04/02/2025
Untuk informasi akreditasi kampus UIN RADEN FATAH PALEMBANG dan seluruh prodi silahkan unduh pada link berikut 👉
https://radenfatah.ac.id/index.php/akreditasi/
SEMUA ORANG
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Raden Fatah Palembang diresmikan pada tanggal 13 Nopember 1964 . A.
di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Sumatera Selatan. berdasarkan surat Keputusan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1964 tanggal 22 Oktober 1964. Asal – usul berdirinya IAIN Raden Fatah erat kaitannya dengan keberadaan lembaga – lembaga pendidikan tinggi agama Islam yang ada di Sumatera Selatan dengan IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta dan IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta. Cikal bakal IAIN awal
04/02/2025
Untuk informasi akreditasi kampus UIN RADEN FATAH PALEMBANG dan seluruh prodi silahkan unduh pada link berikut 👉
https://radenfatah.ac.id/index.php/akreditasi/
SEMUA ORANG
03/02/2025
Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Hadiri Uji Publik Menara Ampera Sebagai Destinasi Wisata Baru Palembang
HUMAS – UINRF — Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.Ag, hadiri kegiatan uji publik pelaksanaan dan operasional Menara Ampera, Sabtu (1/2/25).
Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengoptimalkan kegunaan dan potensi Jembatan Ampera sebagai salah satu ikon destinasi wisata populer di Kota Palembang.
Sebagai salah satu landmark utama di kota ini, Jembatan Ampera akan dibuka untuk masyarakat umum sebagai menara pandang, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan indah Kota Palembang dari ketinggian. Inisiatif ini diharapkan dapat semakin menarik minat wisatawan dan memperkaya pengalaman wisata di Palembang.
Dalam kesempatan tersebut, mewakili Rektor, Dr. Syahril Jamil memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah ini, yang menurutnya akan menjadi kontribusi penting dalam mempromosikan Palembang sebagai kota tujuan wisata.
“Mudah-mudahan ini menjadikan Palembang sebagai kota tujuan destinasi wisata. Kita tahu bahwa Palembang adalah kota tua, dan kota budaya yang sangat kental dengan aktivitas kebudayaannya, dan ini adalah bagian dari sarana untuk mempromosikan Palembang,” ujar Dr. Syahril Jamil.
Wakil Rektor III juga menyampaikan harapannya agar inisiatif ini terus berkembang dan membawa dampak positif bagi perekonomian serta citra pariwisata Kota Palembang.
“Dengan dibukanya Menara Ampera sebagai menara pandang, diharapkan Palembang semakin dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan budaya sekaligus menawarkan destinasi wisata yang unik dan menarik bagi pengunjung,” pungkasnya.
03/02/2025
UIN Raden Fatah Masuk 10 Besar PTKIN Terbaik Versi Webometrics Januari 2025
HUMAS – UINRF — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2025, UIN Raden Fatah berhasil masuk dalam 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia.
Tak hanya itu, UIN Raden Fatah juga menunjukkan daya saingnya di tingkat global dengan menempati peringkat ke-5482 dari total 31.364 perguruan tinggi yang dinilai oleh Webometrics. Capaian ini menegaskan posisi UIN Raden Fatah sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan terkemuka di Indonesia dan semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Plt. Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh sivitas akademika.
“Capaian ini merupakan bukti nyata dari kerja keras seluruh civitas academica UIN Raden Fatah Palembang dalam meningkatkan kualitas akademik, riset, dan digitalisasi kampus. Kami terus berupaya memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global,”ujarnya.
Prof. Adil juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga cerminan dari komitmen kita untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, serta berdampak bagi masyarakat luas.
Adapun 10 besar PTKIN terbaik versi Webometrics Januari 2025 adalah sebagai berikut:
1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
3. UIN Sunan Ampel Surabaya
4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
5. UIN Raden Intan Lampung
6. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
7. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
8. UIN Alauddin Makassar
9. IAIN Ponorogo
10. UIN Raden Fatah Palembang
Pada edisi Januari 2025, Webometrics menilai hampir 32.000 institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia.
Selengkapnya 👉 https://radenfatah.ac.id/index.php/2025/01/31/uin-raden-fatah-masuk-10-besar-ptkin-terbaik-versi-webometrics-januari-2025/
10/08/2024
15/08/2021
KULIAH IFTITAH
Kepada seluruh Mahasiswa Baru angkatan 2021 untuk bergabung dalam kuliah iftitah Tahun Ajaran 2021/ 2022
Senin, 16 Agustus 2021
Pukul 09.30 wib - 12.00 wib
Via zoom
Meeting ID: 984 7728 1487
Password: UINRFP
Chanel Youtube: RAFA TELEVISI
Atau klik link:
http://uinrf.id/KuliahIftitah2021
Info lengkap kunjungi website
http://radenfatah.ac.id
21/05/2021
Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru
Tahun 2021
Silahkan klik link berikut:
http://pmb.radenfatah.ac.id
Atau datang langsung ke:
Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru
Gedung Pusat Administrasi (Rektorat)
Kampus B
Jl. Pangeran Ratu, 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30267
20/05/2021
Berita Rektor
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si. Lakukan Silaturahmi Dengan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru. Di Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Jln Kapten A.Rivai Palembang. (19/5)
Dalam Kesempatan ini Rektor UIN RF menyampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun Ke- 75 secara langsung kepada Gubernur Sumatera Selatan dan juga tentang penjadwalan ulang kedatangan Mentri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas ke Palembang khususnya dalam rangka peresmian gedung Kampus B di Jakabring.
Menurut Prof Nyayu Khodijah, Bahwa Pihaknya Civitas Akademika telah melakukan Re-Schedulle (Penjadwalan Ulang) tentang kegiatan Peresmian Gedung di Kampus B oleh Menteeri Agama RI. “insyaallah pak menteri akan datang ke Palembang pada tanggal 24 Mei 2021 (Minggu Depan), doa kan saja tidak ada suatu halangan lagi yaa. Ucapnya”
Masih menurut Rektor UIN RF, Beberapa agenda acara terkait kedatangan menteri agama RI, yakni “Monitoring pelaksanaan tes UMPTKIN, dan Peresmian gedung kampus B di Jakabaring (yang sempat tertunda), kemudian Peresmian Rumah Moderasi,” Jelasnya.
Lebih lanjut rektor menjelaskan dengan dibentuknya rumah moderasi diharapkan dapat menangkal munculnya paham radikalisme, intoleransi dan juga diharapkan bisa memberikan karakter kepada mahasiswa untuk dapat memahami sikap toleransi dan pemahaman miltikulturasi. (ARI)
https://radenfatah.ac.id/index.php/front/berita_detail/1713
20/05/2021
Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru
Tahun 2021
Silahkan klik link berikut:
http://pmb.radenfatah.ac.id
Atau datang langsung ke:
Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru
Gedung Pusat Administrasi (Rektorat) Kampus B
Jl. Pangeran Ratu, 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30267
Informasi PMB contac Person:
Dra.Elisma Harfiani,MM : (0813-6751-7000)
Kemas A. Rachman Panji S.Pd., M.Si : (0812-8477-7676)
Karimin.S.Pd.I : (081373365071)
Harizon : (081368253064)
Dadang, M.Pd.I : (081363713281)
Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Raden Fatah Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Raden Fatah Palembang
15/12/2020
Program Pascasarjana UIN RF
Link website : http://pps.radenfatah.ac.id/
Sejak dibukanya Program Pascasarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1982 dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1983, setiap tahun IAIN Raden Fatah mengirimkan dosen-dosennya untuk mengikuti program S2 dan S3 di dua lembaga tersebut. Setelah beberapa orang dosen menyelesaikan program S3 (Doktor) dan kembali bertugas di IAIN Raden Fatah, timbul keinginan dan gagasan pimpinan IAIN Raden Fatah untuk menata dan meningkatkan mutu penyelenggaraan akademik yang dapat meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan, sehingga memiliki daya saing yang tinggi dalam melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat.
Peningkatan mutu tersebut membutuhkan kuantitas dan kualitas dosen berpendidikan S2 dan S3 yang cukup. Diyakini bahwa hal ini dapat dilakukan apabila IAIN Raden Fatah membuka program pendidikan S2, untuk membuka kesempatan yang luas bagi dosen-dosen dan alumni untuk meningkatkan kualifikasi kesarjanaan mereka. Gagasan ini diagendakan dalam sidang Senat IAIN Raden Fatah pada tahun 1996 dan disetujui serta didukung sepenuhnya oleh para anggota senat. Melalui sidang tersebut Senat Institut menugaskan Rektor untuk menyusun proposal pendirian Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah.
Pada Temu alumni S3 Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah dan Peringatan 70 tahun Prof. Dr. Harun Nasution (Direktur Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah) pada tahun 1996, Harun Nasution dalam sambutannya menyatakan bahwa IAIN Raden Fatah telah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan program S2. Kemudian pada kesempatan lain, Prof. Dr. Jalaluddin dan Dr. J. Suyuthi Pulungan, M.A,. mengadakan konsultasi dengan Prof. Dr. Harun Nasution. Dalam konsultasi tersebut, ia mengulangi pernyataannya bahwa IAIN Raden Fatah sudah boleh membuka program S.2 dan menyarankan agar segera diusulkan, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama program tersebut sudah berjalan. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk turut memperjuangkan usulan tersebut.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Prof. Dr. Jalaluddin sebagai pembantu Rektor I meminta Dr. J. Suyuthi Pulungan menyusun proposal Pendirian Program Pascasarjana S2. Setelah Proposal yang disusun dikoreksi dan disempurnakan oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin, pada tahun 1997 dikirimkan ke Departemen Agama bersamaan dengan proposal pembukaan Fakultas Adab dan Fakultas Dakwah. Usul pembukaan S2 tidak mendapat jawaban dari pihak Departemen Agama dan karena berbagai kendala, IAIN Raden Fatah juga mendiamkannya.
Pada tahun 1999 setelah Prof. Dr. H. Jalaluddin terpilih menjadi Rektor menggantikan Drs. H. Moh. Said, M.A,. keinginan membuka program S2 dimunculkan kembali. Untuk itu, ia meminta Dr. J. Suyuthi Pulungan, M.A,. agar menyempurnakan proposal yang sudah ada dan menyesuaikannya dengan buku “Pedoman Penyusunan Portofolio Program Studi Pascasarjana Tahun 1998”. Kemudian tahun 1999 proposal tersebut dikirimkan kembali ke Departemen Agama. Pihak Departemen Agama menginformasikan agar proposal tersebut dilengkapi lagi, seperti susunan panitia pembukaan, rencana personil pengelola dan rekomendasi gubernur serta MOU kerjasama dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI).
Untuk memantapkan penyempurnaan proposal tersebut, dibentuk panitia persiapan pembukaan program pascasarjana S2 Magister Agama oleh Rektor IAIN Raden Fatah melalui Keputusan Rektor nomor XCVI tahun 1999 tanggal 09 November 1999 yang dipimpin oleh Dr. J. Suyuthi Pulungan, MA sebagai Ketua dan Drs. M. Sirozi, M.A. Ph.D,. sebagai Sekretaris. Panitia tersebut diberi tugas utama untuk menyempurnakan proposal yang telah ada.
Dalam rangka pelaksanaan tugas tersebut maka panitia melakukan beberapa kegiatan. Pertama, survey calon mahasiswa, survey pengguna lulusan, dan survey tanggapan para pakar tentang rencana pembukaan program S2. Survey dikelola oleh Drs. Ahmad Zainal (Kepala Pusat Penelitian) dan Drs. Zulkifli, MA (Dekan Fakultas Adab). Kedua, melaksanakan Serasehan dengan mengundang para pakar dan praktisi pada tanggal 6 Desember 1999. Ketiga, mengupayakan rekomendasi dukungan dari berbagai instansi, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Selatan dan Wali Kotamadya Palembang. Keempat, mengupayakan kerjasama dengan UNSRI yang diwujudkan dalam bentuk MOU. Kelima, pengadaan buku perpustakaan. Semua kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka melengkapi/menyempurnakan proposal.
Kemudian untuk memperkuat bagian alasan pembukaan program pada proposal dilakukan penajaman yang meliputi kebutuhan akan tenaga pengajar berkualifikasi pascasarjana, antisipasi kebutuhan SDM yang berkualitas di daerah pada era otonomisasi, mendukung misi IAIN Raden Fatah, yaitu menjadikannya sebagai research university dan centre for excelence dalam ilmu-ilmu keislaman untuk Sumatera Selatan khususnya dan besarnya minat para dosen dan alumni di wilayah ini untuk studi pasca S1. Semua aspek penajaman alasan tersebut dilengkapi dengan data pendukung hasil survei.
Atas kerjasama dan dukungan yang baik dari semua personil panitia, penyempurnaan proposal dapat diselesaikan sesuai rencana. Kemudian proposal tersebut dikirim ke Departemen Agama melalui surat Rektor Nomor IN/4/1.2/KP.07.6/111/2000 tanggal 27 Januari 2000. Pihak Departemen Agama dalam hal ini Dirjen Binbaga Islam menjawab, agar proposal dipresentasikan di depan Tim Guru Besar Departemen Agama. Presentasi dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2000. Tim presentasi IAIN Raden Fatah berjumlah 7 orang yaitu semua dosen yang berkualifikasi doktor yakni: Prof. Dr. Jalaluddin,. Prof. Dr. Wardini Ahmad,. Dr. J. Suyuthi Pulungan, M.A,. Dr. Aflatun Muchtar, M.A,. Dr. Cholidi Zainuddin dan Drs. M. Sirozi, M.., Ph.D,. Juga hadir mantan Rektor IAIN Raden Fatah yaitu Drs. Moh. Said, M.A. Dalam acara presentasi tersebut Tim Guru Besar Departemen Agama menyarankan agar proposal disempurnakan.
Pada proses selanjutnya, pada tanggal 10 Juli 2000 Tim Guru Besar Departemen Agama bertemu kembali dengan Rektor bersama ketua dan sekretaris panitia di Departemen Agama untuk mendiskusikan proposal yang sudah disempurnakan tersebut. Sebagai follow up dari pertemuan tersebut maka pada tanggal 2-3 Agustus 2000 Departemen Agama mengirimkan Tim Visitasi yang terdiri dari Prof. Dr. Mastuhu, M.Ed., Prof. Dr. Yuhara Sukra dan Dr. Muharam Marzuki ke IAIN Raden Fatah. Misi utama tim tersebut adalah untuk mencocokkan data dan informasi yang tercantum dalam proposal dengan kenyataan di lapangan.
Mengacu pada hasil visitasi, melalui laporan tertanggal 3 Agustus 2000, tim menyetujui IAIN Raden Fatah membuka Program Pascasarjana S2 mulai tahun 2000. Tim menilai bahwa dari segi tenaga dosen, prasarana dan sarana belajar mengajar serta buku-buku perpustakaan serta SDM pengelola IAIN Raden Fatah sudah siap. Tim juga menyetujui usul program studi yang akan diselenggarakan, yaitu program studi Ilmu Pendidikan Islam dengan tiga konsentrasi keahlian meliputi Pemikiran, Metodologi dan Manajemen. Tim juga merekomendasikan kepada Dirjen Binbaga Departemen Agama agar segera mengeluarkan izin pembukaan PPs IAIN Raden Fatah. Untuk menyikapi hasil penilaian dan saran tim visitasi tersebut, Rektor IAIN Raden Fatah melaksanakan sidang Senat IAIN pada tanggal 16 Agustus 2000 untuk memilih calon Direktur PPs IAIN Raden Fatah. Dalam sidang tersebut secara aklamasi disetujui bahwa M. Sirozi, Ph.D,. sebagai calon Direktur PPs IAIN Raden Fatah. Pemantapan tahap akhir tentang izin pembukaan PPs IAIN Raden Fatah dilakukan dalam pertemuan calon direktur dengan Dirjen Binbaga Islam, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam bersama staf di Departemen pada tanggal 25 Agustus 2000. Dalam pertemuan tersebut dinyatakan bahwa Departemen Agama akan segera mengeluarkan izin pembukaan PPs IAIN Raden Fatah pada tahun 2000.
Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan keluarnya Surat Keputusan Dirjen Binbaga Islam nomor: E/175/2000 tentang Penyelenggaraan Program Pascasarjana Magister Agama (S2) IAIN Raden Fatah. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, maka dilakukan penerimaan mahasiswa perdana melalui kegiatan pendaftaran calon mahasiswa baru pada tanggal 1 s.d 16 September 2000, seleksi peserta pada tanggal 20-21 September 20-21 September 2000. Selanjutnya peresmian pendirian PPs IAIN Raden Fatah diawali dengan kegiatan perdana dalam bentuk acara kuliah iftitah yang disampaikan oleh Bapak Dr. Husni Rahim yang pada saat itu menjabat sebagai Dirjen Binbaga Islam. Kegiatan kuliah iftitah ini dilaksanakan tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2000 dan dihadiri oleh 26 orang mahasiswa baru PPs UIN Raden Fatah.
Pada perkembangan berikutnya, setelah memasuki tahun ketiga, yakni tahun akademik 2003-2004 dan Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah mulai meluluskan sarjana magister, ditambah dengan semakin meningkatnya keinginan dosen-dosen IAIN Raden Fatah sendiri untuk meneruskan kuliah ke jenjang S2, terutama bagi para dosen yang berlatar belakang non kependidikan, maka mulai periode Juni 2003 Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah menambah dua program studi baru yaitu, Program Studi Hukum Islam dengan konsentrasi Hukum Tata Negara, Ekonomi Syari’ah dan Peradilan Agama dengan SK Dirjen Pendis Nomor: DJ.II/176/2004 tanggal 18 Juni 2004. Sedangkan Program Studi Sejarah Peradaban Islam dengan konsentrasi Islam Indonesia, Tafsir Hadis, dan Politik Islam berdasarkan SK Nomor DJ.II/382/2004 tanggal 21 Oktober 2004.
Pada tahun 2013, melalui SK Dirjen Pendis Nomor: 2255, tanggal 19 Agustus Tahun 2013, program studi (S2) pada Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah mengalami perubahan terdiri dari: Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir, Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Program Studi Hukum Tata Negara dan Program Studi Ekonomi Syariah. Semula hanya terdiri dari tiga program studi yaitu Ilmu Pendidikan Islam (IPI), Hukum Islam (HI) dan Sejarah Peradaban Islam (SPI). Dengan memperluas program studi dan konsentrasi baru tersebut menambah kajian keislaman dalam rangka merespon kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
Pascasarjana – UIN Raden Fatah Palembang Pimpinan dan Staf PascasarjanaUIN Raden Fatah PalembangYudisium XII Program Pascasarjana UINRF PalembangHumas-UINRF,-- Program Pascasarjana (PPs) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UINRF) Palembang hari ini Laksanakan Yudisium XII Program Doktor (S3) di gedung Aula PPs,Prosesi Yudisium dibuka ole...
15/12/2020
HUMAS-UINRF, ______
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.A. Hari ini melantik 13 pejabat baru untuk mengisi jabatan Wakil Rektor (Warek 1, 2, 3), Para Dekan, dan Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang (Jumat, 7/8). Pelantikan dilaksanakan di Gedung Rektorat Lt.III UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam Sambutannya Prof. Nyayu Khodijah menyampaikan bahwa pekerjaan kita 4 tahun ke depan tidaklah mudah. Ibu bapak yang dilantik karena dipercaya dapat mengemban amanah ini berdasarkan tiga kriteria, yaitu kualitas, loyalitas, dan berintegritas. Kualitas diukur dari kompetensi yang dimiliki meski saya yakin tetap saja punya kelemahan karena tidak ada manusia yang sempurna. Loyalitas dilihat dari kesetiaan pada lembaga, bukan pada orang per orang atau kelompok. Berintegritas diukur dari ketaatan pada norma-norma yang berlaku.
“Sebagai langkah awal, kita akan memulai pekerjaan kita dengan melakukan pemetaan terhadap berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini. Salah satu tugas besar kita berkaitan dengan akreditasi dan rangking universitas”.
Saat ini masih sedikit program studi kita yang terakreditasi A (kurang dari 20%), dan masih ada program studi yang baru terakreditasi C. Harus dipetakan betul apa yang menjadi penyebabnya sehingga kemudian dapat dicarikan solusinya. Semua permasalahan yang ada harus kita urai sebelum kita menentukan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan.
Selanjutnya Rektor UIN Raden Fatah Palembang berpesan “Kepada ibu/bapak yang baru saja dilantik, Mari kita menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk UIN Raden Fatah yang lebih baik lagi. Perlu kita sadari bersama bahwa jabatan ini adalah sebuah amanah, dan amanah ini akan kita pertanggungjawabkan dari dunia sampai nanti di akhirat. Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT. Amin YRA.”
Tampak hadir dalam Acara Pelantikan Kepala Biro AUPK dan Kabiro AAKK, Kabag dan Kasub dan Staf Bagian Kepegawai, Bagian Kerjasama, Kelembagaan dan Humas (KKH), serta Bagian Umum.
Berikut Nama-nama yang dilantik untuk masa bakti 2020-2024, berdasarkan SK Rektor No. B-941/Un.09/1.2/Kp.07.6/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020.
1. Dr. Muhammad Adil, M.A. sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan
2. Dr. Abdul Hadi, M.Ag. sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan.
3. Dr. Hj. Hamidah, M.Ag. sebagai Wakil Rekotr III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
4. Prof. H. Duski Ibrahim, M.Ag. sebagai Direktur Pascasarjana UIN Rafah Palembang.
5. Dr. Marsaid, M.A. sebagai Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH)
6. Prof. Dr. Abdullah, M.Ed. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FIKTK)
7. Prof. Dr. Izomiddin, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
8. Dr. Zuhdiyah, M.Ag. sebagai Dekan Fakultas Psikologi Islam (FSI)
9. Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI
10. Dr. Endang Rochmiatun, S.Ag., M.Hum. sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM)
11. Dr. Achmad Sayarifuddin, S.Ag., M.Ag. sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)
12. Dr. Heri Junaidi, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
13. Dr. Munir, M.Ag., sebagai Dekan Fakultas Sains dan Tekhnologi.
(ARI) ------------------
15/12/2020
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan mengukir sejarah. Untuk pertama kali kampus itu dipimpin rektor perempuan. Sang rektor tersebut yakni Profesor Nyayu Khodijah. Nyayu dilantik Menteri Agama Fachrul Razi di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Selain Nyayu, turut dilantik p**a Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Marjoni Imamora, dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kunturan Singaraja, I Gede Suwindia.
Fachrul mengatakan, pimpinan perguruan tinggi yang baru dilantik dipilih bukan karena kenal dengan menteri maupun wakil menteri agama. Ketiganya dipilih karena panitia seleksi menilai layak. "Laksanakan tugas dengan baik, dan mengemban amanah sebaik-baiknya. Seleksi pimpinan PTKN bebas dari intervensi dan gratifikasi," kata Menag, melalui keterangan tertulis.
Hadir dalam pelantikan ini Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Plt Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, staf khusus Menteri Agama, serta sejumlah pejabat II Kemenag.
Terpilihnya Nyayu sebagai rektor periode 2020-2024 menjadi catatan sejarah bagi UIN Raden Fatah. Dia perempuan pertama yang menakhodai universitas Islam terkemuka di Sumsel ini.
"Beliau tercatat sebagai rektor perempuan UIN pertama di sini (Palembang), kalau Se-indonesia beliau rektor perempuan kedua setelah Prof Amany di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," kata pejabat Humas UIN Raden Fatah, Elis.
Nyayu menjadi rektor ke-13 UIN Raden Fatah. Guru Besar Fakultas Tarbiyah ini menggantikan posisi rektor sebelumnya, Sirozi.
Dalam pemilihan rektor yang mulai digelar sejak Januari 2020, Nyayu bersaing dengan empat guru besar lainnya, yakni Abdullah Idi, Izomiddin, Muhajirin, dan calon petahana yakni Sirozi. Kelimanya telah memaparkan pengalaman akademisi, visi, dan misi terkait masa depan UIN Raden Fatah Palembang di depan 32 anggota senat secara tertutup. Namun Nyayu yang akhirnya berhasil terpilih.
Mantan Rektor UIN Raden Fatah Sirozi menyampaikan selamat atas terpilihnya Nyayu. Dia berharap, semakin banyak prestasi ditorehkan UIN Raden Fatah di bawah kepemimpinan rektor baru. "Semoga rektor yang baru senantiasa diberi ide, inspirasi dan hidaya serta kekuatan lahir maupun batin untuk memimpin UIN Raden Fatah ke depan," kata Sirozi.
Humas UINRF ----
15/12/2020
Info Akreditasi Kampus dan beberapa program studi link https://radenfatah.ac.id/