07/02/2024
𝐏𝐀𝐃𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐀𝐇𝐒𝐘𝐀𝐑
Padang Mahsyar Arab: محشر adalah dataran yang sangat luas tempat berkumpul para makhluk pertama, hingga makhluk yang terakhir hidup. Padang Mahsyar berada di alam akhirat, dan dikatakan berpasir, tidak terlihat tinggi maupun rendah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keada'an tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan." ( Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah رضي اللّه عنها )
Di Mahsyar inilah semua makhluk Allah yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk Malaikat, jin, manusia, binatang berkumpul dan berdesak-desakan. Setiap manusia pada hari pengadilan akan hadir di mahsyar, diiringi oleh dua Malaikat, yang satu sebagai pengiringnya dan yang satu lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Menurut ajaran Islam, manusia yang pertama kali dibangkitkan oleh Allah adalah Nabi Muhammad ﷺ. Hari-hari di Mahsyar itu disebut sebagai Yawm Al Mahsyar يوم المحشر, Yaumul Hasyir. Kemudian dikatakan dalam sebuah hadits oleh Muhammad bahwa Palestina adalah tanah Mahsyar dikumpulkan dan Mansyar disebarkan manusia. Di Indonesia, tanah Mahsyar ini lebih dikenal dengan sebutan Padang Mahsyar, begitup**a dengan orang-orang yang berbahasa melayu.
Keada'an manusia pada hari kebangkitan berbeda-beda sesuai dengan amal ibadahnya di dunia. Setelah fase kebangkitan makhluk dari alam kubur, maka manusia dan makhluk lainnya akan memasuki fase di Mahsyar, yang selanjutnya akan diberikan/dihadapkan:
Ita Al-Kitab, sebuah catatan amal masing-masing yang diberikan tiap-tiap makhluk.
Mizan, kemudian akan dihadapkan sebuah neraca yang akan menimbang antara pahala dan dosa setiap makhluk.
Haudh telaga, setiap Nabi akan memiliki telaga ini. Menurut ajaran Islam, Nabi Muhammad ﷺ memiliki telaga yang diberi nama Kautsar, namun hanyalah calon penduduk syurga yang dapat meminum airnya. Dan para penguasa zalim serta pelaku bid'ah dilarang untuk mendekatinya.
Selama hari yang sangat menyiksa itu, Nabi Muhammad ﷺ akan memberikan pertolongan untuk seluruh makhluk yang disebut sebagai Syafa'at Udhma, ia akan memohon kepada Allah supaya secepatnya diadakan hisab.
Keadan manusia akan tergantung dari amalan apa yang telah mereka kerjakan semasa hidup, ketika itu semua manusia akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sehingga anak tidak lagi mengenali kedua orang tuanya, begitu p**a sebaliknya.
Ketika matahari padam sehingga bumi dalam kegelapan. Takala mereka dalam keada'an demikian, langit di atas mereka berputar-putar dan meledak pecah berkeping-keping selama 500 tahun sehingga langit terbelah dengan segala kekuatannya kemudian meleleh dan mengalir bagaikan perak yang dipanaskan hingga berwarna merah dan manusia bercampur baur seperti serangga yang bertebaran dalam keada'an telanjang kaki, tidak berpakaian dan berjalan kaki.
Kemudian matahari diterbitkan oleh Allah, tepat di atas kepala dengan jarak hanya 2 busur, sehingga manusia terpanggang oleh teriknya matahari yang intensitas panasnya telah dinaikkan dan keringat pun mengalir deras, menggenangi Padang Mahsyar seiring dengan rasa takut yang luar biasa karena mereka akan dihadirkan dihadapan Allah. Bagi orang yang beriman, beramal shaleh serta banyak mengerjakan kebaikan akan terlindungi dari terik sengatan sinar matahari.
Kemudian keringat tersebut naik ke badan mereka, sesuai dengan tingkatan mereka dihadapan Allah. Bagi sebagian orang keringat akan menggenang mencapai lutut, bagi sebagian lain mencapai pinggang dan bagi sebagian lainnya mencapai lubang hidung bahkan ada sebagian manusia nyaris tenggelam di dalamnya.
Bagi orang yang beriman akan diberikan syafa'at oleh Nabi Muhammad ﷺ, syafa'at itu berupa:
Dipercepatkan pembicara'an dan dipermudahkannya memasuki syurga.
Ditambahkan timbangan pahala supaya lebih berat daripada dosa.
Dimasukkan ke syurga tanpa hisab.
Menurut ajaran Islam, manusia yang menerima syafa'at di Mahsyar adalah orang Islam yang selalu berzikir, bersholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan ikhlas membantu orang yang sedang kesulitan.
Hari ini dinamakan juga Hari Panggil Memanggil di dalam Al'Qur'an surah Al-Mu'min 32, karena semua orang yang berkumpul di Mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta pertolongan.
"Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksa'an hari panggil-memanggil." ( Al-Mu'min : 32 )
Pada hari kebangkitan ini seluruh manusia akan dibangkitkan dalam 3 kelompok, yaitu:
- Kelompok yang berkendara'an,
- Kelompok yang berjalan kaki,
- Kelompok yang berjalan dengan wajahnya.
Ada salah seorang sahabat yang menanyakan, bagaimana bisa sekelompok tersebut berjalan dengan wajahnya, kemudian Muhammad menjawab "Allah yang menjadikan mereka berjalan dengan kaki, pasti mampu membuat mereka berjalan dengan wajah."
Pada masa ini umat Islam datang secara berkelompok, berdasarkan surah An-Naba' 8, dan hadits shahih. Golongan itu adalah seperti berikut:
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an tanpa tangan dan berkaki. Mereka adalah orang yang ketika di dunia dulu s**a mengganggu tetangganya.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an berupa babi hutan. Mereka adalah orang yang ketika hidupnya meringankan malas dan lalai dalam sholat.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an keledai, mereka. Sedangkan perut membesar seperti gunung dan di dalamnya penuh dengan ular dan kalajengking. Mereka ini adalah orang yang enggan membayar zakat.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an darah memancut keluar dari mulut mereka. Mereka ini adalah orang yang berdusta di dalam jual beli.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berbau busuk lebih daripada bangkai. Mereka ini adalah orang yang melakukan maksiat sembunyi-sembunyi kerana takut dilihat orang, tetapi tidak takut kepada Allah.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an leher mereka terputus. Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.
- Dibangkitkan dari kubur tanpa mempunyai lidah dan dari mulut mereka mengalir keluar nanah serta darah. Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an terbalik yaitu kepala ke bawah dan kaki ke atas, serta farajnya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air. Meraka adalah orang yang berbuat zina dan mati tanpa sempat bertaubat.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an wajah hitam gelap dan bermata biru serta perutnya dipenuhi api. Mereka itu adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zalim.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut. Perutnya p**a menggelebeh hingga ke paha dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah orang yang minum arak.
- Dibangkitkan dari kubur dengan keada'an wajah yang bersinar-sinar bercahaya laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirath seperti kilat yang menyambar. Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik, selalu menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keada'an mereka bertaubat dan mendapat ampunan, kasih sayang dan keridhaan Allah.
Di Mahsyar dengan suhu yang sangat panas pada hari hisab, tentulah para manusia menjadi bingung dan panik ingin mencari tempat perlindungan, dan pada hari itulah manusia akan berkata: "Ke mana tempat lari?" Dalam Al-Qur'an disingkapkan dengan tegas dan jelas sekali perihal keada'an itu sebagaimana firman Allah yang berbunyi:
"Pada hari itu manusia berkata: 'Ke mana tempat lari?' Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!" ( Al-Qiyamah 75 : 10-11 )
Tetapi dengan kehendak Allah akan terdapat beberapa orang yang mendapatkan naungan, tetapi tidak semua manusia dapat berteduh di bawahnya, itu merupakan rahmat Allah dan naungannya. Ada tujuh orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah dengan rahmatNya pada hari yang tiada naungan selain naunganNya ialah:
- Penguasa/pemimpin yang adil.
- Seorang remaja yang mengawali keremaja'annya dengan beribadah kepada Allah.
- Seorang lelaki yang hatinya dipertautkan dengan masjid-masjid.
- Dua orang yang saling cinta-mencintai karena Allah, yakni yang keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah.
- Seorang lelaki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu ia menjawab: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah."
- Seorang yang mengeluarkan sedekah dan disembunyikan, sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya itu, artinya dia bersedekah dan tidak menceritakan sedekahnya itu kepada orang lain.
- Seorang yang berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, sehingga kedua matanya mencucurkan air mata."
Yawm Al Hisab artinya hari perhitungan/penghakiman amal baik dan amal buruknya manusia. Setelah berada di Mahsyar selanjutnya mereka satu persatu dihisab. Sebelum dihisab, mereka diberitahu tentang amal perbuatan yang telah mereka kerjakan meskipun mereka telah lupa apa yang mereka kerjakan. Amal manusia didunia telah dicatat oleh Malaikat Kirâman Katibin, tanpa ada kekeliruan sedikitpun.
Manusia akan menerima buku catatan amal yang telah dilakukan ketika di dunia. Amal-amal tersebut kemudian ditimbang di atas mizan atau neraca. Barang siapa yang berat amal kebaikannya akan dimasukkan ke syurga dan yang ringan kebaikannya akan dimasukkan ke neraka. Apabila buku catatan itu berat amal kebaikkannya akan diterima tangan kanan, sebaliknya bila buku itu berat amal kejahatannya akan diterima tangan kiri. Sesuai dengan Firman Allah,
"Ingatlah suatu hari yang saat itu Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya, dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitab itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun." ( Al-Isra ayat 71 )
Firman Allah dalam Al-Insyiqaq ayat 7-12:
"Maka adapun orang yang diberi kitabnya dari arah kanannya, akan diperhitungkan amal perbuatannya dengan mudah, dan kembali kepada ahlinya riang gembira. Adapun orang yang diberikan kitab amalannya dari arah kirinya dia akan mengalami kesengsaraan, dan dimas**akan kedalam Neraka Sa'ir." ( Al-Insyiqaq ayat 7-12 )
Setelah habis masa penghakiman, kemudian makhluk yang telah dihisab digiring untuk melalui titian shirath yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang. Dalam kisah lain dikatakan titian ini setipis rambut dibelah tujuh, tetapi tidak pernah ditemukan dalil yang menguatkannya. Di titian tersebut Nabi Muhammad-lah yang pertama kali menginjakkan kakinya dan kemudian diikuti oleh semua kump**an umatnya.
Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapat syafaat di hari akhir nanti.
والله اعلم بالصواب