Permata Sunnah

Permata Sunnah Memurnikan Agama Islam Sesuai Al Quran dan As Sunnah Berdasarkan Pemahaman salaf

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/🖇️ JALAN ITU BERNAMA ORANG TUA [BAG. 2]Bismillah was shal...
23/08/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🖇️ JALAN ITU BERNAMA ORANG TUA [BAG. 2]

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Adanya orang tua dalam hidup manusia adalah nikmat yang besar, hidup berdampingan dengannya adalah anugrah yang indah, bisa merawat dan melayaninya adalah pahala yang agung yang menghantarkan kita pada keridhaan Allah serta surga firdaus-Nya.

Berikut hal-hal yang masih berkaitan dengan bakti pada orang tua:

1. Hukum bakti pada orang tua

Seorang Muslim wajib mengetahui kewajiban-kewajibannya sebagai orang Muslim, ada hal- hal yang pengetahuan tentang kewajiban tersebut sesuatu yang harus dan darurat untuk mengetahuinya, diantara kewajiban-kewajiban yang darurat untuk mengetahuinya tersebut adalah hukum bakti pada orang tua. Hukum bakti pada orang tua adalah wajib, jika ditinggalkan maka dia berdosa, dan ini wajib diketahui oleh semua orang Muslim.

Kewajiban untuk berbakti pada orang tua tidak hanya ditinjau dari syariat agama islam semata, melainkan semua ajaran agama samawi (agama yang datang dari langit dan di bawa oleh Nabi) juga mengajarkan demikian, Allah berfirman mengabadikan sebagian perkataan Nabi Isa ‘alaihis salam dalam Al-Quran.

وَبَرَّۢا بِوَ ٰ⁠لِدَتِی وَلَمۡ یَجۡعَلۡنِی جَبَّارࣰا شَقِیࣰّا

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” [QS. Maryam: 32]

Allah juga menceritakan tentang Nabi Yahya bin Zakaria tentang bakti kepada orang tuanya, seperti dalam firmanNya

وَبَرَّۢا بِوَ ٰ⁠لِدَیۡهِ وَلَمۡ یَكُن جَبَّارًا عَصِیࣰّا

“Dan sangat berbakti kepada kedua orangtuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan p**a) orang yang durhaka.” [QS. Maryam: 14]

Tidak hanya agama saja yang menyuruh untuk bakti kepada orang tua, tapi dari segi fitroh yang lurus juga menuntut untuk bakti kepada orang tua.

2. Hak orang tua yang harus ditunaikan oleh anak.

a. Berbuat baik kepada keduanya.

وَٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُوا۟ بِهِۦ شَیۡـࣰٔاۖ وَبِٱلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنࣰا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” [QS. An-Nisa: 36]

Perbuatan baik kepada orang tua tidak pernah terbatasi dengan kata-kata, melainkan semua bentuk perbuatan baik.

b. Menundukkan dan merendahkan diri kepada keduanya.

Allah berfirman:

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّیَانِی صَغِیرࣰا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku semenjak aku kecil.” [QS. Al-Isro: 24]

c. Taat kepada keduanya selama tidak dalam hal maksiat.

Dasar yang paling utama dalam ketaatan kepada orang tua bukan karena mereka telah membesarkan dan mendidiknya, tetapi yang paling mendasar untuk taat kepada mereka adalah ketaatan kepada Allah dan karena menjalankan perintah agama. Taat kepada orang tua hukumnya wajib walaupun mereka berbeda agama, dan kewajiban taat kepada mereka tidak bersifat mutlak, tetapi jika ketaatan itu tidak dalam hal maksiat kepada Allah. ini berdasarkan firman Allah:

وَإِن جَـٰهَدَاكَ عَلَىٰۤ أَن تُشۡرِكَ بِی مَا لَیۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمࣱ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِی ٱلدُّنۡیَا مَعۡرُوفࣰاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِیلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَیَّۚ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempuyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” [QS. Luqman: 15]

Dan dalam keumuman hadits Nabi ‘alaihis sholatu was salam

لا طَاعَةَ في مَعْصِيَةِ اللهِ، إنَّما الطَّاعَةُ في المَعروفِ

“Tidak ada ketaatan di dalam kemaksiatan kepada Allah, ketaatan hanyalah dalam kebaikan (tidak menyelisihi ajaran agama).” [HR. Muslim]

d. Memuliakan keduanya.

Memuliakan orang tua adalah kewajiaban anak dan menjadi hak orang tua, terlebih ketika orang tua sudah lanjut usia. Allah berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِیَّاهُ وَبِٱلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنًاۚ إِمَّا یَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَاۤ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَاۤ أُفࣲّ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلࣰا كَرِیمࣰا

“Dan Rabmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” [QS. Al-Isro: 23]

Inilah beberapa hak orang tua yang menjadi kewajiban seorang anak, semoga Allah menjadikan penulis dan pembaca termasuk orang yang senantiasa menunaikan hak-hak orang tua.

[Bersambung]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Ditulis oleh: Muhammad Fathoni, B.A

💻 Sumber: https://hamalatulquran.com/jalan-itu-bernama-orang-tua-bag-2/

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/✉️ Tanya Jawab🖇️ MASUK KAMAR KECIL DENGAN MEMBAWA MUSHA...
23/08/2026

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/

✉️ Tanya Jawab

🖇️ MASUK KAMAR KECIL DENGAN MEMBAWA MUSHAF

Fatwa Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan:
Ada diantara kami yang membawa mushaf di sakunya, terkadang masuk membawanya ke dalam WC, maka apa hukum terhadap hal itu, berilah kami arahan.

Jawaban:
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada RasulNya beserta keluarga dan para sahabatnya, wa ba’du.

Membawa mushaf di saku adalah boleh, namun seseorang tidak boleh masuk WC dengan membawa mushaf, tetapi dia harus meletakkannya di tempat yang layak sebagai bukti pengagungan dan penghormatan terhadap kitab Allah, namun *bila terpaksa masuk WC dengan membawa mushaf karena takut dicuri orang bila ditinggal di luar maka, boleh masuk dengan membawanya, karena itu darurat.

Wabilllahit-taufiq, washallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi ajma’in.

[Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta, soal II dari no. 2245]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

💻 Sumber: http://almanhaj.or.id/content/1067/slash/0/bolehkah-membawa-mushaf-ke-dalam-kamar-mandi-tidak-boleh-membaca-al-quran-di-wc/

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/🖇️ PINTU ITU BERNAMA ORANG TUA [BAG.1]_Bismillah was sh...
22/08/2026

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/

🖇️ PINTU ITU BERNAMA ORANG TUA [BAG.1]

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

Semua manusia terlahir dari seorang bapak dan ibu, dari hubungan merekalah manusia dilahirkan ke dunia ini, kecuali beberapa manusia saja yang Allah ciptakan tidak dari hubungan bapak ibu. *Maka, orang tua adalah termasuk manusia yang paling berjasa dalam kehidupan dunia ini.

Syariat agama Islam sangat menjunjung tinggi akan jasa orang tua, sehingga *Islam mewajibkan untuk berbakti kepadanya dan mengharamkan durhaka kepadanya hingga tingkatan terendah dari bentuk kedurhakaan. Allah berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِیَّاهُ وَبِٱلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنًاۚ إِمَّا یَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَاۤ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَاۤ أُفࣲّ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلࣰا كَرِیمࣰا

“Dan Rabbmu telah memerintahkan jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”_ [QS. Al-Isra: 23]

Pembaca yang budiman..
Pada coretan kali ini insya Allah penulis akan membahas secara singkat tentang bakti kepada orang tua.

```1. Makna Birrul Walidain (بر الوالدين)```

*Kata birr (بر) mempunyai makna الإحسان berbuat baik, الخير baik, الإعطاء pemberian, dengan kata lain semua yang berkaitan dengan kebaikan bisa dikatakan بر.

Satu di antara nama-nama Allah adalah البر yang berarti “Maha Baik”, seperti firman Allah:

إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِیمُ
_“Dialah yang Maha Melimpahkan kebaikan, Maha Penyayang.”_ [QS. At-Thur: 28]

Maka makna birrul walidain adalah; *berbuat baik kepada kedua orang tua, baik dengan perkataan maupun perbuatan, dalam rangka pendekatan diri kepada Allah Ta’ala.

```2. Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua.```

*Dari orang tua manusia itu berasal, maka berbakti kepadanya adalah suatu kewajaran dan kewajiban, Allah menerangkan pentingnya bakti pada orang tua dari berbagai segi, diantaranya;

a. Allah menyandingkan bakti kepada orang tua dengan ushul (pondasi) syariat islam yaitu Tauhid kepadaNya, sebagaimana firman Allah:

وَٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُوا۟ بِهِۦ شَیۡـࣰٔاۖ وَبِٱلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنࣰا وَبِذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡیَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِینِ وَٱلۡجَارِ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِیلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَیۡمَـٰنُكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالࣰا فَخُورً

_“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah9 kepada kedua orang tua.” [QS. An-Nisaa: 36]

Tidak ada amalan yang lebih agung di sisi Allah dari pada mentauhidkanNya (mengesakan), sedangkan *bakti kepada orang tua diletakkan tepat setelah Tauhid, hal ini menunjukkan betapa agung dan penting bakti kepada orang tua.

b. Allah menyandingkan antara bersyukur kepada orang tua dengan bersyukur kepada Allah.*

وَوَصَّیۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَ ٰ⁠لِدَیۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنࣲ وَفِصَـٰلُهُۥ فِی عَامَیۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِی وَلِوَ ٰ⁠لِدَیۡكَ إِلَیَّ ٱلۡمَصِیرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Akulah kembalimu.” [QS. Luqman: 14]

c. *Bakti kepada orang tua tidak memandang agama mereka berdua.*l

وَإِن جَـٰهَدَاكَ عَلَىٰۤ أَن تُشۡرِكَ بِی مَا لَیۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمࣱ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِی ٱلدُّنۡیَا مَعۡرُوفࣰاَ

_“Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempuyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.“ [QS. Luqman: 15]

Tidaklah ada orang yang menyuruh untuk berbuat kesyirikan kecuali dia telah berbuat syirik.

d. *Bakti kepada orang tua jalan menuju Surga.

رَغِمَ أنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أنْفُ، قيلَ: مَنْ؟ يا رَسولَ اللهِ، قالَ: مَن أدْرَكَ أبَوَيْهِ عِنْدَ الكِبَرِ، أحَدَهُما، أوْ كِلَيْهِما فَلَمْ يَدْخُلِ الجَنَّةَ

*“Celaka, celaka dan celaka, beliau ditanya: siapa ya Rasulallah? Siapa saja yang mendapati orang tuanya tatkala sudah sepuh, satu atau kedua-duanya dan (hal tersebut tidak menyebabkan) dia masuk Surga.” HR. Muslim no. 2551]

Inilah beberapa hal yang menjadi pentingnya bakti kepada orang tua, semoga penulis dan pembaca *menjadi anak yang senantiasa berbakti kepada orang tua.

[Bersambung]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Ditulis oleh: Muhammad Fathoni, B.A

💻 Sumber: https://hamalatulquran.com/pintu-itu-bernama-orang-tua-bag-1/

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/✉️ Tanya Jawab🖇️ SETELAH TAUBAT, BAGAIMANA DENGAN HARTA...
22/08/2026

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/

✉️ Tanya Jawab

🖇️ SETELAH TAUBAT, BAGAIMANA DENGAN HARTANYA YANG HARAM?

Pertanyaan:
Saya memiliki harta yang haram, namun saya sudah bertaubat kepada Allah. Lalu apa yang mesti saya lakukan terhadap harta saya yang haram tersebut?

Syaikh Abdul Karim Al Khudhair menjawab:

من تاب تاب الله عليه، والتوبة تهدم ما كان قبلها، وعليه أن يتخلص من هذا المال الحرام إذا كان له أصحاب إذا كان مسروقًا أو مغصوبًا يرده على أصحابه، وإذا كان بسبب عقود ومعاوضات وعقود محرمة فيتخلص منه ويتصرف فيه بنية التخلص، لا بنية التقرب إلى الله -جل وعلا-؛ لأن الله طيب لا يقبل إلا طيبًا.

Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah, Allah akan menerima taubatnya. Dan taubat itu menghapus dosa-dosa yang sebelumnya ia lakukan. Dan ia wajib melepaskan diri dari semua harta haram yang ada padanya jika memang itu milik orang lain. Jika harta tersebut hasil mencuri atau merampok maka wajib dikembalikan kepada pemiliknya.

Jika harta haram tersebut berasal dari transaksi yang haram maka wajib melepaskan diri dari harta tersebut dan menyalurkannya kepada pihak lain dengan niat melepaskan diri darinya tidak boleh dengan niat taqarrub kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Karena Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.

Maksudnya jika disalurkan kepada orang miskin, maka niatnya semata-mata ingin melepaskan diri dari harta tersebut, tidak boleh dengan niat sedekah.

[http://ar.islamway.net/fatwa/66827]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Penerjemah: Ustadz Yulian Purnama

💻 Sumber: https://muslim.or.id/26596-fatwa-ulama-setelah-taubat-bagaimana-dengan-hartanya-yang-haram.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/🖇️ PARENTING ISLAMI [BAG. 51] : NAFKAH UNTUK ISTRI DAN AN...
21/08/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🖇️ PARENTING ISLAMI [BAG. 51] : NAFKAH UNTUK ISTRI DAN ANAK-ANAK

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Seorang ayah atau suami memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri, istri, dan anak-anaknya. Jabir radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, “Ada seorang lelaki dari Bani ‘Udzrah yang memerdekakan budaknya. Lalu berita itu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya, “Apakah kamu masih punya harta selain ini?” Lelaki tersebut menjawab, “Tidak ada.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapakah yang mau membeli budak ini?” Lalu Nu’aim bin ‘Abdullah Al-‘Adawi membelinya dengan harga 800 dirham. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa uang tersebut dan memberikannya kepada lelaki tersebut sembari bersabda,

ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا

“(Gunakanlah ini) untuk memenuhi kebutuhanmu dahulu, maka bersedekahlah dengannya untuk (mencukupi kebutuhan) dirimu. Jika masih berlebih, berikanlah kepada keluargamu. Jika masih berlebih, berikanlah kepada kerabatmu. Jika masih berlebih, berikanlah kepada ini dan itu.” [HR. Muslim no. 997]

Memenuhi nafkah keluarga merupakan kewajiban dan juga benilai sedekah di sisi Allah Ta’ala. Salah satu dalilnya adalah hadis tersebut di atas. Dalil lainnya yang lebih gamblang adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Sesuatu apa pun yang engkau berikan sebagai makanan kepada dirimu, maka itu merupakan sedekah. Demikian p**a yang Engkau berikan sebagai makanan kepada anakmu, istrimu, bahkan kepada budakmu, itu semua merupakan sedekah.” [HR. Ahmad no. 17179 dengan sanad yang shahih]

Bahkan, hal itu merupakan sebaik-baik harta yang diinfaqkan seorang suami. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Dinar yang Engkau infaqkan di jalan Allah (perang -pen), dinar yang Engkau infaqkan untuk membebaskan seorang budak, dinar yang Engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang Engkau infaqkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah infaq yang Engkau berikan kepada keluargamu.” [HR. Muslim no. 995]

Apabila seorang suami menahan hak orang-orang yang menjadi tanggungannya (tidak menunaikan kewajiban nafkah kepada mereka), maka itu ternilai sebagai sebuah dosa. Dalilnya sebuah hadis yang termaktub di Shahih Muslim berikut ini.

“Ketika kami (Khaitsamah) duduk bersama Abdullah bin ‘Amr, datanglah dua orang wakilnya. Kemudian beliau menemui mereka lalu beliau bertanya, “Apakah Engkau telah memberikan para budak kebutuhan mereka?” Wakil tersebut menjawab, “Belum.”

‘Abdullah pun memerintahkan, “Kembalilah kalian tunaikan kebutuhan mereka.” Beliau pun bertutur, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ، عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ

“Cukuplah sebagai dosa bagi seseorang bila dia menahan kebutuhan orang yang berada di bawah kuasanya (budak -pen).” [HR. Muslim no. 996]

Permasalahan memberikan nafkah kepada keluarga memiliki hukum dan aturan sebagaimana permasalahan lainnya. Aturan fiqih tentang nafkah kepada keluarga ini dibangun berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا ؛ إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara berlebihan. Sesungguhnya orang yang berlebihan (pemboros-pemboros itu) adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [QS. Al-Isra’ [17]: 26-27]

Dan juga firman Allah Ta’ala,

وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Dan Allah tidak menyukai kerusakan.” [QS. Al-Baqarah [17]: 205]

Berdasarkan dalil-dalil yang ada terkait permasalahan ini, dapat disimpulkan bahwa anak diberikan nafkah sesuai dengan kebutuhannya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

خُذِيْ مَا يَكْفِيْكِ وَوَلَدِكِ بِالْمَعْرُوْفِ

“Ambillah darinya (suami) untukmu (istri) dan anakmu dengan ma’ruf (sesuai kebutuhan).” [HR. Bukhari no. 5364 dan Muslim no. 1714]

Janganlah orang tua berlebihan (“jor-joran”) dalam memberikan nafkah kepada mereka, sehingga anak menjadi sombong di hadapan keluarga dan teman-temannya sehingga lambat laun menyebabkan kerusakan dan kejelekan. Sebaliknya, orang tua jangan p**a terlalu pelit kepada anaknya sehingga sang anak pun merasa hina, rendah diri, “ngiler” (sangat menginginkan) dengan apa yang dimiliki oleh teman-temannya.

Perhatikan p**a bagaimana cara anak dalam menggunakan nafkah yang kita berikan. Ada anak yang menghabiskan sebagian uangnya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan dunianya, juga memberikan (sebagiannya) kepada fakir miskin. Porsi nafkah kepada anak yang demikian ini tidak sama dengan anak yang menghabiskan uangnya untuk membeli rokok, bir (minuman keras), dan bahkan narkoba. Tentu dalam memberikan uang kepada keduanya pun harus dengan yang ma’ruf.

Membantu dan memotivasi orang untuk berbuat kebaikan merupakan sebuah perkara yang diperintahkan dalam syari’at. Demikian p**a melarang, mencegah, dan menutup menuju kemungkaran merupakan salah satu tujuan syariat.

Anak yang memperuntukkan uangnya untuk membeli kaset murottal dan kajian Islam, tentu tidak sama porsi nafkahnya dengan anak yang menghabiskan uangnya untuk membeli kaset yang berisi musik, pacaran, dan berbuat keburukan. Porsi uang yang diberikan kepada anak kecil tentu tidak sama dengan anak yang sudah dewasa. Porsi uang yang diberikan kepada anak yang kuliah di universitas juga tidak sama dengan anak kecil yang belum masuk sekolah atau yang baru belajar. Keperluan anak perempuan pun tentu berbeda dengan anak laki-laki.

Oleh karena itu, memberikan nafkah kepada masing-masing anak itu sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Namun harus pertengahan di antara sikap pelit dan terlalu berlebihan. Inilah pendapat yang paling kuat dan sesuai dengan dalil-dalil syar’i.

Tidaklah mengapa memberikan kelebihan uang kepada anak yang sudah berakal dan mampu menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Adapun anak yang kurang akalnya dalam membelanjakan harta, yaitu yang tidak mampu menimbang mana yang baik, mana yang manfaat, dan mana yang buruk atau sia-sia, maka ini memerlukan perhatian yang lebih mendalam terkait mashlahat dan mudharat, serta manfaat dan resiko buruk terkait memberikan uang kepadanya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” [QS. An–Nisa’ [4]: 5]

[Bersambung]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim

💻 Sumber: https://muslimah.or.id/11119-parenting-islami-bag-52.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/🪶 Doa dan Zikir🖇️ DOA BILA KHAWATIR HAL BURUK MENIMPAحَسْ...
20/08/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🪶 Doa dan Zikir

🖇️ DOA BILA KHAWATIR HAL BURUK MENIMPA

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا

Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil, 'alallaahi tawakkalnaa.

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Hanya kepada Allah kami bertawakal."
[HR. At-Tirmidzi]

Ucapan hasbalah yaitu Hasbunallah adalah dzikir agung yang mengandung makna tawakkal kepada Allah, bersandar kepada-Nya, dan meminta pertolongan, bantuan dan taufik dari-Nya.

Dan di antara tempat diucapkannya dzikir ini adalah saat merasa khawatir hal buruk terjadi, atau khawatir terjadinya hal yang genting.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/🖇️ JAGA LISANMU, WAHAI SAUDARIKUBismillah was shalatu was...
19/08/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🖇️ JAGA LISANMU, WAHAI SAUDARIKU

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Lisan adalah salah satu karunia yang besar, yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba. Nikmat ini bisa mendatangkan kebaikan yang bermuara kepada surga-Nya atau membawa keburukan yang akan menjerumuskan ke dalam neraka.

Lisan yang banyak berdzikir dan mengucapkan hal-hal yang mengandung kebaikan adalah di antara perantara seseorang masuk ke dalam surga. Sedangkan lisan yang dipenuhi dengan keburukan, seperti menggunjing, mengadu domba, dan mengucapkan kata-kata kotor menjadi faktor terbesar kecelakaan seorang di dunia dan akhirat.

At-Tirmidzi meriwayatkan hadis Mu’adz yang panjang, di antaranya disebutkan bahwa Mu’adz bin Jabal bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah kita disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ! هَلْ يَكُبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ فِي النَّارِ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟

“Wahai Muadz, celaka kamu! Bukankah manusia tersungkur mukanya di dalam neraka karena buah dari lisannya?” [HR. At-Tirmidzi no. 2616, Ibnu Majah no. 3973; dan di-shahih-kan al-Albani dalam Irwaul Ghalil no. 413]

Disebutkan sebuah hadis dari Alqamah di dalam Musnad Imam Ahmad, dari Bilal bin Harits al-Muzanni radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنْ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بالكلمة من رضوان الله، ما يَظُنُّ أن تبلغ ما بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ، وَإِنْ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بالكَلمَة منْ سَخط الله، مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ، فَيَكْتُبُ اللهُ عَلَيْهِ بهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ

“Sungguh seseorang mengucapkan suatu kata-kata yang membuat Allah ridha, ia tidak mengira kata-kata itu mencapai sedemikian rupa. Allah pun mencatat keridhaan–Nya untuknya karena kata-kata itu hingga pada hari bertemu dengan–Nya. Dan sungguh, seseorang mengucapkan suatu kata-kata yang membuat Allah murka, ia tidak mengira kata-kata itu mencapai sedemikian rupa. Allah mencatat murka–Nya untuknya karena kata-kata itu hingga pada hari bertemu dengan–Nya.” [HR. Ahmad]

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بالكَلمَة مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَزِلُّ بِهَا إِلَى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dia tidak mengetahui dengan jelas maksud dari kalimat itu, sehingga dengan kalimat itu ia terperosok ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara ufuk timur dan barat.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ibnul Mubarak rahimahullah berkata,

تَعَاهَدُ لِسَانَكَ إِنَّ اللَّسَانَ * سَرِيعُ إِلَي المَرْءِ فِي قَتْلِهِ

“Jagalah lisanmu, karena lisan sangat cepat membunuh pemiliknya!”

وَهذَا اللَّسَانُ بَرِيْدُ الفُؤَادِ * يَدُلُّ الرِّجَالُ عَلَي عَقْلِهِ

“Dan lisan adalah kotak posnya hati, yang bisa menunjukkan bobot akal seseorang.”

Maka dari itu, saudariku sesama Muslimah, seyogyanya bagi setiap kita memikirkan dan mempersiapkan bagaimana keadaan dan nasibnya di dunia dan di akhirat kelak. Yang merupakan balasan dari perkara yang keluar dari lisannya, entah yang membuahkan kebaikan ataupun keburukan yang tidak terpuji akibatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Wahai lisanku, ucapkanlah kebaikan, kamu akan beruntung, atau diamlah, kamu akan selamat, kalau tidak, kamu akan menyesal.” [Hatus Salaf Bainal Qaul Wal ‘Amal, Ahmad bin Nashir Ath–Thayyar, hal. 598]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Penulis: Annisa Auraliansa

💻 Sumber: https://muslimah.or.id/19316-jaga-lisanmu-wahai-saudariku.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/🪶 Mutiara Nasihat🖇️ KUNCI HIDUP BERKAHSyaikh Muhammad bin...
19/08/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🪶 Mutiara Nasihat

🖇️ KUNCI HIDUP BERKAH

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

"Apabila seseorang senantiasa berzikir kepada Allah dengan lisan, hati, dan anggota badannya, niscaya dia akan mendapatkan keberkahan dan kebaikan yang banyak sepanjang hidupnya."

[Majmu' al-Fatawa, jilid 26, hlm. 107]

Diantara keutamaan dari berzikir ialah ketenangan hati dan hilangnya rasa takut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." [QS. Ar-Ra’d: 28]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

🔗 Gabung WaGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/🖇️ AGAMA UNTUK ORANG-ORANG BERAKALBismillah was shalatu w...
18/08/2026

🔗 Gabung WaGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🖇️ AGAMA UNTUK ORANG-ORANG BERAKAL

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 190-191:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

💫 Penjelasan:

Tujuan manusia Allah ciptakan untuk tinggal di bumi adalah, bertauhid, maksudnya mempersembahkan penyembahan hanya kepada-Nya.

Di dalam surat Az-Dzariyat ayat 57 Allah menjelaskan tujuan mulia ini,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu.

Maka, di saat tujuan penciptaan manusia meninggali bumi ini untuk menyembah Allah, Allah tunjukkan kepada mereka tanda-tanda keberadaan, kekuasaan, kebesaran dan kemuliaan-Nya. Agar manusia menyembah Allah dengan kesadaran, keridhoan, cinta, dan pengagungan. Bukan karena paksaan, atau sekedar ikut-ikutan. Tapi menyembah Allah didasari tulus ikhlas dan ilmu. Ini diantara wujud kasih sayang Allah.

Bumi yang begitu indah, langit yang gagah, lautan yang luas, gunung yang tinggi menjulang, tetumbuhan yang menyejukkan pandangan, hewan-hewan yang cerdik nan menyenangkan, siang malam yang teratur silih berganti dan masih banyak lagi tanda-tanda kebesaran Allah di sekitar kita, adalah isyarat bagi orang-orang yang berakal, untuk kembali bersimpuh dengan penuh cinta kepadaNya.

Dalam ilmu akidah, tanda-tanda seperti ini disebut tauhid rububiyyah (mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan Tuhan, seperti mencipta, mengatur semesta dan lain-lain), yang menjadi perantara untuk sampai pada inti tauhid, yaitu tauhid uluhiyyah (mengesakan Allah dalam penyembahan atau ibadah).

Artinya, saat seorang sadar, bahwa Allah satu-satunya pencipta semesta yang indah dan teratur ini, konsekuensi dari kesadaran ini adalah, menyembahNya semata dan meninggalkan segala sesembahan selain-Nya.

Namun, tak semua manusia peka menangkap sinyal kebesaran Allah tersebut. Hanya orang-orang yang punya karakter tertentu saja, sebuah karakter yang sangat mahal, pembeda antara manusia makhluk yang paling bermartabat, dengan hewan.

Yaitu, berfikir!

Iya, hanya orang-orang yang berfikir saja yang beruntung menemukan sinyal itu. Orang-orang yang menggunakan akalnya untuk dekat dengan Tuhannya. Dialah yang bisa mengambil hikmah dari setiap tanda kebesaran Allah di sekitarnya.

Oleh karenanya, diujung ayat Allah berfirman,

لآيات لأولي الألباب

Ada tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal

Ini menunjukkan bahwa :

- Diantara ibadah yang sangat besar pahalanya adalah, berfikir untuk merasakan kebesaran dan kasih sayang Allah.

- Seorang tak akan sempurna menjadi hamba Allah, sampai dia menggunakan akal sehatnya.

- Agama ini, diperuntukkan bagi para pemikir sehat dan objektif.

Kemudian pada ayat berikutnya, Allah terangkan diantara sifat orang yang berakal itu adalah…

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Yaitu orang-orang yang berdzikir mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Inilah sifat mereka:

1. Gemar mengingat Allah.

Ini mencakup segala jenis dzikir, yaitu mengingat Allah dengan hati, lisannya dan anggota badan.

Maka masuk juga dalam karakter ini, orang yang sholat dengan berdiri saat mampu, duduk dan berbaring saat tidak mampu.

2. Gemar menggunakan pikirannya untuk menemukan kebesaran Allah.

Jika kita perhatikan dua sifat di atas, keduanya mewakili dua poin penting dalam kehidupan manusia:
gemar dzikir adalah ekspresi ibadah. Kemudian gemar berfikir adalah ekspresi akal.
Ini dalil bahwa :

Untuk bisa beribadah kepada Allah dengan professional, seorang harus membuka dan menggunakan pikirannya. Seorang disebut benar berakal sehat, manakala ia taat beribadah kepada Allah. Dan ibadah yang paling utama adalah tauhid.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori

💻Sumber: https://konsultasisyariah.com/36195-agama-untuk-orang-orang-berakal.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Address

Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Permata Sunnah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share