21/11/2021
Dari Cepu ke Malangbong, Dari PSII ke NII (1) - sangkhalifah Sepeninggal Imam Karto, NII pecah ke dalam faksi Fillah dan Fi Sabilillah. Fi Sabilillah pecah lagi ke dalam banyak kelompok.
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ikatan Sarjana NU-Wajo, Kampus UNM Gunungsari Makassar, Makassar.
21/11/2021
Dari Cepu ke Malangbong, Dari PSII ke NII (1) - sangkhalifah Sepeninggal Imam Karto, NII pecah ke dalam faksi Fillah dan Fi Sabilillah. Fi Sabilillah pecah lagi ke dalam banyak kelompok.
28/09/2020
Assalamu Alaikum wr. Wb.
Dengan hormat, kami undang Bapak/Ibu/Sahabat untuk mengikuti Muzakarah Tarekat ke-13 Idarah Wustha Jatman Sulsel:
🗂 Senin, 28 Septembetr 2020
Open Room: 19.30 WITA
Start: 20.00 WITA
Tema: Pintu-Pintu Tarekat
🎙 Narasumber: Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum (Mursyid dan Pengasuh Pondok Pesantren Pasulukan Thareqah Naqshabandiyah Khalidiyah dan Ketua Umum PP ISNU)
📲 Personal Link ZOOM : http://zoom.us/j/85635969231
🔥 Persyaratan : 🔥
1. Menggunakan NAMA LENGKAP (Ketika Masuk di Room ZOOM)
2. Camera ON & MIC posisi MUTE / OFF
3. Pastikan Pakaian RAPI
Atas partisipasinya diucapkan terima kasih.
Ketua Tim Kajian Tasawuf
H. Aminuddin, S.Ag., M.Ag.
Idarah Wustha Jatman Sulsel.
H. Asep Saifullah, S.Ag., M.Pd (Sekretaris)
Prof.Dr.H.Abd. Kadir Ahmad, MS, Apu. (Mudir).
Catatan: disiapkan e.sertifikat.
Link Registrasi E-Sertifikat : https://bit.ly/3mV9fBp
05/08/2020
24/07/2020
Monggo Disebarkan, Khas Awaja kita, Krn BanyakNya Para Guru Didaerah Yg Minta Yg Khas Pelajaran Aswaja,Jgn Sampai Pelajaran Keagamaan Di Negeri ini Disusupi Kembali,Oleh Kelompok,Radikal & Extrimis Yg Tak Henti""Nya Menghancurkan Sendi""keaswajaan Di tanah Air kita.
Ali Akbar, [21, 2020 Jul di 12:10]
Buku Aswaja & Ke-NU-an Tingkat SLTP
1. Kelas VII https://drive.google.com/file/d/11vsVA8voV1CxMscIQ2AL71gm55rarxYp/view?usp=drivesdk
2. Kelas VIII https://drive.google.com/file/d/11zJSQyMq40ER4balcSxL6anXMMwlQ4I3/view?usp=drivesdk
3. Kelas IX https://drive.google.com/file/d/12QBC7ym-_zxZfbDMH0MRZk1cps8B4BJZ/view?usp=drivesdk
Buku Aswaja & Ke-NU-an Tingkat SLTA
1. Kelas X https://drive.google.com/file/d/12Qzm1ZthsLht5I-pimgboiGXLBwuUlMG/view?usp=drivesdk
2. Kelas XI https://drive.google.com/file/d/12TgmO9XrIJ9fN7hlebLqydygScmM2gAk/view?usp=drivesdk
3. Kelas XII https://drive.google.com/file/d/12UFWibfVTp102fqpmJYLSUKVDSWouucq/view?usp=drivesdk
https://t.me/nuchannels/26634
22/12/2019
*Hidup ini seperti secangkir kopi dimana pahit dan manisnya bertemu dalam kehangatan
*Kopi hitam selalu bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor,dan yang pahit tak selalu menyedihkan
*Kesempurnaan rasa kopi berasal dari rasa pahitnya,oleh karena itu kenangan pahit akan membentuk kita lebih baik di masa depan
21/12/2019
GUS DUR & MATA ALLAH
TANPA didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku.
Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.
Dialog yang bagiku aneh pun terjadi.
Aneh karena perbincangan kami kesana kemari, tak jelas arahnya.
Gus Dur :
"Sebenar apa pun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada.
Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.!"
Mughni :
"Iya, Gus. Tapi.."
Gus Dur :
"Bagaimana tidak repot, hidupmu terlalu banyak 'tapi'.!"
Mughni :
"Hehehehe.."
Gus Dur :
"Apa kamu kenal Wa Totoh?
Maksud saya KH. Totoh Ghozali."
Mughni :
"Disebut kenal ya tidak, tapi saya sering mendengar ceramah-ceramahnya di Radio."
Gus Dur :
"Belajarlah kamu kepadanya, bagaimana memurnikan tauhid masyarakat.
Dia menggunakan bahasa lokal sebagai senjatanya, memakai humor cerdas tanpa hina dan caci."
Mughni :
"Baik, Gus, kalau itu perintah Panjenengan."
Gus Dur :
"Ini bukan perintah, ini memang sesuatu yang seharusnya kamu lakukan sebagai Da'I."
Mughni :
"Laksanakan."
Gus Dur :
"Kamu s**a menulis?"
Mughni :
"Tidak, Gus, tulisan saya buruk sekali.
Saya coba menulis puisi atau cerita pendek, tapi benar-benar buruk hasilnya."
Gus Dur :
"Rupanya kamu belum pernah dilukai seorang wanita, makanya tulisan kamu tidak bagus."
Mughni :
"Lha, Panjenengan tau darimana kalau saya belum pernah dilukai wanita?"
Gus Dur :
"Ya itu tadi, karya sastramu buruk sekali."
Mughni :
"Hmmmmm.."
Gus Dur :
"Kamu pernah pesantren?"
Mughni :
"Pernah, Gus."
Gus Dur :
"Dimana?"
Mughni :
"Di Al-Falah sama di Al-Musaddadiyah."
Gus Dur :
"Rupanya kamu Santri Kyai Syahid sama Kyai Musaddad."
Mughni :
"Iya."
Gus Dur :
"Saya juga sering bersilaturahmi ke beliau-beliau itu.
Mereka salah satu penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama'ah."
Mughni :
"Ketika jadi Santri, saya nakal sekali.
Saya merasa malu kepada beliau-beliau itu, Gus."
Gus Dur :
"Saya beritahu kamu, kebaikan seorang Santri tidak dilihat ketika dia berada di Pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni.
Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik."
Mughni :
"Terima kasih, Gus."
Gus Dur :
"Dunia tanpa pesantren, bagi saya adalah siksa.
Bersyukurlah karena kamu pernah menjadi bagian di dalamnya."
Mughni :
"Iya, Gus."
Gus Dur :
"Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?"
Mughni :
"Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan."
Gus Dur :
"Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah 'mata' Allah."
Mughni :
"Waduh. Bagaimana contohnya?"
Gus Dur :
"Contohnya begini.
Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada.
Karena apa?
Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakkan hati mereka untuk datang kepada saya.
Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah.
Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya."
Mughni :
"Duh.."
Gus Dur :
"Lebih jauhnya begini.
Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur'an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur'an.
Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama.
Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral.
Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya.
Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah."
Mughni :
"Ya Allah.."
Syair indah sang lima waktu
🌿 Bila subuh utuh
🌿 Rizki pun tumbuh
🌿 Hati terasa teduh
🌿 Keluarga tidak keruh
🌿 Maka damai berlabuh
🌿 Bila dzuhur teratur
🌿 Diri jadi jujur
🌿 Hati tidak kufur
🌿 Jiwa selalu bersyukur
🌿 Amal ibadah tidak udzur
🌿 Keluarga akur
🌿 Maka pribadi jadi makmur..
🌿 Bila ashar kelar
🌿 Jiwa jadi sabar
🌿 Raga jadi tegar
🌿 Senyum pun menyebar
🌿 insya Allah rezeki lancar
🌿 Bila maghrib tertib
🌿 Ngaji menjadi wajib
🌿 Wirid menjadi wajib
🌿 Jauh dari aib
🌿 Insya Allah syafaat tidak raib
🌿 Bila isya terjaga
🌿 Malam bercahaya
🌿 Hati damai sejahtera
🌿 Insya Allah hidup pun bahagia..
*Keluarga ABU HANIFAH*
Salam 5 Waktu 😊
17/12/2019
Ceramah Bugis 01 ( Gurunda K.H.Abd.Malik Muhammad) Pakkita Mata Atie
15/12/2019
Peserta Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan ke-193 PB NU - PP ISNU - PW ISNU Sulsel