Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel

Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel

Share

mudah2an nurul quran tetap jaya abadi

19/10/2025
31/08/2024

يَارَبِّ صَلِّ عَلَی مُحَمَّدْ
وَافْتَحْ مِنَ الخَيْرِ کُلَّ مُغْلَقْ

Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 20/04/2024

Halal Bihalal PPTQ NQ 1445 H / 2024

20/04/2024

Halal Bihalal PPTQ NQ 1445 H / 2024 M

Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 04/04/2024

Buka Bersama PPTQ NQ
24 Ramadhan 1445 H
04 April 2024

Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 25/03/2024

Safari Ramadhan Malam 15 Tahun 1445 H PPTQ NQ di Mushola Nurul Jihad Desa Persiapan Sumber Makmur Oku Timur

Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 25/03/2024

Safari Ramadhan Santri PPTQ NQ Kampung Baru. malam ke 12 di mushola Baitul Falah Karya makmur Belitang Jaya Kab. OKU Timur

Photos from MTs/MA Nurul Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur Oki's post 09/02/2024
Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 23/01/2024

Ziarah Wali Songo & Bali
PPTQ NQ
tempat ke 31-32
Raden Santri
Mbh Dalhar

Di sebuah bukit dengan ketinggian kurang lebih 400 mdpl ini sebagai makam dari Pangeran Singasari atau dikenal dengan Kiai Raden Santri. Sesuai dengan namanya Gunungpring, kata pring berarti bambu..

Pangeran Singosari merupakan putra dari Ki Ageng Pemanahan yang memiliki peranan yang sangat penting bagi kerajaan Mataram. Menurut Adib dalam Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, Kyai Raden Santri akrab dengan Sutawijaya atau Panembahan

Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang
Alkisah, Kyai Raden Santri adalah seorang muslim Champa dari nasab Azmathkan, ulama yang ditugaskan ke Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Awalnya menetap di Majapahit selama setahun, kemudian memutuskan untuk kembali ke Champa.
Ika Nidaul Haq 24 Agustus 2022, 23:19 WIB

Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang
Nusantarapedia.net, Jurnal | Sejarah — Kyai Raden Santri, Makam Para Aulia di Gunung Pring Magelang

“Dari atas bukit Gunung Pring, kita bisa meninjau kota Muntilan dan hamparan sawah dalam keindahan romantisme peradaban Syailendra, Syeikh Subakir Gunung Tidar hingga kekuasaan Panembahan Senopati Mataram.”

DI Kabupaten Magelang, tepatnya di Gunungpring RT.002 / RW.024, Dusun Karaharjan, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terdapat komplek pemakaman para aulia.

Para aulia atau wali yang kubur di Gunung Pring terdapat beberapa tokoh dari masa ke masa. Para aulia tersebut dalam rangka syiar dan dakwah Islam di daerah Kedu. Hingga akhir hayatnya dimakamkan di puncak bukit (Gunung Pring), tepatnya di kota kecil Muntilan, Magelang.

Tokoh yang paling tua dalam komplek pemakaman ini adalah Kyai Raden Santri atau Pangeran Singasari, disusul oleh tokoh/aulia lainnya dalam periodesasi sejarah yang berbeda-beda.

Gunung Pring adalah sebuah bukit dengan ketinggalan puncak 400 mdpl. Dinamakan Gunung “Pring” karena bukit tersebut ditumbuhi banyak pohon bambu atau pring:jawa.

Kawasan bukit Gunung Pring ini, secara kultural maupun kekuasaan, semenjak Kasultanan Yogyakarta berdiri, komplek makam aulia ini milik Keraton Yogyakarta sebagai kerajaan terakhir, di bawah Reh Kawedanan Hageng Sriwandono bagian Puroloyo. Ini terjadi karena sejarahnya, Kyai Raden Santri adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan, saudara dari Panembahan Senopati.

Mbh Dalhar

Nahrowi Dalhar bin Abdurrahman (lahir: 10 Syawal 1286 H/ 12 Januari 1870 dan wafat: Rabu Pon, 29 Ramadhan 1890 – Jimakir 1378 H atau 8 April 1959) adalah seorang Ulama', Wali dan Sesepuh masyarakat di Magelang dan sekitarnya. Beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam[1], Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Magelang.
Beliau lahir dengan nama Nahrowi, sebagai putra K. H. Abdurrahman bin K. H. Abdur Rauf bin K. H. Hasan Tuqa (Raden Bagus Kemuning, yang adalah salah satu ajudan Pangeran Diponegoro)[2]. Jika kita menelusuri keluarga beliau, maka silsilahnya bersambung dengan Susuhunan Amangkurat III dari Kasunanan Kartasura. Keluarga beliau telah lama menjadi semacam Ndoro (Tuan) di kawasan Muntilan, Magelang dan keluarganya banyak menurunkan Kiai-kiai yang Alim.



Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 22/01/2024

Ziarah Wali songo + Bali
PPTQ NQ
Tempat ke 31
Sunan Pandanaran

Sunan Pandanaran punya nama lain yakni Susuhunan Tembayat, Pangeran Mangkubumi, Wahyu Widayat atau Sunan Bayat. Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat diyakini hidup pada sekitar abad ke-16. Ia berjasa besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa, walaupun tidak termasuk dalam Wali Songo

Ki Ageng Pandanaran adalah keturunan Prabu Brawijaya V yang makamnya di belakang Masjid Demak dulu mengutus Raden Patah atau Sultan Bintoro 1. Kemudian punya keturunan Pangeran Sabrang Lor.
Sunan Bayat atau yang juga bergelar Pangeran Mangkubumi ini adalah salah satu ulama penyebar agama Islam di Jawa Tengah. Sunan Bayat adalah putra dari Ki Ageng Pandan Arang, bupati pertama Semarang .
Sunan Bayat memang tidak termasuk sebagai Walisongo. Namun makamnya masih banyak disinggahi pengunjung. Makam Sunan Bayat terletak di perbukitan Gunung Jalbakat di Kelurahan Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.



Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 21/01/2024

Ziarah Wali Songo & Bali
PPTQ NQ tempat ke 30
Bermalam di PPTQ YANBU'UL ULUM Wonodadi Blitar
dan Ziarah Murobbi Ruhina
KH. Abdur Ro'uf Alhafidz
KH. Masduki Marzuki
mauidoh hasanah dari pengasuh penjabaran dari sabda nabi Muhammad SAW

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا



“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian,” (HR. Muslim)

اِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ, وَالْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ, وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطَهُ, وَمَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوْقَهُ
“Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan (sungguh-sungguh) belajar, dan sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan, dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan (kejahatan) maka ia akan dilindungi Allah dari kejelekan (kejahatan)” (HR. Ibnul Jauzi dan Al-Khathib, dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu,anhu)



Photos from Pon-Pes NURUL Qur'an Kampung Baru Mesuji Makmur OKI Sumsel's post 21/01/2024

Ziarah Wali Songo & Bali
PPTQ NQ
Tempat ke 30
Makam Gusdur jombang

merupakan putra pertama dari 6 bersaudara dan pernah menjabat sebagai Presiden RI ke-4. Silsilah Gus Dur ternyata memiliki garis keturunan langsung dari Rasulullah SAW.
Dalam Kitab Talkhish karya Abdullah bin Umar Assathiri, disebutkan bahwa KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah keturunan ke-34 dari Rasulullah SAW. Agar semakin paham, simak
Nur Rokhim dalam buku berjudul Gus Dur Santri yang Gemar Membolos menjelaskan bahwa keluarga besar Gus Dur dikenal sebagai keluarga ulama dan bangsawan.
Ketika dirunut ke atas, leluhur Gus Dur akan sampai kepada sebuah nama, yakni Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya yang merupakan salah satu raja dari Kerajaan Pajang.
Selain itu, silsilah Gus Dur juga akan sampai kepada Lembu Peteng atau Sultan Brawijaya V, raja terakhir dari Majapahit.
Gus Dur memperoleh darah biru dari kakeknya yang bernama Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari dari jalur ayah, yaitu Muhammad Hasyim bin Asy'ari bin Abdul Wahid bin Abdul Halim (Pangeran Benawa) bin Abdul Rahman (Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir) bin Abdullah bin Abdul Aziz bin Abdul Fatah bin Maulana Ishaq bin Ainul Yakin (Sunan Giri).

Sementara, dari jalur sang ibu, yaitu Muhammad Hasyim bin Halimah binti Layyinah binti Sihah bin Abdul Jabbar bin Ahmad bin Pangeran Sambo bin Pangeran Benawa bin Jaka Tingkir (Mas Karebet atau Sultan Hadiwijaya) bin Lembu Peteng (Prabu Brawijaya VI).
Secara berturut-turut, dari Asy’ari ke atas sampai ke Rasulullah SAW, garis keturunan Gus Dur sebagai berikut:
Nabi Muhammad SAW
Sayyidah Fathimah Az-Zahra (Istri Sayyidina Ali Bin Abi Thalib)
Husein Bin Ali
Ali Zainal Abidin
Muhammad Al Baqir
Ja'far Sodiq
Ali Al Uraidi
Muhammad Annaqib
Isa Arrumi
Ahmad Al Muhajir Ilalloh (Al Hadrami)
Ubaidillah
Alawi
Muhammad
Alawi
Muhammad
Ali Holil Qosam
Muhammad Sohibul Mirbat
Alawi
Amir Abdul Malik
Abdulloh Khain
Ahmad Syah Jalal
Jamaludin Husen (Jamaludin Akbar)
Maulana Ibrahim Asmoro
Maulana Isha' (Syeh Awalul Islam, Aceh)
Ainul Yakin (Sunan Giri, Gresik)
Abdurrohman (Jaka Tingkir)
Abdul Halim (Pangeran Benowo)
Abdurrohman (Pangeran Sambud Bagda)
KH. Abdul Halim
KH. Abdul Wahid
H. Anu Sarwan
KH. Asy'ari
KH. Hasyim Asy'ari (Pendiri NU)
KH. Abdul Wahid Hasyim (Menteri Agama)
Gus Dur (KH. Sayyid Abdurrahman Wahid)

Demikianlah silsilah Gus Dur.
Semoga bermanfaat!



Want your school to be the top-listed School/college in Palembang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address

Palembang
30681