14/08/2026
Aceh Barat - 11 Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H., mendampingi Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (PRR) Wilayah Aceh I melakukan peninjauan sejumlah titik infrastruktur terdampak banjir bandang di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa (11/8/2026).
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah dan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Sejumlah lokasi yang ditinjau meliputi Hunian Sementara (Huntara), jembatan, penahan tebing atau bronjong, fasilitas sekolah, kantor keuchik, hingga area persawahan masyarakat yang mengalami kerusakan cukup berat.
Kepala Koordinator Wilayah Aceh I Satgas Percepatan PRR, Laksma TNI Nouldy Jan Tangka, S.A.P., M.Tr.Opsla., CHRMP, mengatakan bahwa peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan proses penanganan pascabencana di daerah dapat berjalan secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi serta berbagai informasi dari lapangan yang mungkin belum tersampaikan kepada pemerintah pusat.
Hal yang sama juga disampaikan Anggota Analisa dan Evaluasi Satgas Percepatan PRR Wilayah Aceh I, Kombes Pol Suwinto, S.H., S.I.K., yang menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Menurutnya, penanganan dampak banjir bandang membutuhkan keterlibatan bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BPBD Aceh Barat bersama Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (PRR) terus berkomitmen mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak. Melalui sinergi lintas sektor, kerja cepat, dan koordinasi yang berkelanjutan, setiap upaya diarahkan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan infrastruktur agar kembali berfungsi dengan baik, sekaligus mewujudkan wilayah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.