08/03/2020
Bismillaah...Ketahuilah Setiap tarikan dan desahan nafas, saat memulai waktu demi waktu, adalah langkah menuju kubur…
Waktu lebih berharga dari pada harta. Seandainya seseorang yang sedang menghadapi kematian, lalu dia letakkan semua hartanya untuk lepaskan usianya satu hari saja, apakah dia akan mendapatkan pelepasan dan perpanjangan waktu tersebut ...?
Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan sepanjang perjalanan hidup akan dibahas, dan pertanggungjawabannya dihadapan Allah Ta'ala…
Allah Ta'ala berfirman:
“Tetapi kamu pasti akan bertanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 93)
Ternyata amal tak terlupakan ...
Sedekah dan infaq cuma sekedarnya ...
Ajarkan ilmu tak pernah ada ...
Silaturrahim pun rusak semua ...
Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit memegang kesakitan saat berpisah dari tubuh waktu sakaratul maut ...?
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
(1) “Kedua kaki setiap hamba pada hari Kiamat tidak akan beranjak sampai ia membahas tentang usianya, untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya, sudahkah ia amalkan? Tentang hartanya, dari mana ia diperoleh dan untuk apa ia belanjakan? Dan tentang manfaat untuk apa ia menggunakan? " (HR. At-Tirmidzi no. 2417, ad-Daarimi no. 537 dan Abu Ya'la no. 7434, hadits dari Abu Barzah al-Aslamy, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 946)
(2) "Diantara (tanda) seseorang keanggunan seseorang adalah ia pergi apa yang tidak bermanfaat untuknya" (HR. At-Tirmidzi no. 2318 dan Ahmad no. 1737, hadits dari al-Husain bin Ali, lihat Shahiihul Jaami 'ash-Shaghiir no. 5911 )
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
Menyia-nyiakan waktu itu lebih dahsyat dari pada kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sementara kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya (Al-Fawaaid hal 64)
Selengkapnya : https://bbg-alilmu.com/archives/31052
Video from