18/10/2021
https://kitabisa.com/campaign/perbaikanponpesalkaffah
“Kami tinggal di Gobong (gubuk) yang tidak layak, alhamdulillah meski begini kondisinya, inilah hasil gotong royong para santri dan ustad, satu gobong untuk lima santri”. Ujar Wisnu, Santri penghafal Qu’ran
Berdiri tahun 2013 oleh Ustad Hoirul Amin, Pondok Pesantren (Ponpes) Kaffah Al-Muadzirin menjadi salah satu tonggak dakwah islam untuk para penghapal Quran Yatim Dhuafa di Sumatera Selatan.
Menilik jumlah santri yang ada pada saat ini tidak sebanding dengan tingkat kemampuan daya dukung sarana prasarana Pondok Pesantren Al-Kaffah. Sementara minat masyarakat tidak mampu yang berniat untuk mendaftarkan anaknya agar menjadi santri disini cukup besar.
Kini, ponpes yang terletak di Kota Palembang ini sedang berjuang meningkatkan fasilitas bagi para penghafal Qur’an. Mereka harus tinggal di bangunan yang kurang layak dan sedang berupaya untuk membangun bangunan baru yang lebih nyaman untuk menuntut ilmu.
Rata-rata, santri yang belajar di Ponpes Kaffah Al-Mundzirin ini berasal dari kalangan yatim dhuafa, putus sekolah, bahkan tak ada pungutan biaya bagi mereka untuk menuntut ilmu disini.
“Kalau hujan deras asrama ini terendam, sehingga sangat mengganggu aktivitas para santri, namun mereka masih sangat antusias mengahafal Qur’an walau keadaannnnya seperti ini," Ujar Ustad Hoirul, pimpinan pesantren.
Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali dari tiga sumber: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).
Bersama Aksi Cepat Tanggap, yuk beramal jariyah memperbaiki asrama bagi para santri melalui sedekah terbaik kita.