06/05/2021
Piramida belajar menurut William dan Shellenberger
Setiap orang tua selalu berkeinginan agar anaknya cerdas dan dpt belajar dengan lancar. Sehinnga orang tua mengupayakan berbagai cara seperti menambah jam belajar anak dg mengikutkan kursus atau les privat sampai memolihkan sekolah terbaik menurut orang tua. Tapi kadang hasilnya tidak maksimal. Wiiliam & Shellenberger menunjukkan bahwa seorang anak tidak serta merta dapat berpikir komprehensif tanpa melalui tahapan- tahapan tertentu. Sangat dibutuhkan kematangan saraf secara bertahap.
Central Nervous System yang terletak pada bagian paling bawah piramid, adalah otak kita. Sistem ini bertugas untuk mengolah semua input-input yang diterima melalui indera (sensory system) sehingga bisa menghasilkan output berupa respon adaptif (contoh: menjawab ketika ditanya, berpegangan ketika akan jatuh, problem solving, dsb.).
Level selanjutnya pada piramid, adalah Sensory System (Sistem Indera). Sistem ini merupakan jendela bagi otak, sehingga input-input dari luar tubuh dan dalam tubuh dapat disampaikan ke otak. Apabila sebagian dari Sensory Sytem bermasalah, maka otak akan kesulitan memproses input-input yang masuk, bahkan input-input tersebut tidak dapat masuk sama sekali.
Di atas Sensory System pada piramid, ada Sensory Motor Development. Pada level ini terjadi koordinasi antara sensori (indera) dan motorik (gerak). Misalnya: keseimbangan, perencanaan gerak, koordinasi dua tangan.
Pada level Perceptual Motor Development, anak akan mampu untuk mencerna atau memahami sesuatu. Anak juga akan bisa mempertahankan atensi, kontak mata, koordinasi mata-tangan, dan mempersepsi ruang.
Cognition Intellect merupakan puncak piramid, yang menyebabkan anak dapat belajar akademik secara mandiri, berperilaku baik, serta mampu melakukan aktifitas keseharian secara mandiri.
Apabila ada beberapa kemampuan di badan piramid tersebut yang belum maksimal, maka akan menghambat kemampuan anak untuk belajar.
Semoga bermanfaat
Disadur dari berbagai sumber