26/08/2026
(English translation below) Di Biyawasa (pseudonim), percakapan tentang energi terbarukan dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian: matahari yang mengeringkan rumput laut dan pakaian, angin yang menggerakkan perahu, serta air yang menopang kehidupan sehari-hari.
Dalam Action Learning bersama Bai-Baine Pore, para perempuan mengeksplorasi perubahan matahari, angin, dan air mengikuti musim, serta kebutuhan energi rumah tangga—dari lampu dan panel surya hingga pengisian daya telepon dan p***a air.
Kami juga belajar mengukur energi matahari menggunakan solar power meter, bersama Mas Agus Iswadi dan tim Aquatera.
Bagi masyarakat Biyawasa, energi terbarukan bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Pengetahuan tentang alam telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mungkin, yang penting adalah menemukan bagaimana pengetahuan tersebut dapat bertemu dengan gagasan dan teknologi baru.
Dan tentu saja, selalu ada tawa di sepanjang prosesnya. 🌿
Baji’-baji’-baji’! Gayu-gayu-gayu-gayu!
-----------------------------
In Biyawasa (pseudonym), conversations about renewable energy can begin with things people already know well: the sun that dries seaweed and clothes, the wind that helps boats move, and the water that supports everyday life.
During Action Learning with Bai-Baine Pore, the women explored how the sun, wind, and water change with the seasons, and what kinds of energy their households need—from lights and solar panels to phone charging and water pumps.
We also learned how to measure sunlight using a solar power meter, together with Mas Agus Iswadi and the Aquatera team.
For the community, renewable energy is not entirely unfamiliar. Knowledge of the natural environment is already part of everyday life. Perhaps the starting point is to explore how this knowledge can meet new ideas and technologies.
And, of course, there was plenty of laughter along the way. 🌿
Baji’-baji’-baji’! Gayu-gayu-gayu-gayu!