11/10/2022
Hai semua! Perkenalkan siswa-siswi kami, Nelson, Vini, dan Rilvan. Mereka adalah kelompok siswa/i kami yang diutus untuk mengikuti program field trip ke Malaysia dan Singapura bersama Rm. Albertus Joni SCJ, selaku kepala sekolah dari SMA Yos Sudarso Metro. Sebelum berangkat ke tempat tujuan, tim field-trip kami singgah selama 4 hari di Jakarta untuk mengunjungi para donatur dan pemerhati sekolah serta mengeksplor ibu kota.
Berikut refleksi harian dari siswa-siswi kami selama menjalani program field-trip di sana. Selamat membaca!
23 September 2022, Jakarta.
Pagi-pagi, sekitar jam delapan, kami pergi berkunjung ke Sekolah St. Antonius Jakarta. Di sana, kami pertama-tama menemui Rm. Alexander Sapta Dwi Handoko, Provinsial SCJ Provinsi Indonesia. Beliau ini merupakan sosok yang telah banyak membantu sekolah kami. Setelah bertemu sapa dan mengucapkan terima kasih kepada beliau, kami melanjutkan kunjungan kami dengan berkeliling SD, SMP, dan SMA di sekolah St. Antonius Jakarta tersebut. Berbagai hal menarik kami dapati di sana, namun bagian yang paling menarik perhatian kami adalah perpustakaan mereka.
Perpustakaan di sekolah St. Antonius memiliki interior yang rapi dan buku-buku yang tertata dengan baik. Desain ruangan dibuat dengan warna-warna cerah, sehingga menciptakan suasana yang tenang dan nyaman untuk membaca. Selain itu, perpustakaan ini juga telah bermitra langsung dengan Gramedia untuk menyediakan layanan e-book¬ bagi siswa dan siswi yang bersekolah di sana. Kami jadi berpikir, mungkin perpustakaan di St. Antonius Jakarta dapat menjadi referensi kami dalam meningkatkan perpustakaan di sekolah kami.
Selanjutnya, kami melanjutkan kunjungan kami ke Paroki St. Antonius Padua. Kami berjumpa dengan Rm. Blasius Sumaryo, SCJ dan Rm. Ignatius Trisna Setiadi SCJ. Tidak hanya itu, kami juga bertemu dengan Fr. Yohanes Dwi Feri Antoro. Beliau adalah kakak tingkat kami, alumni SMA Yos Sudarso Metro. Selama kami berbincang-bincang dengan mereka, pandangan kami semakin terbuka tentang sekolah kami yang selalu didukung dan dibantu oleh banyak orang.
Para biarawan di Paroki tersebut telah banyak membantu sekolah kami dengan menggalang dana yang kemudian disalurkan untuk beasiswa pendidikan para siswa-siswi di SMA Yos Sudarso Metro. Kami sangat berterima kasih kepada Romo Maryo, Romo Trisna, Frater Feri, dan biarawan-biarawan lainnya yang telah berbaik hati menggalang dana untuk kami para murid.
Di siang harinya, kami pergi menuju Grand Indonesia untuk bertemu dengan kak Albertus Gregory Tan dan teman-temannya dari Yayasan Vinea Dei. Yayasan Vinea Dei merupakan yayasan yang telah mendirikan 150 gereja hingga Agustus 2021 lalu melalui program unggulan mereka, yakni Jalakasih. Jalakasih merupakan platform yang dapat digunakan banyak orang untuk berkontribusi dalam perkembangan Gereja Katolik Indonesia. Dari perbincangan kami dengan mereka, kami jadi mengetahui bahwa SMA Yos Sudarso Metro juga akan menjalin hubungan kerja sama dengan Yayasan Vinea Dei untuk membangun asrama-asrama putra sebagai rumah pembinaan para siswa di sekolah kami.
Menjelang sore, kami pergi menjemput Jeanne, relawan asal Prancis yang akan mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Prancis di SMA Yos sudarso Metro. Kami mulai memanggilnya “Kak Yohana” sebagai nama panggilannya dalam bahasa Indonesia. Sangat menyenangkan berbicara dengan Kak Yohana. Beliau merupakan seorang guru yang rendah hati dan ceria. Kami bersyukur atas kehadiran beliau sebagai pengajar di sekolah kami. Dan lagi, Kak Yohana akan mengajar di SMA Yos Sudarso Metro selama 1 tahun.
Refleksi:
Setelah melakukan perjalanan pada hari ini, kami jadi sadar bahwa ada banyak sekali orang –orang baik yang memperhatikan dan mendukung sekolah kami. Sebagai bagian dari Komunitas Pendidikan Katolik Leo Dehon, sudah sepatutnya kami beryukur atas hal ini. Kedepannya, kami harus menjadi pribadi yang peduli seperti para pemerhati kami. Tidak hanya menjadi seorang pemimpin pancasilais, tetapi juga sebagai pelayan belas kasih.