PAUD IT AL-HANIF

PAUD IT AL-HANIF lembaga pendidikan Islam yang mendidik anak-anak usia dini mulai dari umur 4 hingga 6 tahun dgn motto soleh, sehat dan kreatif (enterpreneurship)

๐Ÿšซ๐Ÿ•Œ  JANGAN REMEHKAN SHOLAT!Hasan Al Bashri ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡  berkata:ูŠุง ุงุจู† ุขุฏู… ูˆู…ุงุฐุง ูŠุนุฒ ุนู„ูŠูƒ ู…ู† ุฏูŠู†ูƒ ุฅุฐุง ู‡ุงู†ุช ุนู„ูŠูƒ ุตู„ุงุชูƒุŸ"Wah...
28/10/2018

๐Ÿšซ๐Ÿ•Œ JANGAN REMEHKAN SHOLAT!

Hasan Al Bashri ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ berkata:

ูŠุง ุงุจู† ุขุฏู… ูˆู…ุงุฐุง ูŠุนุฒ ุนู„ูŠูƒ ู…ู† ุฏูŠู†ูƒ ุฅุฐุง ู‡ุงู†ุช ุนู„ูŠูƒ ุตู„ุงุชูƒุŸ

"Wahai anak Adam sesuatu apakah yang berharga padamu dari perkara agamamu jika engkau telah meremehkan sholatmu?

๐Ÿ’กAt Tahajud karya Ibnu Abi Dunia 288



๐Ÿค Gabung di

Ini adalah media belajar dan dakwah Islam bagi kaum muslimin berlandaskan pemahaman Salafusshalih (sahabat, tabiin & atba'ut tabi'in) radhiyallahu anhum ajmain) dlm bentuk tulisan, kutipan, poster & audio dr para ulama & para ustadz Salafy di Indonesia.

Pemerintah tetapkan 1 Zulhijjah 1439H jatuh  pada hari Senin, 13 Agustus 2018, dengan demikian 10 Zulhijjah 1439H atau h...
11/08/2018

Pemerintah tetapkan 1 Zulhijjah 1439H jatuh pada hari Senin, 13 Agustus 2018, dengan demikian 10 Zulhijjah 1439H atau hari Idul Adha jatuh pd tgl 22 Agustus 2018.
Penetapan disampaikan melalui Sidang Itsbat Awal Zulhijjah 1439H di Jakarta , Sabtu (11/08). https://t.co/asoWTS5uV7

โ€œPemerintah tetapkan 1 Zulhijjah 1439H jatuh pada hari Senin, 13 Agustus 2018, dengan demikian 10 Zulhijjah 1439H atau hari Idul Adha jatuh pd tgl 22 Agustus 2018. Penetapan disampaikan melalui Sidang Itsbat Awal Zulhijjah 1439H di Jakarta , Sabtu (11/08).โ€

MAKLUMAT PENARIKAN BUKU MODUL โ€œANAK ISLAM S**A MEMBACAโ€ (AISM)BismillahAlhamdulillah, wash shalatu was salamu โ€˜ala Rasul...
26/01/2016

MAKLUMAT PENARIKAN BUKU MODUL โ€œANAK ISLAM S**A MEMBACAโ€ (AISM)
Bismillah
Alhamdulillah, wash shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa โ€˜ala aalihi wa shahbihi wa man walaahu, Amma baโ€™d :
MENGINGAT :
Surat Waliyul Amr yang terwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen PAUD, dalam surat nomor 109/C.C2/DU/2016, tanggal 21 Januari 2016 tentang โ€œPelarangan Bahan Ajar PAUD Mengandung Unsur Kekerasanโ€, yang tegas melarang Buku AISM secara langsung.
Pernyataan Mendikbud pada Kamis, 21/1/2016 :
โ€œYang akan kami lakukan adalah melakukan pelarangan dan hari ini akan keluar kita akan mencari dasar-dasarnya dan jika memang terbukti kita akan larang,โ€
Ramainya pemberitaan di media massa tentang Buku AISM, yang dengan itu mereka terus menyudutkan Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah.
Adanya beberapa kesalahan yang harus diperbaiki dalam buku AISM selain yang terkait dengan radikalisme. Hal ini telah disampaikan oleh asatidzah kepada al-Ustadz Ayip Syafrudin secara langsung, dalam kesempatan Pertemuan Dewan Redaksi Majalah Asy-Syariโ€™ah, tanggal 27 โ€“ 29 Muharram 1437 H /10 โ€“ 12 November 2015 M di Temanggung Jawa Tengah.
Demi menghindarkan kemungkinan fitnah yang akan dimunculkan oleh hizbiyyin untuk memperkeruh permasalahan akibat terus beredarnya buku AISM di tengah-tengah Salafiyyin.
Semakin banyaknya pertanyaan Salafiyyin dari berbagai daerah terkait permasalahan di atas, yang sangat membutuhkan jawaban dan bimbingan asatidzah.
Maka Asatidzah termaktub
MEMUTUSKAN :
1. Menghimbau dengan sangat kepada seluruh Salafiyyin yang masih memakai modul AISM, baik dalam kurikulum maโ€™had atau pun pengajaran di rumah, untuk segera menghentikan penggunaan modul tersebut. Sebagai bentuk sikap mendegar dan taat kepada Waliyyul Amr, yang Allah dan Rasul-Nya telah wajibkan atas kita.
2. Terkait dengan itu hendaknya masing-masing maโ€™had untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan bijak dalam melakukan perubahan kurikulum. Untuk itu hendaknya dilakukan musyawarah antar pengurus, dan atau berkonsultasi dengan asatidzah.
3. Jika dipandang perlu insya Allah asatidzah akan menjelaskan bentuk-bentuk kekurangan atau kesalahan pada buku AISM dan buku โ€œPanduan Kurikulum untuk Taman Kanak-Kanak Islamโ€ (Penuntun Orang Tua dan Guru Muslim). Sebagai bentuk Amar Maโ€™ruf Nahi Munkar dan โ€œat-Tawaashi bil Haq wa at-Tawaashi bil Shabrโ€ antar Salafiyyin. Selama ini kesalahan-kesalahan tersebut belum terpantau oleh asatidzah.
4. Surat asatidzah ini sama sekali tidak dimaksudkan sebagai tahdzir terhadap Ust. Ayip Syafrudin dan isterinya. Beliau adalah salah seorang ustadz Salafy yang telah banyak berperan dalam Dakwah Salafiyyah. Semoga Allah menjaga beliau dan seluruh Salafiyyin dari berbagai makar musuh-musuh dakwah.
Demikian surat ini dibuat untuk dijadikan acuan bagi salafiyyin dalam menyikapi fenomena terakhir ini.
Semoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala menjaga kita di atas jalan yang lurus dan melindungi kita dari berbagai kemungkaran.
Ahad, 14 Rabiโ€™uts Tsani 1437 H โ€“ 24 Januari 2016 M
Tertanda Asatidzah
1. Muhammad as-Sewed
2. Usamah Mahri
3. Qomar Suโ€™aidi
4. Luqman Baโ€™abduh
5. Ruwaifiโ€™
6. Abdush Shamad
7. Abdul Haq
8. Muhammad Ihsan
9. Abu Hamzah Yusuf
10. Abdurrahman Mubarak
11. โ€˜Askary
12. Muhammad Sarbini
13. Muslim
14. Muhammad Afifuddin
dipublikasikan melalui :
Majmuโ€™ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

http://www.manhajul-anbiya.net/maklumat-penarikan-buku-modul-anak-islam-suka-membaca-aism/

22/10/2014
Apa kabar ayah dan bunda? InsyaAllah Kamis besok, 28 Dzulhijjah 1435/23 Oktober 2014 anak-anak didik akan 'outing' atau ...
22/10/2014

Apa kabar ayah dan bunda? InsyaAllah Kamis besok, 28 Dzulhijjah 1435/23 Oktober 2014 anak-anak didik akan 'outing' atau melakukan kunjungan ke beberapa tempat seperti kantor, pasar, toko, apotik dan pabrik tempe-tahu di Limboto, ibukota kabupaten Gorontalo. InsyaAllah foto-foto kegiatannya akan kami unggah.

09/06/2014

Apa kabar Ayah dan Bunda?

Alhamdulillah di senin yang ceria ini tepatnya 10 Syaban 1435 H atau bertepatan dengan 09 Juni 2014 aktifitas anak-anak didik dilanjutkan kembali. Mrk penuh semangat bermain dan belajar. Masih pada tema terakhir, alam semesta.

29/05/2014

Apa kabar ayah dan bunda?

Alhamdulillah di Kamis yang penuh kasih sayang ini tepatnya tanggal 29 Rajab 1435 H atau bertepatan dengan 29 Mei 2014 aktifitas bermain dan belajar anak-anak didik dilanjutkan kembali.

28/05/2014

[idola]
Muhammad Bin Sirin (Wafat 110 H)

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Sirin al-Anshari, ia adalah seorang ahli fiqh yang zuhud dan tekun beribadah, ayahnya bekas sahaya Anas bin Malik yang membelinya dari Khalid bin al-Walid yang menawannya di Ain at-Tamr di gurun pasir Irak dekat al-Anbar. Sebelumnya Anas menjanjikan kebebasan bagi budaknya itu bila Sirin membayar sejumlah uang. Sirin melunasinya dan bebaslah ia. Ibu Muhammad bin Sirin bernama Shaffiyah yang pernah menjadi sahaya Abu Bakar.

Muhammad bin Sirin lahir dua tahun menjelang masa pemerintahan Utsman, ia sempat bertemu dengan 30 orang sahabat, tetapi tidak pernah melihat abu Bakar dan Abu Dzarr al-Ghifari. Ia juga tidak mendengar langsung hadits dari Ibnu Abbas atau Abu Dardaโ€™ atau Imran bin Hushain, atau sayyidah Aisyah. Namun ia meriwayatkan dari beberapa hadist musnad dari Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Hudzaifah bin al-Yaman dan beberapa lainnya.

Diantara orang yang meriwayatkan dari Ibnu Sirin adalah Asy-Syaโ€™bi, al-Auzaโ€™I, Ashim al-Ahwal, Malik bin Dinar dan Khalid al-Hadzdza.

Hisyam bin Hisan berkata tentangnya:โ€ Dia Orang Paling Jujur yang pernah aku jumpaiโ€, Abu Awanah menambahkan โ€œ Aku pernah meliha Ibnu sirin dan tak seorangpun melihatnya tanpa sedang berzikir kepada Allah Taโ€™alaโ€. Dan komentarnya Abu Saโ€™ad adalah โ€œ Dia dipercaya memang teguh amanat, tinggi kedudukannya dan banyak ilmunyaโ€.

Ia wafat pada tahun 110 H

Disalin dari Biografi Ibnu Sirin dalam Tahdzib at Tahdzib 9/241 karya Ibnu Hajar Asqalani.

Muhammad Bin Sirin (Wafat 110 H)

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Sirin al-Anshari, ia adalah seorang ahli fiqh yang zuhud dan tekun beribadah, ayahnya bekas sahaya Anas bin Malik yang membelinya dari Khalid bin al-Walid yang menawannya di Ain at-Tamr di gurun pasir Irak dekat al-Anbar. Sebelumnya Anas menjanjikan kebebasan bagi budaknya itu bila Sirin membayar sejumlah uang. Sirin melunasinya dan bebaslah ia. Ibu Muhammad bin Sirin bernama Shaffiyah yang pernah menjadi sahaya Abu Bakar.

Muhammad bin Sirin lahir dua tahun menjelang masa pemerintahan Utsman, ia sempat bertemu dengan 30 orang sahabat, tetapi tidak pernah melihat abu Bakar dan Abu Dzarr al-Ghifari. Ia juga tidak mendengar langsung hadits dari Ibnu Abbas atau Abu Dardaโ€™ atau Imran bin Hushain, atau sayyidah Aisyah. Namun ia meriwayatkan dari beberapa hadist musnad dari Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Hudzaifah bin al-Yaman dan beberapa lainnya.

Diantara orang yang meriwayatkan dari Ibnu Sirin adalah Asy-Syaโ€™bi, al-Auzaโ€™I, Ashim al-Ahwal, Malik bin Dinar dan Khalid al-Hadzdza.

Hisyam bin Hisan berkata tentangnya:โ€ Dia Orang Paling Jujur yang pernah aku jumpaiโ€, Abu Awanah menambahkan โ€œ Aku pernah meliha Ibnu sirin dan tak seorangpun melihatnya tanpa sedang berzikir kepada Allah Taโ€™alaโ€. Dan komentarnya Abu Saโ€™ad adalah โ€œ Dia dipercaya memang teguh amanat, tinggi kedudukannya dan banyak ilmunyaโ€.

Ia wafat pada tahun 110 H



Disalin dari Biografi Ibnu Sirin dalam Tahdzib at Tahdzib 9/241 karya Ibnu Hajar Asqalani.

28/05/2014

[parenting]

RINGAN DALAM MENGHUKUM
oleh: Al-Ustadzah Ummu โ€˜Abdirrahman bintu โ€˜Imran

Siapa pun mungkin mengetahui, kemampuan akal anak-anak tidak sesempurna yang ada pada orang dewasa. Anak memiliki kemampuan memahami dan mencerna yang masih sangat terbatas.

Karena itulah, kadangkala muncul kesalahan atau kekeliruan yang terkadang dia sendiri belum mampu memahami dan mengerti bahwa tindakannya itu adalah suatu kesalahan.
Menyogok mulut adik, contoh ringannya, terkadang bermula dari maksud baik untuk menyuapi si adik. Namun justru kadang menjadi kesalahan di mata orangtua, karena โ€“sekali lagi dengan keterbatasan sang anakโ€“ belum mampu melakukannya dengan benar. Sementara dia sendiri belum mampu memandang hal itu sebagai suatu kesalahan.

Demikianlah keadaan seorang anak dengan segala keterbatasannya. Sehingga syariat pun meringankan beban amalan bagi anak kecil, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang dinukilkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu:
ุฑูููุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ูŽู…ู ุนูŽู†ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู: ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฆูู…ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูุธูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตูู‘ุจู’ูŠูŽุงู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุญู’ุชูŽู„ูู…ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู’ู†ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุนู’ู‚ูู„ูŽ
โ€œDiangkat pena dari tiga golongan: orang yang tidur hingga dia terjaga, anak kecil hingga dia baligh, dan orang gila sampai kembali akalnya.โ€ (HR. Abu Dawud no. 4403, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: shahih)
Di samping itu, Allah ta'ala dan Rasul-Nya shollallahu 'alaihi wasallam menghasung kita untuk bersikap lemah lembut dan menjauhi kekasaran dalam segala hal, termasuk kepada anak-anak kita tentunya. Rasulullah n pernah bersabda kepada istri beliau, โ€˜Aisyah x:
ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฑูŽูููŠู’ู‚ูŒ ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ูŽ ูˆูŽูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูู†ู’ูู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู
โ€œWahai โ€˜Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan, dan Dia memberikan pada kelembutan apa yang tidak Dia berikan pada kekasaran, maupun pada segala sesuatu selainnya.โ€ (HR. Al-Bukhari no. 6928 dan Muslim no. 2593)
Al-Qadhi โ€˜Iyadh t menjelaskan bahwa dengan kelemahlembutan ini akan dapat dicapai berbagai tujuan, dan akan mudah p**a untuk mendapatkan apa yang diharapkan, yang semua itu tak dapat diperoleh dengan selain kelembutan. (Syarh Shahih Muslim, 16/144)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam juga memuji orang yang memiliki sifat lemah lembut, dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Abud Darda` z:
ู…ูŽู†ู’ ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุญูŽุธูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุญูŽุธูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุญูุฑูู…ูŽ ุญูŽุธูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุญูุฑูู…ูŽ ุญูŽุธูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู
โ€œBarangsiapa yang diberikan bagiannya berupa kelembutan, berarti dia diberikan bagiannya berupa kebaikan, dan barangsiapa dihalangi bagiannya berupa kelembutan, berarti dia dihalangi dari bagiannya berupa kebaikan.โ€ (HR. At-Tirmidzi no.2013, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: shahih)

Oleh karena itu p**a kita, orangtua, mestinya berlapang-lapang dalam memberikan hukuman dan celaan pada anak-anak. Terlebih lagi pada hal-hal yang bukan merupakan kemaksiatan. Rasulullah n adalah orang yang paling lapang dalam memudahkan perkara. Sebagaimana dikabarkan oleh istri beliau, โ€˜Aisyah x:
ู…ูŽุง ุฎููŠูู‘ุฑูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุทูู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฅูุซู’ู…ู‹ุงุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุจู’ุนูŽุฏู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู…ูู†ู’ู‡ู
โ€œTak pernah Rasulullah n diberikan pilihan di antara dua perkara, kecuali beliau pasti memilih yang paling ringan di antara keduanya selama perkara itu bukan suatu dosa. Apabila perkara itu suatu dosa, maka beliau adalah orang yang paling jauh darinya.โ€ (HR. Al-Bukhari no.3560 dan Muslim no.2327)

Hadits ini menunjukkan disenanginya memilih sesuatu yang lebih mudah dan lebih ringan, selama hal itu bukan sesuatu yang haram atau makruh. (Syarh Shahih Muslim, 15/82)
Kelapangan Rasulullah n ini juga dialami sendiri oleh Anas bin Malik z yang melayani Rasulullah n semenjak usia kanak-kanak. Anas z menceritakan:
ู„ู€ูŽู…ูŽู‘ุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุฉูŽุŒ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฃูŽุจููˆ ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ุจููŠูŽุฏููŠ ููŽุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ุจููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽู†ูŽุณู‹ุง ุบูู„ุงูŽู…ูŒ ูƒูŽูŠูู‘ุณูŒ ููŽู„ู’ูŠูŽุฎู’ุฏูู…ู’ูƒูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฎูŽุฏูŽู…ู’ุชูู‡ู ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุถูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ู„ูุดูŽูŠู’ุกู ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู: ู„ูู…ูŽ ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุงุŸ ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุดูŽูŠู’ุกู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุตู’ู†ูŽุนู’ู‡ู: ู„ูู…ูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตู’ู†ูŽุนู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุงุŸ
โ€œKetika Rasulullah n tiba di Madinah, Abu Thalhah menggamit tanganku. Pergilah ia bersamaku menghadap Rasulullah n, lalu mengatakan, โ€˜Wahai Rasulullah, sesungguhnya Anas adalah anak yang cerdas, maka izinkan dia melayanimu.โ€™ Maka aku pun melayani beliau ketika bepergian maupun menetap. Demi Allah, tak pernah beliau mengatakan tentang sesuatu yang kukerjakan, โ€˜Mengapa kau lakukan hal ini seperti ini?โ€™ Tidak p**a beliau mengatakan tentang sesuatu yang tak kukerjakan, โ€˜Mengapa tidak kaukerjakan hal ini seperti ini?โ€™.โ€ (HR. Al-Bukhari no.2768 dan Muslim no. 2309)

Ketika Anas bin Malik โ€“yang saat itu masih kanak-kanakโ€“ enggan melakukan sesuatu yang beliau perintahkan, beliau tidak mencerca dan menghukumnya. Dikisahkan oleh Anas bin Malik z:
ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฎูู„ูู‚ู‹ุงุŒ ููŽุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽู†ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู„ูุญูŽุงุฌูŽุฉู. ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ูˆูŽุงู„ู„ู‡ูุŒ ู„ุงูŽ ุฃูŽุฐู’ู‡ูŽุจู. ูˆูŽูููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุฐู’ู‡ูŽุจูŽ ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ููŠ ุจูู‡ู ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ู„ู‡ู n ููŽุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽู…ูุฑูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุจู’ูŠูŽุงู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุนูŽุจููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุณูู‘ูˆู‚ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุจูŽุถูŽ ุจูู‚ูŽููŽุงูŠูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุฆููŠุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽู†ูŽุธูŽุฑู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุถู’ุญูŽูƒู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ุฃูู†ูŽูŠู’ุณูุŒ ุฃูŽุฐูŽู‡ูŽุจู’ุชูŽ ุญูŽูŠู’ุซู ุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชููƒูŽุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฐู’ู‡ูŽุจูุŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู
Rasulullah n adalah orang yang paling baik akhlaknya. Suatu hari, beliau pernah menyuruhku untuk suatu keperluan. Maka kukatakan, โ€œDemi Allah, saya tidak mau pergi!โ€ Sementara dalam hatiku, aku berniat untuk pergi guna melaksanakan perintah Nabiyullah n. Aku pun keluar hingga melewati anak-anak yang sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba muncul Rasulullah n, beliau memegang tengkukku dari belakang. Aku pun memandang beliau yang sedang tertawa. Beliau mengatakan, โ€œWahai Anas kecil, engkau pergi juga melakukan perintahku?โ€ Aku menjawab, โ€œYa, saya pergi, wahai Rasulullah!โ€ (HR. Muslim no. 2310)
Ini semua menunjukkan kesempurnaan akhlak Rasulullah n, bagusnya pergaulan, serta kesabaran dan kelapangan beliau n. (Syarh Shahih Muslim, 15/70)

Namun jika suatu perkara itu merupakan perbuatan dosa, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pun tak segan untuk melarang. Seperti ketika cucu beliau makan sebutir kurma yang berasal dari kurma sedekah, sementara keluarga Rasulullah n haram memakan sedekah. Abu Hurairah menceritakan peristiwa ini:
ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู„ููŠูู‘ ุชูŽู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุชูŽู…ู’ุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽู‚ูŽุฉู ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูููŠู’ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n: ูƒูุฎู’ ูƒูุฎู’ุŒ ุงุฑู’ู…ู ุจูู‡ูŽุงุŒ ุฃูŽู…ูŽุง ุนูŽู„ูู…ู’ุชูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ุง ู„ุงูŽ ู†ูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽู‚ูŽุฉูŽุŸ
Al-Hasan bin โ€˜Ali c memungut sebutir kurma dari kurma sedekah, lalu dia masukkan kurma itu ke mulutnya. Rasulullah n pun bersabda, โ€œKikh, kikh (tinggalkan dan buang barang itu, pent.)! Buang kurma itu! Tidakkah kau tahu, kita ini tidak boleh makan sedekah?โ€ (HR. Muslim no. 1069)

Juga dalam permasalahan membiasakan ibadah shalat pada anak-anak. Ketika mengajarkan amalan yang agung ini, Rasulullah n memerintahkan orangtua untuk memukul anak-anak yang enggan menunaikan shalat, meremehkan dan menyia-nyiakannya, jika mereka telah mencapai usia sepuluh tahun. Pukulan ini bukan untuk menyakiti si anak, melainkan untuk mendidik dan meluruskan mereka. Sabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam ini disampaikan oleh โ€˜Amr ibnul โ€˜Ash z:
ู…ูุฑููˆุง ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุนูŽุดู’ุฑูุŒ ูˆูŽููŽุฑูู‘ู‚ููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุถูŽุงุฌูุนู
โ€œPerintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.โ€ (HR. Ahmad, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Al-Jamiโ€™ush Shaghir no. 5744: hadits ini hasan)

Demikian p**a yang ada pada para sahabat. Mereka tidak segan bersikap keras bila melihat salah seorang dari keluarganya berbuat kemungkaran. Sebagaimana yang dilakukan oleh Abdullah bin โ€˜Umar c ketika melihat salah seorang di antara keluarganya bermain dadu. Dikisahkan oleh Nafiโ€™, maula Ibnu โ€˜Umar c:
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ูŽ ุนูู…ูŽุฑูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ูˆูุฌูุฏูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูŠูŽู„ู’ุนูŽุจู ุจูุงู„ู†ูŽู‘ุฑู’ุฏู ุถูŽุฑูŽุจูŽู‡ู ูˆูŽูƒูŽุณูŽุฑูŽู‡ูŽุง
โ€œApabila Abdullah bin โ€˜Umar mendapati salah seorang dari anggota keluarganya bermain dadu, maka beliau memukulnya dan memecahkan dadu itu.โ€ (Dikatakan oleh Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 960: shahihul isnad mauquf)
โ€˜Aisyah pernah ditanya tentang pendidikan terhadap anak yatim. โ€˜Aisyah x pun menjawab:
ุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุถู’ุฑูุจู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู’ู…ูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽู†ู’ุจูŽุณูุทูŽ
โ€œSesungguhnya aku pernah memukul anak yatim sampai (menangis) tertelungkup.โ€ (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no.105: shahihul isnad)
Begitulah yang dilakukan oleh โ€˜Aisyah x, sebagaimana orangtua terhadap anaknya. Dia memberikan hukuman p**a pada anak yatim yang ada dalam asuhannya, sampai tertelungkup di atas tanah, sebagaimana yang biasa terjadi pada anak-anak bila dimarahi, mereka telungkup dan menangis. Pukulan ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan kepada si anak, bukan pukulan yang menyakitkan.

Inilah bimbingan Islam yang sempurna untuk kita โ€“orangtuaโ€“ dalam membimbing dan mendidik anak-anak kita, agar kita dapat mendudukkan sesuatu sesuai kadarnya dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Inilah pengajaran kepada kita yang akan mempertanggungjawabkan pendidikan anak-anak kita di hadapan Allah k.
ูˆูŽุงู„ู’ู€ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฑูŽุงุนููŠูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู’ุชู ุจูŽุนู’ู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู’ู„ูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’
โ€œSeorang istri adalah penanggung jawab rumah tangga dan anak-anak suaminya serta kelak akan ditanya tentang mereka.โ€ (HR. Al-Bukhari no. 5188 dan Muslim no. 1829)
Wallahu taโ€™ala aโ€™lamu bish-shawab.

http://asysyariah.com/ringan-dalam-menghukum/

Mintalah Jannah
28/05/2014

Mintalah Jannah

28/05/2014

Apa kabar Ayah dan Bunda?

Alhamdulillah di Rabu yang penuh semangat ini tepatnya 28 Rajab 1435 H atau bertepatan dengan 28 Mei 2014 aktifitas bermain dan belajar anak-anak didik dilanjutkan kembali. Mrk penuh semangat. Masih pada tema terakhir, alam semesta.

Address

Perum Awara Blok I/17 Dutulanaa
Limboto
96213

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAUD IT AL-HANIF posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to PAUD IT AL-HANIF:

Shortcuts

Share

Category