Panji PM

Panji PM Konten santai, tapi berbobot. Ngomongin self-growth, mental health, dan hidup yang waras di era digital.
🎓 S2 Komunikasi | 🎙 Public Speaker | 📲 Desainer Konten

28/06/2025

WAJIB TAHU! inilah alasan kenapa anak muda jangan investasi cryopto!

24/06/2025

Gen Z susah beli rumah?

Kenapa yang Ngutang Malah Lebih Galak dari yang Nagih?Pernah nggak sih ngalamin begini? Waktu dia mau minjem duit, sikap...
03/06/2025

Kenapa yang Ngutang Malah Lebih Galak dari yang Nagih?

Pernah nggak sih ngalamin begini? Waktu dia mau minjem duit, sikapnya lembut banget. Sopan, nunduk-nunduk, manggil “bro/sis”, bawa-bawa emot tangan, bahkan sempat nanya kabar dulu biar gak terkesan langsung to the point.

Tapi giliran ditagih… eh, malah berubah:
- Jadi susah dicari
- Sering ngeles
- Kadang ghosting

Bahkan bisa ngegas dan nyalahin kita

Kenapa bisa gitu, ya? Yuk, kita bahas dengan bahasa sederhana!

1. Dia Tahu Salah, Tapi Gak Mau Ngaku
Sebenernya, dia tahu kok kalo utang itu harus dibayar. Tapi karena dananya udah kepake buat hal lain (entah jajan, nonton konser, atau jalan-jalan), dia jadi gak bisa balikin. Nah, daripada malu atau merasa bersalah, dia mulai cari-cari alasan supaya kelihatan gak salah-salah amat.

Contohnya:
- “Duit lu banyak, pelit amat sih.”
- “Kalem aja, kalo ada juga gue bayar!”
- “Baru sejuta doang, heboh banget sih!”
Padahal justru karena nominalnya kecil, harusnya lebih gampang dibayar, kan?

2. Pas Butuh, Manis. Pas Udah Dapat, Gahar.
Waktu dia butuh duit, dia bakal seramah mungkin. Kita serasa jadi orang paling penting di hidupnya. Tapi setelah duit di tangan dia, kondisinya berbalik. Kita yang jadi "butuh", karena pengen uang kita balik.

Mulailah muncul kalimat kayak:
- “Lo kok nagih mulu sih?”
- “Sabar napa, gue juga manusia.”
Padahal kita cuma nagih hak kita sendiri, bukan minta sedekah.

3. Norma Sosial yang Bikin Serba Gak Enak
Di lingkungan kita, ngomongin utang sering dianggap tabu atau gak sopan. Tagih utang seolah-olah kita gak punya perasaan. Padahal, yang minjem juga harusnya punya rasa, d**g.

Karena itu, seringkali:
- Yang minjem malah tersinggung
- Yang nagih malah merasa bersalah
- Ujung-ujungnya: duit gak balik, hubungan juga renggang.

Makanya, Jangan Takut Dibilang Pelit
Kalau ada temen yang mau minjem duit, dan kamu gak yakin dia bisa balikin, lebih baik tolak dari awal. Misalnya dia bilang, “Pinjem duit d**g,” kamu bisa jawab, “Maaf, nggak bisa.”

Kalau dia ngambek? Gak apa-apa.

Lebih baik gak usah temenan daripada:
- Duit gak balik
- Hubungan rusak
- Dan kamu yang akhirnya rugi

Ingat: Temen yang baik gak akan bikin kamu rugi, apalagi main nyolot pas ditagih utang.

#

Hidup Kok Diatur-atur?Media sosial memang seru, tapi kadang juga bisa bikin kita terjebak. Banyak tren viral yang menggo...
02/06/2025

Hidup Kok Diatur-atur?
Media sosial memang seru, tapi kadang juga bisa bikin kita terjebak. Banyak tren viral yang menggoda buat diikuti, tapi penting banget untuk tetap waras dan sadar diri. Yuk, simak beberapa hal yang perlu kita waspadai saat berselancar di dunia maya:

1. Tren yang Bikin Kantong Menjerit
Pernah merasa “terpaksa” beli barang branded atau nonton konser mahal cuma karena semua orang di timeline ikut? Tanpa sadar, gaya hidup medsos bisa bikin keuangan kita amburadul.

📊 Fakta: 50% Gen Z dan milenial pakai kartu kredit buat belanja, padahal gaji pas-pasan. (Bank Indonesia, 2022)

2. Apa yang Kita Lihat Belum Tentu Nyata
Medsos sering dipenuhi postingan liburan mewah, outfit mahal, atau hidup sempurna. Tapi, bisa jadi semua itu cuma pencitraan—bahkan ada yang pakai pinjaman online demi konten!

📊 Fakta: 64% anak muda sering membandingkan hidupnya dengan orang lain di medsos. (Pew Research Center, 2020)

3. Tekanan untuk Selalu “Eksis”
Harus update story, harus ikut challenge, harus tampil keren—padahal nggak semua itu perlu. Kadang kita cuma ingin validasi, padahal orang lain belum tentu peduli.

📊 Fakta: Lebih dari 50% anak muda merasa cemas soal penampilan mereka di media sosial. (American Psychological Association, 2021)

4. Banyak yang Cuma Gaya-gayaan
Nggak sedikit influencer yang tampil seolah-olah hidupnya sempurna. Padahal kenyataannya jauh dari itu—banyak yang hanya dibayar untuk tampil "wah".

📊 Fakta: Banyak influencer dibayar buat promosikan gaya hidup ideal, meskipun itu bukan realita mereka. (University of California, 2021)

5. Orang Lain Nggak Peduli Sebanyak Itu
Kecuali kamu artis, kebanyakan orang nggak benar-benar ngikutin hidupmu di medsos. Jadi, jangan terlalu sibuk mikirin citra. Fokus aja sama hidupmu sendiri.

📊 Fakta: Hanya sekitar 10-15% orang yang benar-benar peduli sama kehidupan orang lain di medsos. (Pew Research Center, 2019)

💬 Intinya?
Hidup itu bukan lomba ikut-ikutan tren. Jalani aja sesuai kemampuan dan kenyamanan kita. Bahagia itu bukan tentang siapa yang paling viral, tapi siapa yang paling damai sama dirinya sendiri.

👍 Hidup santai, keuangan aman, mental sehat—itu baru keren! 😊

Address

Kios Parizhan Cell, Jalan Trans Sulawesi, Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow
Lolak
95741

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Panji PM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share