu karena tiga hal, Tuhanku.
pertama: karena nafsu pergaulan yang jelek, dan iblis terkutuk. ini pertama membawaku jatuh dalam pelukan maksiat. tentu Kau sangat tahu, dan ampunilah aku.
kedua: Tuhan, Kau pasti tahu bahwa aku berbuat maksiat karena berada dilingkungan yang fasiq/bejat. padahal aku mencintai orang-orang alim dan zuhud, tinggal bersama mereka sangat aku senangi dari pada tinggal dengan orang-orang fasiq/bejat itu.
ketiga:Tuhan, sungguh orang yang salih lebih baik dari pada orang yang thalih. sungguh orang salih lebih saya cintai. jika seandainya datang kedua orang itu, saya akan mendahulukan orang yang salih.
Allah melanjutkan:" maka Kuampuni dosanya dan Kurahmati dia. sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang. khususnya pada mereka yang mengakui kesalahannya dihadapan-Ku. dan laki-laki ini telah mengakui kesalahannya, maka Ku ampuni dia Ku lewatkan atas dosa-dosanya. wahai Musa, lakukan apa yang Aku perintahkan. Akupun akan mengampuni orang-orang yang menyembahyangkannya serta
ikut menguburnya, demi kemuliaan yang ia miliki. "
Wallahu A'lam
Dikutip dari Kitab al-mawa'izhu al-ushfuriyah

Want your school to be the top-listed School/college in Pasuruan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address

Jalan KH. Achmad Dahlan No. 9 Dusun Rejoso Desa Sumberrejo Kec. Purwosasi Kab. Pasuruan Prov.
Pasuruan
67162