14/05/2026
BANYAK KEMULIAAN YG AKAN DI DAPAT PARA ORANG TUA JIKA ANAK-ANAKNYA BELAJAR AL-QURAN.
DI ANTARANYA:
1. Orang tua mendapat mahkota kemuliaan di hari kiamat
Hadits:
عَنْ بُرَيْدَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
«مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ، ضَوْؤُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ…»
Artinya:
“Barang siapa membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, yang cahayanya seperti cahaya matahari…”
(HR. Abu Dawud)
Makna: Anak yang belajar dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi sebab kemuliaan besar bagi kedua orang tuanya di akhirat.
2. Anak shalih menjadi amal jariyah bagi orang tua
Hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
«إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ»
Artinya:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Makna: Anak yang belajar Al-Qur’an lebih dekat menjadi anak shalih, sehingga doa dan kebaikannya terus mengalir kepada orang tua.
3. Rumah menjadi penuh keberkahan
Hadits:
«إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ»
Artinya:
“Sesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak ada sedikit pun Al-Qur’an bagaikan rumah yang rusak.”
(HR. Tirmidzi)
Makna: Ketika anak belajar Al-Qur’an, rumah menjadi hidup dengan bacaan Al-Qur’an, penuh ketenangan dan keberkahan.
4. Orang tua ikut mendapatkan pahala dari amal anak
Hadits:
«مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ»
Artinya:
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim)
Makna: Orang tua yang mengajarkan atau menyekolahkan anak untuk belajar Al-Qur’an akan mendapatkan pahala setiap kali anak membaca, menghafal, dan mengamalkannya.
5. Al-Qur’an menjadi syafaat bagi keluarga
Hadits:
«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ»
Artinya:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim)
Makna: Anak yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan mendapat syafaat Al-Qur’an, dan itu menjadi kebahagiaan besar bagi kedua orang tuanya.
Semoga Allah menjadikan anak-anak kita ahlul Qur’an yang membahagiakan orang tuanya di dunia dan akhirat. Aamiin.