Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Share

Penulis buku "Beda Salafi dengan Hizbi".

24/05/2026

1/ Nasihat agar tetap ikhlas dan tidak tertipu hawa nafsu.

Nasihat yang paling penting adalah terus memperbaiki niat dan selalu menuduh diri sendiri belum ikhlas.
Jangan merasa aman dari riya’, ujub, atau cinta kedudukan.

Para salaf sangat takut amal mereka rusak walaupun amal itu tampak baik.
Ingatlah bahwa ilmu adalah ibadah, sebagaimana halnya shalat butuh ikhlas, ilmu juga butuh ikhlas.

Jangan menjadikan ilmu sebagai jalan mencari kemuliaan dunia, pujian manusia, banyak pengikut, atau kemenangan dalam perdebatan.

Perbanyak doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Dan biasakan menyembunyikan amal, menerima nasihat, serta banyak mengingat kematian dan hari berdiri di hadapan Allah.

2/ Agar ilmu melahirkan rasa takut kepada Allah dan memperbaiki amal.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk ke hati lalu tampak pada amal.

Caranya:
Belajar dengan niat mengamalkan.
Tadabbur ayat dan hadis, bukan sekadar menghafal.
Banyak membaca tentang akhirat, surga, neraka, dan kisah salaf.
Mengamalkan ilmu sedikit demi sedikit.
Menjauhi maksiat karena maksiat mematikan hati.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Semakin benar ilmu seseorang, semakin besar rasa takut dan tawaduknya kepada Allah.

3/ Tanda keberkahan dalam menuntut ilmu
Di antara tandanya:
Semakin tawaduk.
Semakin takut kepada Allah.
Semakin baik akhlaknya.
Semakin sedikit bicara tanpa manfaat.
Semakin semangat beramal.
Dijauhkan dari fitnah kesombongan dan perdebatan.
Waktunya diberi keberkahan.
Ilmunya memberi manfaat bagi manusia.
Sebagian salaf berkata:
ثمرة العلم العمل
“Buah ilmu adalah amal.”

4/ Adab paling penting terhadap guru, teman, dan ilmu

Terhadap guru:
Menghormati dan mendoakannya.
Tidak menyela dengan buruk.
Husnuzhan selama ia di atas sunnah.
Bersabar terhadap kekurangan manusiawinya.

Terhadap teman:
Tidak hasad.
Saling menasihati.
Senang jika saudaranya mendapat kebaikan.
Menjaga lisan dari ghibah dan merendahkan.

Terhadap ilmu:
Mengagungkannya.
Tidak belajar untuk dunia.
Menulis dan menjaga faedah.
Mengamalkan ilmu.
Ilmu itu mulia, maka ia tidak diberikan kepada hati yang sombong dan lalai.

5/ Sebab terbesar tergelincir dalam kejahilan walaupun sudah belajar.
Sebab terbesar adalah mengikuti hawa nafsu dan tidak mengamalkan ilmu. Ilmu tanpa amal menjadi hujjah atas pemiliknya.

Di antara sebab lainnya:
Ujub dan merasa cukup.
Sedikit berdoa meminta hidayah.
Berteman dengan ahlul hawa.
Senang popularitas.
Tidak kembali kepada ulama besar.
Meremehkan dosa.

Sebagian salaf berkata:
كنا نستعين على حفظ العلم بالعمل به
“Kami meminta bantuan untuk menjaga ilmu dengan mengamalkannya.”

6/ Cara menjaga hati agar tidak merasa sudah berilmu
Selalu melihat luasnya ilmu dan sedikitnya apa yang kita tahu.
Duduk bersama ulama dan orang saleh.
Mengingat dosa-dosa diri.
Banyak membaca biografi para imam.
Mengetahui bahwa kesombongan adalah penyakit iblis.

Semakin seseorang benar-benar berilmu, semakin ia takut berbicara tanpa ilmu dan semakin sedikit pengakuannya terhadap dirinya.

7/ Amalan atau adab agar selamat dari fitnah syubhat dan syahwat.

Yang paling penting di:
Memperbaiki tauhid dan keikhlasan.
Banyak berdoa memohon keteguhan hati.
Berpegang dengan Al-Qur’an dan sunnah sesuai pemahaman salaf.
Menjauhi lingkungan rusak dan sumber syubhat.
Menjaga shalat, dzikir, dan tilawah.
Menundukkan pandangan.
Tidak merasa aman terhadap fitnah.
Nabi ﷺ sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

8/ Membedakan semangat karena Allah atau karena pujian manusia.
Lihat keadaan hati:
Apakah semangat itu tetap ada ketika tidak dipuji?
Apakah tetap beramal ketika tidak dilihat manusia?
Apakah sedih karena kurangnya amal atau karena kurangnya perhatian manusia?
Apakah senang tersembunyi dalam kebaikan?

Orang yang ikhlas mencari ridha Allah, sedangkan orang yang mengejar pujian akan berubah semangatnya sesuai pandangan manusia.

Namun seseorang bisa jadi tercampur niatnya. Maka tugasnya adalah terus berjihad memperbaiki niat, bukan putus asa.

9) Nasihat salaf tentang menjaga akhlak ketika menuntut ilmu.

Para salaf sangat memperhatikan adab sebelum ilmu.
Disebutkan dari sebagian mereka:
كنا نتعلم الأدب قبل العلم
“Kami mempelajari adab sebelum ilmu.”

Mereka selalu menjaga:
Lisan.
Tawadhu.
Kesabaran.
Wibawa.
Sedikit tertawa berlebihan.
Menjauhi debat kusir.
Menghormati ulama.

Ilmu tanpa akhlak sering menjadi sebab kerusakan.

10/ Sebab terbesar istiqamah di atas ilmu dan sunnah sampai akhir hayat.

Sebab terbesar adalah:
Meminta pertolongan Allah dengan jujur.
Terus memperbaiki hati.
Istiqamah dalam amal walaupun sedikit.
Bersahabat dengan orang saleh.
Menjauhi fitnah.
Tidak kagum pada diri sendiri.

Hati berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman. Tidak ada yang bisa teguh kecuali orang yang Allah teguhkan.

11/ Agar takut kepada dosa kecil dan tidak meremehkannya
Renungkan bahwa gunung besar tersusun dari batu-batu kecil. Dosa kecil jika dikumpulkan akan membinasakan hati.

Sebagian salaf berkata:
لا تنظر إلى صغر المعصية ولكن انظر إلى عظمة من عصيت
“Jangan melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah siapa yang engkau durhakai.”

Biasakan:
Muhasabah harian.
Segera bertobat.
Menyesali dosa kecil.
Menjauhi sebab-sebab maksiat.

Hati yang hidup akan merasa sakit karena dosa sekecil apa pun.

12/ Nasihat penting bagi pemuda agar selamat dari fitnah zaman
Pegang erat tauhid dan sunnah.
Pilih teman saleh.
Jangan meremehkan pengaruh lingkungan dan media.
Sibukkan diri dengan ilmu dan ibadah.
Hormati ulama.
Jangan mengikuti semua yang viral.
Jaga shalat dan doa.
Hindari khalwat dengan gadget dan syahwat yang haram.
Banyak membaca Al-Qur’an.

Pemuda yang menjaga dirinya hari ini, insyaAllah akan menjadi sebab keselamatan bagi umat di masa depan.

Selalu ingat: istiqamah bukan dengan kekuatan diri, tetapi dengan rahmat Allah.
Karenanya, perbanyak doa dan rasa butuh kepada-Nya setiap waktu.

بارك الله فيكم، وجزاكم الله خيرًا على حسن السؤال والأدب.
ونسأل الله أن يرزقنا جميعًا العلم النافع والعمل الصالح والإخلاص والثبات على السنة حتى نلقاه.

22/05/2026

Carilah Keridaan Allah

Saluran WhatsApp Dakwah
• Khusus Ikhwan:
https://chat.whatsapp.com/FCXEgkNqm8B4o80EVUeIVE
• Khusus Akhwat:
https://chat.whatsapp.com/DrfrLsMjAwN8Wy8vjU9nNt
• WhatsApp Masjid Al Madinah
https://chat.whatsapp.com/KrF5CspbvfQ3bAYvbIJSi8

_____
Yuk raih keutamaan dalam dakwah dengan ikut membantu kemaslahatan dakwah.

• Infak kemaslahatan dakwah:
Bank BSI (Kode Bank: 451)
7261080901 A.n. Media Dakwah
Ahlussunnah Bone

• Infak pembangunan masjid Al-Madinah Bone: Bank BSI (Kode Bank: 451) 7236961057 A.n. Mesjid Al Madinah

Info & Konfirmasi:
085299444386




14/05/2026

Innalilahi wa inna ilaihi roji'un.
Telah wafat Saudara Yusman, ipar Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah dan saudara Ummu Fa'izah.

Insya Allah, jenazah beliau akan disalati di
🔴 Masjid Al-Ihsan Gowa, Ponpes Al Ihsan Gowa
https://maps.app.goo.gl/MtqyfDWbpq2QVTmq7?g_st=atm

🔴 Hari Jumat, selepas shalat Jumat, 15 Mei 2026.

🔴 Rumah duka, jalan Pelita Raya, belakang Wisma Lydiana, Makassar.
https://maps.app.goo.gl/aTVUsRD26Qj4X5Jo6?g_st=atm

🔴 Dikuburkan di PEMAKAMAN SUNNAH TANWIR MEMORIAL GARDEN
https://maps.app.goo.gl/LGjNCCjuVWRsjia27?g_st=atm

🔴 Yang mau dua gunung pahala karena salat jenazah dan antar jenazah ke kuburan, silakan persiapkan diri.

Keutamaan shalat jenazah:

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

08/05/2026

Jenjang Tadribud Du'at Ikhwan dan Akhawat (SMA) Menerapkan Pembelajaran Kaji Kitab Gundul untuk Mempertahankan Ciri Pesantren di Tengah Derasnya Arus Pembelajaran non Kaji Kitab.

Pesantren Al Ihsan Gowa, Jalan Likukang, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

19/04/2026

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Telah wafat saudara kita, Ustadz Ahmad Muhajir -rahimahullah-, salah seorang ustadz Ahlus Sunnah Makassar.

Rumah duka: Komplek Ponpes Tanwirussunnah, Jl. Darul Mustafa No.18 Blok C2, Borongloe, Kec. Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92171
https://maps.app.goo.gl/2wwqsd8ivCkKMX4W6?g_st=atm

Shalat Jenazah: ba'da Ashar, hari ini, 1 Dzulqo'dah 1447 H = 19 April 2026 M.

Tempat Shalat Jenazah: Masjid Darul Mustafa, Kompleks Pesantren Tanwirus Sunnah, Borongloe, Kec. Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
https://maps.app.goo.gl/2zqy9b7ZPpjvydWN8?g_st=atm

Insya Allah dikuburkan di Pekuburan Tanwirus Sunnah 1.

Keutamaan shalat jenazah:

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

11/04/2026

🔰 Hukum Shalat di Belakang Imam yang Tidak Berkurban

✍️ Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Al-Bughisiy -hafizhahullah-

📌 Link Artikel: ada di kolom komentar

10/04/2026

🔰 Daging Qurban, Wajibkah Dimasak sebelum Dibagikan?

✍️ Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah-

📌 Link Artikel: ada di kolom komentar

09/04/2026

🔰 Qurban, Deretan Ibadah-ibadah yang Agung nan Utama

✍️ Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

📌 Link Artikel: ada di kolom komentar.

30/03/2026

🔰 Sabar adalah Harta Karun yang Tersembunyi

Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Al-Bughisiy -hafizhahullah-

Link artikel lihat di kolom komentar:

Want your school to be the top-listed School/college in Makassar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address

Jalan Bonto Te'ne, Perumahan Tanwirus Sunnah, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu
Makassar
92171