Salam,
Setelah menimbang dengan Baik,
Ada perubahan nama halaman ini menjadi:
Universitas Kebangkitan Pancasila.
Dan ada perubahan nama juga untuk pengelola halaman ini, agar sesuai dengan cita rasa ke Indonesiaan Kita.
Nb: Nama Halaman sementara berusaha dirubah. Makasih.
Salam Cinta,
Rektor
Universitas Kebangkitan Pancasila
Universitas Kader Pancasila
Laboratorium Riset,Pengkajian Ideologi dan masalah Kebangsaan dan Pengabdian Masyarakat
11/04/2020
10/04/2020
MENYAKSIKAN BINAR MATA IBU
Kendari 2011.
Berita yang datang disiang itu bagai halilintar. Segera kubergegas ke travel. Mengambil tiket penerbangan ke Makassar dari Kota Kendari. Saya tiba di Makassar malam. Lalu segera bergerak ke kampung. Tiba di RS Sultan Daeng Raja, hampir jam 12 malam. Kulihat ibu yang terbaring. Tak ada respon. Kugenggam tangannya, dan yang hanya bisa kulihat ada bening air mata.
Dan jam 7 pagi ibu telah tiada.
*
Saya menghabiskan waktu menjelajah banyak tempat. Dan saat mengais rezeki di Kota Kendari, Saya mendapat kabar ibu masuk rumah sakit.
*
Inilah kenyataan memilukan yang menimpa para perantau yang jauh menjelajah. Yang dijiwanya ada elang. Bahwa perjuangan di tanah rantau, harus ditambah kesiapan untuk merasakan kepahitan yang berganda, sebab akan ada jarak akan ruang yang tak bisa kita lipat. Ada kebersamaan yang hilang bersama keluarga. Dan senantiasa bersiap dengan kabar yang menyayat. Baiknya saat ini kemajuan Teknologi telah melipat ruang itu, dimanapun kita, kita senantiasa bisa bicara dan saling melihat ekspresi. Teknologi komunikasi melesat, yang tak pernah terbayangkan.
*
Saya mengalami kehilangan yang tak akan pernah bisa hilang dalam memori. Di Kota kendari, disanalah raga ini berada saat ibu tiba2 masuk Rumah Sakit. Saya menghabiskan waktu tidak lama. Kurang lebih 7 bulan disana. Selama disana saya sempat menjelajah ke Bombana, Kolaka, Konsel, Unaha. Tidak sempat ke Buton.
*
Desember 2018
Kedua kalinya saya kembali ke Kota Kendari. Pertama tiba di bandara, Wajah Ibu Membayang. Dan memoar kehilangan menikam.
Saya kembali menginjak kota Kendari atas undangan dari anak2 muda Mahasiswa Di kota Kendari. Adik2 Kesatuan Mahasiswa Nusantara. Menggelar Diskusi Kebangsaan Tentang Merawat Pancasila. Di acara ini, bersama dengan pihak pembicara dari Kepolisiaan berdiskusi dengan adik2 Mahasiswa. Acara Dialog yang kuhadiri pada saat itu, adalah rangkaian Pelantikan DPC Kesatuan Mahasiswa Nusantara Cabang Kendari.
*
Sangat bahagia menyaksikan anak2 muda, yang memiliki semangat kebangsaan. Anak2 muda yang memiliki kesadaran merawat NKRI, Merawat Pancasila, Saya merasakan haru, saat menyaksikan bahwa, Di nadi anak2 muda, di kota kendari ini, mengalir Kecintaan pada bangsa dan negara, pada Ideologi bangsa ini.
*
Kesadaran mencintai Ideologi Pancasila adalah sebuah kesadaran historis juga adalah kesadaran Ideologis yang adalah kesadaran Mengindonesia.
Bangsa ini butuh anak2 muda yang tidak buta hurup sejarah dan tidak buta hurup Ideologi*.
Saat melihat anak2 muda di tempat itu, mahasiswa2 yang hadir di tempat itu, saya menyaksikan sebuah harapan tentang: masa Depan peradaban. Dimata anak2 muda itu, kueja tentang Api cinta, kueja tentang tentang pen*sbahan cinta pada bangsa dan negara, mahasiswa2 yang mengkaji Pancasila, Ideologi Bangsa kita dengan Pendekatan kajian Filosopis. Pendekatan kajian yang mendasar.
Pada mereka saya mengeja makna: Mencintai dengan cara bersahaja dan sederhana. Tentang: bahwa Pancasila Adalah Ideologi Terbaik.
Iya, bahagia bisa mengenal kader2 muda pancasila. Kader2 Pancasila yang menjadi harapan Ideologi Pancasila bisa jaya dan bisa diwujudkan dalam buah peradaban di negara tercinta ini.
Pada Mereka Kutemukan Senyum Ibuku melihatku.
Adik2 KMN; Kalian Millenial Keren!
***
Apa sahabat2 disana masih merasakan Aroma kopi diberanda dipagi hari?
Kopiku pagi ini tanpa gula.
10/04/2020
Salam Cinta...
Kepala Sekolah
Disini,
Tempat kami
Tampak Cahya Sanubari,
Berkhidmat tiada henti....
Click here to claim your Sponsored Listing.