Permata Sunnah

Permata Sunnah

Share

Memurnikan Agama Islam Sesuai Al Quran dan As Sunnah Berdasarkan Pemahaman salaf

10/06/2026

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/

🖇️ BEBERAPA ADAB BERDAKWAH DI JEJARING SOSIAL

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Memberi faidah ilmu atau nasehat singkat baik melalui SMS atau status di jejaring sosial seperti facebook, BBM, WhatsApp, dan lain-lain adalah amal mulia, salah satu bentuk taqarrub ilallah yang berpahala, insya Allah.

Namun ada yang perlu diperhatikan terkait dengan perbuatan ini, diantaranya adalah beberapa hal berikut:

1. Niat, dan ini penting. Bahkan lebih penting dari amal shaleh itu sendiri.

Yahya bin Abi Katsir berkata, “Pelajarilah tentang niat, karena ia lebih penting dari amal.” [Jami Al Ulum wal Hikam, hal 18]

Maka, hendaknya dilakukan dengan ikhlas, bermujahadah (bersungguh-sungguh) melawan niat riya, pamer, ingin dipuji, atau dapat jempol banyak dan lain-lain.

Mengapa harus bermujahadah? Karena mengikhlaskan niat itu tidak mudah. Sufyan Atsauri berkata, “Tidak ada sesuatu yang paling sulit aku hadapi selain niatku, karena ia senantiasa berbolak-balik.” Jangan sampai, niat mulia menebar ilmu berubah menjadi pamer ilmu. Nas`lullahal ‘afwa wal ‘aafiyah.

2. Memastikan bahwa pesan, ilmu atau nasehat itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah baik yang terdapat dalil yang mendukungnya dari Al Qur’an, Sunnah dan perkataan para sahabat.

Standar ilmiah bisa dirangkum dengan ungkapan: "Shahih secara riwayat dan benar secara istinbath."

Terkadang, seseorang menukil dalil dari Al-Qur’an atau hadits, tapi cara pendalilannya, tafsirnya, atau pemahamannya tidak sesuai dengan kaidah-kaidah syar’i.

Oleh karena itu, ini juga harus diwaspadai. Akan lebih selamat jika kita memakai pendalilan atau tafsir para Ulama yang kredibel dalam memahami dalil-dalil syar’i.

3. Menjaga amanah ilmiah.

Hendaknya selalu berusaha mencantumkan sumber dari mana ilmu atau faidah itu kita dapatkan. Hal ini agar kita tidak termasuk orang-orang yang mendapat ancaman hadits, “Orang yang mengaku-ngaku memiliki (al mutasybbi’) dengan sesuatu yang tidak dimilikinya, maka ia seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” [HR. Bukhari Muslim]

4. Hendaknya tidak menuliskan sesuatu yang bersinggungan dengan syubhat dan masalah ilmiah yang memiliki tingkat kesulitan diluar kapasitas kita. Sehingga kemudian tidak memunculkan debat kusir yang tidak bermanfaat.

5. Menjaga akhlak mulia.

Walaupun dalam bentuk tulisan, hendaknya tetap memperhatikan sopan santun dan etika, tidak mengandung celaan, kata-kata kasar dan bermuatan menjatuhkan kehormatan orang lain.

6. Mempertimbangkan maslahat dan mafsadat serta tepat sasaran.

7. Tidak mudah berfatwa, karena fatwa memiliki kehormatan yang tidak boleh dilakukan sembarang orang. Sehingga dikatakan, “Orang yang paling berani berfatwa, adalah orang yang paling sedikit ilmunya.”

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️Penulis: Ustadz Abu Khalid Reza Gunarsa, Lc

💻 Sumber: https://muslim.or.id/19897-beberapa-adab-berdakwah-di-jejaring-sosial.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

10/06/2026

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/

_🪶 Mutiara Nasihat_

🖇️ SEMANGAT DALAM MENYERUKAN KEBAIKAN

Syaikh Abdul Azis bin Baz rahimahullah berkata:

"Engkau harus antusias dalam menyebarkan ilmu dengan sangat giat dan semangat. Jangan sampai pengikut kebatilan lebih giat dalam menyebarkan ajarannya."

[Majmu' fatawaihi wa rasaailihi (9/225)]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

09/06/2026

🔗 *Gabung WaGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/

🖇️ DOA AGAR DIJAUHKAN DARI HAWA NAFSU YANG JELEK

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Doa ini juga bagus diamalkan agar dilindungi dari akhlak dan hawa nafsu yang jelek.

Hadits: 1482

وَعَنْ زِيَاد بْنِ عِلاَقَةَ عَنْ عَمِّهِ ، وَهُوَ قُطْبَةُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

Ziyad bin ‘Ilaqah meriwayatkan dari pamannya, yaitu Quthbah bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: "Allohumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa." Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek). [HR. Tirmidzi, no. 3591. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih, perawinya tsiqqah]

💫 Faedah Hadis:

- Pertama: Akhlak itu ada dua macam, yaitu akhlak yang terpuji dan akhlak yang tercela. Akhlak yang sesuai dengan petunjuk, itulah akhlak yang dicintai dan terpuji. Akhlak yang sesuai hawa nafsu adalah akhlak yang mungkar dan tercela.

- Kedua: Akhlak yang mungkar itu dicela seperti ujub, sombong, meremehkan orang lain, berbangga diri, hasad, dan melampaui batas.

- Ketiga: Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ah Al-Fatawa (10:635) menyatakan: "Adanya nafsu dan syahwat itu sendiri tidaklah berakibat seseorang dihukum. Seseorang baru dikatakan terkena hukuman ketika ia menuruti nafsunya sehingga yang ia harus lakukan adalah melarang nafsunya (untuk melanggar larangan Allah). Melarang nafsu yang akan salah itulah yang masuk ibadah dan amal shalih.”

⚠️ Sebab-sebab hawa nafsu yang jelek

- Pertama:
Membiasakannya sejak kecil.

Kalau mengikuti hawa nafsu sudah dibiasakan sejak kecil, maka akan terus seperti itu hingga seseorang dewasa.

Karenanya orang tua tidak baik memanjakan anaknya dengan enggan membangunkannya shalat Shubuh. Kadang orang tua beralasan, “Ah dia masih ngantuk, kasihan dibangunkan.”

Namun kalau anak meminta mainan, bahkan ada yang merusak dan melalaikan, malah ketika itu dituruti.

Hati-hati jika terus mengikuti keinginan anak, karena ada yang sekedar nafsunya sehingga orang tua harus menimbang-nimbang manakah yang maslahat.

- Kedua:
Duduk-duduk dengan pengikut hawa nafsu.

Ingat duduk-duduk dengan pengikut hawa nafsu, bermajelis dengan para pemabuk, pemain judi, orang yang akhlaknya rusak hingga dengan orang yang amalannya asal-asalan, hanya membuat kita terpengaruh.

Karena ingat,

الصَّاحِبُ سَاحِبٌ

“Sahabat itu sifatnya menarik.”

- Ketiga:
Kurang mengenal hak Allah, tidak mengenal akhirat dengan baik.

Karena kalau seseorang terus memikirkan dunia dan lalai dari akhirat, hawa nafsunya akan selalu dituruti.

- Keempat:
Kurang amar ma’ruf nahi mungkar.

Kalau tidak saling mengingatkan, maka yang ada adalah maksiat akan terus ada di tengah masyarakat kita dan banyak yang menuruti hawa nafsu. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [QS. Luqman: 17]

- Kelima:
Cinta dunia dan terus tersibukkan dengan dunia.

Sifat ini akan membuat kita terus menuruti hawa nafsu.

- Keenam:
Tidak mengetahui bahaya karena menuruti hawa nafsu.

Padahal mengikuti hawa nafsu itu amat berbahaya, dapat membuat kita lalai dari kewajiban, terjerumus dalam dosa besar hingga berbuat syirik pada Allah.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

💻Sumber: https://rumaysho.com/21300-doa-agar-dijauhkan-dari-hawa-nafsu-yang-jelek.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

09/06/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

📘 Bimbingan Islam

🖇️ PENDIDIKAN ANAK - MENUTUP AURAT DAN HIJAB

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

1. Memberikan kepada anak perempuan kain penutup aurat pada masa kecilnya agar terbiasa pada waktu dewasa. Tidak memberikan pakaian pendek kepada mereka, tidak memberikan celana dan baju saja, karena hal itu menyerupai kaum lelaki, orang-orang kafir dan menyebabkan fitnah.

Menyuruhnya menggunakan kerudung di atas kepala sejak umur tujuh tahun, menutup wajah ketika sudah dewasa dan memakai pakaian hitam panjang yang menutupi seluruh aurat yang dapat menjaga kehormatannya. Dan Al-Quran mengajak kepada seluruh perempuan kaum Mukminin untuk berhijab, sebagaimana disebutkan:

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ قُل لِّأَزْوٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلٰبِيبِهِنَّ ۚ ذٰلِكَ أَدْنٰىٓ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." [QS. Al-Ahzab: 59]

Al-Quran juga melarang kaum wanita terlalu bertingkah dan berhias di luar rumah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجٰهِلِيَّةِ الْأُولٰى

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu." [QS. Al-Ahzab: 33]

2. Mewasiatkan kepada anak untuk memakai pakaian sesuai jenisnya sehingga pakaian wanita tidak sama dengan pakaian lelaki, juga mewasiatkan kepada mereka untuk menjauhi pakaian asing seperti celana sempit, memanjangkan kuku dan rambut serta memendekkan jenggot.

Dalam hadits shahih disebutkan, dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, dia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” [HR. Al-Bukhari, no. 5885, Abu Dawud, no. 4097 dan Tirmidzi, no. 2991]

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar mereka diusir dari dalam rumah kita. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang bergaya wanita dan wanita yang bergaya laki-laki.” Dan beliau memerintahkan: “Keluarkan mereka dari rumah-rumah kamu.” Ibnu Abbas berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengeluarkan Si Fulan, Umar telah mengeluarkan Si Fulan.” [HR. Al-Bukhari, no. 5886, Abu Dawud, no. 4930 dan Tirmidzi, no. 2992]

Begitu p**a laki-laki tidak diperbolehkan memakai pakaian wanita. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang berpakaian seperti model pakaian wanita dan (melaknat) wanita yang berpakaian seperti lelaki.” [HR. Abu Dawud no. 4098, Ahmad 2/325]

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa yang dilaknat ialah jika ia menyerupai mode bergaya dan gaya berpakaian. Dalam hadis lain disebutkan juga dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhum, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

💻 Sumber: Buku “Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.” Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dan Referensi lainnya.

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

08/06/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🖇️ PILIHLAH TEMAN YANG BAIK DI SOSMED

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Saudaraku...
Pilih lah teman yang baik di sosmed agar ketika buka sosmed jadi optimis, senang dan ada sedikit hiburan.
Apabila temannya jelek, kita akan sesak, sempit dan membaca hal-hal yang bukan urusan kita sama sekali.

Jangan ragu-ragu unfriend teman yang postingan sering membuat anda sesak, pesimis atau membuang waktu berharga anda karena postingannya jauh dari manfaat dan hanya membuat anda naik emosi tapi pasrah tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan tugas dan urusan di dunia nyata sangat banyak menanti.

Tidak mengapa juga mem-blokir orang yang “rusuh” di postingan anda, selalu menyakiti hati, apabila dia komentar dan mengajak debat. Jangan sekali-kali anda layani, semakin dilayani ia semakin senang, karena itu tujuannya, yaitu mencari lawan untuk saling cela, saling maki dan menghabiskan waktu bersama untuk hal sia-sia.

Orang seperti itu kalau bukan “akun robot”, bisa jadi berarti orang yang tidak terlalu punya kontribusi dan manfaat berarti di dunia nyata. Di dunia nyata “tidak terlalu diakui” dan tidak ada kerjaan, maka “pelariannya” di dunia maya untuk mencari eksistensi (maaf, bukan mengeneralisir).

Sebagaimana di dunia nyata, di dunia maya pun kita diperintahkan mencari dan memilih teman-teman yang baik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ

“Seseorang akan sesuai dengan kebiasaan/sifat sahabatnya. Oleh karena itu, perhatikanlah siapa yang akan menjadi sahabat kalian.” [HR. Abu Daud & Tirmidzi, shahih]

Permisalan yang sangat bagus mengenai sahabat, yaitu sahabat dengan penjual minyak wangi dan bersahabat dengan pandai besi. Kita akan terpengaruh dan terkena dampaknya. Begitu juga dengan pertemanan di sosmed, kita akan terpengaruh banyak dengan postingan mereka. Perhatikan hadis berikut,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” [HR. Bukhari]

Walaupun kita merasa sulit dipengaruhi oleh postingan kawan kita di sosmed, akan tetapi perlu diketahui bahwa pengaruh kawan itu tidak langsung, tetapi perlahan-lahan kita akan menyerupai sahabat kita, karenanya sebuah ungkapan Arab terkenal berbunyi:

ﺍﻟﺼَّﺎﺣِﺐُ ﺳَﺎﺣِﺐٌ

“Sahabat (Lingkungan pergaulan) itu bisa menarik (mempengaruhi).”

Demikian lah, secara umum kita diperintahkan selalu bersama orang-orang yang baik dan jujur dalam keimanan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” [QS. At-Taubah: 119]

Demikian semoga bermanfaat.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

💻 Sumber: https://muslim.or.id/46960-pilihlah-teman-yang-baik-di-sosmed.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

08/06/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

📘 Bimbingan Islam

🖇️ PENDIDIKAN ANAK: MEMPERINGATKAN ANAK UNTUK MENJAUHI LARANGAN ALLAH

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

1. Memperingatkan anak untuk tidak kafir, mencerca dan melaknat orang serta berbicara yang jelek. Menyadarkan anak dengan lemah lembut bahwa kekufuran itu haram yang menyebabkan kerugian dan masuk Neraka. Hendaknya kita menjaga ucapan di depan mereka agar menjadi teladan yang baik bagi mereka.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan p**a orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan orang yang jorok omongannya.” [HR. Tirmidzi, no. 1977]

2. Memperingatkan anak untuk tidak main judi dengan segala macamnya, seperti yanasib, rolet dan lainnya, meskipun hanya untuk hiburan, karena hal itu mendorong kepada perjudian, pertikaian serta merugikan diri, harta dan waktu, juga melalaikan mereka dari shalat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [QS. Al-Maidah: 90]

3. Melarang anak-anak membaca majalah dan gambar p***o serta cerita-cerita komik persilatan dan seksualitas. Melarang penyiaran film-film serupa di bioskop maupun TV karena berbahaya bagi akhlak dan masa depan anak-anak.

4. Melarang anak merokok dan memberi pengertian kepada mereka bahwa para dokter telah sepakat tentang bahaya rokok bagi badan, menyebabkan kanker, merusak gigi, baunya tidak enak, merusak paru-paru dan tidak ada faidahnya sehingga menjual dan menghisapnya adalah haram. Menasihatkan kepada mereka untuk makan buah-buahan dan asinan sebagai ganti rokok.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” [QS. An-Nisaa: 29]

5. Membiasakan anak-anak jujur dalam perkataan dan perbuatan. Hendaknya kita tidak berbohong kepada mereka, meskipun hanya bergurau. Jika kita menjanjikan sesuatu kepada mereka hendaknya kita penuhi. Dalam hadis shahih disebutkan: “Barangsiapa berkata kepada anak kecil, ‘ambillah’ kemudian tidak memberinya maka hal itu adalah kebohongan.” [HR. Ahmad]

6. Tidak memberi makan kepada anak-anak dengan uang haram seperti uang sogok, riba, hasil curian dan penipuan, karena hal itu menyebabkan kesengsaraan, kedurhakaan dan kemaksiatan mereka.

7. Tidak mendoakan kebinasaan dan kemurkaan terhadap anak, karena doa baik maupun buruk kadang-kadang dikabulkan, dan mungkin menambah kesesatan mereka. Lebih baik jika kita mengatakan kepada anak: “Semoga Allah memperbaiki kamu.”

8. Memperingatkan anak-anak untuk tidak melakukan perbuatan syirik kepada Allah, seperti: berdoa kepada orang-orang yang sudah mati, meminta pertolongan dari mereka, dengan keyakinan bahwa mereka bisa mendatangkan bahaya maupun manfaat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظّٰلِمِينَ

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak p**a memberi madharat kepada selain Allah, sebab jika kamu berbuat yang demikian itu, maka sesungguhnya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik).” [QS. Yunus: 106]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

💻 Sumber: Buku “Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.” Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dan Referensi lainnya.

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

07/06/2026

*🔗Gabung WaGrup dan Sosmed Permata Sunnah*: https://kontakk.com/

🖇️ BEBAS MEMILIH PINTU SURGA!

Alhamdulillahi wahdah wash shalâtu was salâmu 'alâ rasûlillâh.

Siapa di antara kita yang tidak ingin masuk surga? Apa lagi jika masuknya bebas dari pintu manapun! Adakah amalan yang bisa mengantarkan kita pada peluang emas tersebut? Jawabannya: ada, antara lain:

1. Berakidah yang benar

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ؛ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

”Barangsiapa mengucapkan 'Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Serta Isa adalah hamba Allah dan anak salah satu hamba-Nya. Kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah. (Ia juga bersaksi) bahwa surga adalah benar adanya, neraka juga benar adanya,' niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki.” [HR. Muslim dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ’anhu]

2. Taat kepada pemerintah dalam kebaikan

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menjanjikan,

مَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، فَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَأَطَاعَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُدْخِلُهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ، وَلَهَا ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ. وَمَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَعَصَى؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ أَمْرِهِ بِالْخِيَارِ؛ إِنْ شَاءَ رَحِمَهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ

”Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan ta'at (kepada pemerintah); niscaya Allah akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu ada delapan. Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukkan-Nya dengan suatu apapun, menegakan shalat, menunaikan zakat, mendengar namun tidak ta'at (kepada pemerintah); maka nasibnya terserah Allah. Jika Dia berkehendak maka akan merahmatinya, sebaliknya jika Dia berkehendak, maka akan menyiksanya.” [HR. Ahmad dari Ubadah bin ash-Shamit radhiallahu 'anhu dan dinilai hasan oleh al-Albani]

3. Patuh kepada suami

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bertutur,

إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

"Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mena'ati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: "Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” [HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA

💻 Sumber: https://tunasilmu.com/detail/bebas-memilih-pintu-surga

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 *Permata Sunnah*
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

07/06/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

✉️ Tanya Jawab

🖇️ MENUTUP TELINGA DENGAN JARI KETIKA IQOMAH

Pertanyaan:
Apakah disunnahkan menutup kedua telinga dengan jari ketika iqamah?

[Mukhlish, Madinah]

Jawaban:
Pendapat yang rajih dari 2 pendapat Ulama bahwa menutup telinga dengan jari hanya disunnahkan ketika adzan, sebagaimana dalam hadist Abu Juhaifah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:

رأيت بلال يؤذن ويدور ويتبع فاه هاهنا وهاهنا وإصبعاه في أذنيه

“Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan, memutarkan dan mengikutkan mulutnya ke arah sana dan sana, sedangkan kedua jarinya berada di kedua telinganya.” [HR. At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany]

Berkata At-Tirmidzy:

وعليه العمل عند أهل العلم يستحبون أن يدخل المؤذن إصبعيه في أذنيه في الأذان

“Inilah yang diamalkan menurut para Ulama, mereka menganjurkan supaya muaddzin memasukkan dua jari di dalam kedua telinganya ketika mengumandangkan adzan.” [Sunan At-Tirmidzy 1/377]

Dan hikmah menutup telinga dengan jari diantaranya adalah mengumpulkan suara sehingga suara keluar lebih keras. [Mugny Al-Muhtaj 1/213, Al-Mubdi’ Syarh Al-Muqni’ 1/284]

Adapun iqamah maka tidak memerlukan suara yang keras karena tujuannya hanyalah pemberitahuan kepada yang hadir di masjid bahwa shalat akan segera ditegakkan. [Lihat Al-Majmu’ 3/117]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Dijawab oleh: Dr. Ustadz Abdullah Roy, Lc.

💻 Sumber: https://konsultasisyariah.com/666-menutup-telinga-dengan-jari-ketika-iqomah.html

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

06/06/2026

🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: https://kontakk.com/

🖇️ MENGAPA ADA ORANG BAIK NAMUN HIDUPNYA BANYAK KESULITAN

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Kenapa ada orang baik tapi hidupnya banyak kesulitan, di sisi lain orang yang ahli maksiat hidupnya secara umum lancar jaya?

Mungkin kita selama ini sudah berusaha hidup baik, berusaha istiqamah, beragama dengan lurus, namun ternyata cobaan terus datang menimpa, mengapa?

Atau mungkin kita baru saja hijrah, namun ternyata kehidupan setelah hijrah lebih sempit daripada sebelumnya, apa hal?

Demikianlah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sempat muncul di benak kita semua.

Renungkanlah…

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam saja orang yang paling bertaqwa, paling shalih, paling sempurna, ternyata hidupnya tidak selalu mulus dan selalu penuh kenikmatan.

Ternyata beliau pun dicoba, istrinya meninggal duluan, anaknya meninggal duluan, diganggu orang, dicela orang, dikejar-kejar orang kafir, dikira gila, mesti hijrah, dikhianati, dilukai, sakit, dll.

Bahkan dalam hadis disebutkan bahwa orang yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian yang semisal mereka, kemudian yang semisal mereka. Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ’anhu bertanya,

يا رسولَ اللهِ أيُّ النَّاسِ أشدُّ بلاءً قالَ الأَنبياءُ ثمَّ الأَمثلُ فالأَمثلُ

“Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling berat cobaannya?.” Beliau menjawab: “Para Nabi, kemudian yang semisal mereka (pengikut para Nabi), kemudian yang semisal mereka (orang yang meneladani pengikut para Nabi).” [HR. Tirmidzi no.2398 , ia berkata: Hasan shahih]

Maka bagaimana lagi dengan kita? Yang hakikatnya jauh dari kesempurnaan dan keshalihan. Apakah kita malah merasa layak dapat kenikmatan terus menerus dan tidak diuji?

Allah berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata: kami telah beriman, lalu mereka tidak diuji?” [QS. Al-Ankabut: 2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji.” [HR. Ath Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 285]

Karena dengan adanya ujian bagi orang-orang baik, itu akan mengangkat derajat mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh Aku akan uji mereka dengan sedikit rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Maka berilah kabar gembira bagi orang yang bersabar.” [QS. Al-Baqarah: 155]

Orang baik yang diuji di dunia, dan sukses melewati ujian itu, sehingga Allah akan beri ia kenikmatan di akhirat semaksimal mungkin dan terhapus dosa-dosanya semaksimal mungkin. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

يُبتلَى الرَّجلُ علَى حسَبِ دينِهِ ، فإن كانَ في دينِهِ صلبًا اشتدَّ بلاؤُهُ ، وإن كانَ في دينِهِ رقَّةٌ ابتليَ علَى قدرِ دينِهِ ، فما يبرحُ البلاءُ بالعبدِ حتَّى يترُكَهُ يمشي علَى الأرضِ وما علَيهِ خطيئةٌ

“Seseorang diberi cobaan tergantung pada keadaan agamanya. Jika teguh agamanya, maka cobaannya semakin berat. Jika goyah agamanya, maka cobaannya sesuai dengan kadar agamanya. Maka cobaan terus menimpa hamba (yang shalih) sampai ia berjalan di muka bumi tanpa memiliki dosa lagi.” [HR. Tirmidzi no.2398, ia berkata: Hasan shahih]

Adapun orang buruk yang Allah beri nikmat dan kemudahan-kemudahan, bisa jadi itu merupakan istidraj (penundaan hukuman), karena bisa jadi ia semakin sesat, semakin takabur, enggan bertaubat dan semakin buruk, sehingga kelak di akhirat Allah hukum dia semaksimal mungkin wal’iyadzubillah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا ، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Allah segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menginginkan keburukan pada seorang hamba, Allah menahan hukuman atas dosa-dosanya, sehingga kelak ia akan membayarnya hasil perbuatannya di hari kiamat.” [HR. Tirmidzi no. 2396, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi]

Maka bersabarlah ketika mendapat cobaan, dan senantiasa bersyukur dan introspeksi diri ketika mendapat kenikmatan.
Semoga Allah memberi taufik.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

💻 Sumber: https://fawaidkangaswad.id/2018/02/05/mengapa-ada-orang-baik-namun-hidupnya-banyak-kesulitan/

••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••

💎 Permata Sunnah
🛰 telegram.me/PermataSunnah
📷 instagram.com/permata.sunnah
📱 https://threads.net/.sunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Want your school to be the top-listed School/college in Makassar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address

Makassar