Yayasan Insan Mandiri NurTakwa

Yayasan Insan Mandiri NurTakwa

Share

Markas Tahfidz Al Madinah | TK Islam Nurtakwa | PAUD Islam Nurtakwa - Markas Tahfidz Al Madinah
- TK Islam Nurtakwa
- PAUD Islam Nurtakwa

17/01/2025

berhati-hatilah hidup di dunia

16/01/2025

apakah anda telah kafir ?

16/01/2025

Banyak manusia yang meremehkan dosa ini

13/01/2025

Manusia hidup di muka bumi tak lain dan tak bukan mempersiapkan bekal terbaik untuk hari akhirnya...

12/01/2025

Hanya ada satu perkara yang akan menolongmu di alam barzah nanti

12/01/2025

Apa yang anda telah lakukan di sisa-sisa hidup yang anda miliki ?

11/01/2025

Yayasan Insan Mandiri NurTakwa membuka *PPDB (PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU) TK ISLAM NURTAKWA*
_Tahun ajaran 2025/2026_

*PROGRAM UNGGULAN*
1. HAFALAN SURAH-SURAH PENDEK
2. HAFALAN HADIST DAN DO'A HARIAN
3. PRAKTEK IBADAH HARIAN (Wudhu & shalat)
4. OLAHRAGA SUNNAH (Memanah & berkuda)

*PERSYARATAN PENDAFTARAN*
_1. Mengisi formulir pendaftaran_
_2. Fotocopy KK (Kartu Keluarga)_
_3. Fotocopy Akta Kelahiran)_
_4. Fotocopy KTP kedua orang tua_
_5. Pas foto 3x4 (latar merah)_

*PENDAFTARAN* : Mulai 1 Januari 2025
*PENDAFTARAN ULANG* : 1-30 Juni 2025

Info Lebih Lanjut :
*IBU NILA (082290422122)*

ALAMAT :
*MASJID MARKAS TAHFIDZ AL-MADINAH*
Jl. Minasa Karya (Karunrung) Minasa Upa. Makassar

11/01/2025

Yayasan Insan Mandiri NurTakwa membuka PPDB (PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU) TK ISLAM NURTAKWA
Tahun ajaran 2025/2026

PROGRAM UNGGULAN
1. HAFALAN SURAH-SURAH PENDEK
2. HAFALAN HADIST DAN DO'A HARIAN
3. PRAKTEK IBADAH HARIAN (Wudhu & shalat)
4. OLAHRAGA SUNNAH (Memanah & berkuda)

PERSYARATAN PENDAFTARAN
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Fotocopy KK (Kartu Keluarga)
3. Fotocopy Akta Kelahiran)
4. Fotocopy KTP kedua orang tua
5. Pas foto 3x4 (latar merah)

PENDAFTARAN : Mulai 1 Januari 2025
PENDAFTARAN ULANG : 1-30 Juni 2025

Info Lebih Lanjut :
IBU NILA (082290422122)

ALAMAT :
MASJID MARKAS TAHFIDZ AL-MADINAH
Jl. Minasa Karya (Karunrung) Minasa Upa. Makassar

10/01/2025

Penyebab Terhalangnya Jodoh dalam Islam

Jodoh, itulah yang diidamkan oleh seseorang terutama yang tengah menjomblo. Kapan jodoh akan datang? Kok jodohku seolah terhalang? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terkadang mengusik pikiran kita. Mungkin jodohmu terhalang karena gangguan jin, tuh! Begitu pendapat orang lainnya. Semuanya membuat kita jadi bingung dan bimbang. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Mudahnya begini, jika seseorang menyukai perempuan, akan tetapi perempuan tersebut tengah ta’aruf dengan pria lain, kira-kira apa yang dilakukan teman perempuan itu? Ya, tepat! Ia akan berkata pada si perempuan bahwa laki-laki itu tidak baik baginya, bukan jodoh yang tepat untuknya. Atau jika teman perempuan ini juga kenal dengan si pria yang tengah berta’aruf, bisa saja ia memanas-manasi pria itu dengan mengatakan hal-hal buruk tentang si perempuan sehingga akan meragu bahkan membatalkan rencana lamaran atau pernikahan yang diharapkan menjadi akhir dari proses ta’aruf

Kemampuan jin hanya sebatas itu saja! Untuk menghindari gangguan jin, kita harus membentengi diri dengan keimanan yang kuat, terus gunakan Amalan Istighfar. Dengan beristighfar atas dosa-dosa yang kita perbuat akan diampuni

Hal-Hal yang Memancing Murka Allah Sehingga Menghambat Datangnya Jodoh

1. Syirik (Menyekutukan Allah)

Syirik itu hukumnya haram. Dan Allah tidak akan memberikan pertolongannya kepada orang yang s**a berbuat syirik serta akan celaka dalam hidupnya. Walau kita sudah tahu hukumnya, namun kadangkala kita masih juga melakukan syirik secara tidak sengaja (tanpa disadari).

Padahal sangat jelas dikatakan dalam Q.S. Az-Zariyat : 56 yang artinya:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Syirik merupakan satu Dosa Besar yang Allah paling benci. Karena kesyirikan terkadang samar, tidak tampak jelas, maka Cara Menghindari Syirik adalah dengan lebih berwaspada dan semakin mendalami Islam dan Ilmu Pengetahuan agama agar tahu batas-batasnya dan tidak terjerumus ke dalam kesyirikan. Selain berbahaya, berbuat syirik juga ada dampaknya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

- Kekal di Neraka ; Orang yang berbuat syirik, tidak akan diampuni dan akan kekal berada di dalam neraka.

- Haram untuk Dinikahi ; Sangat jelas tertulis dalam Q.S Al-Baqarah : 221 yang artinya:

“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik, meskipun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Pahala dan Amal Kebaikan Akan Gugur ; Sebanyak apapun amal kebaikan kita, tidak akan tercatat dan akan dihapuskan sebelum kita bertaubat dari kesyirikan.(Baca : Pahala Wanita Shalat di Rumah, Amal Jariyah)

2. Durhaka Pada Orang Tua

Jodoh terhambat dikarenakan tingkah laku kita yang durhaka kepada kedua orang tua. Jadi Allah mempersulit urusan kita, termasuk datanganya jodoh. Seperti dikatakan dalam sabda Rasulullah SAW “Ridha Allah tergantung pada keridhaan orang tua, sedangkan murka Allah tegantung pada kemurkaan orang tua.” (H.R. Bukhari, Ibnu Hibban, Tirmizi, dan Hakim).

Q.S Nuh ayat 10-12 yang artinya:

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohon ampunlah kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun.”

“Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”

“Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Dalam ayat tersebut sudah sangat jelas, mengapa Allah menghalangi jodoh dan rizki seseorang. Yaitu karena kurangnya istighfar dan orang tersebut tidak mau bertaubat dengan sebenar-benarnya. Padahal kedua cara tersebut (istighfar dan taubat) dapat melancarkan rizki dan jodoh kita. Seperti yang dikatakan dalam ayat di atas bahwa rizki berupa turunnya hujan, anak-anak, harta, kebun-kebun, bisa didapatkan dengan taubat dan istighfar.

Faktor – Faktor Penghambat Sulitnya Jodoh

1. Ketidaksiapan Hati

Pernah merasa jatuh cinta? Ya, itu perasaan yang sebenarnya wajar kita rasakan sebagai manusia. Asal jangan sampai cintanya berlebihan sehingga memancing nafsu. Ingat! Hati sangat dekat dengan nafsu. Dua hati yang kita miliki yaitu hati sanbari dan hati nurani. Ketika sanubari dominan, rasa cinta yang diliputi nafsu akan menjajah kita sehingga timbul tindakan yang tercela

Namun ketika hati nurani yang dominan (hati nurani cenderung ke arah iman) kita tidak akan terlarut dalam perasaan. Menyiapkan hati nurani sungguh penting untuk membentengi diri kita. Caranya adalah dengan berdzikir kepada Allah.

2. Harapan Berlebihan

Memberikan harapan yang berlebihan pada seseorang yang belum tentu menjadi jodoh kita adalah penghambat datangnya jodoh. Serahkan, pasrahkan semua pada Allah dan ridho dengan ketetapan Allah. Maka jodoh kita akan datang dengan cara yang tidak terduga.

3. Tingginya Kriteria

Apabila kita terlalu mematok tinggi perihal kriteria jodoh idaman, bisa-bisa tidak akan ketemu. Karena tiap kali berkenalan dengan seseorang, jauh dari kriteria kita. Cobalah bercermin, apakah diri kita pantas mendapat jodoh sesuai kriteria yang kita buat tersebut? Ingatlah bahwa lelaki baik-baik akan berjodoh dengan Kriteria Calon Istri yang Baik, begitu p**a sebaliknya, wanita yang baik akan mendapatkan Kriteria Calon Suami yang Baik. Maka ayo benahi diri!

4. Terbuai Dalam Suatu Ikatan/Pacaran

Pacaran tidak ada di dalam islam. Apalagi Pacaran Dalam Islam sangat identik dengan melakukan tindakan yang dilarang sebelum menikah, termasuk dalam Zina. Dan Allah telah memberi peringatan untuk tidak mendekati zina.

5. Adanya Dosa yang Tidak Disadari

Dalam beberapa hadist dikatakan bahwa penghambat jodoh adalah dosa-dosa yang pernah dilakukan. Maka segera bertaubat dan istighfar supaya jodoh segera datang.

03/01/2025

Allah Swt mewajibkan semua umatnya melaksanakan shalat fardu sebanyak lima kali dalam sehari dengan tepat waktu. Mulai dari shalat di waktu sebelum matahari terbit, siang, sore, saat matahari terbenam, hingga malam hari tiba. Tak ada alasan pun yang dibenarkan untuk meninggalkan shalat. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al-Qur’an:

“Peliharalah semua salat (fardu) … Jika kamu berada dalam keadaan takut, salatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Lalu, apabila kamu telah aman, ingatlah Allah (salatlah) sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 238-9)

Lantas, kenapa shalat penting bagi Islam? Sebab, shalat menjadi pembeda seorang muslim dengan kafir. Nabi Muhammad Saw juga telah bersabda bahwa shalat menjadi tanda yang paling terang bahwa seseorang adalah muslim. “Antara manusia dan kekafiran adalah tidak terlaksananya shalat.” (HR. Muslim)

02/01/2025

Tak disangka, Ternyata Begini Hukum Shalat didepan Orang Tidur

Ada orang yang berpendapat bahwa shalat di depan orang yang tidur tidak boleh karena beralasan sebgaimana dilarangnya orang shalat di depan mayat. Akan tetapi pendapat seperti ini terbentahkan dengan dalik yang datang dari aisyah ia berkata:

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha:

عَنْ عَائِشَةَ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ. وَأَناَ مُعْتَرِضَةٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ. كَاِعْتِرَاضِ الْجَنَازَةِ

Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam pernah shalat di tengah malam, sedangkan aku tidur melintang di antara beliau dan kiblat seperti melintangnya jenazah.

Dalil ini menunjukkan di perbolehkan shalat di hadapan orang yang sedang tidur tanpa di makruhkan sedikitpun. Sedangkan ulama bernama ibnu taimiyah berkata hadits ini sebagai alasan bagi bolehnya shalat di hadapan orang yang sedang tidur.

Adapun ulama mengambilkan dalil tentang batal orang yang shalat menyentuh orang yang sedang tidur. Hadits ini dari maimunah istri Rasulullah.

Sesungguhnya aku sedang datang bulan dan aku tidak shalat. Kemudian aku berbaring di dekat tempat sujud Rasulullah.

Rasulullah saat itu sedang shalat di atas sajadahnya yang apabila ia sujud sebagian kainnya mengenai aku.(H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Hadits riwayat Maimunah Radhiyallahu’anha, istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam ia berkata:

عَنْ مَيْمُوْنَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم؛ قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي وَأَناَ حَذَاءُهُ. وَأَناَ حَائِضٌ. وَرُبَّمَا أَصَابَنِي ثَوْبُهُ إِذَا سَجَدَ

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah shalat dan aku (berada) dekat beliau dalam keadaan haid. Kadang-kadang pakaian beliau mengenai tubuhku saat sujud.

Imam as-saukanin mengatakan bahwa kainnya orang yang sedang shalat apabila tersentuh orang yang datang bulan ia tidak makruh dan tidak mengapa. Ibnu bathal berkata hadits ini dan hadits-hadits yang serupa dengannya.

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

عَنْ عَائِشَةَ؛ قَالَتْ:
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي صَلاَتَهَ مِنَ اللَّيْلِ، كَلَّهَا. وَأَناَ مُعْتَرِضَةٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ. فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُوْتِرَ أَيْقَظَنِي فَأَوْتَرْتُ

Nabi Shallallahu alaihi wassalam pernah mengerjakan shalat di waktu malam sedang saya tidur melintang diantara beliau dan qiblat. Setelah beliau hendak mengerjakan witir, saya dibangunkannya dan saya turut mengerjakan witir.

Diantaranya boleh tidur melintang di hadapan orang yang sedang shalat. Hadits ini juga menunjukkan bolehnya seseorang yang duduk di depan orang shalat dengan membelakanginya.

Kesimp**annya shalat didepan orang tidur tidak mengapa. Penjelasan tentang larangan orang yang berjalan di depan orang yang sedang shalat adalah termasuk dosa.

Dimanapun para ulama telah sepakat bahwasannya orang yang sedang shalat. Hendaklah menghadap sutra pembatas shalat atau tempat yang sekiranya aman dari lalu lintas tempat ia shalat.

Ulama berkata: jika seseorang yang sedang shalat ketika melihat orang yang berjalan didepannya maka ia boleh menolaknya atau mendorongnya agar tidak berjalan di depannya.

Perbuatan ini diperkenankan dalam syariat islam. Adapun jika orang yang ditolak tadi mengalami cidera maka hal ini tidak di kenakan hukuman.

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha,ia berkata:

عَنْ عَائِشَةَ؛ قَالَتْ:
كُنْتُ أَناَمُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم. وَرِجْلاَيَ فِي قِبْلَتِهِ. فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلِي. وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا. قَالَتْ، وَالْبُيُوْتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيْهَا مَصَابِيْحَ

Saya pernah tidur dihadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan kedua kaki saya sejajar qiblat beliau. Apabila beliau hendak sujud, beliau mengisyaratkan kepada saya lalu saya menarik kedua kaki saya. Setelah beliau berdiri saya julurkan kedua kaki saya kembali. Ketika itu didalam rumah tidak ada lampu.

Hadits yang menjelaskan tentang orang yang menilak ketika orang yang akan berjalan didepannya ketia ia sedang melakukan shalat yaitu dari ibnu umar. Ibnu umar berkata:

Sesungguhnya nabi Muhammad bersabda apabila salah seorang di antara kamu sedang shalat maka jangan ada seorang pun yang berjalan di depannya. Kalau dia tetap menolak maka doronglah ia karena ia bersama syaitan. (H.R. Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).

Ulama mengatakan bahwa orang yang sedang shalat ini benar-benar ia telah menjaga shalatnya. Bahkan ia selalu berjaga-jaga untuk tidak dilalu orang-orang ketika shalat.

Hadits yang kedua dari abu said. Beliau berkata aku mendengar nabi Muhammad bersabda:

Apabila salah seorang di antara kamu shalat dengan menghadap ke suatu yang ia jadikan sebagai pendinding atau pembatas dari lalu lintas manusia, kemudian salah seorang diantara kamu hendak berjalan di depannya maka tolaklah. Karena sesungguhnya ia adalah setan (H.R. Jama’ah kecuali Tirmidi dan Ibnu Majah).

Hadits ini juga menunjukkan larangan yang keras bagi orang yang berjalan di depan orang yang sedang shalat. Bahkan rasulullah mengatakan bahwa ia adalah syetan

Adapun orang yang sedang shalat. Kemudian ia dilalui orang di depannya maka termasuk ada cacat di dalam shalatnya .

Hadits ini dari abu nuaim meriwayatkan umar. Dia berkata:

Kalau sekiranya orang yang sedang shalat itu mengetahui kekurangan shalatnya lantaran dilalui oleh orang yang berjalan di depannya itu niscaya nyawa ia tidak akan shalat kecuali dengan menghadap ke suatu tempat yang dapat menutup lintasan orang.

Berarti termasuk orang yang sedang shalat dilalui orang di depannya termasuk shalatnya kurang sempurna. Hadits yang ketiga abu nadhar ia berkata telah bersabda nabi Muhammad seandainya orang yang berjalan di depan orang yang sedang shalat itu mengetahui apa yang akan menimpa dirinya niscayanya akan berhenti. Niscayanya akan berhenti selama 40.

Lebih baik darinya dari pada ia berjalan di depan orang yang shalat. Abu nadhar berkata aku tidak tau apakah ketika itu nabi berkata 40 hari atau 40 bulan atau juga bisa 40 tahun (H.R. Al-Jama’ah).

Bukhari mengatakan perkataan ia mengetahui apa yang akan menimpa dirinya. Maksudnya adalah dosa.

Imam mengatakan bahwa berjalan di depan orang sholat itu termasuk itu dosa besar yang akan memasukkan ke neraka. Oleh karena itu termasuk dosa besar yang akan memasukkan ke neraka.

Oleh sebab itu hendaklah orang memperhatikan tentang masalah ini kemudian memberi tahu pada saudaranya yang lain agar jangan berjalan di depan orang yang sedang shalat.

02/01/2025

Hukum Minum Air Cucian Kaki Ibu Menurut Pandangan Islam

“Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakan aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu”. Dan orang tersebut kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?, Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab , ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘Kemudian Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena Ibu yang mengandung, melahirkan dan menyusui serta tak bisa digantikan oleh ayah. Maka berbakti kepada Ibu adalah keharusan dan kewajiban sebagai seorang anak. Sebagai seorang anak setidaknya kita diwajibkan untuk tidak menyakiti perasaannya.

Dari kita pasti pernah mendengar istilah mencuci kaki Ibu. Hukumnya boleh-boleh saja asal dengan niat baik ingin menyenangkan hati sang ibunda, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya, setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan, siapa yang hijrahnya karena Allah SAW dan Rasul, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasulnya, siapa yang hijrahnya mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya maka hijrahnya kepada yang dituju.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Membasuh kaki ibu hendaknya dengan niat menunjukan rasa cinta dan kasih sayang, namun jika membasuh kaki ibu dengan niatan dan alasan ingin dilihat orang agar terlihat alim maka hukumnya sangat berdosa karena termasuk perbuatan riya.

Karena bagaimaana pun banyak yang mengungkapkan bahwa surga berada di kaki ibu, sehingga kaki ibu harus dicuci, dibersihkan sebagai rasa hormat kepada ibu kita sendiri. Lantai bagaimana jika kita ingin meminum air dari cucian kaki ibu? Seperti apa hukumnya?

Meminum air bekas cucian kaki ibu tidaklah dianjurkan dan tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa kita harus meminumnya. Hal tersebut dirasa termasuk tindakan yang berlebihan, dalam hadits dari Umawiyah bin Jaimah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “‘Wahai Rasulullah saya ingin berjihad, saya datang kepadamu untuk meminta pertimbangan’, Rasulullah menjawab, ‘Apakah kamu mempunyai seorang ibu?’ Dia menjawab,’Ya’ Rasulullah bersabda, ‘Tetap berbaktilah kepadanya, karena surga ada di kedua kakinya.'” (HR. Ahmad dan Nasa’i).

Hukum meminum air dari cucian kaki ibu boleh saja asal tidak menyakini bahwa setelah meminum air tersebut kita memiliki keyakinan akan mendapat hal-hal baik dan pengaruhnya, karena hal baik hanyalah datangnya dari Allah SWT. Hal tersebut bisa masuk ke dalam dosa syirik karena menyakini hal-hal diluar meminta kepada Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Wahai manusia, berhati-hatilah dari perbuatan berlebihan atau ghulluw dalam beragama, karena sesugguhnya yang membuat hancur umat-umat sebelum kalian adalah ghulluw dalam agama.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Karena sesungguhnya cara berbakti kepada ibu tidak hanya dengan cara meminum air dari cucian kaki Ibu saja, masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan untuk berbakti kepada ibu dan orang tua yakni dengan cara berperilaku baik, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Lukman,

وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

Artinya : “Dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan cara yang baik.” (QS. Luqman 31 : 15).

Setelah itu, kita diwajibkan untuk bersikap lemah lembut, tidak boleh berkata kasar dan tidak sopan apalagi meremehkan, karena hal tersebut akan menyakiti perasaan ibu kita, Sebagaimana dalam surah Al-Israa, Allah SWT berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa 17 : 23).

Want your school to be the top-listed School/college in Makassar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address

MINASA UPA, Jalan Minasa Upa, Gn. Sari, Kec. Rappocini, Kota Makassar
Makassar
92114