MBScenter

MBScenter

Share

Pusat Sumber Daya Manajemen Berbasis Sekolah (PSD MBS) MBS Center disusun dalam rangka pengembangan lebih lanjut penerapan MBS di sekolah.

Sebagai upaya untuk melanjutkan dan mengembangkan program MBS di sekolah, Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010 s.d. 2014 mengamanatkan antara lain bahwa pada akhir Tahun 2014 sebanyak 90% SD di Indonesia telah menerapkan MBS dengan baik. Maka langkah-langkah strategis guna peningkatan kuantitas dan kualitas SD yang menerapkan MBS dengan baik perlu disusun dan segera dilaksa

16/08/2019

Selamat merayakan hari lahir Indonesia tercinta, terima kasih pejuang-pejuang kemerdekaan.

Mismanajemen Hambat Kemajuan Sekolah/Madrasah 28/07/2019

Mismanajemen Hambat Kemajuan Sekolah/Madrasah

Kemajuan sekolah/Madrasah kerap terhambat lantaran kegagalan pengelolaan. Kepala sekolah/Madrasah dituntut terus meningkatkan kapasitas manajemennya, khususnya dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS) secara penuh komitmen, konsisten, dan konsekuen. Semangat intiMBS adalah otonomi, sehingga penerapan MBS menuntut kepemimpinan kepala sekolahMadrasah yang kuat dan berorientasi pada pembelajaran.

Sumber:

Mismanajemen Hambat Kemajuan Sekolah/Madrasah Kemajuan sekolah/Madrasah kerap terhambat lantaran kegagalan pengelolaan. Kepala sekolah/Madrasah dituntut terus meningkatkan kapasitas manajemennya, khususnya dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah…

Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Empat Hal Ini 28/07/2019

Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Empat Hal Ini

Jakarta, Kemendikbud --- Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dimulai dari program yang diterapkan untuk satuan pendidikan, mulai jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP), sampai pendidikan menengah (SMA dan SMK). Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemendikbud), Supriano, ada empat hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu kebijakan, kepemimpinan kepala sekolah, infrastruktur, dan proses pembelajaran.

Supriano mengatakan, kebijakan merupakan hal yang sangat penting, terutama kebijakan yang berlaku secara nasional, seperti kurikulum dan ujian nasional, termasuk kebijakan distribusi dan rekrutmen guru. Kedua, leadership atau kepemimpinan kepala sekolah juga penting di dalam school based management atau manajemen berbasis sekolah.

Sumber:

Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Empat Hal Ini Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dimulai dari program yang diterapkan untuk satuan pendidikan, mulai jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP), sampai pendidikan menengah (SMA dan SMK). Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemen...

28/02/2018

SMAN 1 Tenggarang Pencetak Siswa Berprestasi

Berbicara output, SMASGA memiliki track record yang bagus. Sedikitnya, 88 persen lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Bahkan 2017 kemarin, capaian UNBK berada di atas rata-rata provinsi dan nasional.

Kepala SMAN 1 Tenggarang, Suprihartono mengatakan, sistem pengajaran yang diterapkan adalah klasifikasi siswa. Yakni, ada klasifikasi upper dan under. Selanjutnya, dibagi dalam kelompok belajar sendiri-sendiri. Tentu perlakuannya berbeda. “Namun, out put-nya sama, yakni pemahaman pada mata pelajaran yang menyeluruh,” ungkapnya.

Hal itu bisa dilihat dari rata-rata hasil UNBK. SMASGA bisa membuktikan rata-rata nilai yang baik. Bahkan, lulusannya bisa diterima di PTN dengan persentase 88 persen lulusan diterima. Beberapa jalur masuk PTN yang ditempuh adalah SNMPTN, SBMPTN, PMDK, dan jalur mandiri. Sebanyak 276 lulusan 2017, 88 persen masuk PTN.

Selain klasifikasi, kiat sekolah untuk menggenjot kemampuan siswanya adalah memberi tambahan bimbingan belajar. Untuk kemampuan pelajaran diberikan pihak guru, sedangkan strateginya menggandeng pihak lain. Sehingga, siswa benar-benar siap menghadapi Ujian Nasional.

Oleh karena itu, jika pilih sekolah berprestasi, maka SMAN 1 Tenggarang jawabannya. Itulah predikat yang patut disematkan untuk SMAN 1 Tenggarang (SMASGA). Selama ini, siswanya sudah mengukir ratusan prestasi. Baik akademik maupun non akademik. Tradisi itu terus dijaga hingga saat ini. Prestasi itu bisa terlihat dari banyaknya medali dan piala yang dipajang di sekolah.

Waka Kesiswaan SMAN 1 Tenggarang, Fren Air Majarin mengungkapkan, ada 23 ekstrakurikuler yang bisa dipilih siswa. Beberapa di antaranya adalah drum band, sepak bola, basket, bulutangkis dan lain sebagainya. “Drum band kami sempat berada dalam nominasi internasional, yakni peringkat 4 JOMC,” terangnya.

Begitu juga dengan sepak bola, tim dari SMASGA menjai tim yang tak terkalahkan. Sebab, tiga kali mengikuti Kejuaraan Antar Pelajar Kabupaten, tiga kali juara. Sehingga, piala bergilir menjadi hak milik SMASGA.

Selain sepak bola, pencak silat menjadi olahraga yang juga membanggakan. Sebab, memiliki prestasi sampai tingkat nasional. Fren Air Majarin mengungkapkan, untuk memilih bibit andal, pemilihan dimulai sejak adanya PPDB. “Karena berbagai prestasi itu ada misi mengharumkan nama sekolah, tentu ada perlakuan khusus bagi siswa yang memiliki keahlian di bidang ekstrakurikuler non akademik,” paparnya.

(jr/hud/aro/das/JPR)

Sumber
(https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/02/27/53106/sman-1-tenggarang-pencetak-siswa-berprestasi)

www.jawapos.com

Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia - Kompas.com 20/02/2018

Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Kurniasih Budi
Kompas.com - 08/02/2018, 09:05 WIB
Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat.
Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat.(Dok. BKLM Kemendikbud)

KOMPAS.com - Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 yang berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018 merumuskan 22 rekomendasi dari lima isu strategis pendidikan dan kebudayaan.

Rekomendasi tersebut menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah serta komunitas pendidikan dan kebudayaan untuk bersama-sama menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, melalui komunikasi dua arah yang saling mendukung.

Lima isu strategis pendidikan dan kebudayaan yang menjadi pokok bahasan RNPK tahun ini adalah Ketersediaan, peningkatan profesionalisme, dan perlindungan serta penghargaan guru; pembiayaan pendidikan dan kebudayaan oleh pemerintah daerah; kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi nasional; membangun pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran; serta penguatan pendidikan karakter: sekolah sebagai model lingkungan kebudayaan.

(Baca: Jokowi Bicara soal Guru yang Tewas Dianiaya Murid)

Saat membuka RNPK 2018, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengajak para pelaku pendidikan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah berkolaborasi meningkatkan pelayanan pendidikan.

“Sekali lagi, Saya mengajak kita semua untuk tidak terjebak dalam rutinitas. Sudah bertahun-tahun kita berjalan rutin tanpa sebuah pembaharuan. Buatlah terobosan, anak-anak kita tidak boleh ketinggalan ilmu dan teknologi,” katanya di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018), sebagaimana siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia menegaskan teknologi harus digunakan untuk memperkaya dan memperkuat kearifan lokal. "Jangan sampai kita kehilangan akan budaya kita," ujarnya.

Pada hari ketiga, Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan arahan terkait beberapa program prioritas pemerintah di bidang pendidikan. Seperti, revitalisasi vokasi dan pendidikan karakter, yang erat kaitannya dengan revitalisasi peran guru dan ketersediaan guru.

Peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNBK) 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018.
Peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNBK) 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018.(Dok. BKLM Kemendikbud)

Kalla mengatakan pemerintah berencana untuk kembali memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan. Rencana itu berdasarkan kajian dan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Kita lihat lebih banyak guru yang pensiun, daripada yang diangkat. Karena itu, Saya sudah bicarakan dengan Presiden dan beliau setuju untuk mengangkat kekurangan guru yang puluhan ribu itu," katanya, Rabu (7/2/2018).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meminta seluruh kepala dinas untuk aktif memperjuangkan alokasi anggaran fungsi pendidikan dan kebudayaan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal itu, kata dia, sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945.

Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.(Dok. Sahril Anci)
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.(Dok. Sahril Anci)

Ia pun mengingatkan agar seluruh pegawai Kemendikbud dapat menjaga, meningkatkan kerja sama dan hubungan baik di antara unit-unit kerja yang ada. Selain itu, pegawai Kemendikbud mesti bisa menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

“Supaya menghindari overlapping dan overloading. Saya kira hubungan konsultasi dan komunikasi harus selalu dilakukan dari masing-masing pihak,” kata Muhadjir.

http://edukasi.kompas.com/read/2018/02/08/09050021/ini-rekomendasi-penting-untuk-ubah-dunia-pendidikan-di-indonesia

Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia - Kompas.com Pemerintah berencana untuk kembali memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan

Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia - Kompas.com 12/02/2018

Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Kurniasih Budi
Kompas.com - 08/02/2018, 09:05 WIB

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat.
Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat.(Dok. BKLM Kemendikbud)

KOMPAS.com - Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 yang berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018 merumuskan 22 rekomendasi dari lima isu strategis pendidikan dan kebudayaan.

Rekomendasi tersebut menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah serta komunitas pendidikan dan kebudayaan untuk bersama-sama menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, melalui komunikasi dua arah yang saling mendukung.

Lima isu strategis pendidikan dan kebudayaan yang menjadi pokok bahasan RNPK tahun ini adalah Ketersediaan, peningkatan profesionalisme, dan perlindungan serta penghargaan guru; pembiayaan pendidikan dan kebudayaan oleh pemerintah daerah; kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi nasional; membangun pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran; serta penguatan pendidikan karakter: sekolah sebagai model lingkungan kebudayaan.

Saat membuka RNPK 2018, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengajak para pelaku pendidikan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah berkolaborasi meningkatkan pelayanan pendidikan.

“Sekali lagi, Saya mengajak kita semua untuk tidak terjebak dalam rutinitas. Sudah bertahun-tahun kita berjalan rutin tanpa sebuah pembaharuan. Buatlah terobosan, anak-anak kita tidak boleh ketinggalan ilmu dan teknologi,” katanya di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018), sebagaimana siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia menegaskan teknologi harus digunakan untuk memperkaya dan memperkuat kearifan lokal. "Jangan sampai kita kehilangan akan budaya kita," ujarnya.

Pada hari ketiga, Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan arahan terkait beberapa program prioritas pemerintah di bidang pendidikan. Seperti, revitalisasi vokasi dan pendidikan karakter, yang erat kaitannya dengan revitalisasi peran guru dan ketersediaan guru.

Peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNBK) 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018.
Peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNBK) 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Depok, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung 5 hingga 8 Februari 2018.(Dok. BKLM Kemendikbud)

Kalla mengatakan pemerintah berencana untuk kembali memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan. Rencana itu berdasarkan kajian dan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Kita lihat lebih banyak guru yang pensiun, daripada yang diangkat. Karena itu, Saya sudah bicarakan dengan Presiden dan beliau setuju untuk mengangkat kekurangan guru yang puluhan ribu itu," katanya, Rabu (7/2/2018).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meminta seluruh kepala dinas untuk aktif memperjuangkan alokasi anggaran fungsi pendidikan dan kebudayaan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal itu, kata dia, sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945.

Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.(Dok. Sahril Anci)
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.
Seorang Guru Garis Depan Sahril Anci bertugas di SMP Negeri Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan satu di antara sekian banyak Guru Garis Depan angkatan pertama yang ditugaskan ke Papua Barat.(Dok. Sahril Anci)

Ia pun mengingatkan agar seluruh pegawai Kemendikbud dapat menjaga, meningkatkan kerja sama dan hubungan baik di antara unit-unit kerja yang ada. Selain itu, pegawai Kemendikbud mesti bisa menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

“Supaya menghindari overlapping dan overloading. Saya kira hubungan konsultasi dan komunikasi harus selalu dilakukan dari masing-masing pihak,” kata Muhadjir.

http://edukasi.kompas.com/read/2018/02/08/09050021/ini-rekomendasi-penting-untuk-ubah-dunia-pendidikan-di-indonesi

Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia - Kompas.com Pemerintah berencana untuk kembali memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan

Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan Beasiswa Ke Luar Negeri 20/01/2018

Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan Beasiswa Ke Luar Negeri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengapresiasi para pelaku media massa yang ikut terjun dalam pengembangan pendidikan kejuruan.

“Saya sangat mendukung dan berikan apresiasi atas prakarsa Jawa Pos yang telah memberikan peluang yang sangat besar bagi SMK untuk belajar di sini, dan saya sangat senang bisa melihat langsung yang dilakukan oleh salah satu SMK,” ujar Muhadjir melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/1).

PKL ini, kata Muhadjir, merupakan pelaksanaan amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang menyatakan bahwa penyusunan kurikulum SMK, harus ditentukan bersama-sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Praktikum di lapangan minimum 60 persen, dan sekitar 40 persen saja pelajaran dilakukan di sekolah, oleh karena itu mohon pimpinan Jawa Pos untuk ikut terlibat merumuskan kurikulum SMK, terutama yang relevan terhadap tugas-tugas yang ada di media massa,” kata Muhadjir.

Dalam pengembangan SMK, Mendikbud mengatakan, pemerintah betul-betul ingin menyiapkan tenaga kerja muda yang terampil dan bisa bersaing di dalam dunia kerja dan sesuai dengan kebutuhan keterampilan abad 21.

“Semua anak SMK harus siap betul menghadapi perubahan. Oleh karena itu, harus terus belajar, terus cari pengalaman, jangan menunggu perintah, harus dengan kesadarannya sendiri untuk meningkatkan kemampuannya,” pesan Mendikbud.

Pada kesempatan ini Muhadjir juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan kesempatan kepada siswa SMK, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dengan belajar di luar negeri.

“Untuk tahun ini mudah-mudahan dapat disetujui melalui program beasiswa yang ada di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk belajar keluar negeri kita usulkan tidak hanya S1, tetapi juga untuk siswa-siswa SMA/SMK,” ujar Mendikbud.

(rgm/JPC)

Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan Beasiswa Ke Luar Negeri “Praktikum di lapangan minimum 60 persen, dan 40 persen saja pelajaran dilakukan di sekolah, oleh karena itu mohon pimpinan Jawa Pos untuk ikut terlibat,".

Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan Keterampilan Anak Didik - Kompas.com 11/01/2018

Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan Keterampilan Anak Didik

JAKARTA, KOMPAS.com - Program akademik di perguruan tinggi yang menanamkan kultur akademik internasional sudah semestinya menancapkan pilar-pilar yang membawa institusi pendidikan tinggi itu mencapai kemajuan yang berkelanjutan untuk mencapai kesuksesan anak-anak didiknya.

Pilar-pilar tersebut meliputi program akademik yang menekankan keterampilan praktik; memperkuat kemitraan luas dengan universitas dan industri secara global; merancang pendidikan trans-negara dengan pengalaman multikultural, serta pertumbuhan dan ekspansi global.

" Perguruan tinggi harus memberi penekanan pada pengembangan keterampilan anak didiknya, merancang program-program yang dibutuhkan anak didik di masa depan, serta kemitraan dengan dunia industri, serta harus menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mendapatkan keterampilan yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat," kata Dr R Theyvendran, Sekretaris Jenderal The Management Development Institute of Singapore (MDIS), Selasa (26/12/2017), terkait penghargaan 'Enterprise 50' yang diterima MDIS.

MDIS merupakan satu-satunya institusi pendidikan swasta yang mendapat penghargaan tersebut. Institusi pendidikan tinggi tersebut memperolah peringkat keempat dalam penghargaan itu, yang pada 2015 lalu masih di posisi ke-19.

MDIS meraih penghargaan itu pada Sabtu (17/12/2017) pekan lalu. Sebelumnya, November lalu, lembaga pelatihan MDIS, yaitu Management Development & Consultancy (MDC), juga mendapat penghargaan Penyedia Pelatihan IT Terbaik pada ajang ''HR Vendors of the Year 2017' di Singapura.

"Satu hal yang kami upayakan adalah berkontribusi pada pengembangan ekonomi di Singapura dan internasional. Untuk itu, kami ingin selalu tegaskan bahwa bisnis, proses akademik, serta fokus kami terhadap edupreneurial atau konsep wirausaha dalam proses pembelajaran sudah di jalur yang benar," kata Theyvendran.

Saat ini, dengan lebih dari 12.000 mahasiswa di kampusnya di Singapura, Malaysia, India dan Uzbeistan, lanjut Theyvendran, kemitraan dengan dunia industri harus diperkuat lewat penekanan pendidikan keterampilan yang siap-pakai untuk memenuhi kebutuhan industri.

Dia menambahkan, dalam agenda global pendidikan tinggi, segala inovasi berbasis kemitraan dengan industri harus mendapat perhatian khusus. Theyvendran menyoroti betapa pentingnya dampak ekonomis terhadap masyarakat dari inovasi hasil kolaborasi perguruan tinggi dan industri.

"Kerjasama dengan industri itu misalnya bisa dimulai dari pembuatan kurikulum yang juga melibatkan industri, pengajarnya ada dari perwakilan industri, kesiapan industri untuk menerima magang, dan banyak lagi," ucapnya.

sumber
(http://edukasi.kompas.com/read/2017/12/26/22243581/pendidikan-tinggi-harus-tekankan-pengembangan-keterampilan-anak-didik)

Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan Keterampilan Anak Didik - Kompas.com Perguruan tinggi yang menanamkan kultur akademik internasional sudah semestinya menancapkan pilar-pilar yang menekankan keterampilan praktik.

Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas - Kompas.com 27/12/2017

KOMPAS.com - Kehadiran abad ke-21 dan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mesti disikapi dunia pendidikan dengan berbagai terobosan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara khusus menyiapkan para guru pendidikan menengah, agar memiliki kompetensi untuk mendidik siswa yang akan menghadapi tantangan berbeda di masa depan.

Permasalahan yang dihadapi saat ini, guru-guru belum berwawasan abad ke-21 dan belum menjadi guru profesional sesuai tuntutan zaman.

“Kenyataannya, anak-anak didik sudah begitu cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, mungkin sudah berwawasan abad 21, tetapi guru masih jauh tertinggal,” kata Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Kemendikbud Sri Renani Peantjastuti, akhir November lalu.

Guru mesti memiliki kemampuan dasar berliterasi. Hal ini, dia melanjutkan, sebenarnya bukan hal baru.

Ia menegaskan literasi bukanlah sekedar membaca. Namun, fondasi dari literasi salah satunya adalah membaca. Guru yang mampu berliterasi merupakan guru yang terus menjadi pembelajar sepanjang umur hidupnya.

“Sekarang, untuk mendapatkan sumber belajar sendiri sangatlah mudah. Sebagian besar guru mempunyai handphone yang terkoneksi internet. Tetapi tinggal cara pemakaiannya saja apakah untuk chatting dengan temannya atau untuk membaca buku-buku,” ujarnya.

Jaringan internet di SMK Negeri 1 Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan sehingga siswa terpaksa menggunakan modem secara beramai-ramai.
Jaringan internet di SMK Negeri 1 Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan sehingga siswa terpaksa menggunakan modem secara beramai-ramai.(KOMPAS.com)

Ia mengatakan, guru harus membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis, kreatif dan inovatif, komunikatif dan kolaboratif.

“Seorang disebut guru masa kini jika ia telah beperan menjadi katalisator, penghubung, fasilitator, penjaga gawang, dan pengajar,” katanya.

Sebagai katalisator, guru harus mampu mengidentifikasi, menggali, serta mengoptimalkan potensi anak didik. Guru mesti mampu memfasilitasi peserta didik berkembang sesuai minat dan bakatnya.

“Potensi anak didik itu sangat beragam. Siswa yang dikatakan pandai bukan semata bagus nilai akademiknya,” ujarnya.

Peserta Festival Permainan Anak Banyuwangi 2016 bersiap melakukan parade dengan berjalan menggunakan egrang bambu. Akhir pekan ini (22/7/2017), Banyuwangi kembali menggelar festival permainan tradisional yang melibatkan lebih dari 5 ribu anak dari 25 kecamatan.
Peserta Festival Permainan Anak Banyuwangi 2016 bersiap melakukan parade dengan berjalan menggunakan egrang bambu. Akhir pekan ini (22/7/2017), Banyuwangi kembali menggelar festival permainan tradisional yang melibatkan lebih dari 5 ribu anak dari 25 kecamatan. (FIRMAN ARIF/KOMPAS.com)

Selanjutnya, guru harus berperan menghubungkan siswa dengan sumber-sumber belajar yang beragam, di dalam maupun di luar kelas.

“Jadi jangan hanya mengajarkan materi di dalam kelas terus, akan menjenuhkan bagi anak-anak,” kata Rena.

Sebagai fasilitator, seorang guru harus mampu menjadikan dirinya sebagai teman diskusi, teman bertukar pikiran dalam proses pembelajaran.

Direktur Pembinaan Guru Dikmen Sri Renani Peantjastuti mengajak guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Direktur Pembinaan Guru Dikmen Sri Renani Peantjastuti mengajak guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi(Dok. Humas Ditjen GTK Kemendikbud)

Sedangkan, sebagai penjaga gawang, guru harus mampu membantu anak didik dalam menyaring pengaruh negatif. Saat ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat yang memungkinkan siswa mudah mengakses berbagai informasi.

“Banyak tayangan yang tidak mendidik, guru harus berperan mengarahkan anak untuk tidak mengakses hal-hal negatif,” tegasnya.

Selain itu, seorang guru masa kini harus berperan sebagai pengajar. “Guru sebagai pengajar, harus mampu menyampaikan materi dengan cara terbaik agar mudah dimengerti dan dipahami siswanya,” katanya.

http://edukasi.kompas.com/read/2017/12/13/07020031/guru-kekinian-didorong-tingkatkan-profesionalitas

Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas - Kompas.com Sebagian guru masih jauh tertinggal dibanding siswa yang berwawasan maju

Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan 20/12/2017

Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Gilar RamdhaniGilar Ramdhani

Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan

Pemerintah terus memperkuat mutu dan akses Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kompetensi angkatan kerja Indonesia.
Liputan6.com, Jakarta
Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) terus memperkuat mutu dan akses pelatihan kerja untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia. Selain itu, Kemnaker juga terus menggalakkan Program Pemagangan untuk mendukung percepatan peningkatan kompetensi tersebut.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan upaya untuk memberi akses angkatan kerja masuk ke dunia kerja yang dilakukan melalui pelatihan kerja dan program pemagangan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Sekjen Kemnaker, Hery Sudarmanto pada acara Diskusi Ketenagakerjaan di Jakarta pada hari Rabu (22/11/2017).

Dalam diskusi yang bertemakan “Kerjasama Pemerintah dan Dunia Industri Untuk Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Program Pemagangan” tersebut, memaparkan bahwa saat ini angkatan kerja Indonesia berjumlah 128,06 juta (BPS, Agustus 2017). Jumlah tersebut naik 2,62 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2016 sebesar 125,44 juta orang.

Sedangkan Tingkat Penganggura Terbuka (TPT) tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 0,11 persen. Pada Agustus 2016, TPT Indonesia sebesar 5,61 persen. Pada Agustus 2017, TPT Indonesia sebesar 5,50 persen.

“Hanya saja, jumlah angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD-SMP yang mencapai 60 persen,” kata Sekjen Kemnaker.

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat mutu dan akses Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kompetensi angkatan kerja Indonesia. Saat ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti pelatihan di BLK tanpa dipungut biaya serta tanpa pembatasan maksimal usia dan minimal jenjang pendidikan.

Selain itu, upaya ini didukung dengan program pemagangan. Sampai saat ini, Kemnaker telah bekerja sama dengan 107 Lembaga Pengirim Pemagangan Luar Negeri. Sedangkan pemagangan dalam negeri, pelaksanaanya tersebar di 32 provinsi dengan melibatkan sedikitnya 7 kawasan industri.

“Pada tahun 2016, pemagangan dalam negeri diikuti 25.847 orang peserta. Sementara itu, pemagangan luar negeri diikuti oleh 6.620 orang peserta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Indonesia juga dihadapkan persoalan miss match. Yakni ketidaksesuaian antara orientasi pendidikan dengan pekerjaan setelah lulus. Oleh karenanya, pelatihan di BLK ini juga bisa memperkuat kompetensi mereka.

“Kami juga mendorong pelatihan kerja di BLK dengan program 3R BLK. Program ini dimaksudkan agar pelatihan kerja di BLK fokus dengan potensi daerah setempat atau kebutuhan pasar kerja. Artinya, pelatihan berbasis demand driven,” kata Bambang Satrio menjelaskan.

Ia juga menjelaskan, saat ini ada 301 BLK di seluruh Indonesia, 17 di antaranya adalah UPTP Kemnaker dan sisanya milik pemda. Adapun, kapasitas latih BLK mencapai 276 ribu orang per tahun. Untuk dapat memenuhi kebutuhan Indonesia akan tenaga kerja terampil, kapasitas BLK ini akan terus ditingkatkan.

“Pelatihan di BLK juga diharapkan menjadi sarana peningkatan kompetensi bagi masyarakat yang habis putus PHK,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Kompartemen Kadin Indonesia, Bob Azam saat ini Indonesia tidak hanya bisa mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai penggerak utama ekonomi. Hal ini disebabkan salah satunya oleh perkembangan teknologi dan informasi (TI) pada hampir semua aspek.
Menurutnya, saat ini faktor utama penggerak ekonomi adalah penguasaaan teknologi dan SDM kompeten.

“Selain diimbangi dengan inovasi dan perbaikan iklim bisnis, faktor kunci lain untuk menyambut perubahan ini adalah penyiapan SDM kompeten,” terangnya.

Ia menambahkan, 56 persen pasar kerja Indonesia rentan akan perubahan yang disebabkan oleh technology disruption. Oleh karenanya, program percepatan kompetensi haruslah mendapat dukungan dari semua pihak. Baik pelaku industri maupun masyarakat secara umum.

“Sebagai konsep untuk pengembangan manajemen SDM ke depan, pemagangan yang digagas oleh pemerintah dapat menjadi konsep percepatan pengembangan SDM,” terangnya lagi.

(*)

sumber (http://news.liputan6.com/read/3172597/kemnaker-terus-perkuat-mutu-pelatihan-kerja-dan-pemagangan?source=search)

Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan Pemerintah terus memperkuat mutu dan akses Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kompetensi angkatan kerja Indonesia.

Want your school to be the top-listed School/college in Malang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address

Malang