Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia - Puspolkam

Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia - Puspolkam

Share

Puspolkam Indonesia adalah lembaga kajian yang fokus pada isu politik dan keamanan, selain itu juga gagasan milenial, kependudukan, gender, dll

Photos from Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia - Puspolkam's post 24/07/2023

"Ganjar Pranowo Bersama APEKSI Bergotongroyong Membangun dan Memajukan Negara Pancasila Indonesia"

Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia ; Mantan Ketua DPP PDI Perjuangan dan Anggota MPR-RI & Anggota DPR-RI)

Gubernur Jateng yang juga Calon Presiden RI Ganjar Pranowo, diundang oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk menyampaikan Pemikiran dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI APEKSI. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, tanggal 13 Juli 2023, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Walikota Makassar, Sulsel Danny Pomanto sebagai Tuan Rumah dan Pimpinan Penyelenggara Rakernas APEKSI ; Walikota Bogor, Jawa Barat (Jabar) Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua APEKSI memimpin dan memandu acara pemaparan Ganjar Pranowo serta Dialog dan Diskusi. Ganjar Pranowo secara meyakinkan menyampaikan pemikiran dan pertimbangan serta menemukan pergumulan dan perjuangan APEKSI. Terutama untuk Bergotongroyong Membangun dan Memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan Ganjar Pranowo setelah menjadi Pembicara Rakernas, kemudian berlanjut dengan Berwisata Kuliner khas sosial dan kultural Sulsel ; dan kegiatan lain. Turut mendampingi dan menemani, antara lain : Walikota Makassar, Sulsel Danny Pomanto ; Walikota Bogor, Jabar Bima Arya Sugiarto ; Penulis ; Anggota DPR-RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel Andi Ridwan Wittiri ; Anggota DPRD Provinsi Sulsel yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel Rudy Peter Goni, figur-figur dan elemen-elemen strategis, dan lain-lain. Atmosfir kegiatan tersebut melahirkan dan menumbuhkan serangkaian utuh aspirasi murni dan apresiasi tulus warga masyarakat kepada Ganjar Pranowo.

Kemudian, sebelum, saat, dan setelah kegiatan Rakernas APEKSI, Gubernur Jateng dan Calon Presiden RI Ganjar Pranowo "bertegur sapa atau menyapa" komunitas APEKSI dan juga warga masyarakat berbagai asal daerah dari Indonesia, di Makassar. Juga berkomunikasi mendengar dan menanggapi aspirasi warga masyarakat. Ekosistem dari bangunan dan materi pemikiran beserta pemaparan utuh, menyeluruh, dan mendasar dari Ganjar Pranowo, pada dasarnya mendapat tempat dan dukungan sepenuhnya. Terutama dari Tamu, Undangan, Peserta Rakernas. Juga dari Anggota dan Pengurus serta Keluarga Besar APEKSI.

Kualifikasi dan relevansi pemikiran dan penampilan Ganjar Pranowo memiliki dan mendapati atmosfir aspirasi pergumulan, pergulatan, dan tantangan Daerah-Daerah (Kepemimpinan Daerah). Khususnya dari kalangan Walikota dan Wakil Walikota serta komunitas APEKSI. Narasi kehadiran dan kebersamaan Ganjar Pranowo berbasis pada kebijakan visioner dan agenda misioner APEKSI. Komunitas APEKSI pada dasarnya mengharapkan dan membutuhkan pemikiran ideologis strategis dan perhatian serius sungguh-sungguh untuk membangun dan memajukan Kota di Indonesia.

Pembangunan dan pemajuan tersebut pada gilirannya berhubungan erat dan berhubungan utuh dengan Pembangunan dan Pemajuan Indonesia. Ada relasi struktural dan fungsional antara keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Kota dengan "Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur". Dalam konteks dan dalam kerangka relasi tersebut di atas, Ganjar Pranowo menyampaikan konsep strategis makro dan agenda teknis mikro yang terdata, terukur, terencana, tertata, dan terarah. Khususnya untuk menumbuhkan dan mengukuhkan kualitas Kota bagi kekuatan Indonesia. Intisarinya adalah "Kota Kita Maju, Indonesia Kita Kuat" - sebagaimana Tema Rakernas.

Perihal tersebut memperoleh perhatian serius dan dasar sungguh-sungguh dari Ganjar Pranowo. Tentu karena disebabkan dan dilatarbelakangi oleh kualitas, kapasitas, dan integritas kepemimpinan dan kinerja Ganjar Pranowo yang kapabel, profesional, dan kredibel. Tipologi figur kepemimpinan yang mengandung tipikal yang mau, mampu, dan bersedia "mendengar, melindungi. melayani, mengayomi" rakyat untuk mengabdi dan memimpin Indonesia. Ganjar Pranowo memiliki pengalaman dan mempunyai kematangan yang otentik dan konkrit di bidang Legislatif, di bidang Eksekutif, di bidang Profesional, dan di sejumlah bidang lain.

Sehari sebelumnya, sudah berlangsung acara Pembukaan Rakernas XVI APEKSI, pada hari Rabu, tanggal 12 Juli 2023, di Makassar, Sulsel. Para Tamu, Undangan, dan Peserta mengikuti secara langsung dan mengikuti secara virtual zoom rangkaian dan tahapan acara. Juga sembari menyaksikan dan menikmati sejumlah pementasan berbagai kesenian dan kebudayaan. Intinya adalah yang beratmosfir khas Indonesia. Hadir sejumlah tamu kehormatan dan undangan khusus yang diundang mengikuti acara Pembukaan.

Duduk dalam daftar deretan kursi VIP, antara lain : Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin (membawahi dan meliputi teritorial Sulsel, Sultra, Sulbar), Pangkoopsud 2, Danlantamal Makassar, Sulsel, Penulis, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, beberapa Rektor dari Perguruan Tinggi, Pimpinan Institusi, Instansi, Elemen, Komunitas, dan lain-lain.

Kemudian ada beberapa Pimpinan Pemerintahan Daerah (Kota). Juga menyampaikan Kata Sambutan dalam acara Pembukaan, antara lain, Walikota Makassar, Sulsel Danny Pomanto sebagai Tuan Rumah Penyelenggara ; Walikota Bogor, Jabar Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua APEKSI ; Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri RI Suhajar Diantoro. Para Walikota dan Wakil Walikota Se-Indonesia beserta jajaran terkait, beberapa Kepala Daerah di Sulsel, dan lain-lain - datang menghadiri dan mengikuti keseluruhan tahapan dan rangkaian acara.

Rakernas XVI APEKSI berlangsung dengan Tema : "Kota Kita Maju, Indonesia Kita Kuat". Terminologi Tema berkaitan dan berintikan pada konstruksi, substansi, dan relasi keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Kota dalam kerangka Membangun Negara Proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur. Perspektif Tematis tersebut, menguatkan dan mengukuhkan Kota dalam konteks sebuah Indonesia yang demokratis, konstitusional, Berkeadilan, dan Berkemakmuran.

Keseluruhan ekosistem keberadaan dan kehadiran Ganjar Pranowo, penyelenggaraan Rakernas berikut dengan Tema, keberlangsungan dan keberlanjutan APEKSI, menggelorakan dan memancarkan doktrin dan spritualitas Indonesia. Doktrin dan spritualitas tersebut pada dasarnya mengukuhkan, memaknai, dan membumikan Nilai-Nilai Persatuan Indonesia dan Nilai-Nilai Bergotongroyong dalam Negara Pancasila Indonesia. Keseluruhan Nilai yang memastikan bahwa "Kota adalah Kita ; Kita adalah Kota ; Kota adalah Indonesia ; Indonesia adalah Kota ; Kita dan Kota adalah Ganjar Pranowo ; Ganjar Pranowo adalah Kita dan Kota".

Makassar, Sulsel, Indonesia, Kamis, 13 Juli 2023.

"Salam Makassar - Sulsel ; Salam APEKSI ; Salam Indonesia Kita".

Photos from Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia - Puspolkam's post 12/07/2023

"PEMAJUAN KOTA DAN PENGUATAN INDONESIA MAJU BAGI KEADILAN DAN KEMAKMURAN RAKYAT"

Firman Jaya Daeli

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI. Ada sejumlah Tamu Kehormatan dan Undangan Khusus yang diundang untuk menghadiri dan mengikuti acara Pembukaan Rakernas, pada hari Rabu, tanggal 12 Juli 2023, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tamu, Undangan, dan Peserta mengikuti dan menikmati berbagai atraksi kesenian dan kebudayaan Indonesia. Utamanya dan khususnya yang bernuansa sosial dan kultural etnik Indonesia dari daerah Sulsel. Penampilan tersebut dihadirkan dan ditampilkan dalam acara Pembukaan.

Beberapa tamu kehormatan dan undangan khusus yang diundang saling berkomunikasi dan berdiskusi. Perihal tersebut berlangsung karena kebetulan para tamu dan undangan duduk berdampingan dan bersebelahan langsung di deretan kursi VIP. Ada Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin (TNI AD), Pangkoopsud 2 (TNI AU), Danlantamal Makassar, Sulsel (TNI AL), Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, dan lain-lain.

Hadir sejumlah Pimpinan yang juga dan sekaligus menyampaikan Kata Sambutan. Ada Walikota Makassar, Sulsel Danny Pomanto sebagai Tuan Rumah Penyelenggara ; Walikota Bogor, Jabar Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua APEKSI ; Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Sekjen Kementerian Dalam Negeri RI. Hadir dan ikut juga para Walikota dan Wakil Walikota Se-Indonesia beserta jajaran, beberapa Kepala Daerah di Sulsel, dan lain-lain.

Kota Makassar Provinsi Sulsel, menjadi Kota Tuan Rumah sebagai Tempat Penyelenggaraan Rakernas XVI APEKSI. Rakernas bertemakan "Kota Kita Maju, Indonesia Kita Kuat". Perspektif pemikiran dan atmosfir pertimbangan tematik tersebut berintikan pada relasi antara Pembangunan dan Pemajuan Kota dengan Pembangunan dan Pemajuan Indonesia. Hakekatnya adalah Penguatan Kota dan Penguatan Indonesia Maju Bagi Keadilan dan Kemakmuran Rakyat. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian tahapan dan rangkaian utuh dari keseluruhan Penyelenggaraan Rakernas.

Penyelenggaraan Rakernas XVI APEKSI di Kota "Angin Mamiri" Makassar, Sulsel sangat bermakna, berbobot, berhasil, berdampak, dan berpengaruh. Hakekatnya dan intisarinya amat kreatif, inovatif, efektif, produktif, visioner. Memiliki dan mengandungi Nilai Tambah serta mengaliri dan melahiri produksi Pembangunan dan Pemajuan. Perihal tersebut pada dasarnya karena atas dukungan dan berdasarkan kerjasama Masyarakat Makassar dan Sulsel. Kemudian karena peran dan komitmen penting, strategis, dan berpengaruh dari kualitas, kapasitas, kapabilitas, profesionalitas, integritas, dan kredibilitas Walikota Makassar, Sulsel Danny Pomanto. Juga karena jajaran Pemerintah Kota Makassar, Sulsel dan Penyelenggara Rakernas XVI APEKSI. Selanjutnya karena atas dukungan dan berdasarkan kerjasama keseluruhan Ekosistem APEKSI dan berbagai pihak kalangan, dan lain-lain.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, juga diundang oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc untuk menyampaikan Pemikiran sebagai Pembicara (Dosen Tamu) dalam kegiatan Perkuliahan (Kuliah Umum atau Kuliah Tamu) di depan Akademisi dan Mahasiswa Unhas, khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unhas. Kuliah Umum atau Kuliah Tamu berlangsung pada hari Kamis, tanggal 13 Juli 2023, di kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Sulsel. Temanya adalah : "Politik Bernegara Membangun Negara Pancasila Indonesia yang Demokratis Konstitusional".

Kemudian Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, juga bertemu, berdialog, berdiskusi bersama dengan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso, pada hari Rabu, tanggal 12 Juli 2023, di markas Kodam, di Makassar, Sulsel. Pangdam XIV/Hasanuddin didampingi oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Mohammad Syech Ismed dan lima orang Asisten Kodam XIV/Hasanuddin yang kesemuanya berpangkat Kolonel TNI AD. Kemudian Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, berkomunikasi dan berdiskusi juga bersama dengan Panglima Divisi Infanteri (Pangdiv) 3/Kostrad Mayjen TNI Choirul Anam, pada hari Rabu, tanggal 12 Juli 2023.

Rencana Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, bertemu juga dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Setyo Boedhi Moempoeni Harso dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak. Selanjutnya ada pertemuan dialog dan diskusi bersama dengan sejumlah komunitas, elemen, institusi, dan kalangan di Sulsel. Pimpinan kelembagaan dan jajaran institusi tersebut memiliki dan mempunyai posisi, fungsi, dan orientasi untuk senantiasa mendukung bahkan juga sepenuhnya melibatkan diri dan jajaran dalam kerangka Pemajuan Kota dan Penguatan Indonesia Maju bagi Keadilan dan Kemakmuran Rakyat"

Photos from Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia - Puspolkam's post 27/04/2023

"Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional dan Pemajuan Lemhannas RI Bagi Geopolitik Strategis Indonesia dan Dunia"

Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia ; Pernah Menjadi Pembicara Di Lemhannas RI).

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc, Ph.D. dan Wakil Gubernur (Wagub) Lemhannas RI Letjen TNI M.S. Fadhilah, dalam sebuah pertemuan dan diskusi secara terpisah dengan Penulis, di Gedung Lemhannas RI, kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Indonesia. Pertemuan persahabatan dan diskusi strategis tersebut berlangsung secara terpisah, masing-masing antara Penulis dengan Gubernur Lemhannas RI ; dan antara Penulis dengan Wakil Gubernur Lemhannas RI.

Anatomi pertemuan dialog dan diskusi diposisikan dan dinarasikan dalam kerangka Pembangunan Indonesia Raya dan dalam konteks hakekat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Kemudian dalam bingkai Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional dan Pemajuan Lemhannas RI. Perihal tersebut, pada dasarnya dan pada gilirannya, meletakkan eksistensi, posisi, fungsi, peran, tugas, dan tanggungjawab Lemhannas RI menjadi semakin penting, strategis, berdampak, dan berpengaruh serius. Terhadap pemaknaan Nilai-Nilai Kebangkitan dan Kemajuan Indonesia berbasis sumber daya manusia (kader) dan kepemimpinan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc., Ph.D., adalah salah seorang Akademisi, Ilmuwan, Intelektual, Cendekiawan terkemuka di Indonesia, terutama dengan kekhususan Hubungan Internasional (Luar Negeri), Pertahanan, Keamanan, dan Intelijen. Pernah menjadi Sekretaris Kabinet (Seskab) RI. Kini menjadi Gubernur Lemhannas RI menggantikan Letjen TNI Purn. Agus Widjojo sebagai Gubernur Lemhannas RI sebelumnya. Letjen TNI Purn. Agus Widjojo adalah salah seorang Purnawirawan Perwira Tinggi TNI AD berpangkat Jenderal Bintang Tiga lulusan Akabri Darat/AMN/Akmil Tahun 1970.

Wakil Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI M.S. Fadhilah adalah salah seorang Perwira Tinggi TNI AD berpangkat Jenderal Bintang Tiga lulusan Akmil Tahun 1988 A. Pernah menjadi Ajudan (ADC) Wakil Presiden Kesepuluh RI Prof. Dr. Boediono ; menjadi Danrem Halu Oleo (membawahi wilayah teritorial Provinsi Sultra) ; menjadi Danrem Pamungkas (membawahi wilayah teritorial Provinsi DIY dan Sekitarnya) - jabatan jenderal bintang satu (Brigjen) ; menjadi Kadispen TNI AD ; menjadi Kasdam IV/Diponegoro (membawahi wilayah teritorial Provinsi Jateng dan DIY) ; menjadi Kapuspen TNI - jabatan jenderal bintang dua (Mayjen) ; menjadi Pangdam I/BB (membawahi wilayah teritorial Provinsi Sumut, Sumbar, Riau, Kepri). Kini menjadi Wakil Gubernur Lemhannas RI - jabatan jenderal bintang tiga (Letjen).

Hakekat pertemuan Penulis yang juga mantan Pansus UU Pertahanan Negara dan Anggota MPR-RI/Anggota DPR-RI, untuk berdialog dan berdiskusi bersama dengan Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc, Ph.D. ; lalu bersama dengan Wagub Lemhannas RI Letjen TNI M.S. Fadhilah, pada dasarnya diletakkan dalam sejumlah hal. Kerangka dasar dan utama adalah Pembangunan Indonesia Maju dan hubungan kaitan dengan Pemajuan Lemhannas RI bagi Sistem Ketahanan Nasional. Keluasan narasi dan kedalaman diskusi tersebut adalah mengenai peningkatan kualitas eksistensi, posisi, fungsi, peran, tugas, dan tanggungjawab strategis kenegaraan dari Lemhannas RI. Serangkaian perihal penting sebagai ruang dan media serta waktu dan kesempatan bagi Lemhannas RI. Khususnya untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan peran, tugas, dan tanggungjawab yang diorganisasikan dan diselenggarakan bersama dengan sejumlah kelembagaan strategis terkait lainnya di Indonesia.

Intisarinya adalah untuk memaknakan, mewujudkan, dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi utama Lemhannas RI. Pengorganisasian dan penyelenggaraan tersebut pada dasarnya berbasis pada tugas pokok dan fungsi utama setiap kelembagaan. Kesemuanya dan keseluruhnya tentu dan senantiasa dijiwai, disemangati, didarahi, dan dinafasi dengan satu tugas dan fungsi panggilan pengabdian yang berbobot dan berdampak. Bagi kepentingan nasional dan tujuan nasional Indonesia berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila dan Butir-Butir Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945. Dengan demikian sarat dan sangat ideologis dan konstitusional Indonesia.

Kualitas Panggilan Pengabdian Lemhannas RI tersebut di atas dipersembahkan untuk merawat, menjaga, membangun, membangkitkan, dan memajukan Indonesia dalam format wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berideologi dan berfalsafah Pancasila berdasarkan dan berlandaskan UUD NRI Tahun 1945 beretos dan bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian dalam kondisi dan posisi Indonesia Raya dengan format jelas dan posisi tegas. Indonesia Raya yang memiliki kesiapan, kemampuan, dan kematangan untuk bertumbuh, maju, dan berkembang. Perihal tersebut pada gilirannya, memengaruhi dan menentukan keseluruhan dinamika dan dialektika persaingan, pergaulan, persahabatan, dan perdamaian kawasan regional dan dunia internasional dengan "Perspektif Indonesia".

Terutama dan terkhusus untuk membangkitkan, menguatkan, dan mengukuhkan, dan memajukan eksistensi, posisi, dan fungsi NKRI yang demokratis dan konstitusional. Juga sebuah dan serangkaian ekosistem NKRI yang memiliki kekuatan, kemampuan, dan kematangan integrasi nasional serta bobot wawasan kenusantaraan dan kebangsaan yang berkelas tinggi dan berkategori kuat. Tentunya yang berbasis pada integritas, kredibilitas, kualitas, kapasitas, kapabilitas, dan profesionalitas Lemhannas RI. Dan juga bersama dengan dukungan dan kerjasama sejumlah institusi kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan strategis dan menentukan.

Keseluruhan perspektif tersebut berbasis dan berintikan pada penguatan eksistensi, posisi, fungsi, peran, tugas, dan tanggungjawab Lemhannas RI terhadap Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional Indonesia. Juga berkaitan dan bermaterikan pada penguatan peran, tugas, dan tanggungjawab Lemhannas RI untuk menyebarkan, membumikan, dan menyuburkan Sistem Nilai (Nilai-Nilai) Pancasila. Kemudian untuk mengorganisasikan dan menyelenggarakan perihal yang sama terhadap Nilai-Nilai Kenusantaraan dan Kebangsaan Indonesia. Selanjutnya untuk membangkitkan dan memajukan Lemhannas RI sebagai instrumen pendidikan, pelatihan, penelitian, pengkajian, pengembangan, dan penguatan pemikiran Geopolitik Indonesia dan Dunia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil, makmur, demokratis, kuat, maju, dan sejahtera adalah sebuah negara bangsa dan negara kawasan. Keberadaan Indonesia terletak, berada, bertumbuh, dan berkembang di tengah-tengah percepatan, perluasan, dan peningkatan dinamika dan dialektika lokal, nasional, regional, dan internasional. Terutama dalam konteks persaingan, pergaulan, persahabatan, dan perdamaian kawasan regional dan global internasional. Indonesia sebagai negara bangsa dan negara kawasan - dengan eksistensi, posisi, dan fungsi yang merupakan Negara Penggagas, Pendiri, dan Anggota Gerakan Non Blok. Tentu juga dengan Politik Luar Negeri "Bebas dan Aktif".

Pemajuan Lemhannas RI terbangun dalam serangkaian konteks dan kerangka terencana, terukur, dan terarah. Konteks dan kerangka yang penuh dengan penataan, pemeliharaan, dan pelembagaan Lemhannas RI, khususnya : konsolidasi Demografi ; pergerakan, pengembangan, dan pembangunan Ekonomi Hijau ; pergerakan, pengembangan, dan pembangunan Ekonomi Biru ; penguatan, pembudayaan, dan pengukuhan Digitalisasi ; dan pengerahan, penyiapan, dan pemastian anatomi, konfigurasi, dan ekosistem Indonesia dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Konteks dan kerangka tersebut dibangun dalam satu paket ikatan keutuhan dan kekuatan yang menyiapkan dan memastikan kebangkitan dan kemajuan Negara Proklamasi Indonesia dan Negara Pancasila Indonesia.

Atmosfir kebangkitan dan kemajuan Indonesia sangat diwarnai, dipengaruhi, dan ditentukan oleh dinamika dan dialektika internal dan eksternal Indonesia. Kualitas situasi, kondisi, suasana, dan perkembangan domestik dalam negeri dan global luar negeri, merupakan substansi yang penting, berpengaruh, dan menentukan. Perspektif tersebut menjadi panduan pedoman pemikiran dan basis dasar pertimbangan untuk membangun, membangkitkan, dan memajukan Indonesia sehingga semakin bermakna dan berdampak.

Perihal demikian, pada dasarnya sangat berkaitan dengan kepemilikan akar kuat dan hubungan erat dengan sejumlah materi kandungan yang strategis. Berkaitan dengan materi kandungan historis, sosiologis, ekonomis, politis, dan ideologis Indonesia dan Kawasan. Materi kandungan tersebut memiliki konteks dan relasi dengan ide, gagasan, dan pemikiran Sang Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden Pertama RI B**g Karno. Utamanya dan Intisarinya mengenai "Pemikiran Geopolitik Indonesia, Kawasan, dan Dunia" dari B**g Karno. Pemikiran strategis B**g Karno mempunyai keutuhan dan kekuatan dalam kerangka memosisikan, mengagregasi, dan mengartikulasi peranan "Negara Indonesia". Peranan keberpengaruhan dan kebermanfaatan Negara Indonesia di negara-negara kawasan dan dunia internasional dalam perspektif Geopolitik Strategis.

Kesesuaian konteks dan ketepatan relasi tersebut, pada dasarnya berintikan pada jiwa dan semangat serta darah dan nafas Pemikiran Geopolitik B**g Karno. Pemikiran Geopolitik yang sungguh-sungguh memperjelas, mempertegas, dan memperkuat garis dan kebijakan serta arah dan orientasi "Politik Negara" dari Indonesia. Khususnya politik yang bersifat ideologis strategis dan doktrin makro Indonesia tentang hubungan regional dan kerjasama internasional yang dianuti dan dikandungi Indonesia. Hubungan dan kerjasama yang dimaksud yaitu berbasis Politik Pertahanan Negara, Politik Keamanan Nasional, Politik Luar Negeri, Politik Dalam Negeri, Politik Intelijen Negara Indonesia. Politik Nasional Kenegaraan (Politik Bernegara) yang saling berkaitan dan bersesuaian.

Sang Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden Pertama RI B**g Karno, memiliki dan menyebari Pemikiran Geopolitik Indonesia ke negara-negara lain di belahan tingkat kawasan regional dan tataran dunia internasional. Para Pemimpin negara-negara di dunia serta masyarakat regional dan internasional, pada dasarnya menyambuti, menyahuti, mengakomodasi, mewadahi, dan mengembangi Pemikiran Geopolitik B**g Karno. Pemikiran tersebut merupakan sebuah dan serangkaian pemikiran besar dan strategis yang secara substansial memiliki pancaran dan panduan juga terhadap Lemhannas RI. Intisarinya adalah bagi Lemhannas RI untuk berperan, bertugas, berfungsi, dan bertanggungjawab secara mendasar dan menyeluruh.

Ekosistem pemikiran besar yang utuh dan integral dari B**g Karno, pada gilirannya melandasi, menyinari, menerangi, mewarnai, dan menuntuni perjuangan dan pergerakan bangsa-bangsa dan negara-negara lain secara menyeluruh dan mendasar. Terutama untuk menegakkan dan mengukuhkan tema-tema tentang : "kedaulatan, keadilan, demokrasi, keamanan, dan perdamaian". Konstruksi dan substansi dari keseluruhan tema tersebut, pada dasarnya merupakan tema-tema pergumulan, pergulatan, dan tantangan Keindonesiaan. Lemhannas RI pada dasarnya menjadikan dan menumbuhkan tema-tema tersebut sebagai tema-tema utama pergerakan dan pengabdian.

Hakekat dari perspektif pemikiran tersebut menjadi menarik dan semakin relevan karena mengandung dan menyuburkan api semangat dan etos jiwa kawasan regional dan dunia internasional yang "berbasis dan bersumber" pada Indonesia Raya. Sebuah kawasan dan dunia yang sejatinya merdeka, bebas, demokratis, aman, damai, adil, makmur, sejahtera, setara dan seimbang. Kesejatian tersebut mengandung prinsip yang wajib, dan doktrin yang mutlak, yaitu : sebuah situasi, kondisi, suasana, keadaan kawasan dan dunia yang tanpa diskriminasi, yang tanpa intervensi, yang tanpa invasi, dan yang tanpa aneksasi. Tumbuh mekar dan terbangun subur api semangat dan jiwa doktrin paradigma Proklamasi Kemerdekaan RI, Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, Pesan Semangat Gerakan Non Blok dalam Politik Hubungan Internasional (Luar Negeri) Indonesia yang Bebas dan Aktif dengan konstruksi, substansi, dan narasi Pemikiran Geopolitik Strategis B**g Karno terhadap Indonesia, Kawasan, dan Dunia.

Utamanya dan intinya adalah konteks regional dan internasional yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil, makmur, demokratis, kuat, dan sejahtera. Perihal tersebut sepenuhnya ditumbuhkan dan disuburkan dalam suasana keamanan dan perdamaian abadi, ketertiban dan kemajuan umum, keadilan dan demokrasi sejati yang otentik. Tentu juga yang seutuhnya dibangun dan dikembangkan dalam dinamika dan dialektika yang minus dan zero penindasan serta yang minus dan zero penjajahan. Konteks regional dan internasional tersebut memiliki dan mempunyai keterikatan dan ikatan Nilai-Nilai Keluhuran, Kemuliaan, dan Keagungan. Sehingga tidak berdiri sendiri dan juga tidak bebas nilai.

Kemudian juga tentu memiliki dan mempunyai Prinsip-Prinsip Dasar Kebajikan dan Keadaban - yang menentang, melawan, dan menghentikan kolonialisme dan neokolonialisme. Lagi p**a yang anti imperialisme dan yang anti neoimperialisme dalam berbagai bentuk, wujud, jenis, sifat, pola, metode, cara, dan sistem apapun dan dimanapun. Ada jalur hubungan atau jaringan kaitan antara peran, tugas, dan tanggungjawab Lemhannas RI dengan atmosfir dan cakrawala Pemikiran Geopolitik B**g Karno. Lemhannas RI harus senantiasa dan semakin mentransformasi Keindonesian yang berperan melalui berbagai "Tupoksi". Lemhannas RI terpanggil selalu dan bergumul serius untuk memastikan dan mengukuhkan perihal tersebut.

Hakekat dan makna perihal tersebut, pada dasarnya membutuhkan adanya dan terwujudnya prinsip doktrinal dan tekad substansial. Khususnya untuk mengaktualkan, menggelorakan, dan menyelenggarakan sejumlah agenda dan kebijakan strategis dan teknis. Masyarakat, bangsa, negara Indonesia, dan khususnya Lemhannas RI, harus senantiasa dan mesti semakin menumbuhkan, menyuburkan, membumikan, mengukuhkan, dan menegakkan agenda dan kebijakan mendasar dan menyeluruh. Lemhannas RI, terpanggil dan berkomitmen dengan prinsip dan doktrin serta agenda dan kebijakan Berdaulat di bidang Politik ; Berdikari secara Ekonomi ; Berkepribadian dalam Kebudayaan - dengan berjiwa dan bersemangat Gotongroyong (Bergotongroyong). Keberdaulatan, Keberdikarian, dan Keberlepribadian tersebut mesti menjadi dan merupakan Perspektif Lemhannas RI.

Keseluruhan atmosfir bangunan dan muatan pemikiran, pertimbangan, dan kebijakan "politik pertahanan negara", "politik keamanan nasional", "politik luar negeri", "politik dalan negeri", dan "politik intelijen negara Indonesia" tersebut, sudah berurat dan berakar lama serta berbasis dan bertumpu kuat. Berurat dan berbasis secara historis, sosiologis, ekonomis, politis, dan ideologis. Kemudian berurat dan berbasis juga pada penguatan ideologi, politik, ekonomi, sosial, kultural, hukum, pertahanan, dan keamanan Indonesia. Perihal tersebut pada gilirannya, menguati dan memaknai kualitas sistem ketahanan nasional Indonesia.

Dengan demikian, keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Negara Proklamasi Indonesia, Negara Pancasila Indonesia, Negara Kenusantaraan Indonesia, dan Negara Kebangsaan Indonesia, pada dasarnya senantiasa dan semakin terawat dan terjaga. Keindonesiaan terawat dan terjaga dengan tumbuhnya dan terbangunnya doktrin pemikiran, pertimbangan, dan kebijakan tersebut di atas. Doktrin dan ideologisasi secara otentik dan konkrit dari politik pertahanan negara, politik keamanan nasional, politik luar negeri, politik dalam negeri, dan politik intelijen negara Indonesia yang merujuk pada amanat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Konstitusionalitas Geopolitik Indonesia dan Dunia sebagai Politik Bernegara Indonesia - tetap terawat dan pasti terjaga.

Kelembagaan Lemhannas RI adalah salah satu institusi strategis kebangsaan dan kenegaraan yang terutama dan terdepan dalam konteks tersebut. Khususnya dalam kerangka merawati dan menguati Sistem Ketahanan Nasional Indonesia. Lemhannas RI harus senantiasa dan mesti semakin mempercepat dan memperkuat eksistensi, posisi, fungsi, dan peran domestik dalam negeri Indonesia. Juga tentu dan pasti mempercepat dan memperkuat eksistensi, posisi, fungsi, dan peran global luar negeri Indonesia. Sehingga amat berpengaruh dan sangat menentukan secara serius dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

Bapak Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden Pertama RI B**g Karno menggagas pendirian dan pembentukan (mendirikan dan membentuk) Lemhannas RI. B**g Karno juga menggerakkan dan mengorganisasikan pendirian dan pembentukan Lemhannas RI sebagai sebuah institusi strategis ideologis politis. Kehadiran, keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Lemhannas RI terutama berbasis pada pemikiran politik kebangsaan dan kenegaraan ; pada penguatan wawasan kenusantaraan, kebangsaan, dan kenegaraan ; pada pendidikan dan pengkaderan sumber daya manusia dan kepemimpinan bangsa dan negara. Eksistensi, posisi, fungsi, dan peran strategis Lemhannas RI semakin terkonfirmasi dan bermakna ketika ditempatkan, dinarasikan, dan diselenggarakan dalam konteks dan kerangka tersebut.

Penguatan dan pemajuan Lemhannas RI diletakkan, dikembangkan, dan diorientasikan dalam kerangka Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional Indonesia. Kebermanfaatan dan kebermaknaan Lemhannas RI terletak pada kualitas pengembangan dan penguatan pemikiran, wawasan, kenusantaraan, kebangsaan, kenegaraan, dan kepemimpinan. Pengembangan dan penguatan tersebut bertumpu pada kualitas ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan kultural masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

Kehadiran, keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Lemhannas RI, pada dasarnya memiliki ikatan kuat kebangsaan dan hubungan erat kenegaraan dengan pemikiran Geopolitik Strategis Indonesia. Tumbuh, terbangun, bangkit, dan maju dalam kerangka "relasi dan komunikasi yang hidup dinamis" antara penyelenggaraan dan pengorganisasian Lemhannas RI dengan pengembangan dan pembumian Nilai-Nilai Pemikiran Geopolitik. Kemudian aktualisasi dan sosialisasi tugas pokok dan fungsi utama Lemhannas RI, yang tentu diarahkan dan ditujukan untuk menginisiasi, mengisi, dan memaknai perspektif pemikiran dan pertimbangan akan kehadiran, keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Lemhannas RI.

Kerangka dasar dan bangunan utama percepatan, perluasan, dan peningkatan intensi, kualifikasi, dan eskalasi pembumian Nilai-Nilai tersebut, harus senantiasa terawat dan terjaga. Perawatan dan penjagaan yang rapi, tertib, dan disiplin. Kemudian mesti selalu bertumbuh dan berkembang dengan jiwa dan semangat serta pola dan pendekatan civil society. Juga mesti selalu dengan jiwa dan roh serta darah dan nafas demokrasi dan konstitusi (demokratis dan konstitusional). Negara Demokratis Konstitusional Indonesia melandasi, mendasari, dan menjiwai keseluruhan Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional dan Pemajuan Lemhannas RI.

Institusi strategis Lemhannas RI merupakan sebuah kelembagaan yang terutama. Juga sebagai sebuah kelembagaan yang terinti dalam kerangka Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional NKRI. Sebuah kelembagaan yang memiliki tugas dan fungsi strategis, dan yang mempunyai peran dan tanggungjawab penting. Khususnya dalam kerangka Pembangunan dan Pemajuan Indonesia Raya. Tugas, fungsi, peran, dan tanggungjawab tersebut, bertujuan "luhur, adab, mulia, dan agung". Terutama untuk merancang, mengagendakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan pendidikan dan pengkaderan "kebangsaan dan kenegaraan" yang "Indonesiawi". Sehingga "Keindonesiaan" mesti selalu dan semakin menyertai, mewarnai, menjiwai, dan memaknai keseluruhan atmosfir kebijakan dan kegiatan Lemhannas RI.

Kepemimpinan Lemhannas RI memiliki anatomi dan mempunyai konfigurasi ekosistem yang mendukung Pemajuan institusi Lemhannas RI. Intisarinya adalah ekosistem yang pada gilirannya semakin menguati dan memaknai kehadiran, keberadaan, kebangkitan, dan kemajuan Lemhannas RI. Berintikan pada kualitas, integritas, kredibilitas, kapasitas, dan profesionalitas. Kepemimpinan dan jajaran Lemhannas RI merupakan sebuah ekosistem dan postulat personal, kolegial, dan institusional yang berkomitmen kuat, berkinerja serius, dan berprestasi gemilang. Terutama dalam kerangka membangun dan memajukan Lemhannas RI demi untuk kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan Indonesia Raya.

Eksistensi, posisi, fungsi, dan signifikansi Lemhannas RI semakin bermakna ketika diperkuat dengan "formasi dan kualifikasi" kepemimpinan dan jajaran kelembagaan yang saling melengkapi dan menguati. Kepemimpinan Lemhannas RI menganuti, memiliki, dan mempunyai pemahaman, penghayatan, penjiwaan, dan pengalaman yang terkait, terarah, dan terfokus. Utamanya dan intisarinya adalah untuk menerjemahkan dan membumikan Visi, Misi, Program, Agenda, dan Kebijakan Presiden RI Jokowi dalam kerangka Pemajuan Lemhannas RI. Juga dalam kerangka Pembangunan Sistem Ketahanan Nasional Indonesia.

Menurut Penulis yang juga pernah menjadi Pembicara di Lemhannas RI, dan khususnya menjadi Pembicara di FGD Lemhannas RI bersama Gubernur Lemhannas RI dan Wakil Ketua MPR-RI saat itu serta bersama sejumlah Guru Besar ketika itu, bahwa kepemimpinan dan jajaran Lemhannas RI - menjadi searah, seayun, dan sebangun dengan Kepemimpinan Nasional NKRI Presiden RI Jokowi. Lemhannas RI pada dasarnya memiliki kemampuan, kemauan, dan kematangan untuk mereformasi dan mentransformasi Lemhannas RI sehingga senantiasa dan semakin aktual dan relevan secara berarti. Keutamaan dan intisari dari perspektif dan hakekat pemajuan Lemhannas RI, sesungguhnya dan sejatinya diletakkan dan diarahkan secara utuh kohesif. Perihal tersebut demi untuk mengembangkan, mewujudkan, dan mempraxiskan hakekat pemahaman, penghayatan, dan penjiwaan atas Visi, Misi, dan Program Kenegaraan RI.

Jakarta, April 2023.

"Salam Negara Proklamasi Indonesia ; Salam Negara Pancasila Indonesia ; Salam Negara Konstitusi Indonesia ; Salam Negara Bhinneka Tunggal Ika Indonesia ; Salam Negara Demokrasi Indonesia ; Salam Ketahanan Nasional Indonesia ; Salam Lemhannas RI".

Want your school to be the top-listed School/college in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address

Medan
Medan
20155