15/03/2022
(DISKUSI SEJARAH SMAN 1 NGAWI)
Kurun waktu sejarah pendirian SMA Negeri 1 Ngawi tidak lepas dari sejarah SMA Negeri Ngawi yang terbagi dalam 2 (dua) versi yaitu SMA Negeri Ngawi 1963 dan SMA Negeri Ngawi 1980 berikut:
SMA Negeri Ngawi 1963
1963-1966 : Pada saat itu satu-satunya SMA yang ada di Ngawi adalah SMA Negeri Ngawi yang menempati Pendopo Kabupaten Ngawi.
1967 : Pindah menempati gedung baru yang ada di Desa Beran, Kecamatan Ngawi.
1975 : Terbit Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0256/O/1975 tentang Pembukaan Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan Di Ngawi Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur tanggal 26 November 1975[2]. SMA Negeri Ngawi kemudian berafiliasi dengan SMPP Ngawi untuk angkatan barunya. Sehingga pada saat itu terdapat 2 (dua) kelompok pengajaran dalam 1 (satu) gedung SMA Negeri Ngawi yaitu siswa kelas X, XI dan XII yang merupakan angkatan SMA Negeri Ngawi yang terakhir dan siswa kelas X yang menjadi bagian dari SMPP angkatan pertama. Karena masih 1 (satu) atap, pemerintah membangunkan gedung baru SMPP yang terletak di Desa Klitik, Kecamatan Geneng.
1976 - 1978 : Siswa SMPP pindah menempati gedung baru di Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Sedangkan gedung SMA Negeri Ngawi yang ada di Desa Beran Kecamatan Ngawi tetap digunakan oleh siswa SMA Negeri Ngawi yang masih ada hingga lulusan terakhir sekitar tahun 1978.
Saat itu ketika pindah ke Klitik, berkas-berkas SMA Negeri Ngawi juga ikut dibawa ke gedung sekolah yang baru yaitu ke SMPP Ngawi untuk menghindari kekhawatiran berkas administratif hilang atau rusak. Inilah yang menjadi alasan jika ada alumni SMA Negeri Ngawi yang lama (1966 - 1978) ingin legalisir ijazah dan urusan administratif lainnya datangnya ke sekolah yang ada di Klitik (sekarang SMA Negeri 2 Ngawi) walau mereka dulu sebenarnya sekolah di SMA Negeri Ngawi yang ada di Beran.
SMA Negeri Ngawi 1980
1980-1989 : Dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, dipandang perlu membuka 195 (seratus sembilan puluh lima) sekolah baru di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0206/0/1980 tentang Pembukaan Sekolah tanggal 30 Juli 1980[3]. Salah satunya adalah wilayah Ngawi yang membuka kembali sekolah tingkat atas bernama SMA Negeri Ngawi dengan ditempatkan di gedung SMA Negeri Ngawi (Desa Beran, Kecamatan Ngawi). SMA Negeri Ngawi 1980 ini mulai merangkak dari nol dengan keterbatasan sumber daya. Namun seiring berjalannya waktu lembaga ini terus berbenah menjadi lebih baik sehingga mulai tercipta atmosfer pendidikan yang ideal. SMA Negeri Ngawi 1980 Inilah yang ditetapkan secara kelembagaan menjadi cikal bakal SMA Negeri 1 Ngawi. Hal ini juga diperkuat dengan kesaksian alumni SMA Negeri Ngawi angkatan 1980 yang menyatakan bahwa pada tahun 1980 merupakan angkatan pertama dan belum punya kakak kelas pada waktu itu. Tahun 1980 ini juga dijadikan patokan penetapan usia SMAN 1 Ngawi secara kelembagaan sekaligus untuk perayaan dies natalisnya. Namun karena alumni SMA Negeri Ngawi 1966 -1978 merasa tidak bisa lepas dari sejarah atau ikatan historis dengan sekolah ini karena mereka merasa sekolahnya di gedung ini (walau berkas adminisitrasinya dibawa ke Klitik), akhirnya untuk penentuan angkatan dihitung dari 1967 (berdasarkan tulisan pada gedung SMAN 1 Ngawi) untuk mengakomodir seluruh alumni SMA Negeri Ngawi, SMU Negeri 1 Ngawi dan SMA Negeri 1 Ngawi. Sehingga terjadi perbedaan antara usia secara kelembagaan dan usia secara angkatan.
Sejarah Perubahan Nama 3 (Tiga) SMA Negeri Pertama di Ngawi
1981 : Berdiri SMA Negeri 2 Ngawi di Kecamatan Widodaren.
Sehingga, dalam rentang waktu 1963 sampai 1981 sudah berdiri 3 (tiga) Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Negeri di Ngawi yaitu SMPP Ngawi di Kecamatan Geneng, SMA Negeri Ngawi di Kecamatan Ngawi dan SMA Negeri 2 Ngawi di Kecamatan Widodaren.
1985 : Terbit Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0353/O/1985 tentang Perubahan Nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) Menjadi Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA)[4]. Karena nama SMA Negeri Ngawi dan SMA Negeri 2 Ngawi sudah ada, akhirnya SMPP Ngawi berubah nama menjadi SMA Negeri 3 Ngawi.
1989 : Dalam rangka menyesuaikan wilayah yang semakin berkembang, pemerintah melalui Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no. 0507/0/1989 tanggal 24 Agustus 1989 tentang Perubahan Nama Sekolah di Propinsi Jawa Timur[5] memutuskan mengubah nama beberapa SMA di Jawa Timur salah satunya yaitu Kabupaten Ngawi yang terdiri dari:
1) SMA Negeri Ngawi menjadi SMA Negeri 1 Ngawi (0206/0/1980);
2) SMA Negeri 2 Ngawi menjadi SMAN Negeri 1 Widodaren (0219/0/1981);
3) SMA Negeri 3 Ngawi menjadi SMA Negeri 2 Ngawi (0353/0/1985).
Penjelasan
Berdasarkan tabel diatas, secara kelembagaan SMA Negeri Ngawi berdiri sejak 1980 di Kecamatan Ngawi dan menjadikan sekolah ini sekolah dengan nama "SMA" pertama di Ngawi. Baru menyusul 1 (satu) tahun kemudian yaitu 1981 berdiri SMA baru di Kecamatan Widodaren yang bernama SMA Negeri 2 Ngawi. Kemudian tahun 1985 menyusul SMA Negeri 3 Ngawi di Kecamatan Geneng yang merupakan perubahan dari SMPP Ngawi. Ketika terbit Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no. 0507/0/1989 tanggal 24 Agustus 1989 tentang Perubahan Nama Sekolah di Propinsi Jawa Timur, maka secara serentak ketiga sekolah tersebut memilki nama baru sesuai pada tabel diatas.
Kelembagaan dan Historikal serta Kondisi Saat Ini
SMA Negeri 1 Ngawi
adalah sekolah dengan penamaan "SMA" pertama di Ngawi karena tercatat secara kelembagaan sekaligus historikalnya berdiri sejak 1980 dengan nama SMA Negeri Ngawi.
SMA Negeri 1 Widodaren
adalah sekolah dengan penamaan "SMA" kedua di Ngawi karena tercatat secara kelembagaan sekaligus historikalnya berdiri sejak 1981 dengan nama SMA Negeri 2 Ngawi (Widodaren).
SMA Negeri 2 Ngawi (Geneng)
adalah sekolah dengan penamaan "SMA" ketiga di Ngawi karena tercatat secara kelembagaan berdiri sejak 1985 dengan nama SMA Negeri 3 Ngawi. Namun secara historikal sudah ada sejak 1975 dengan nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).
1994-2004 : Pemerintah memutuskan mengubah nama SMAN menjadi SMUN sehingga SMAN 1 Ngawi menjadi SMUN 1 Ngawi.
2004-sekarang : Pemerintah mengembalikan lagi nama SMUN menjadi SMAN sehingga SMUN 1 Ngawi menjadi SMAN 1 Ngawi.