26/03/2022
Dakwah Sunnah memang semarak di negeri ini. Namun, kita jangan terlena dengan banyaknya jumlah dan kemajuan dakwah kita. Karena, setan tidak pernah diam dalam menyobek persatuan di atas kebenaran.
Ahlus Sunnah tidak boleh merasa aman dari fitnah berupa bid'ah dan at-ta'ajjub bin nafs (bangga diri) dengan ilmu, jumlah, kesusksesan dunia, dan lain sebagainya; bangga diri dengan banyaknya murid, pesantren dan lembaga pendidikan; bangga diri dengan banyaknya fasilitas dakwah berupa tv, radio, streaming, siaran langsung, poster dakwah dan taklim dimana-mana.
Terkadang celah dalam dakwah datang karena bangga diri dengan banyaknya ini dan itu.
Terkadang bangga diri muncul dengan lahirnya para penuntut ilmu melalui tangan kita.
Terkadang bangga diri timbul dari tingginya pendidikan para thullabu Ahlus Sunnah sehingga mereka merasa mampu dengan kapasitas diri yang pada hakikatnya adalah keterbatasan dan kelemahan. Berapa banyak di antara mereka bergelar doktor, MA, Lc., SAg., dan sebagainya, tetapi kita akan melihat dari mereka berbagai keajaiban, dan pernyataan yang menggembosi dakwah Sunnah.
Bangga diri terkadang menjangkiti mereka yang menyibukkan diri dalam mengejar sanad keilmuan yang hakikatnya hanyalah tahsinat 'penghias', lalu rela mengorbankan manhaj salaf yang telah lama melekat pada dirinya dengan bergampangan bermajelis dengan para sufi dan ahli bid'ah lainnya.
Terkadang p**a kita tertipu dalam manajemen pendidikan dan dakwah. Sibuk membuat atau mengambil kebijakan sekalipun harus melanggar syariat dengan dalih "demi dakwah" dan "demi pendidikan"!
Sebagian mereka bergampangan bermu'amalah dengan para ahli bid'ah dan Khowarij demi mengejar bantuan dana yang melemahkan keberpihakan mereka kepada Ahlus Sunnah, dan menumbuhkan keberpihakan mereka kepada ahli bid'ah.
Sering kita ditipu oleh setan bahwa kita mampu berada di atas al-haqq dengan status keilmuan kita, kesibukan kita dengan ilmu, dan berbagai kebaikan yang kita lakukan, tanpa waspada bahwa setan akan selalu menjerumuskan kita.
Terkadang kita ditipu dengan banyaknya jumlah mad'u 'audiens', tetapi tidak menyadari bahwa langkah-langkah setan juga semakin hebat dan semakin beragam.
Terkadang kita tertipu dengan mudahnya dakwah dengan banyaknya bantuan dana dan fasilitas, tetapi kita lalai bahwa disitu terkadang disusupi setan dalam menghalangi kita dari menegakkan aqidah dan manhaj Salaf saat kita bergampangan dalam bersikap terhadap ahli bid'ah, lalu kita tidak merasa bahwa sudah menjadi pembela dan bagian dari barisan mereka yang siap menggempur Ahlus Sunnah.
Terkadang kita diperdaya oleh setan dan bala tentaranya melalui sifat iba dan kasihan terhadap orang lain kala berusaha menyelamatkan mereka dari kesesatan, tetapi dalam waktu yang sama kita mengorbankan manhaj dan aqidah kita ibarat lilin menerangi sekitar walaupun membakar diri sendiri!