25/06/2026
"Menjaga Pakem, Menjaga Jati Diri Persaudaraan Rasa Tunggal"
Pakaian Sakral Pendekar dalam Persaudaraan Rasa Tunggal bukan sekedar busana yang dikenakan saat kegiatan berlangsung. Pakaian tersebut merupakan simbol, identitas, serta warisan nilai yang telah ditetapkan oleh pendiri Persaudaraan Rasa Tunggal.
Di dalamnya terkandung makna, filosofi, dan tata aturan. Setiap anggota memiliki tanggung jawab moral untuk memelihara keaslian Pakaian Sakral Pendekar Persaudaraan Rasa Tungga. Dengan demikian marwah Persaudaraan Rasa Tunggal tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Menjaga pakem bukan berarti menolak perkembangan, tetapi merupakan wujud komitmen untuk mempertahankan identitas dan nilai luhur yang telah diwariskan. Sebab, organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu menghormati akar sejarahnya sambil melangkah menuju masa depan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang telah menjadi pedoman bersama.