12/12/2016
Karena Tidak Ada Seorang Pun yang MAU jadi Yatim.......
“Bundaaaaaaa..........” teriak Alif kepada bundanya. “ Ya sayang.....” ada apa kog teriak-teriak begitu... timpal sang bunda kepada putra semata wayangnya. “Sebenarnya, Allah sayang ga sich ama Alif?” Alif membuka pembicaraan. “Lho...Kog Alif nanyanya gitu sich? Ya jelas sayang dong”..... “Kalo emang Allah sayang ama Alif, kenapa Allah membiarkan Alif jadi seorang Yatim, Bunda?” tanya Alif penuh harap.
“Pertanyaan itu, ya pertanyaan itu....yang sampai saat ini kutakuti, ternyata muncul juga” bunda bergumam dalam hati. “Alif sayang... Justru karena Allah sayaaaanggg banget ama Ayah, makanya Allah memanggil ayah untuk kembali menghadapNYA” jawab bunda. “Ya.. Bunda, tapi Alif malu ama teman-teman Alif, mereka selalu mengejek Alif karena Alif ga punya ayah”
Bunda terdiam mematung, kedua mata bunda mulai dipenuhi bulir-bulir air yang menetes satu demi satu sehingga tampak berkaca-kaca.Terbayang dengan jelas 10 tahun lalu, saat Alif masih dalam kandungannya. Saat itu, ayah yang baru pulang dari kantor ditabrak truk yang lepas kendali karena supirnya tidak mampu mengontrol laju truk yang bergerak sangat cepat karena hujan deras ditambah dengan gemuruh yang begitu kuat. Ayah terlempar dari motor bututnya dan sempat di bawa lari ke Rumah Sakit terdekat. Namun, sayang nyawa ayah tak tertolong. Ayah pun kembali menghadap Sang Khaliq.
“Bunda...Bunda....Bunda” Bunda kenapa? Kog bunda menangis? Tanya Alif yang mengagetkanku. “Bunda ga nangis kog...sayang” jawab bunda dengan tenang. “Apa pertanyaan Alif membuat bunda menangis?” tanya Alif.
“Alif sayang....” Kenapa Alif harus malu ga punya ayah?” Alif.... Ingat ga cerita tentang Rasulullah SAW?” “Iya... Bunda” jawab Alif dengan cepat. “ Nah...Rasullullah SAW kan juga seorang yatim, beliau tidak pernah malu diejek ama temen-temennya, bahkan seorang yatim dapat mempengaruhi dunia dengan tutur bahasanya, perilakunya, serta kesopanannya. Beliau tidak pernah mengeluh dilahirkan menjadi seorang yatim.
“Alif...mau kan seperti Rasulullah SAW?” Tanya bunda pada Alif. Walaupun Alif seorang Yatim, Alif harus tunjukkan kepada orang-orang bahwa seorang yatim mampu membantu sesama, mampu menjadi yang terbaik, dan tidak pernah mengeluh” bunda menimpali. “Iya...bunda,Alif mau seperti Rasulullah SAW” “Alif....sayang bunda” “Bunda juga sayang Alif” sambil mengecup kening penuh cinta dan berkata dalam hati “ Tidak ada seorangpun yang MAU jadi yatim...Alif!!!!!. (ditulis ulang teruntuk korban Gempa PIJAY, SEMOGA ALLAH menguatkan dirimu duhai saudaraku)