Madi petualang

Madi petualang

Share

wahai manusia,,penting bagi kita semua mengenal sejarah para bani nabi allah terdahulu,,,berikanlah informasi anda agar dapat berguna bagi orang lain,,

30/10/2017

CHOI SUKBIN ( TUKANG CUCI BAJU YANG MELAHIRKAN PUTRA MAHKOTA JOSEON)

Selir Kerajaan Suk dari wangsa Haeju Choe (Hangul: 숙빈최씨; Hanja: 淑嬪崔氏) (17 Desember 1670 - 9 April 1718) merupakan salah seorang selir Raja Sukjong dari Joseon yang terkenal. Selir Suk dilahirkan pada tahun 1670 pada hari keenam bulan lunar kesebelas pada tahun kesebelas dimasa pemerintahan Hyeonjong dari Joseon. Ia merupakan putri Choe Hyo-won dan Nyonya Hong dari Namyang (1639–1673).[1] (Hangul: 최효원; Hanja: 崔孝元; 1638–1672) Ia memiliki seorang kakak laki-laki, Choe Dong-hu (Hangul: 최후; Hanja: 崔垕), yang menikah dengan Nyonya An dari Sunheung, dan seorang kakak perempuan yang menikah dengan Seo Jeon (Hangul: 서전; Hanja: 徐專).

Ia memasuki istana pada usia 7 tahun dan dimasukkan ke dalam "Cheonmin" yang merupakan kelas terendah di masa Dinasti Joseon. Bagaimana ia dan sang Raja bertemu untuk pertama kalinya tidak diketahui, namun menurut versi terpercaya bahwa ia adalah seorang "Musuri", artinya seorang pelayan cuci atau budak istana, ,[2] ketika Ratu Inhyeon dipecat dan diasingkan, dan Selir Jang Hui-bin telah menjadi ratu. Pada suatu malam, Choe Suk-Bin berdoa untuk keselamatan Inhyeon ketika Raja Sukjong dari Joseon, yang baru saja kembali ke istana dari sebuah perjalanan tidak sengaja mendengar dan terharu dengan kata-katanya di dalam doa. Sebuah buku 수문록 yang ditulis oleh Yi Mun Jeong (1656-1726) [3] menjelaskan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan Jang Hui-bin dieksekusi. Penulis yang hidup dimasa pemerintahan Sukjong mencatat pertemuan mereka terjadi sebagai berikut:

"Suatu malam Raja Sukjong tidak dapat tidur karena menderita insomnia memutuskan untuk keluar. Ketika kembali ke istana dan melewati kamar-kamar pelayan, ia tiba-tiba mendengar sebuah isakan tangis dari sebuah kamar kecil. Karena merasa penasaran, ia mengintip kedalam kamar tersebut dan terkejut ketika melihat di dalam kamar yang rapi dan bersih itu terdapat sebuah meja sembahyang. Ia kemudian melihat seorang pelayan istana muda Musuri yang berpakaian seragam sedang meratap di depan meja sembahyang tersebut. Meja sembahyang itu dibuat untuk mantan Ratu Inhyeon. Raja terkejut karena Inhyeon telah dipecat. Musuri itu membuat meja sembahyang karena Ratu Inhyeon telah mengorbankan dirinya sendiri demi raja. Namun karena takut pada Ratu Jang Hui Bin, tidak ada seorangpun yang berani mengenang Ratu Inhyeon. Raja menjadi kagum atas keberaniannya yang bahkan dibawah situasi berbahaya ada seseorang yang berani mengambil risiko kematian untuk menghormati dan mendoakan keselamatan Ratu Inhyeon, dan ia berbacara kepadanya. Musuri (yang kemudian menjadi Choe Suk-bin) mendengar suaranya, menoleh dan terperanjat melihat sang Raja. Mengenalinya ia kemudian berlutut dan Raja meminta penjelasannya. Musuri itu kemudian menjawab dengan terbata-bata, “Chon Na, hamba bekerja sebagai pelayan Ratu Inhyeon ketika dia masih menjadi Ratu. Hari ini adalah hari ulang tahun dia dan hamba tidak dapat melupakan kebaikan dia dan memutuskan untuk mendoakannya. Hamba pantas mati.” Begitu mendengar jawaban yang polos itu, Raja menjadi tercengang. Yang lainnya pada situasi yang seperti ini akan mencari aman dan tidak akan ambil risiko yang membahayakan. Namun Musuri ini bersedia untuk mengambil risiko yang mematikan untuk menghormati bekas ratunya. Melihat gadis muda yang terpuji dan berbudi luhur itu raja menjadi terharu yang kemudian memindahkan Musuri ke dalam kamarnya. Perasaanya berubah dari simpati menjadi s**a dan kemudian cinta, ia menghabiskan banyak malam dengannya. Seiiring waktu, Musuri ini kemudian dikenal sebagai Choe Suk-Bin".

Dis**ai oleh Raja, pada bulan lunar keempat pada tahun kesembilan belas pemerintahan Raja Sukjong (1693), ia menjadi selir Sukjong dengan ranking Suk-won, setelah melahirkan seorang pangeran yang mati muda. Pada tahun 1694, dikedua puluh tahun masa pemerintahan Sukjong, ia dinaikkan rankingnya menjadi Suk-ui (Selir Kerajaan ranking 2) setelah melahirkan seorang putra, Pangeran Yeoning. Tahun 1695, ia dinaikkan kembali rankingnya menjadi Gwi-in. Pada tahun 1698, ia melahirkan seorang putra yang mati lahir. Pada tahun 1699, ia kembali dinaikkan rankingnya menjadi Bin (ranking 1 Selir Kerajaan), dengat tambahan Suk, yang berarti (淑) "murni."

Nyonya Choe terang-terangan mendukung Ratu Inhyeon dan menentang Jang Hui-bin, yang dikenang sejarah sebagai seorang wanita berhati kejam.[4] Pada tahun 1693, Raja dihasut oleh Jang Hui-bin dan faksi selatan. Pada tahun 1694, Raja Sukjong membawa kembali Ratu Inhyeon dan menurunkan ranking Jang ke Hui-bin. Pada tahun 1701, Ratu Inhyeon meninggal secara misterius; beberapa sejarawan percaya ia diracuni namun tidak ada bukti. Menurut salah satu versi, Sukjong menemukan Jang Hui-bin di dalam kamarnya dengan seorang dukun Korea, yang bers**aria atas kematian Ratu dengan sihir hitam.[5][6] Interpretasi lain berdasarkan satu bagian yang samar-samar dari Joseon Wangjo Sillok menyatakan Choe Suk-bin yang memberitahu Raja bahwa ada seseorang yang menggunakan sihir untuk mencelakakan Ratu. Dibawah judul wasiat Ratu, dituliskan: "Oegan (外间) Kutipan--"Choe Suk-bin dengan rahmatnya memberikan penghormatan kepada Ratu (Inhyeon) (追慕), dan menangis (痛哭) untuk seseorang yang tidak dapat memenangkan hati Raja, ia memberitahukan Raja sebuah rahasia." Hal ini dapat berarti bahwa Choe hanya menyampaikan kata-kata terakhir Ratu. Namun rumor di dalam istana bahwa Jang Hui-Bin telah menggunakan seorang dukun untuk mengutuk Ratu Inhyeon. Menurut Min chin-won, Ratu Inhyeon mengetahui rumor yang beredar itu, dan di dalam Joseon Wangjo Sillok yang dicatat pada tahun 1701, Min chin-won dan Min Chin-hu memberitahu Raja Sukjong tentang guna-guna Jang Hui-bin sesuai dengan permintaan ratu sebelum meninggal.[7]

Namun terlepas dari bagaimana Raja mengetahui hal tersebut dan memutuskan untuk menyelidiki dan menemukan kebenaran dibalik rumor ini. Ia mendapatkan Jang Hui-bin membangun sebuah altar di dalam kamarnya di mana stupa dengan nama Inhyeon ditemukan. Kemudian pelayannya mengaku bahwa mereka diperintahkan untuk menusukkan panah-panah ke potret Ratu Inhyeon sebanyak tiga kali sehari, dan juga mengubur binatang mati di taman istana Ratu.[8] Meskipun menerima banyak permohonan ampun dari faksi selatan, Raja Sukjong merasa sikapnya begitu jahat, dan pada tahun 1701 memerintahkan hukuman mati dengan racun Jang Hui-bin dan semua oknum yang terlibat. Setelah eksekusi dilaksanakan, Raja Sukjong mengeluarkan undang-undang yang melarang seorang selir dengan ranking "bin" menjadi Ratu.[9] Sebuah kesalahpahaman terjadi bahwa Choe Suk-bin adalah yang berikutnya akan menjadi Ratu, namun hal tersebut tidak berbasis. Selanjutnya yang menjadi Ratu adalah Selir Kerajaan Yeong dari wangsa Kim (영빈 김씨). Selain selir lainnya, Selir Kerajaan Myeong dari wangsa Miryang Park (명빈 박씨), putri bangsawan (Yangban), melahirkan seorang pangeran pada tahun 1699 dan diduga lebih pantas mendapatkan gelar Ratu setelah Selir Kerajaan Yeong dari wangsa Kim, status rendah Choe Suk-bin sebagai seorang Musuri menjadi halangan baginya untuk menjadi ratu dikarenakan masyarakat Konghucu diperintah oleh sistem kelas. Kita dapat dengan jelas melihat hal ini pada kehidupan Raja Yeongjo (putra Choe Suk-bin) yang diancam di awal pemerintahannya sebagian karena kelas ibundanya yang rendah. Kemudian ketika pemerintahannya mapan, ia menganggap hal itu sebagai penghinaan pribadi jika latar belakang ibundanya sebagai budak disinggung.[10]

Satu-satunya putranya yang selamat adalah Pangeran Yeoning (Yi Geum, kemudian menjadi Raja Yeongjo dari Joseon), yang dikenal sebagai anak ajaib dan menjadi salah satu raja terhebat di Joseon.[11] Raja Sukjong sangat bangga akan putranya dengan Nyonya Choe dan memanjakannya dengan kemewahan. Namun karena Yeongjo dilahirkan dari seorang selir yang berkelas rendah, semua pejabat yang lahir di rumah yang diberkati dan memiliki istri yang mulia mempertahankan pandangan merendahkan dari pangeran dan ibundanya, dan dengan cepat mengajarkan Sukjong tentang hemat dan rendah hati; namun Raja mengabaikannya.[12] Pada tahun 1704, Raja merayakan pesta pernikahan Pangeran Yeoning besar-besaran dan mewah, namun sekali lagi beberapa menteri mengeluh akan sikap pilih kasih raja yang berlebihan kepada pangeran. Kemudian pada tahun yang sama, Raja memberikan rumah musim dingin, Istana Ihyeon (di mana Sukjong menghabiskan masa mudanya disana), sebagai hadiah untuk Choe Suk-bin.

Meskipun Yeongjo dimasa dewasanya sangat peka akan asal usul ibundanya, namun ia sangat menyayanginya. Hormatnya kepada biundanya tak terbatas dan ia menulis banyak puisi dan menyatakan di dalam salah satunya, "Ayahandaku memberi kehidupan, ibundaku menyuapi, membimbing, melahirkan, membesarkan, menjaga dan selalu membantuku pada setiap kesempatan. Perbuatan baik dia akan selalu kubutuhkan".[13] Yeongjo berjuang di istana untuk menempatkan ibundanya Choe Suk-bin diakui sebagai ibu negara, namun ia hanya dianggap sebagai selir atau ibunda dari raja-raja dan diakui sebagai “ibunda pribadi raja”. Namun Yeongjo ingin mengubahnya sebagai "ibu bangsa”; namun, para pejabat menentang hal tersebut karena itu berarti para menteri dan pejabat diharuskan untuk menghormatinya dan memberikan Raja hak untuk mengunjungi makamnya sesering mungkin sebagai bagian dari perayaan-perayaan resmi kerajaan.

Pada saat ia memperjuangkan masalah ini, terdapat dua catatan yang menarik tentang perasaannya atas situasi tersebut. Pada tahun 1739, sehari sebelum kunjungan ke makam Choe Suk-bin yang dijadwalkan, oknum-oknum yang tidak puas dengan protokol-protokol yang telah disusun, ia dikecam oleh dua pejabat yang bertanggung jawab untuk mereka. Sillok menjelaskan, “Raja menghormati ibundanya [Suk-bin Choe], namun ia menduga bahwa para pejabat tidak bersedia memenuhi keinginannya. Dengan demikian, pada setiap kesempatan sebuah bentrokan tiba-tiba terjadi yang diikuti dengan deklamasi kerajaan yang menyedihkan.” Pada kesempatan lainnya, Raja meninggalkan makam untuk Istana. Ketika akan menaiki tandu, ia malah memanggil Menteri Urusan Negara, Kim Songung. Dengan terisak-isak ia berkata, ”Sejak tahun 1737, ini adalah untuk pertama kalinya aku datang untuk menghormati ibundaku. Pada tahun-tahun sebelumnya, perasaanku selalu dipenuhi dengan kesedihan. Ketika anak-anak jatuh mereka otomatis akan memanggil ibu mereka. Ini adalah sifat manusia. Pada saat ramalan, jika tidak ada orang yang menawarkan bumi, bagaimana bisa ada ramalan itu? Aku telah mengirimkan perintah [untuk menjadikan ibunda kandungnya sebagai ibu negara], namun pejabat yang berwenang telah mengabaikan perintah itu. Benar, penguasa tidak diizinkan untuk melibatkan perasaan pribadi, namun juga tidak benar kehilangan kepercayaan [pada para pejabatnya]. Para sarjana elit saat ini terlalu berhati dingin. Mereka juga memiliki orangtua. Mereka tidak jatuh dari Surga atau muncul tiba-tiba dari tanah."[14] Pada akhirnya, ia mendapatkan apa yang diinginkannya dan Choe Suk-bin dilantik sebagai ibu publik Yeongjo.

Pada tahun 1699-1702, Selir Kerajaan Suk-bin dari wangsa Choe adalah dermawan utama dari Kuil Gakhwangjeon di Hwaeomsa.

Pada tahun 1703, Ratu Inwon mengadopsi Pangeran Yeoning Geum dan menyayanginya seperti anaknya sendiri.[15]

Paada tahun 1704, Sillok Joseon menyatakan bahwa pernikahan Yeoning Geum, Raja memerintahkan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang sangat mahal. Para bangsawan mengeluh tentang mahalnya biaya pernikahan tersebut (karena ia bukan Putra Mahkota, namun hanya putra dari seorang selir)[16]

Pada tahun 1704, Sillok Joseon menyatakan bahwa Sukjong menghadiahkan Choe Suk-bin Istana Inhyeon, yang kemudian diberikan kepada putranya untuk mewujudkan pernikahannya pada tahun 1711.[17] Konon bangunan tersebut merupakan sebuah bangunan yang besar dan luas yang terletak di Seoul.

Pada tahun 1711, ketika Ratu Inwon terkena Variola, Choe memerintahkan Gungnyeo untuk keluar dari istana dan mencari solusi di antara rakyat jelata untuk menyelamatkan ratu, yang pada akhirnya terselamatkan.

Pada tahun 1716, Choe Suk-bin dikeluarkan dari istana karena sakit. Kemudian pada tahun yang sama, Sukjong menerima pesan dari Yeoning Geum yang memberitahu bahwa kesehatan ibundanya memburuk dan meminta lebih banyak bantuan medis.[18]

Pada tahun 1717, Sukjong mengundurkan diri dari politik dan memperbolehkan putranya, Putra Mahkota, untuk mengambil alih sebagian urusan pemerintahan.[19]

Pada tahun 1718, Selir Kerajaan Choe Suk-bin meninggal pada usia 49 tahun di Istana Ihyeon.[20][21] Pada tahun yang sama, Sukjong mengumumkan Putra Mahkota Gyeongjong sebagai pemangku takhta kerajaan, yang memerintah menggantikannya.

Di dalam papan memorialnya (yang terdapat di Soryeongwon, makamnya),[22] dibawah deskripsi karakternya bertuliskan: "Disposisi dan statusnya benar-benar tak terpisahkan. Tidak pernah pandang rendah. Ia menghormati dan selalu menunggu Ratu Inhyeon dan kemudian Ratu Inwon. Kebijaksanaan dan kecerdasannya bersinar ketika berinteraksi dengan orang lain. Ia menjalani tugas dan protokolnya dengan baik. Ia tidak pernah berselisih di dalam istana. Ia menghabiskan hari-harinya dengan damai dan harmonis." Ia dimakamkan di Soryeongwon (昭寧園), Paju, yang ditunjuk sebagai situs sejarah no. 358 (alamat: 267 Yeongjang-ri, Gwangtan-myeon, Paju, Gyeonggi).

Sukjong meninggal pada tahun 1720, seharusnya setelah memerintahkan Yi Yi-myoung untuk menunjuk Pangeran Yeoning sebagai ahli waris Gyeongjong.

Ketika putranya menjadi raja, Yeongjo membangun sebuah Jesil untuk berduka atas kepergiannya di dekat makamnya sebagai ungkapan bakti yang mendalam. Selain membangun rumah tablet di empat tempat di sekitar makamnya, ia juga mendirikan batu nisan yang isinya dituliskan olehnya di dalam memorialnya. Tablet memorialnya diabadikan di Sukbinmyo, yang kemudian disebut Yuksangmyo ("kuil"), dan Chilgung (situs sejarah no. 149), sebuah tempat yang menyimpan tablet leluhur tujuh selir kerajaan, yang semuanya merupakan ibunda raja-raja yang tidak pernah mendapatkan status Ratu.

Choe diberikan status anumerta "Nyonya Hwagyeong, Selir Kerajaan Suk dari Wangsa Choe" (Hangul: 화경숙빈최씨; Hanja: 和瓊淑嬪崔氏). Ia dinaikkan status anumertanya menjadi Hwa-gyong ("penghargaan harmonis") pada tahun 1753, dan kemudian dinaikkan statusnya menjadi Hwi-dok ("kebajikan yang megah") dan An-sun ("kemurnian yang tenang").

27/10/2017

[History] Sejarah Asal Mula Ajaran Pemuja Setan (SATANIC)
6 Agustus 2011 pukul 15:24

Satanisme secara singkat dapat diartikan sebagai penyembahan setan dan menjadikannya sebagai Tuhan. Gerakan sesat ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang oleh agama dianggap berdosa. Satanisme juga menerima setan, lambang kejahatan, sebagai pemimpin dan pembimbing.



Kaum Satanis, yakni para pengikut ajaran satanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini.

Di antara abad ke-14 dan ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, Satanisme diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari keyakinan dan agama lain. Penyembahan setan terus berlanjut sejak abad ke-19, mula-mula sebagai Satanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang merupakan pecahannya.

Upacara kejam yang dilakukan oleh tukang sihir dan orang-orang tak bertuhan, pengorbanan anak dan orang dewasa kepada setan, perayaan Misa Hitam dan upacara Satanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-diam secara turun temurun. Lambang Satanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan. Para ahli sejarah yang menelusuri asal-usul sosok berkepala kambing ini telah menemukan beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Satanis.



Lambang Satanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran. Yang menarik, ada dua perkumpulan rahasia lainnya di samping para Satanis yang menggunakan Baphomet dan pentagram sebagai lambang. Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem (Knight Templars), yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311.



Perkumpulan lainnya adalah perkumpulan Mason yang telah bertahun-tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan upacaranya yang aneh. Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan Mason.



Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja, perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya berubah menjadi paham Mason. Yang pasti tentang Freemasonry adalah perkumpulan ini bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi, dengan anggota di seluruh pelosok dunia.



Uraian yang diberikan para ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-cara penyembahan setan. Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan adalah bahwa banyak pengikut Satanisme yang kemudian menjadi anggota Organisasi Masonic.



Kini, para Satanis telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Satanis bergiat di setiap negara untuk menyebarkan ajarannya dengan gigih dalam buku-buku, terbitan berkala, dan terutama di Internet dalam usaha mereka menarik anggota.



Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Satanis menampilkan Citra yang sama. Cara berpakaian, tata cara penyembahan, kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan ciri lainnya menunjukkan bahwa Satanisme bukanlah gerakan biasa yang dipenuhi para penganggur, melainkan sebuah Organisasi yang sengaja bersandar pada landasan pemikiran.



Satanisme dan Materialisme

Pada dasarnya aliran Satanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik. AliranTeistik atau biasa disebut juga Satanisme Tradisional adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai Dewa.



Sedangkan aliran Atheistik adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak menganggap adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah, melainkan mereka menggunakan "Setan" sebagai simbol pada diri manusia, sebagai simbol keduniawian dan keserakahan atau dengan kata lain mereka dapat dikatakan menyembah diri mereka sendiri. Salah satu Aliran Satanisme Atheistik yang terkenal adalah Gereja Setan (the Church of Satan) yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey (Anton LaVey), karena namanya aliran ini disebut dengan aliran LaVeyan.



Suatu ciri kaum Satanis masa kini adalah mereka semua atheis (tidak mengakui Tuhan). Mereka juga sekaligus kaum materialis, artinya mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka. Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum Satanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata.



Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum Satanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka. Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pengantar Setanisme” yang diterbitkan Gereja Setan, dinyatakan bahwa para Satanis sebenarnya adalah Atheis.



Satanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan dan menganut paham tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan kita. Kaum Satanis tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri, atau makhluk gaib yang jahat. Satanisme bersifat Atheis, Otodeis: kami menyembah diri kami sendiri. Satanisme adalah materialis, Satanisme adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, “A Description of Satanisme”)



Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat ini, Satanisme menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah: Teori Evolusi Darwin.

Musik dan Film Satanisme. Satanisme muncul dalam banyak hal, salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces).



Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial 'The X-Files' mengandung Alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film.



Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah memopulerkan satanisme.



Dalam Musik ada banyak sekali contoh Musik yang berisi satanisme, contoh :



1. Lagu dari Ozzy Osbourne "Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar"

2. Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi Musik setan.

3. Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.

4. Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan Ambil jiwaku.

5. Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.

6. Tahun 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.

7. Marilyn Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.



Berikut 10 band penganut satanisme yang populer :

Di antara banyak band-band metal Saat ini, terdapat beberapa band-band yang merupakan band-band sesat yang memuja setan. Band-band tersebut menjual jiwanya untuk para setan demi keinginanya agar memperoleh ketenaran. Band yang beraliran Black Metal merupakan aliran metal yang paling banyak memiliki Band Metal-Satanis.



1. Acheron

Band yang berdiri pada tahun 1998, dan dibentuk oleh Pendeta Vincent Crowley di Tampa, Florida. Yang kemudian bergabung dengan Peter H. Gilmore, Magister Gereja Setan.



Dan untuk pertama kalinya, band ini merilis album yang berjudul "Messe Noir" pada tahun 1988. Album ini dibuat khusus sebagai edisi terbatas (7-inci) yang juga merupakan rekor dimensi sebuah album yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk membuat album ini benar-benar kental terhadap aliran satanis, Acheron membuat album ini dicopy hanya untuk 666 eksemplar.



Kemudian pada tahun 1991, band ini membuat tercengang dunia dengan menerbitkan album kedua mereka yang berjudul Rites of the Black Mass (1991). Pada album tersebut, setiap lagu-lagunya mengandung ayat-ayat yang ada pada injil hitam (Satanic Bible) serta digunakan intro bergaya Gothik dan gitar solo yang membuat lagu-lagu tersebut terkesan dari dunia "Kegelapan". Lagu-lagu mereka pun didasarkan atas filsafat "Satanis".



Album :

Messe Noir (1988), Rites of the Black Mass (1991), Alla Xul (1992), Satanic Victory (1992), Lex Talionis (1992), Anti-God, Anti-Christ (1996), Those Who Have Risen (1997), Necromanteion Communion (1998), Compendium Diablerie : The Demo Days (2001).



2. Angelcorpse

Merupakan band yang dibentuk pada tahun 1995 oleh Pete Helmkamp dan mantan band yang dikenal sebagai Orde dari Chaos. Angelcorpse berasal dari Kansas City, tapi mereka pindah ke Tampa Florida (yang merupakan daerah penganut Satanisme) di Amerika. Musik mereka bertemakan Anti-Kristus dan peperangan.



Pada tahun 1995 dan 2007 Band ini melakukan tur ke Eropa untuk mendukukng band-band beraliran satanisme yang ada. Hal lain yang berkaitan dengan band ini adalah Pete Helmkamp, personil band, menulis buku yang berjudul 'The Conqueror Manifesto.'



Menurutnya, hal-hal yang memandang bahwa "In the spirit of Crowley's" dan pandangan tentang "Antichrist" adalah merupakan kebenaran. Dalam bukunya tersebut Pete menuliskan upaya manusia agar bisa naik ke Quest terhadap Plateau dari Invincibility dan mencapai Godhood (Homodeus).



Album :

Goats to Azazael Demo (1995), Hammer of Gods (1996), Nuclear Hell (1997), Wolflust Single (1997), Exterminate (1998), Winds of Desecration (1999), The Inexorable (1999), Iron, Blood and Blasphemy (2000), Death Dragons of the Apocalypse (2002), Of Lucifer and Lightning (2007).



3. Cradle Of Filth

Band yang berasal dari Inggris dibentuk pada tahun 1992, dengan penyanyi utama Dani Filth. Merupakan Band yang sangat erat kaitanya dengan Sihir, Mitologi, dan hal-hal yang berbau Kotoran. Selain menyanyikan Alunan Musik Black Metal, aliran ini juga memainkan aliran Dark Metal dan Death Metal, Vampyric Metal, Satan Metal dan Symphonic Black Metal.



Aliran ini telah banyak berubah sejak awal mula dibentuk. Pada awalnya nuansa Death Metal begitu kelihatan, namun seiring dengan waktu berubah menjadi Black, dan yang terakhir Bernuansa Ghotic yang sangat terlihat pada lagu " Nymphetamine". Prestasi besar yang pernah diraih oleh band ini adalah merupakan band yang paling terkenal di Inggris setelah Iron Maiden.



Album :

The Principle of Evil Made Flesh (1994), Dusk... and Her Embrace (1996), Cruelty and the Beast (1998), Midian (2000), Damnation and a Day (2003), Nymphetamine (2004), Thornography (2006), Godspeed on the Devil's Thunder (2008).



4. Dimmu Borgir

Band Black Metal yang berasal dari Oslo, Norwegia, dibentuk pada tahun 1993. Dibentuk oleh Shagrath, Silenoz, dan Tjodalv. Band ini pertama kali menerbitkan album 'Inn i evighetens mørke' pada tahun 1994. Yang kemudian merampungkan seluruh Track pada album For All Tid (1994).



Band ini diketahui sering memainkan aliran Symphonic Black Metal, Black Metal, Ritual Black Metal, dan Deathy Metal. Tema-tema yang dibahas dalam lirik lagu-lagunya hampir sama dengan Cradle Of Filth, yaitu tentang pemujaan kepada Setan, Ritual, dan Peperangan.



Album :

For all tid (1994), Stormblåst (1996), Enthrone Darkness Triumphant (1997), Spiritual Black Dimensions (1999), Puritanical Euphoric Misanthropia (2001), Death Cult Armageddon (2003), Stormblåst MMV (2005) In Sorte Diaboli (2007).



5. Arch Goat

Band kelima merupakan band Black-Death Metal, yaitu Arch Goat yang dibentuk di Finlandia. Album Pertama mereka diluncurkan pada tahun 1992 yang berjudul "Jesus Spawn". Sebuah album yang di dalamnya penuh dengan hujatan-hujatan kepada Tuhan. Style dan gaya Band ini mirip dengan Angelcorpse, yaitu Anti Kristus serta banyak memainkan Filosophy Satanis. Band ini juga terkadang memainkan Musik Ritual.



Album :

Jesus Spawn (1992), Angelcunt (Tales of Desecration) (1993), Angelslaying Black Fu***ng Metal (2004), Live Black Mass (2005), W***e of Bethlehem (2006).



6. Blasphemy

Band Satanis keenam, adalah band Black Metal yang berasal dari Kanada, dibentuk di daerah Burnaby tahun 1984 bernama Blasphemy. Debut mereka yang pertama dalah "Blood upon the Altar" pada tahun 1989, merupakan album yang berisi Hujatan-hujatan kepada Tuhan.



Band ini juga pernah melakukan tur ke Jerman "F**k Christ". Dalam syair-syairnya, Band ini banyak menggunakan tema-tema yang berhubungan dengan paganisme, mitologis dan lirik-lirik Anti-Kristus.



Album :

Fallen Angel of Doom (1990), Gods of War (1993), Live Ritual - Friday the 13th (2002).

7. Behemoth

Band Black Metal yang berasal dari Polandia pada tahun 1991. Band ini memainkan Musik dengan tema-tema Satanis, dan Ritual, dan pemujaan kepada Berhala. Band ini juga memainkan aliran Musik Death Metal, ada juga yang menyebutnya sebagai Black Metal, Avantgrade Metal, Pagan Metal.



Namun aliran yang sebenarnya dari band ini masih diragukan, karena band ini lebih s**a tidak dilabelkan dalam genre apapun.



Album :

And the Forests Dream Eternally (EP) (1995), Sventevith (Storming Near the Baltic) (1995),Grom (1996), Bewitching the Pomerania (EP) (1997), Pandemonic Incantations (1998), Satanica (1999), Thelema.6 (2000), Antichristian Phenomenon (EP) (2001), Zos Kia Cultus (Here and Beyond) (2002), Conjuration (EP) (2003), Demigod (2004), Slaves Shall Serve (EP) (2005), The Apostasy (2007), Ezkaton (EP) (2008), Evangelion (2009).



8. Arch Enemy

Band Melodic Death Metal yang berasal dari Swedia. Band ini bernama Arch Enemy. Band ini merilis album pertamanya pada tahun 1996 berjudul "Black Earth". Style band ini sangat mengagumkan, setiap track pada albumnya penuh dengan Melodi Gitar yang digabung dengan suara vokalis cewe (Angela Gossow) ini membuatnya begitu berkesan.



Hal-hal yang dibahas dalam lagu-lagunya adalah hal-hal mengenai Kiamat, dan Anti-Kristus. Selain itu, pesonil band ini berasal dari para mantan Pemain band metal sebelumnya, seperti band Carcass, dan Yohanes Liva.



Album :

Black Earth (1996), Stigmata (1998), Burning Bridges (1999), Wages of Sin (2001), Anthems of Rebellion (2003), Doomsday Machine (2005), Rise of the Tyrant (2007).



9. Beherit

Band ini dibentuk di Finlandia pada tahun 1989. Band ini sendiri memiliki arti "setan" dalam bahasa Syria. Musik mereka bertemakan kebiadapan, Anti-Kristus, Neraka, dan penghujatan. Band ini terkenal karena gaya ambient yang dimainkan personilnya, band ini juga memainkan aliran Deathcore dan Black Metal.



Album :

The Oath of Black Blood (1991), Drawing Down the Moon (1993), Dawn of Satan's Millennium (1991), Werewolf, Semen and Blood (1998), Messe Des Morts (1994), Beast of Beherit - Complete Wor # # # (1999).

27/10/2017

Petrovna Helena Blavatsky

adalah seorang pendiri Teosofi dan Theosophical Society.[1] Orangtuanya Kolonel Peter von Hahn dari keluarga Hahn kuno von adalah sebuah keluarga bangsawan Jerman dari Basedow dan Helena Fadeyeva.[1] Adik Blavatsky yang bernama Vera Zhelikhovsky adalah seorang penulis okultisme.[1] Sepupu pertama Blavatsky adalah Sergei Witte seorang Menteri Rusia, dan kemudian menjadi Perdana Menteri pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II.[1] Dalam memoarnya, Count Witte mengingat pertemuannya dengan Helena.[1] Kakek dari ibu Blavatsky adalah Andrey Mikhailovich Fadeyev, Gubernur Saratov dan istrinya Putri Helene Dolgoruki, tokoh usia pencerahan Rusia.[1] Blavatsky tumbuh di tengah budaya yang kaya dalam spiritualitas dan mitologi tradisional Rusia, yang memperkenalkan ke dunia supranatural.[2] Meskipun tinggal di New York City, ia mendirikan Theosophical Society pada bulan September 1875 bersama dengan Henry Steel Olcott, William Quan Hakim.[2] Blavatsky menulis bahwa semua agama sama-sama benar dalam ajaran batin mereka.[2] Tulisannya menghubungkan pengetahuan spiritual esoteris dengan ilmu pengetahuan baru yang dapat dianggap sebagai contoh pertama dari apa yang sekarang disebut cara berpikir yang baru.

Want your school to be the top-listed School/college in Palembang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Rukun Damai
Palembang
31314