Bilingual Workshop Mahad UIN Maliki

  • Home
  • Bilingual Workshop Mahad UIN Maliki

Bilingual Workshop Mahad UIN Maliki Bilingual Workshop ini adalah acara yang dipersembahkan oleh Ma'had Sunan Ampel Al-Ali UIN Maliki Ma Telah digunakan oleh dua ratus juta penduduk Dunia.

Dalam sejarah bahasa Arab, bahasa ini mulai dikenal pada masa kemasan daulah Abbasiyah yang diterjemahkannya karya monumental kepada bahasa Eropa utamanya. Para pakar itu yang dikenal dengan ilmuan Ibnu Rusdy (Avveoes) dan Ibnu Shina (Avvicenna). Dalam perkembanganya hingga saat ini bahasa Arab merupakan bahasa Intenasional seperti halnya bahasa Inggris, Prancis dan Spanyol. Sebagai bahasa Interna

sional, dewasa ini sudah dituturkan oleh lebih dari seperempat Dunia. Dimulai dari Timur Tengah (Arab Saudi), Yaman, Oman, Iran, sampai Afrika Utara Mesir, Libya, Tunisia dan Maroko hingga Asia Tenggara Malayasa dan bumi Nusantara Indonesia. Selain itu bahasa Arab merupakan bahasa resmi ketujuh yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Berbicara kepada bumi Nusantara Indonesia memilki jumlah penduduk terbanyak di Dunia setelah Negara China. Apalagi Negara majemuk ini terdapat keunggulan tersendiri yaitu massyrakat yang mayoritas beragama Islam dengan jumlah terbanyak di Dunia. Pastinya dalam pelaksanan ritual kegamaan seyogyanya menggunakan bahasa Arab yang menjadikan masyrakat Indonesia melekat pada bahasa Arab tersebut. Namun pada faktanya terdapat kesenjangan antara potensi dan aktualisasi bahasa Arab di Indonesia ini. Massyrakat Indonesia belum mampu memposisikan baik dalam kacamata pendidikan, komunikasi, sosoial budaya atau agama yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa asing nomor satu. Sehingga bahasa Arab hanya menjadi bahasa perantara dalam melaksanakan ibadah agama Islam yang belum aktif sebagai daya alternatif berpendidikan dan bersosial. dan berkomunikasi lintas lokal, regional, nasional bahkan Internasional. Berangkat dari kesenjangan yang sudah mendarah daging sejak zaman dahulu kala. Hal itu akan digagas oleh para generasi pecinta bahasa Arab bahwasannya bahasa yang kaya akan hadhoroh dan saqofah tidak hanya digunakan sebagai ritual ibadah keagamaan akan tetapi sebagai wadah bersosial dan berkomunikasi umumnya. Gagasan itu yang akan dikemas oleh para pengurus Pusat Mahad Al Jami’ah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Akan menggelar sebuah workshop bahasa Arab dalam satu hari itu para peserta akan diselimuti oleh nuansa-nuansa bahasa Arab khususnya. Apalagi dimulai dari nara sumber yang cukup spektakuler menghadirkan alumni Pesantren Modern Daarusalam Gontor Jawa Timur, lulusan sarjana Timur Tengah. Sebuah revolusi gagasan ini sudah jalan satu tahun. Dimulai tahun kemarin, workshop bahasa ini hanya bahasa Arab saja. Namun tahun ini ada sebuah inovasi dari para pengurus ditambah menjadi bahasa Inggris sehingga disebutlah Workshop Billingual. Dengan harapan adanya keseimbangan antara dua bahasa Internasional tersebut. Bahwasannya bahasa Inggris bukan menjadi rahasia umum lagi, merupakan bahasa Internasional nomor satu di Dunia. Tapi tidak digunakan sebagai sarana beribadah keagamaan khususnya bagi agama Islam. Namun bahasa Arab, jelas yang digunakan pada ritual agama Islam tapi belum bisa menjadi bahasa Internasional nomor satu. Itulah segelincir dengan dinamikan kedua bahasa itu, yang bisa kita amatai dalam kacamata luas. Sehubungan dengan problematika kedua bahasa tersebut tidak mengkaji itu sebagai satu-satunya pembahasan pada workshop bilingual. Akan tetapi pandangan tersebut hanya sebatas bagian atau point pada point-point yang akan dibahas. Karena pada workshop bilingual ini ada beberapa materi, yang itu akan full semuanya berbahasa baik bahasa Inggris atau bahasa Arab. Adapun materi pertama tentang bahasa Arab yang diisi oleh Dr. H. Wildana Wargadinata, L.c, M.Ag. sebagai Kaprodi S2 PBA Pasca Sarjana UIN Maliki Malang. Membahas tentang “Ittijaahat Hadistah Fii Tadriis Al Luggah Wa Tatbiiqiha Fii Al Madaarisi wa Al Ma’ahid”. Disusul oleh pemateri yang tidak asing lagi mantan Kaprodi SI Bahasa dan Sastra Inggris UIN Maliki Malang, beliau Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed. sebagai Pakar Pembelajaran Bahasa Inggris “Learning English In Amusing Environment”. Itulah materi-materi yang akan diperoleh pada saat workshop bilingual kedua kalinya ini. Ada yang menarik pada workshop billungual ini, tidak hanya materi yang akan disampaikan. Melainkan praktek dan implikasi dari teori akan senantisa didapatkan oleh para peserta. Pasalnya para pengurus sekaligus panita penyelenggara akan memeberikan beberapa slowmotion atau hiburan sambil belajar. Diantaranya ialah permainan-permainan kebahasaan baik dalam bahasa Arab atau Inggris yang terdapat pada materi ketiga. Permainan itu akan menggairahkan para peserta apalagi diiringi musik-musik atau yel-yel yang sangat mengembirakan dan memotivasi semua, dan pastinya itu sudah disiapkan secara matang oleh musyrif dan musyrifah Pusat Mahad Al Jaami’ah. Merasa kurang sempurna hanya sebatas materi dan permainan saja, kalau belum bertemu dengan para An Natiq Bil Arobiyyah atau Native Speaker. Hal itu akan diwujudkan bersama panitia ada sesi tertentu yaitu pada meteri ke empat merupakan Liqo Ma’al Ajaanib. Jadi para peserta ini akan dipastikan untuk mampu berkomunikasi langsung dengan para mahasiswa asing yang menempuh sarjana, pasca sarjana maupun progrom doktoral hingga dosen sekaligus. Intinya pada workshop bilingual ini akan mempersembahkan pada para pecinta bahasa Arab atau bahasa Inggris. Karena dengan bahasa kita akan mampu berkomunikasi dengan siapapun, kapanpu dan dimanapun. Termasuk untuk melanjutkan studi ke luar negeri bahkan meneliti atau jalan-jalan keliling dunia.

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bilingual Workshop Mahad UIN Maliki posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share