Rahma Triliana

Rahma Triliana

Share

Me Berbagi isi pikiran tanpa mengganggu news feed orang :)

The Worldwide War on Truth 18/12/2018

Something to think about...

Habis ini era kampanye...
Akan ada "perang digital" yang tujuannya membuat disinformasi ke publik sehingga debat muncul atas fakta dan bukan debat tentang solusi.

Saat fakta sendiri dipertanyakan, maka keputusan ata solusi fakta tidak dapat segera diimplementasi.

Membuat sebuah "informed society" itu tanggungjawab negara melalui media massa dan informasi negara yang jelas, tegas dg fakta yg jadi rujukan.

Mungkin sudah saatnya mengembalikan menteri penerangan dan departemen penerangan utk menjadi rujukan berita bagi semua warga negara.

Stidaknya sebagai pembanding di era media online yg kadang edit berita sak karepe dhewe.

The Worldwide War on Truth Governments from Pakistan to Mexico to Washington are woefully unequipped to combat disinformation warfare. Eastern European countries living in Russia’s shadow can teach us how to start fighting back, but only if our politicians decide to stop profiting from these tactics and fight them instead.

16/12/2018

Berikut adalah cartoon hal2 yang sebaiknya tidak dilakukan jika bergelut sebagai akademisi.

1. Limbo.
Akademisi itu ga boleh ga jelas arah dan tujuan penelitianya. Harus jelas dan tergambar dalam detail dan rencana yg terkoordinasi. Soal berhasil atau tidak itu nanti. Fail to plan is plan to fail

2) Lust
Akademisi itu ga boleh terlalu bernafsu utk menginterpretasikan data sehingga membawa pada kesimpulan yang terlalu banyak what if atau maybe nya

3) Gluttony
Ini lebih ditujukan pada saat conference. Datang utk cari ilmu ya... walau kadang jalan2, makan gratis atau belanja jadi distraktor kuat saat ikut konfrens di kota lain apalagi di negara lain

4) greed.
Akademisi harus bisa membatasi diri dan kemampuannya. Krn ga mungkin semuanya diteliti atau semuanya dibaca atau dimasukin krn kita dibatasi dana, waktu, jumlah halaman dll.

5) Anger.
Akademisi itu stiap saat akan bertemu dg orang2 yang berbeda pendapat. Jadi ndak usah ngamuk, ga usah nesu. Dengarin pendapatnya, trus dipikir. adopt jika sejalan, agree to disagree jika beda.

6) Heresy
Akademisi itu ga boleh ngegosip. Atau menyampaikan sesuatu tanpa data dan fakta yg jelas. Juga ga boleh asal comot statement orang tp harus bener2 create statement sendiri.

7) violence.
of any form dalam penelitian baik pada subyek penelitian atau barang2 penelitian. Handle with care according to appropriate ethical principle or process

8.) Fraud
Akademisi itu boleh salah tapi ga boleh bohong.

9) Teachery
Its kinda internal joke.
So smile!

12/02/2018

Kalo material bisa...
Dan bisa dikembangkan...

Tp kalo utk sistem kesehatan dan pelayanan kesehatan?

Perlu dipikirkan lebih mendalam.

The Revised Declaration of Geneva: The Modern-Day Physician’s Pledge 17/10/2017

The Physician’s Pledge (Versi WMA 2017)

Adopted by the 2nd General Assembly of the World Medical Association, Geneva, Switzerland, September 1948
and amended by the 22nd World Medical Assembly, Sydney, Australia, August 1968
and the 35th World Medical Assembly, Venice, Italy, October 1983
and the 46th WMA General Assembly, Stockholm, Sweden, September 1994
and editorially revised by the 170th WMA Council Session, Divonne-les-Bains, France, May 2005
and the 173rd WMA Council Session, Divonne-les-Bains, France, May 2006
and the WMA General Assembly, Chicago, United States, October 2017

AS A MEMBER OF THE MEDICAL PROFESSION:

I SOLEMNLY PLEDGE to dedicate my life to the service of humanity;

THE HEALTH AND WELL-BEING OF MY PATIENT will be my first consideration;

I WILL RESPECT the autonomy and dignity of my patient;

I WILL MAINTAIN the utmost respect for human life;

I WILL NOT PERMIT considerations of age, disease or disability, creed, ethnic origin, gender, nationality, political affiliation, race, sexual orientation, social standing, or any other factor to intervene between my duty and my patient;

I WILL RESPECT the secrets that are confided in me, even after the patient has died;

I WILL PRACTISE my profession with conscience and dignity and in accordance with good medical practice;

I WILL FOSTER the honour and noble traditions of the medical profession;

I WILL GIVE to my teachers, colleagues, and students the respect and gratitude that is their due;

I WILL SHARE my medical knowledge for the benefit of the patient and the advancement of healthcare;

I WILL ATTEND TO my own health, well-being, and abilities in order to provide care of the highest standard;

I WILL NOT USE my medical knowledge to violate human rights and civil liberties, even under threat;

I MAKE THESE PROMISES solemnly, freely, and upon my honour.

©2017 World Medical Association Inc. All Rights Reserved. All intellectual property rights in the Declaration of Geneva are vested in the World Medical Association.

The Revised Declaration of Geneva: The Modern-Day Physician’s Pledge This Viewpoint describes the 2017 revision of the World Medical Association’s Declaration of Geneva, which asks physicians to pledge themselves to the highest standards of ethics and practice in the interests of their patients and the medical profession.

Chain-smoking children: Indonesia's ongoing epidemic 02/09/2017

Indonesian's ongoing epidemic of to***co use.

"While rates in most countries fell between 2013 and 2016, the rate of smokers under 18 in Indonesia rose from 7.2% to 8.8%. In a population of more than 261 million, that means millions of youth continue to smoke today."

"The research also found that 1.5% of boys and 1.4% of girls 5 to 9 years old had tried a cigarette."

"Many parents don't fully understand the risks associated with smoking and that its prevalence among adults helps that ignorance persist, particularly in rural areas."

Berdasarkan informasi di website ini didapatkan bahwa PREVALENSI PEROKOK USIA < 18 TAHUN tahun 2013 - 2016 di banyak negara MENURUN sedangkan di INDONESIA justru MENINGKAT yakni dari 7,2% menjadi 8.8%.

Jika mereka yang berusia < 18 tahun secara demografi di Indonesia dari piramida penduduk pada gambar, maka jumlahnya adalah sekitar 65 juta jiwa LAKI dan PEREMPUAN (yang dibawah 5 tahun ga saya hitung), atau secara angka JUMLAH PEROKOK USIA < 18 tahun di INDONESIA adalah 8,8% x 65juta jiwa atau sekitar 5,72juta jiwa.

Kalo kemudian di break down bahwa kita punya PEROKOK usia 5 - 9 tahun LAKI dan PEREMPUAN, maka jumlahnya adalah 1,5% x 23,59juta jiwa atau sekitar 353.850 anak sudah PERNAH MEROKOK...

Kita tahu bahwa merokok itu membahayakan kesehatan, dapat menjadi faktor resiko penyakit jantung, vaskuler, paru, dan kelainan organ dan janin, Kira2... 20 tahun lagi, jumlah penderita penyakit akibat rokok sudah dapat diperkirakan sekitar 6juta jiwa, yang akhirnya menjadi generasi yang ga produktif, karena ga bisa kerja, ndak bisa berkarya, ndak bisa berkontribusi bagi diri maupun lingkungannya... trus... PENYANGGA EKONOMI dan PENERUS KERJA BANGSA SIAPA????

25 tahun lagi, beban kesehatan utk penyakit akibat rokok dan angka kematiannya bisa naik s.d. 200% krn jumlah penduduk yg sakit lebih banyak dari yang sehat...artinya... negara akan bangkrut hanya untuk menjaga kesehatan orang-orang yang tidak mau menjaga kesehatannya sendiri.

Tapi.... kita harus ingat, mereka adalah ANAK-ANAK di tahun 2017 alias THESE ARE THE KIDS OF TODAY.

Kita... ORANG TUA MEREKA yang harus bilang TIDAK dan PERDULI serta MEMPERHATIKAN AGAR anak-anak dibawah usia 18 tahun (bahkan 21 tahun) TIDAK MEROKOK.

Anak2 < 18 tahun TIDAK BOLEH merokok dan TIDAK DIFASILITASI utk merokok oleh SIAPAPUN... Baik orang tua dalam bentuk uang rokok maupun penjual dalam bentuk tidak menjual ROKOK pada anak2. Penjual WAJIB bertanya usia seseorang dan menilai USIA seseorang saat seseorang akan membeli rokok. Jika masih < 21 tahun, maka JANGAN DIKASIHKAN.

Bagi Perokok Dewasa, berhentilah merokok di hadapan anak-anak, jangan menawarkan rokok pada anak2 dan BELILAH rokokmu sendiri, jangan menyuruh anakmu agar penjual jg ga berdosa krn sudah menjual rokok pada anak2 dibawah umur.

*Mari hidup sehat, agar bisa momong cucu....

http://edition.cnn.com/2017/08/30/health/chain-smoking-children-to***co-indonesia/index.html

Chain-smoking children: Indonesia's ongoing epidemic

Photos from Rahma Triliana's post 21/07/2017

Pagi ini dunia dikejutkan dengan kematian Frontman atau lead singer Band Linkin Park (Chester Bennington) yang bunuh diri dengan gantung diri di rumah sahabatnya Chris Cornell yang juga meninggal karena bunuh diri di bulan Mei lalu.

Bunuh diri di kalangan artis termasuk tinggi karena tekanan pekerjaan dan juga berbagai sebab dari obat terlarang, alkohol atau masalah pribadi. Meski demikian, secara keseluruhan angka kematian akibat kekerasan pada diri sendiri (suicide/bunuh diri) merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di negara maju maupun negara berkembang.

Data WHO ini menunjukkan bahwa bahwa jumlah orang yang meninggal akibat bunuh diri dapat mencapai 30-40 orang per 100.000 penduduk dan ini sebenarnya dapat dicegah.

Pencegahan upaya bunuh diri dimulai dengan memperhatikan orang-orang di sekitar kita atau orang2 yang kita sayangi apabila ada kata-kata dan atau perbuatan mereka yang berisiko.
Masyarakat yang mampu perduli pada individu di sekitarnya yang menunjukkan pikiran untuk bunuh diri (Suicidal thoughts) dan atau berisiko melakukan upaya bunuh diri (Suicidal attempt) adalah lini pertama upaya menurunkan kematian akibat bunuh diri.

Oleh sebab itu...

Mari kawan...
Mari perduli

Pada sesama yang berisiko melakukan bunuh diri, dimulai dengan belajar mendampingi kawan dengan tulus, mendengarkan dan menjadi teman curhat, serta bertindak dan atau memberitahukan pihak2 yang terkait apabila rekan kita berpotensi melakukan upaya bunuh diri.

Mari...saling melindungi

*Gambar diambil dari businessinsider dot com slash world-suicide-rate-map-2014-4

19/07/2017

Jika Dipikir-Pikir Quotes ini begitu mengena
Karena sebenarnya kemiskinan itu membelenggu individu
Membatasi mereka dalam kesempatan, kemungkinan dan keberhasilan usaha..
Oleh sebab itu Nabi selalu bilang,
Umatku yang baik adalah umat yang kuat
Jadi...
mari menguatkan sesama dengan membantu mereka keluar dari garis kemiskinan.
Bukan dengan memberikan ikan
Tapi memberikan mereka kail

Pendidikan adalah salah satu gerbang untuk mengangkat orang keluar dari garis kemiskinan
Oleh sebab itu, mari kita galakkan pendidikan untuk semua
Dimana ada keinginan, disitu juga ada jalan
Karena sesungguhnya hasil itu tidak akan mengkhianati proses

Mari berproses
Mari berusaha
Mari memperbaiki diri
Mari keluar dari 'garis kemiskinan'
Terutama kemiskinan informasi
dan kemiskinan pendidikan

Pendidikan bukan gelar lho ya...
Pendidikan itu ilmu
Seperti halnya sering disampaikan bahwa 'knowledge is power'
Jadi...
Mari mencari ilmu
Dari buaian ibu sampai ke liang lahat
Dari negeri sendiri sampai jauh di negeri orang
Untuk memperbaiki diri
dan keluar dari 'garis kemiskinan'

*renungan pasca mendengarkan pidato mensos dalam UNISMA UPDATE 2018 tentang kemiskinan di Jawa Timur berdasarkan data BPS Maret 2017...

12/07/2017

Algoritme Terapi DM yang baru...

Sila dibaca untuk update ilmu...
https://www.aace.com/publications/algorithm

AACE/ACE Comprehensive Type 2 Diabetes Management Algorithm 2017 | American Association of Clinical Endocrinologists The documents below represent the official position of the American Association of Clinical Endocrinologists and American College of Endocrinology. Where there were no randomized controlled trials or specific U.S. FDA labeling for issues in clinical practice, the participating clinical experts utili...

Nutrifood Indonesia 10/05/2017

Apply now...
Due date 15 May 2017

https://www.nutrifood.co.id/nrc-grant/

Nutrifood Indonesia merupakan program bantuan dana penelitian yang diberikan bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mendukung lahirnya penelitian di bidang diabetes sebagai bagian dalam rangka menginspirasi kehidupan masyarakat yang lebih sehat dengan mengurangi prevalensi diabetes melitus tipe 2 di Indonesia.

Want your school to be the top-listed School/college in Malang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address

Malang
65126