Opi Pandutama theYoung Generation

Opi Pandutama theYoung Generation the young generation akan menciptakan sebuah perbedaan di dunia remaja,,dengan cara memberikan sebuah terobosan yang lebih efektif di bidang pendidikan.

26/02/2013

Orang optimis itu terlihat sombong dari sudut pandang orang yg tidak tau . . .

Mr.OLU

09/02/2013

=> kenali dahulu siapa diri anda,
gali keahlian anda sebagai jembatan menuju masa depan yang gemilang..

31/12/2012

Dari pada malam tahun baru ini keluar rumah mending dirumah saja. Intropeksi diri dan buat planning untuk kedepan nya. Dari pada keluar rumah merayakan tahun baru dngan berhura-hura meniup terompet,bermain kembang api.,karena itu bukan budaya ISLAM tpi budaya nasrani,yahudi dan majusi.
Dari pada meramaikan tahun baru di tempat-tempat hiburan,lapangan,jalan,dan tempat keramaian lebih baik kita ramaikan MASJID-MASJID ALLAH..
Itu akan lebih baik.,

30/12/2012

Pasangan terbaik itu seperti
Sepasang Sepatu :
1. Bentuknya tak persis sama
namun serasi
2. Saat berjalan tak pernah
kompak tapi tujuannya sama
3. Tak pernah ganti posisi namun
saling melengkapi
4. Selalu sederajat tak ada yang
lebih rendah atau tinggi
5. Bila yang satu hilang yang lain
tak memiliki arti
(SE)tia sam(PA)i (TU)a

24/12/2012

Pagi semua nya..
Pagi yg indah atau pagi yg suram bgi kalian semua..

Tpi smoga pagi Anda adalah pagi yg indah dan menyenangkan..
Good morning & good luck..

22/12/2012

Sbnarnya tak penting jga mengucapkan hari ibu kepada ibu kita,jika kita masih tetap melakukan hal-hal yg membuat ibu kita kecewa.
Marilah mulai saat ini kita tunjukan kpada ibu kita bahwa kita bisa membahagiakan beliau.
Kini saat nya kita tunjukan dengan sikap dan perbuatan bukan sekedar kata-kata saja.

21/12/2012

Kiamat Ditunda!

Djoko Suud Sukahar -
detikNews
Jakarta - Isu kiamat berakhir
sudah. Hari ini dunia masih
utuh. Segalanya berjalan normal.
Tidak ada yang spesial. Tidak
ada yang mengejutkan. Hanya
mungkin kejutannya nanti di
akhir tahun. Pergantian tahun
diramaikan secara istimewa.
Sebagai bukti syukur, bahwa
ternyata kiamat ditunda.
Kiamat pastilah tiba. Itu tersurat
dalam banyak kitab suci. Dalam
agama samawi, sebelum hari
akhir tiba, banyak tanda-tanda.
Kegaduhan tak terperi,
tampilnya sosok Imam Mahdi,
planet kehilangan rotasi, langit
dan bumi tergulung tatkala
malaikat Izrail meniup terompet
sebagai penutup hari akhir.
Keyakinan itu menempatkan
posisi malaikat Izrail sebagai
grade tertinggi dalam maqom
sufi. Dia cerminan watak terbaik
di antara 200 manusia terbaik.
Manusia yang total berbakti
kepada Tuhan, seperti tersurat
dalam Ordo Christiyyah.
(Sebagai catatan, ordo ini
meyakini, sekacau apapun dunia
ini, masih tersisa 200 manusia
baik dengan tingkah-lakunya
seperti nabi dan malaikat).
Namun dalam pemahaman
budaya, kiamat tidaklah terjadi
seperti itu. ‘Kiamat’ kali ini
contohnya. Tanggal 21-12-2012
merupakan ‘tutup buku’ dari
sebuah almanak Suku Maya.
Sebuah suku berkebudayaan
tinggi di-era-nya, mempunyai
hitungan terhadap banyak hal,
yang hitung-hitungannya
dijadikan patokan bagi banyak
pihak yang menyukai dunia
symbol.
Di Jawa, ‘kiamat’ seperti ini
sudah berulang terjadi. Tahun
1945-an memunculkan banyak
tokoh marjinal seperti Gerakan
Ngaisah, tahun 1966 ketika
kegaduhan politik melahirkan
Mbah Suro, dan di tahun 1999
‘kiamat’ juga diasumsikan tiba
sehingga orang-orang
berduyun-duyun membangun
tenda di Alas Purwo untuk
keselamatan diri. Kenapa Alas
Purwo Banyuwangi?
Itu karena tahun 1999
merupakan tahun akhir dari
sumpah Sabdo Palon Noyo
Genggong. Sosok penasehat
spiritual raja Majapahit terakhir
yang masuk agama Islam. Dia
merelakan sang raja memeluk
Islam. Dia kembali ke asalnya
sebagai ‘Ratu Demit’, yang
kerajaannya, dalam mitologi
‘Islam Jawa’ disebut berada di
Alas Purwo.
Sabdo Palon Noyo Genggong
tidak sekadar memisahkan diri
dengan sang raja. Tokoh ini juga
meluapkan sumpah. Katanya,
jika saatnya tiba, maka Pulau
Jawa akan dibuatnya porak-
poranda. Mayat
bergelimpangan. Pagebluk
(wabah penyakit) terjadi
dimana-mana. Pagi sakit sore
mati. Itu karena pasukan Sabdo
Palon Noyo Genggong yang
terdiri dari berbagai jenis setan
dan jin mulai melaksanakan
dendamnya. Menagih janji.
Dalam untaian prahara itu juga
disebut ‘Serat Sabdo Palon Noyo
Genggong’, bahwa untuk
menangkal bencana itu, langkah
yang harus dilakukan manusia
adalah bergabung. Bergabung
dalam komunitas Sabdo Palon
Noyo Genggong. Berada di
‘istananya’, yaitu Alas Purwo.
Itulah alasan, mengapa ribuan
manusia membangun tenda di
Alas Purwo yang menimbulkan
kegaduhan kala itu.
Realitas dari ‘mitos yang
diyakini’ itu acap memberi cap
manusia Jawa sebagai ‘manusia
nglenik’. Itu tak salah. Namun di
tengah zaman yang sangat
maju sekarang ini, dan
berakhirnya almanak Suku Maya
menimbulkan kegoncangan di
berbagai penjuru dunia, rasanya
tidak beralasan jika ‘nglenik’
hanya prerogatif orang Jawa.
‘Nglenik’ hakekatnya adalah
mempercayai kegaiban. Setiap
manusia beragama, wajib
hukumnya percaya dengan
kegaiban. Gaib, yang secara
metafisis berarti di luar
jangkauan akal manusia.
Percaya Tuhan, malaikat, hari
kiamat salahsatunya.
Serpihan dari kepercayaan-
kepercayaan itu yang
mengindoors dan bersimbiose
dengan keyakinan lama, yang
kemudian memunculkan
penafsiran-penafsiran baru.
Geger tentang ‘kiamat’ kali ini
merupakan bagian dari itu.
Percaya tidaknya kiamat bukan
bergantung pada cerdas atau
tumpulnya logika, tetapi lebih
pada ranting dari sebuah pohon
besar yang disebut agama.
Mereka tidak salah jika percaya
kiamat datang lebih dini. Begitu
juga dengan yang percaya
kiamat tiba seperti yang
diyakini pemeluk agama
samawi.
Tetapi mengapa manusia
percaya tentang ini? Sebagai
pemeluk Islam, maka Surat An-
Nas telah memberi siratan
makna yang tegas, bahwa
manusia itu mempunyai
keraguan tingkat tinggi. Setan
berkeliaran sampai detak
jantungnya. Menggoda dari
sana, dan manusia pun
terombang-ambing akal dan
perasaannya.
Untuk itu, menyikapi ‘kiamat-
kiamat’ lain yang akan
berdatangan lagi, maka kita
perlu melihat tanda-tanda yang
menyertai. Tanda yang sudah
terpampang jelas dalam kitab
suci, seraya berdoa agar kita
tidak sampai melihat hari akhir
itu tiba. Hari yang disebut
sebagai hari-hari yang tinggal
dihuni manusia-manusia
terjelek.

18/11/2012

Mari merenungkan kunci sukses
hidup:
1) Jendela kamar bilang: Lihat
dunia diluar!
2) Langit langit kamar berpesan:
Bercita-citalah setinggi
mungkin!
3) Jam dinding berkata: Tiap detik
itu berharga!
4) Cermin bilang: Berkacalah
sebelum bertindak!
5) Kalender berbisik: Jangan
menunda sampai besok!
6) Pintu berteriak: Dorong yg
keras, pergi dan berusahalah...!
Tapi... tiba-tiba...
*) Lantai berbisik: Berlutut &
Berdoalah, karena kunci
kesuksesan kita harus dimulai
dengan DOA

18/11/2012

With love and patience, nothing
is impossible

07/11/2012

Slamat pagi sobat...
Tantanglah dunia dngan senyumaan..
:)

07/11/2012

Jangan sekali-kali kamu sakiti hati wanita, karena wanita sakit hati bisa melakukan apapun

admin yg sok bijakk,,,, :D

17/10/2012

saat semua orang membencimu, jangan kotori hatimu dengan membenci nya juga..

wlau tiada seorg pun dipihak mu,,SEDIH

Address

Purbolinggo Lampung Timur
Lampung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Opi Pandutama theYoung Generation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category