23/01/2024
Ziarah Wali Songo & Bali
PPTQ NQ
tempat ke 31-32
Raden Santri
Mbh Dalhar
Di sebuah bukit dengan ketinggian kurang lebih 400 mdpl ini sebagai makam dari Pangeran Singasari atau dikenal dengan Kiai Raden Santri. Sesuai dengan namanya Gunungpring, kata pring berarti bambu..
Pangeran Singosari merupakan putra dari Ki Ageng Pemanahan yang memiliki peranan yang sangat penting bagi kerajaan Mataram. Menurut Adib dalam Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, Kyai Raden Santri akrab dengan Sutawijaya atau Panembahan
Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang
Alkisah, Kyai Raden Santri adalah seorang muslim Champa dari nasab Azmathkan, ulama yang ditugaskan ke Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Awalnya menetap di Majapahit selama setahun, kemudian memutuskan untuk kembali ke Champa.
Ika Nidaul Haq 24 Agustus 2022, 23:19 WIB
Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang
Nusantarapedia.net, Jurnal | Sejarah — Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang
“Dari atas bukit Gunung Pring, kita bisa meninjau kota Muntilan dan hamparan sawah dalam keindahan romantisme peradaban Syailendra, Syeikh Subakir Gunung Tidar hingga kekuasaan Panembahan Senopati Mataram.”
DI Kabupaten Magelang, tepatnya di Gunungpring RT.002 / RW.024, Dusun Karaharjan, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terdapat komplek pemakaman para aulia.
Para aulia atau wali yang kubur di Gunung Pring terdapat beberapa tokoh dari masa ke masa. Para aulia tersebut dalam rangka syiar dan dakwah Islam di daerah Kedu. Hingga akhir hayatnya dimakamkan di puncak bukit (Gunung Pring), tepatnya di kota kecil Muntilan, Magelang.
Tokoh yang paling tua dalam komplek pemakaman ini adalah Kyai Raden Santri atau Pangeran Singasari, disusul oleh tokoh/aulia lainnya dalam periodesasi sejarah yang berbeda-beda.
Gunung Pring adalah sebuah bukit dengan ketinggalan puncak 400 mdpl. Dinamakan Gunung “Pring” karena bukit tersebut ditumbuhi banyak pohon bambu atau pring:jawa.
Kawasan bukit Gunung Pring ini, secara kultural maupun kekuasaan, semenjak Kasultanan Yogyakarta berdiri, komplek makam aulia ini milik Keraton Yogyakarta sebagai kerajaan terakhir, di bawah Reh Kawedanan Hageng Sriwandono bagian Puroloyo. Ini terjadi karena sejarahnya, Kyai Raden Santri adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan, saudara dari Panembahan Senopati.
Mbh Dalhar
Nahrowi Dalhar bin Abdurrahman (lahir: 10 Syawal 1286 H/ 12 Januari 1870 dan wafat: Rabu Pon, 29 Ramadhan 1890 – Jimakir 1378 H atau 8 April 1959) adalah seorang Ulama', Wali dan Sesepuh masyarakat di Magelang dan sekitarnya. Beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam[1], Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Magelang.
Beliau lahir dengan nama Nahrowi, sebagai putra K. H. Abdurrahman bin K. H. Abdur Rauf bin K. H. Hasan Tuqa (Raden Bagus Kemuning, yang adalah salah satu ajudan Pangeran Diponegoro)[2]. Jika kita menelusuri keluarga beliau, maka silsilahnya bersambung dengan Susuhunan Amangkurat III dari Kasunanan Kartasura. Keluarga beliau telah lama menjadi semacam Ndoro (Tuan) di kawasan Muntilan, Magelang dan keluarganya banyak menurunkan Kiai-kiai yang Alim.