11/12/2023
Sedulurku tercinta, dalam persaingan hidup banyak yang saling mencari kelemahan pihak lain, itu tanda mereka tidak sempat melihat kelemahan dirinya. Pandangan itu menyempatkan pihak lain akan tahu bahwa kebaikan yang dilakukan, hanyalah untuk mencari supremasi diri, alias ujub bahkan naik ke sombong atau takabur. Tuhan hanya pesan supaya fastabiqul khoirat atau berlomba melakukan kebaikan dengan tanpa mencari atau tidak sempat memandang keburukan pihak lain. Memang persoalan ini sudah klasik namun hadir kembali karena orangnya berganti-ganti.
Mustinya, orang harus cerdas mencari pengalihan asal lidah dan tangannya tidak menyakiti pihak lain, karena hakekatnya orang yang melihat keburukan pihak lain itu sebenarnya refleksi daro sifat buruk yang dimilikinya. Agama hadir mustinya untuk solusi hal tersebut namun aneh justru agama hadir diusung oleh orang yang sikapnya bertentangan dengan misi agamanya itu sendiri. Nampak situasinya kelihatan ruwet namun tidak, karena selalu ada pecinta yang membenahi keadaan seperti itu. Tidak perlu ada yang dicemaskan kecuali bagi diri sendiri yang bersikap punya kecendurungan mencari keburukan pihak lain, jangan sok merasa benar sendiri karena andai rak ada mereka hidup atau cinta tetap betjalan sebagaimana biasanya.
Ruwet itu hanya bagi pandangan hati dan pikiran yang ruwet, karena noktah hitam dalam bingkai semesta raya jangan dijustifikasikan gelap semua warna, kecuali hannya bagi mata yang juling,,,,