28/05/2014
[parenting]
RINGAN DALAM MENGHUKUM
oleh: Al-Ustadzah Ummu โAbdirrahman bintu โImran
Siapa pun mungkin mengetahui, kemampuan akal anak-anak tidak sesempurna yang ada pada orang dewasa. Anak memiliki kemampuan memahami dan mencerna yang masih sangat terbatas.
Karena itulah, kadangkala muncul kesalahan atau kekeliruan yang terkadang dia sendiri belum mampu memahami dan mengerti bahwa tindakannya itu adalah suatu kesalahan.
Menyogok mulut adik, contoh ringannya, terkadang bermula dari maksud baik untuk menyuapi si adik. Namun justru kadang menjadi kesalahan di mata orangtua, karena โsekali lagi dengan keterbatasan sang anakโ belum mampu melakukannya dengan benar. Sementara dia sendiri belum mampu memandang hal itu sebagai suatu kesalahan.
Demikianlah keadaan seorang anak dengan segala keterbatasannya. Sehingga syariat pun meringankan beban amalan bagi anak kecil, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang dinukilkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu:
ุฑูููุนู ุงููููููู
ู ุนููู ุซููุงูุซูุฉู: ุนููู ุงููููุงุฆูู
ู ุญูุชููู ููุณูุชูููููุธูุ ููุนููู ุงูุตููุจูููุงูู ุญูุชููู ููุญูุชูููู
ูุ ููุนููู ุงููู
ูุฌููููููู ุญูุชููู ููุนููููู
โDiangkat pena dari tiga golongan: orang yang tidur hingga dia terjaga, anak kecil hingga dia baligh, dan orang gila sampai kembali akalnya.โ (HR. Abu Dawud no. 4403, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: shahih)
Di samping itu, Allah ta'ala dan Rasul-Nya shollallahu 'alaihi wasallam menghasung kita untuk bersikap lemah lembut dan menjauhi kekasaran dalam segala hal, termasuk kepada anak-anak kita tentunya. Rasulullah n pernah bersabda kepada istri beliau, โAisyah x:
ููุง ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ุฅูููู ุงูููู ุฑููููููู ููุญูุจูู ุงูุฑูููููู ููููุนูุทูู ุนูููู ุงูุฑูููููู ู
ูุง ูุงู ููุนูุทูู ุนูููู ุงููุนููููู ููู
ูุง ูุงู ููุนูุทูู ุนูููู ู
ูุง ุณูููุงูู
โWahai โAisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan, dan Dia memberikan pada kelembutan apa yang tidak Dia berikan pada kekasaran, maupun pada segala sesuatu selainnya.โ (HR. Al-Bukhari no. 6928 dan Muslim no. 2593)
Al-Qadhi โIyadh t menjelaskan bahwa dengan kelemahlembutan ini akan dapat dicapai berbagai tujuan, dan akan mudah p**a untuk mendapatkan apa yang diharapkan, yang semua itu tak dapat diperoleh dengan selain kelembutan. (Syarh Shahih Muslim, 16/144)
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam juga memuji orang yang memiliki sifat lemah lembut, dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Abud Darda` z:
ู
ููู ุฃูุนูุทููู ุญูุธูููู ู
ููู ุงูุฑูููููู ููููุฏู ุฃูุนูุทููู ุญูุธูููู ู
ููู ุงููุฎูููุฑูุ ููู
ููู ุญูุฑูู
ู ุญูุธูููู ู
ููู ุงูุฑูููููู ููููุฏู ุญูุฑูู
ู ุญูุธูููู ู
ููู ุงููุฎูููุฑู
โBarangsiapa yang diberikan bagiannya berupa kelembutan, berarti dia diberikan bagiannya berupa kebaikan, dan barangsiapa dihalangi bagiannya berupa kelembutan, berarti dia dihalangi dari bagiannya berupa kebaikan.โ (HR. At-Tirmidzi no.2013, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: shahih)
Oleh karena itu p**a kita, orangtua, mestinya berlapang-lapang dalam memberikan hukuman dan celaan pada anak-anak. Terlebih lagi pada hal-hal yang bukan merupakan kemaksiatan. Rasulullah n adalah orang yang paling lapang dalam memudahkan perkara. Sebagaimana dikabarkan oleh istri beliau, โAisyah x:
ู
ูุง ุฎููููุฑู ุฑูุณููููู ุงูููู n ุจููููู ุฃูู
ูุฑููููู ููุทูู ุฅููุงูู ุฃูุฎูุฐู ุฃูููุณูุฑูููู
ูุง ู
ูุง ููู
ู ูููููู ุฅูุซูู
ูุงุ ููุฅููู ููุงูู ุฅูุซูู
ูุง ููุงูู ุฃูุจูุนูุฏู ุงููููุงุณู ู
ููููู
โTak pernah Rasulullah n diberikan pilihan di antara dua perkara, kecuali beliau pasti memilih yang paling ringan di antara keduanya selama perkara itu bukan suatu dosa. Apabila perkara itu suatu dosa, maka beliau adalah orang yang paling jauh darinya.โ (HR. Al-Bukhari no.3560 dan Muslim no.2327)
Hadits ini menunjukkan disenanginya memilih sesuatu yang lebih mudah dan lebih ringan, selama hal itu bukan sesuatu yang haram atau makruh. (Syarh Shahih Muslim, 15/82)
Kelapangan Rasulullah n ini juga dialami sendiri oleh Anas bin Malik z yang melayani Rasulullah n semenjak usia kanak-kanak. Anas z menceritakan:
ูููู
ููุง ููุฏูู
ู ุฑูุณูููู ุงูููู n ุงููู
ูุฏูููููุฉูุ ุฃูุฎูุฐู ุฃูุจูู ุทูููุญูุฉู ุจูููุฏูู ููุงููุทููููู ุจูู ุฅูููู ุฑูุณููููู ุงูููู n ููููุงูู: ููุง ุฑูุณูููู ุงููููุ ุฅูููู ุฃูููุณูุง ุบููุงูู
ู ูููููุณู ููููููุฎูุฏูู
ููู. ููุงูู: ููุฎูุฏูู
ูุชููู ููู ุงูุณููููุฑู ููุงููุญูุถูุฑูุ ููุงูููู ู
ูุง ููุงูู ููู ููุดูููุกู ุตูููุนูุชููู: ููู
ู ุตูููุนูุชู ููุฐูุง ููููุฐูุงุ ูููุงู ููุดูููุกู ููู
ู ุฃูุตูููุนููู: ููู
ู ููู
ู ุชูุตูููุนู ููุฐูุง ููููุฐูุงุ
โKetika Rasulullah n tiba di Madinah, Abu Thalhah menggamit tanganku. Pergilah ia bersamaku menghadap Rasulullah n, lalu mengatakan, โWahai Rasulullah, sesungguhnya Anas adalah anak yang cerdas, maka izinkan dia melayanimu.โ Maka aku pun melayani beliau ketika bepergian maupun menetap. Demi Allah, tak pernah beliau mengatakan tentang sesuatu yang kukerjakan, โMengapa kau lakukan hal ini seperti ini?โ Tidak p**a beliau mengatakan tentang sesuatu yang tak kukerjakan, โMengapa tidak kaukerjakan hal ini seperti ini?โ.โ (HR. Al-Bukhari no.2768 dan Muslim no. 2309)
Ketika Anas bin Malik โyang saat itu masih kanak-kanakโ enggan melakukan sesuatu yang beliau perintahkan, beliau tidak mencerca dan menghukumnya. Dikisahkan oleh Anas bin Malik z:
ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู n ู
ููู ุฃูุญูุณููู ุงููููุงุณู ุฎูููููุงุ ููุฃูุฑูุณูููููู ููููู
ูุง ููุญูุงุฌูุฉู. ููููููุชู: ููุงููููุ ูุงู ุฃูุฐูููุจู. ููููู ููููุณูู ุฃููู ุฃูุฐูููุจู ููู
ูุง ุฃูู
ูุฑูููู ุจููู ููุจูููู ุงูููู n ููุฎูุฑูุฌูุชู ุญูุชููู ุฃูู
ูุฑูู ุนูููู ุตูุจูููุงูู ููููู
ู ููููุนูุจููููู ููู ุงูุณูููููุ ููุฅูุฐูุง ุฑูุณููููู ุงูููู n ููุฏู ููุจูุถู ุจูููููุงูู ู
ููู ููุฑูุงุฆููุ ููุงูู: ููููุธูุฑูุชู ุฅููููููู ูููููู ููุถูุญููู. ููููุงูู: ููุง ุฃูููููุณูุ ุฃูุฐูููุจูุชู ุญูููุซู ุฃูู
ูุฑูุชูููุ ููุงูู ููููุชู: ููุนูู
ูุ ุฃูููุง ุฃูุฐูููุจูุ ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู
Rasulullah n adalah orang yang paling baik akhlaknya. Suatu hari, beliau pernah menyuruhku untuk suatu keperluan. Maka kukatakan, โDemi Allah, saya tidak mau pergi!โ Sementara dalam hatiku, aku berniat untuk pergi guna melaksanakan perintah Nabiyullah n. Aku pun keluar hingga melewati anak-anak yang sedang bermain-main di pasar. Tiba-tiba muncul Rasulullah n, beliau memegang tengkukku dari belakang. Aku pun memandang beliau yang sedang tertawa. Beliau mengatakan, โWahai Anas kecil, engkau pergi juga melakukan perintahku?โ Aku menjawab, โYa, saya pergi, wahai Rasulullah!โ (HR. Muslim no. 2310)
Ini semua menunjukkan kesempurnaan akhlak Rasulullah n, bagusnya pergaulan, serta kesabaran dan kelapangan beliau n. (Syarh Shahih Muslim, 15/70)
Namun jika suatu perkara itu merupakan perbuatan dosa, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pun tak segan untuk melarang. Seperti ketika cucu beliau makan sebutir kurma yang berasal dari kurma sedekah, sementara keluarga Rasulullah n haram memakan sedekah. Abu Hurairah menceritakan peristiwa ini:
ุฃูุฎูุฐู ุงููุญูุณููู ุจููู ุนูููููู ุชูู
ูุฑูุฉู ู
ููู ุชูู
ูุฑู ุงูุตููุฏูููุฉู ููุฌูุนูููููุง ููู ูููููู ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู n: ููุฎู ููุฎูุ ุงุฑูู
ู ุจูููุงุ ุฃูู
ูุง ุนูููู
ูุชู ุฃููููุง ูุงู ููุฃููููู ุงูุตููุฏูููุฉูุ
Al-Hasan bin โAli c memungut sebutir kurma dari kurma sedekah, lalu dia masukkan kurma itu ke mulutnya. Rasulullah n pun bersabda, โKikh, kikh (tinggalkan dan buang barang itu, pent.)! Buang kurma itu! Tidakkah kau tahu, kita ini tidak boleh makan sedekah?โ (HR. Muslim no. 1069)
Juga dalam permasalahan membiasakan ibadah shalat pada anak-anak. Ketika mengajarkan amalan yang agung ini, Rasulullah n memerintahkan orangtua untuk memukul anak-anak yang enggan menunaikan shalat, meremehkan dan menyia-nyiakannya, jika mereka telah mencapai usia sepuluh tahun. Pukulan ini bukan untuk menyakiti si anak, melainkan untuk mendidik dan meluruskan mereka. Sabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam ini disampaikan oleh โAmr ibnul โAsh z:
ู
ูุฑููุง ุฃููููุงูุฏูููู
ู ุจูุงูุตูููุงูุฉู ููููู
ู ุฃูุจูููุงุกู ุณูุจูุนู ุณูููููููุ ููุงุถูุฑูุจููููู
ู ุนูููููููุง ููููู
ู ุฃูุจูููุงุกู ุนูุดูุฑูุ ููููุฑูููููุง ุจูููููููู
ู ููู ุงููู
ูุถูุงุฌูุนู
โPerintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.โ (HR. Ahmad, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Al-Jamiโush Shaghir no. 5744: hadits ini hasan)
Demikian p**a yang ada pada para sahabat. Mereka tidak segan bersikap keras bila melihat salah seorang dari keluarganya berbuat kemungkaran. Sebagaimana yang dilakukan oleh Abdullah bin โUmar c ketika melihat salah seorang di antara keluarganya bermain dadu. Dikisahkan oleh Nafiโ, maula Ibnu โUmar c:
ุฃูููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ุนูู
ูุฑู ููุงูู ุฅูุฐูุง ููุฌูุฏู ุฃูุญูุฏู ู
ููู ุฃููููููู ููููุนูุจู ุจูุงููููุฑูุฏู ุถูุฑูุจููู ููููุณูุฑูููุง
โApabila Abdullah bin โUmar mendapati salah seorang dari anggota keluarganya bermain dadu, maka beliau memukulnya dan memecahkan dadu itu.โ (Dikatakan oleh Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 960: shahihul isnad mauquf)
โAisyah pernah ditanya tentang pendidikan terhadap anak yatim. โAisyah x pun menjawab:
ุฅููููู ููุฃูุถูุฑูุจู ุงููููุชูููู
ู ุญูุชููู ููููุจูุณูุทู
โSesungguhnya aku pernah memukul anak yatim sampai (menangis) tertelungkup.โ (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no.105: shahihul isnad)
Begitulah yang dilakukan oleh โAisyah x, sebagaimana orangtua terhadap anaknya. Dia memberikan hukuman p**a pada anak yatim yang ada dalam asuhannya, sampai tertelungkup di atas tanah, sebagaimana yang biasa terjadi pada anak-anak bila dimarahi, mereka telungkup dan menangis. Pukulan ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan kepada si anak, bukan pukulan yang menyakitkan.
Inilah bimbingan Islam yang sempurna untuk kita โorangtuaโ dalam membimbing dan mendidik anak-anak kita, agar kita dapat mendudukkan sesuatu sesuai kadarnya dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Inilah pengajaran kepada kita yang akan mempertanggungjawabkan pendidikan anak-anak kita di hadapan Allah k.
ููุงูููู
ูุฑูุฃูุฉู ุฑูุงุนูููุฉู ุนูููู ุจูููุชู ุจูุนูููููุง ููููููุฏููู ูููููู ู
ูุณูุฆูููููุฉู ุนูููููู
ู
โSeorang istri adalah penanggung jawab rumah tangga dan anak-anak suaminya serta kelak akan ditanya tentang mereka.โ (HR. Al-Bukhari no. 5188 dan Muslim no. 1829)
Wallahu taโala aโlamu bish-shawab.
http://asysyariah.com/ringan-dalam-menghukum/