Rumah Pintar Salsabila

Rumah Pintar Salsabila

Share

Rumah Pintar Salsabila merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Dengan 3 Program Utama yaitu :
1.

Rumah Pintar Salsabila bertekad ikut ambil bagian sebagai jembatan menunju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekerasi yang menyenangkan dan menyegarkan bagi anak anak usia 2 - 15th. BIMBINGAN BELAJAR, spesial bimbingan belajar untuk untuk anak- anak usia TK, SD/ MI.
2. RUMAH BACA yang menyediakan aneka bacaan untuk anak- anak baik berupa Buku, Majalah dan Tabloid anak yang

Photos 17/12/2016

Rumah Pintar Salsabila merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Rumah Pintar Salsabila bertekad ikut ambil bagian sebagai jembatan menunju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekerasi yang menyenangkan dan menyegarkan bagi anak anak usia 2 - 15th.

Dengan 3 Program Utama yaitu :
1. BIMBINGAN BELAJAR, spesial bimbingan belajar untuk untuk anak- anak usia TK, SD/ MI.
2. RUMAH BACA yang menyediakan aneka bacaan untuk anak- anak baik berupa Buku, Majalah dan Tabloid anak yang dapat dipinjam untuk dibawa p**ang ke rumah.
3. KURSUS Bahasa Arab dan Inggris untuk Anak- anak.

Informasi dan Pendaftaran :
Rumah Pintar Salsabila
Jln. PB. Sudirman No. 228 Dingin - Ngronggot - Nganjuk - Jawa Timur.
Call Center : (0358) 7701044 - Call/ SMS/ WA : 082332501213

06/05/2013

Makin aneh dunia pendidikan di negeri ini... UN berjalan seperti menghadapi teroris... Soal dijaga ketat aparat bersenjata lengkap, dititipkan di markas kepolisian, sel tahanan dll... Bahkan anjing pitbull pun dilibatkan utk menjaga UN... Secara psikologis anak dihadapkan pd situasi genting, dramatis, menyeramkan... Unsur s**a cita menghadapi salah satu fase kelulusan dicerabut secara sistemik... Mengerikan..

Manajemen Kemendikbud Persiapkan UN Sangat Buruk 16/04/2013

UN bukan sesuatu yang mendadak. Kegiatan ini sudah terencana berbulan-bulan sebelumnya. Jadi, kalau gagal atau tertunda, maka menunjukkan betapa buruknya manajemen persiapan UN yang dilakukan Kementerian Dikbud.
Sungguh memalukan

Manajemen Kemendikbud Persiapkan UN Sangat Buruk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap buruknya pelaksanaan ujian nasional

Untitled album 21/02/2013

WORKSHOP SMM ISO 9001:2008 DINAS PENDIDIKAN KOTA KEDIRI

04/02/2013

Kurikulum Pendidikan di Indonesia Belum Memenuhi Standar Internasional

Siswa di Indonesia baru mampu menjawab soal-soal tingkat dasar

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, kurikulum pendidikan SD, SMP dan SMA di Indonesia belum memenuhi standar internasional.

"Kurikulum yang selama ini digunakan berbeda dengan yang diujikan atau distandarkan secara internasional sehingga kalah jauh dibandingkan kurikulum negara lain, seperti Singapura atau Taiwan," katanya dalam sosialisasi kurikulum 2013 bersama praktisi pendidikan Kabupaten Karimun di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Sabtu (2/2/2013).

Menurut Musliar Kasim, lebih dari 95 persen siswa Singapura bisa menjawab soal-soal tingkat menengah dan lanjutan (advance) pada setiap mata pelajaran, sedangkan siswa di Indonesia baru mampu menjawab soal-soal tingkat dasar.

Dia mencontohkan, pengetahuan data-data pada bidang studi matematika tidak tertuang dalam kurikulum pembelajaran yang selama ini digunakan sekolah. Begitu juga dengan pelajaran sains, IPA dan lainnya.

Selain itu, lanjut dia, rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran juga diakibatkan banyaknya materi kurikulum yang mirip antara satu mata pelajaran dengan yang lain.

Kemudian, kurikulum yang diajarkan tidak sesuai dengan kemampuan siswa, contohnya pelajaran menulis yang diterapkan kepada siswa kelas I SD.

"Anak yang masuk SD harus sudah lancar menulis sehingga mereka terpaksa ikut les. Sementara, pihak sekolah tidak dibenarkan memberlakukan tes menulis bagi siswa baru," ucapnya.

Contoh lainnya, kata dia, banyak soal yang diujikan kepada siswa kelas IV SD tidak bermanfaat, seperti soal tentang struktur organisasi pemerintahan desa atau kelurahan, atau nama-nama lembaga di pemerintahan.

"Untuk itu, Kementerian Pendidikan sudah menyusun kurikulum 2013 menggantikan kurikulum yang selama ini digunakan sekolah," ucapnya.

Menurut dia, kurikulum 2013 yang disusun berbulan-bulan bermaksud sebagai pendekatan kompetensi lulusan yang memenuhi standar internasional.

"Dengan kurikulum 2013, maka kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi siswa," jelasnya.

Kompetensi siswa, tutur Wakil Menteri, akan dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mata pelajaran wajib maupun pilihan.

"Tematik integratif akan mengasah kemampuan siswa memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan. Misalnya, ilmu berhitung yang diintegrasikan dalam pelajaran IPS sehingga diharapkan mereka mengetahui manfaat berhitung untuk kehidupan, seperti membelanjakan uang atau lainnya," tuturnya, dalam laman Metrotv News.

Dia menjelaskan, kurikulum 2013 yang mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, akan dilengkapi dengan silabus sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar. "Nanti, tidak ada lagi lembar kerja siswa (LKS) karena semuanya sudah disiapkan oleh kementerian," tuturnya.

Setiap sekolah wajib menggunakan kurikulum 2013 sehingga terjadi keseragaman.

"Selama ini kurikulum yang digunakan sekolah berbeda-beda. Ada yang menggunakan kurikulum karena penerbitnya aktif datang ke sekolah," ucapnya.

Dia menambahkan, penerapan kurikulum 2013 diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa siswa merasa terbebani ketika guru memberikan tugas PR, sehingga mereka merasa merdeka dengan menghabiskan waktu libur untuk bermain.

"Ada istilah I hate monday karena siswa merasa terbebani dengan PR yang diberikan guru. Kondisi ini berbeda dengan siswa Singapura yang menginginkan cepat-cepat masuk sekolah setelah libur," tambahnya.*

03/01/2013

Mutu merupakan kata kunci dalam Era-Globalisasi yang ditandai dengan begitu banyaknya persaingan yang ketat pada saat ini. Keberhasilan sekolah Anda dalam upaya untuk menjadi pemenang dalam kompetisi khususnya dalam dunia pendidikan sangat ditentukan oleh nilai tambah dan kemampuan sekolah Anda dalam mengelola dan meningkatkan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah Anda sendiri. Maka sekolah Anda harus menyadari bahwa dalam proses perencanaan untuk memenuhi 8 standar pendidikan serta memenuhi harapan-harapan masyarakat, sekolah Anda wajib untuk mengimplementasikan SMM ISO 9001:2008 yang fokus pada kepuasan warga sekolah menuju standar mutu pelayanan pendidikan.

Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO9001:2008 di sekolah Anda adalah hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena SMM ISO9001:2008 memfokuskan pada peningkatan layanan pendidikan dari semua sektor layanan yang ada di sekolah Anda mulai dari WMM (wakil manajemen mutu), kurikulum, sarpras, humas, kesiswaan, SBI, BP/BK, Korma ...untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih baik, mulai dari sistem administrasi pada semua sektor layanan di sekolah Anda, memiliki pengendalian pengarsipan, memiliki prosedur kerja yang oprasional dan terukur, memiliki acuan baku yang disepakati oleh semua warga sekolah, sehingga sekolah Anda dipastikan memiliki kinerja yang terukur dan terencana dengan jelas bahwa apapun yang dikerjakan pasti jelas hasilnya.

Oleh karena itu, ada hal yang sangat penting bahwa penerapan SMM ISO9001:2008 bukan hanya untuk memenuhi 8 standar pendidikan yang memenuhi kebutuhan masyarakat, namun juga untuk kepentingan sekolah Anda sendiri untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih pada produk yang sama dengan lembaga-lembaga yang lain. Maka tugas sekolah Anda yang sudah menerapkan SMM ISO9001:2008 wajib untuk menjadi sekolah referensi bagi lembaga lain, jika sekolah Anda sudah mampu WIN (memenangkan) lembaga lain menjadi jagonya mutu seperti sekolah Anda, maka saya katakan bahwa sekolah Anda telah menemukan kekuatannya dengan SMM ISO9001.

Pertanyaan saya: Apakah bisa sekolah Anda menjadi jagonya mutu? Jawabnya pasti BISA. Saya memastikan sekolah Anda dengan berjuang keras serta dibina oleh konsultan yang prima pasti meraih apa yang sekolah Anda mau.

Selamat Berkaya
Purwadi,M.Pd
----------------
Direktur Prima Education

TRAINING PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI SMM ISO 29/11/2012
KEGIATAN PELATIHAN PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI SMM ISO 29/11/2012

MTs Negeri Grogol

05/11/2012

BERKUALITASKAH DUNIA PENDIDIKAN KITA

DALAM era global saat ini, setidaknya ada beberapa tuntutan yang harus segera mendapat perhatian serius oleh dunia pendidikan. Di antaranya adalah pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai dedikasi tinggi, tersedianya jaringan informasi yang mampu mengakses segala kebutuhan terhadap pemenuhan pendidikan. Inilah barangkali suatu mimpi yang harus dibangun dan lakukan oleh pendidikan nasional.

Derasnya arus budaya dan informasi dari Barat yang tidak dapat lagi dibendung, merupakan suatu kenyataan logis bahwa dalam era global sekarang ini semuanya menjadi satu entitas (kesatuan). Karena perubahan tersebut selalu diikuti dengan kecanggihan ilmu dan teknologi. Budaya yang masuk ke negara kita telah mempengaruhi gaya hidup (life style) masyarakat yang semakin maju. Fenomena yang terjadi adalah sikap konsumen masyarakat meniru (imitasi) perilaku Barat. Setidaknya budaya tersebut berimplikasi pada pembentukan pola pikir dan tingkah laku masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan juga tidak menuntut kemungkinan bisa mengikis kesadaran budaya lokal secara berlahan-lahan.

Sebagai upaya untuk menangkal atau mengadaptasikan budaya tersebut maka sangat tergantung pada mutu dan produk pendidikan sebagai proses penyadaran. Namun ada beberapa parameter untuk mengukur kadar sampai seberapa jauh intensitas keseriusan pemerintah dalam mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat dan bangsa ini. Pendidikan kita nampaknya masih banyak mengandung muatan-muatan filosofis dan fiksi. Apalagi bicara tentang membendung budaya luar yang semakin “gila” itu. Hal ini bisa kita saksikan bahwa sistem pendidikan kita masih banyak terlibat pada bias-bias atau kepentingan-kepentingan politik, belum bisa mandiri (otonom). Karena itu, sesungguhnya banyak p**a “korban” yang telah dihasilkan oleh pendidikan masa lalu, akibat adanya polarisasi politik yang luar bisa hebatntya.

Kondisi pendidikan di negara kita, dinilai banyak pengamat 60% lebih gagal total. Meskipun kuantitas lembaga pendidikan menjamur dimana-mana, tetapi hasilnya sangat tidak maksimal dan memperhatinkan. Inilah fenomena dan kondisi pendidikan nasional yang sangat memerlukan penanganan serius oleh para ahli atau pakar pendidikan secara profesional dan sungguh-sunguh. Sehingga krisis yang berimplikasi pada semua bidang kehidupan secara luas juga ditentukan oleh salah satunya dari krisis mutu pendidikan itu.

Beberapa dekade terakhir ini, pendidikan kita banyak diwarnai dengan polarisasi politik. Faktor politiklah yang banyak ikut membentuk dan mempengaruhi sistem pendidikan ini, sehingga tidak bisa berjalan secara baik dan maksimal sebagaimana kita harapkan bersama. Kadang-kadang pendidikan dapat dijadikan sebagai mobilisasi untuk melegalkan serta memperkuat kekuasaaan. Akibatnya, citra pendidikan seperti ini menjadi pudar diterpa badai politik oleh kepentingan orang-orang yang bernafas pendek. Budaya politik yang sangat otoriter dan angkuh itu dapat mematikan sistem pendidikan yang seharusnya dapat tumbuh dan berkembang secara cepat dan tepat dan seharusnya p**a mampu mengejar ketertinggalan dengan mutu pendidikan luar negeri.

Kartono Kartini mengajukan sebuah sistem pendidikan demokrasi sebagai pilihan, baik pilihan sistem pendidikan maupun sistem politik. Dasar argumennya adalah kesadaran berbangsa dan bernegara itu sendiri muncul dalam masyarakat Indonesia. Karena keinginan untuk merdeka dan demokrasilah yang bisa menjamin kemerdekaan tersebut, dan dengan demikian, membawa cita-cita modernisasi.

Penjabaran dari sistem pendidikan di atas, merupakan tujuan bersama rakyat, melalui negara antara lain kemerdekaan dan mengembangkan kepribadian melalui pendidikan. Sedangkan tujuan pendidikan itu sendiri adalah “membebaskan diri dari berbagai belenggu” atau tegasnya membentuk individu yang paripurna dan bertanggung jawab.

Di samping itu, pendidikan juga bertujuan untuk menumbuhkan kepribadian yang utuh, memperkaya rohani, melatih berfikir, melatih gelisa untuk bertanya dan mencari jawaban sendiri. Tugas pendidikan sebenarnya mengajak untuk sadar diri dan mengerti serta mampu mempraktekkan dalam kehidupan secara riil. Sayangnya, sejauh yang penulis ketahui, bahwa masih banyak para siswa dan tenaga pendidik yang kurang sadar dan memiliki kepekaan tinggi.

Seperti yang dikemukakan oleh Paulo Freire (tokoh yang cenderung kiri) mengemukakan dalam thesisnya mengenai pendidikan kaum tertindas. Beliau mengajukan sebuah metode konsientinasi (penyadaran). Metode ini sangat baik untuk dijadikan landasan sebagai sistem pendidikan di negara kita. Dengan metode ini diharapkan pendidikan akan memperlihatkan pencerahan dan tumbuhnya bagi sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang demikian ini, akan merangsang jiwa untuk sadar diri, berkreasi dan berimajinasi.

Paul Freire mengecam pendidikan gaya “bank”, sebuah model pendidikan yang tidak mendorong tumbuhnya iklim kondusif untuk bisa maju dan tidak p**a menghormati kemerdekaan manusia. Melalui model pendidikan tersebut, siswa dibiarkan tidak diberi kesempatan untuk berfikir, bertanya dan berdialog atau tukar pikiran. Mereka harus “tunduk dan pasrah” kepada guru setiap apa yang disampaikan, tidak diberikan umpan balik sama sekali dan bahkan menghukumnya apabila siswa terlalu “vokal dan kreatif” sehingga membuat guru resah. Siswa diibaratkan oleh Paulo Freire sebagai “celengan atau pundi-pundi” yang diisi tampa peduli diserap atau tidak.

Sistem pendidikan seperti ini dapat dijumpai di sana-sini pada pendidikan yang ada. Secara kuantitas, lembaga sekolah (pendidikan) memang memadahi, tetapi kondisi dan gaya seperti itu mana mungkin akan melahirkan sebuah generasi yang berkualitas dan memiliki daya saing dengan keluaran pendidikan dari luar negeri. Banyak lembaga sekolah, baik swasta maupun negeri yang hanya mampu menampung siswa untuk belajar, tetapi belum siap membina dan mengelolanya secara profesional. Inilah kendala kinerja pendidikan yang masih semrawut.

Fenomena di atas, tidak dapat dielakkan lagi dari pandangan kita. Lalu sebenarnya di manakah jalan keluarnya untuk memecahkan persoalan tersebut? Mantan rektor Universitas Indonesia (UI), Mahar Mardjono, mengemukakan bahwa jika membangun kualitas, maka sarana pendidikan, lingkungan pendidikan, dan sumber daya manusia harus dilengkapi sebaik-baiknya. Selain itu, jumlah pelajar harus dibatasi, supaya perhatian guru bisa konsentrasi kepada anak didik.

Di samping itu, tenaga pendidik harus qualified dan memberi waktunya dengan penuh. “Dengan memilih ini, berarti kita akan dapat memberikan pendidikan tersebut bagi sebagian besar orang yang juga membutuhkannya”. Tenaga pendidik juga bisa diambil dari mana saja asalkan mempunyai kredibilitas yang memadahi serta dapat dijadikan contoh secara psikologis bagi siswa.

Demikain p**a fasilitas fisik juga mendukung terhadap kondusifitas proses belajar mengajar. Ini harus diperhatikan oleh pendidikan supaya kenyamanan belajar dan interaksi antara guru dan siswa dapat berlajan maksimal. Fasilitas yang perlu dipenuhi itu, seperti laboratorium, perpustakaan, tempat latihan-latihan olah raga, serta sarana pendukung lainnya.

Pendidikan yang baik diibaratkan sebuah “aquarium” yang di dalamnya terdapat ikan pilihan, sirkulaisi udara yang seteril, makanan yang berkualitas, perawat yang profesional dan seterusnya. Begitu juga pendidikan, semua yang berkaitan dengan kelengkapan pendidikan atau proses belajar mengajar harus dilengkapi supaya kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sempurna.

04/11/2012

Membangun Kreativitas Menjadi Napas Perusahaan

Apa gunanya menjadi kreatif dalam pekerjaan Anda jika perusahaan Anda tidak siap untuk menerima dan menggunakan pemikiran inovatif?
Sebagian besar para pendiri perusahaan dimanapun sependapat, bahwa membangun perusahaan haruslah membangun kulturnya juga, bahkan sebagian meyakini kultur haruslah yang pertama diciptakan, terutama diinspirasi sang leader. Namun perlu diketahui, bahwa dalam membangun sebuah kultur diperusahaan agar tidak meninggalkan fikih mualamat bagi usaha kita.

Kurangnya kreativitas di kantor Anda bukan karena "tidak cukup banyak orang kreatif," tetapi budaya perusahaan yang menolak perubahan. Inilah yang menghambat ide-ide yang luar biasa.

Kreativitas berarti berubah dan mencari cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu. Perubahan membuat orang takut, dan rasa takut dapat melumpuhkan ide kreatif.

Ruang kreativitas karyawan bisa disalurkan melalui divisinya, sehingga bisa dibingkai dalam sistem dan budaya Continuous Improvement, yang terdiri dari Individual Improvement, Team Improvement dan Cross-Functional.

Bagaimana Anda membangun budaya untuk berpikir kreatif?

Membangun perusahaan menjadikan kultur kreatif sebagi napasnya, haruslah didukung oleh kepemimpinan, kultur perusahaan yang kondusif, adanya strategi inovasi, mekanisme dalam proses inovasi. Kreativitas juga perlu investasi untuk menumbuhkannya, jika tidak perusahaan akan kesulitan memiliki budaya kreatif.

Kreativitas bukan sekedar menciptakan sebuah produk atau jasa, ini tentang mengobservasi, memahami, meneliti, menghubungkan, mengklarifikasi, memodifikasi dan membuat hal baru.

Memungkinkan kritik konstruktif dari setiap bagian dari bisnis. Pada saat yang sama, mendorong saran solusi, bukan hanya menunjuk-out masalah.

Mendorong agar karyawan berbaur antar departemen. Kita belajar praktik terbaik dari orang lain serta memahami gambaran yang lebih besar, seperti gigi yang berbeda tetapi dapat bekerjasama mengunyah manakan.
Karyawan dapat mengirimkan ide kepada leader yang kemudian akan menyeleksinya, dan kemudian dapat diteruskan dengan tahap diskusi group atau brainstorming.

Tapi ingat, Orang kreatifpun tak bisa mengeluarkan ide jika budaya perusahaan dan faktor kepemimpinan tidak mendukung.

30/10/2012

Mau sehebat apapun manusia, dia tetap harus terus belajar. Hal yang tidak bisa manusia berhenti belajar adalah belajar rendah hati dan menghargai sesama

Want your school to be the top-listed School/college in Nganjuk?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address

Nganjuk
64182