05/02/2019
⚰【M】【A】【T】【I】⚰
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Para mujahid dan mujahidah intelektual 🧠
Sebelum saya membahas panjang lebar terkait insiden kemarin saya selaku admin dan alumni mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu dari anggota keluarga SMA Negeri Bangun Jaya bernama Ales Sandro Delpiro bin Zakaria. Doakan semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan kita mengharapkan alhamarhum mendapatkan keutamaan seorang syuhada asbab niat suci dan ikhlas dalam ikhtiar mencari ilmu karena Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia kembali." (HR. Turmudzi).
Tragedi bendera setengah tiang seperti ini sudah seringkali menimpa keluarga besar kita dari generasi ke generasi, terlepas itu semua yang memang sudah ketetapan Allah SWT dan perihal cara kematian itu sendiri juga menjadi hak mutlak Allah SWT untuk menetapkan dalam keadaan apa seseorang akan dipanggil kembali menghadap-Nya tetapi ini juga harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar kiranya menjadikan segala aktivitas bernilai ibadah dengan diawali dengan nama Allah SWT, menyempurnakan niat karena Allah SWT, mengharapkan kebaikan dan kemanfaatan, waspada dan hati-hati, serta bersungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu, sehingga apabila Allah SWT mengkhendaki apa yang manusia tidak kehendaki maka semua yang menjadi keberatan di mata manusia sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan terselip banyak hikmah dari setiap perkara yang Allah SWT tetapkan di muka bumi ini.
Kematian adalah rahasia Illahi yang tak mampu dikaji manusia secara ilmiah dengan beragam teori, kematian mengintai siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tidaklah kematian karena ia telah sepuh, tidaklah kematian karena ia ditimpa penyakit yang tak kunjung sembuh sehingga vonis medis mengukur umur seorang manusia dengan teori gejala dan reaksi dengan ragam ilmu, TIDAK! Kematian bisa datang kepada siapa saja entah tua ataupun muda, entah dhuafa ataupun berjaya, entah fakir ataupun kaya, entah sekarat ataupun sehat, Allah SWT Maha Kuasa atas segala penciptaan-Nya. "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati..." (QS. Ali Imran 3: ayat 185). Kematian adalah akhir dari sekenario kehidupan yang tidak terencana oleh manusia, kematian melekat kepada nyawa, PASTI!
Sesungguhnya letih kaki melangkah, jerih payah berupaya, semua adalah bagian daripada proses menyongsong kematian. Kita hendaknya senantiasa mengingat kematian selagi kematian itu belum datang kepada kita, hendaknya mempersiapkan kematian dengan memperbanyak kebaikan, menebarkan kemanfaatan, sehingga cukup bekal apabila nanti dipanggil menghadap Tuhan.
Sesungguhnya orang yang mati itu terputus amalnya kecuali 3 perkara yaitu sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang mendoakannya.
Maka dalam dunia akademik kita barangkali bisa mengamalkan dua perkara dari ketiganya yakni ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh dan shalihah. Dengan pendidikan yang mengedepankan aspek moralitas dan pembinaan karakter siswa yang berkepribadian luhur dengan edukasi bernafaskan Islami tentunya telah terpenuhi dua perkara yang inshaa Allah kelak akan menambah bekal kita menjelang yaumul hisab sekalipun raga telah tiada, sekalipun ruh telah beranjak dari dunia yang fana, sekalipun yang tertinggal di dunia hanyalah sepenggal nama, tetapi yakinlah janji Allah SWT itu benar adanya.
Ketika ilmu yang ditebar di sekolah-sekolah menjadikan manfaat bagi para siswa, untuk itu generasi yang bisa memanfaatkan ilmunya adalah mereka yang berkarakter seorang pelajar sejati yang mencerminkan orang-orang yang lahir dari rahim-rahim studi.
Maaf atas segala khilaf sikap dan silap kalimat, sebagai penutup tulisan ini saya mengahrapkan keridhaan dari ikhwan wal alkhwati fiddiin membacakan doa untuk almarhum Ales Sandro Delpiro bin Zakaria. Sekalipun saya tidak mengenal almarhum, tetapi almarhum sudah menjadi bagian dari keluarga khususnya adik saya di SMA Negeri Bangun Jaya, dan almarhum adalah saudara kita semua dalam agama.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ له وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ 🤲
Akhirul kalam, subhanakallahu maa wabihamdika, asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaih,
Wallahul muwaffiq ila aqwamithaariq.
Wallahu 'a'lam bis shawaab.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Bilik Renungan, Kel. Bangun Jaya, Kec. BTS Ulu
Selasa, 5 Februari 2019 (19:24 WIB)
-Admin- ✍️