20/02/2024
#1 - Jarang Kopyah Hitam
Kalau kita memperhatikan mayoritas pengikut wahabi dari segi kopyahnya, akan langsung terlihat ciri khasnya. Yaitu kopyah putih. Tapi, tidak sembarang kopyah putih.
Biasanya, kopyah putih yang digunakan adalah model rajutan. Bukan model malaysia, bukan model bergambar terompah Nabi, atau yang kaku bulat itu.
Apa alasannya?
Secara pastinya, saya kurang tahu.
Tapi, bisa dikira-kira sebagai berikut.
Pertama,
Mengikuti sunnah Nabi saw yang s**a putih. Karena itu, jarang dari mereka yang menggunakan songkok nasional warna hitam. Kecuali orang-orang tertentu yang terjun di pemerintahan.
Kalau ditelusuri hadis-hadis, Nabi itu tidak pakai kopyah juga sih. Yang sering dipakai justru ímāmah (sorban). Kain lembaran warna putih yang dilingkarkan di kepala.
Barangkali, agak sulit di Indonesia memakai imāmah, sehingga diganti kopyah putih saja. Diambil putihnya. Yang penting ada sisi niru kebiasaan Nabi.
Atau bisa jadi, alasan tidak pakai imāmah itu disebabkan aksesoris tersebut sudah kadung melekat di para kiai dan ulama NU di Indonesia. Makanya, harus berbeda.
Kedua,
Kopyah Hitam itu khas nusantara.
Pemahaman umum yang berlaku di kalangan Wahabi adalah mengikuti sunnah Nabi. Kebiasaan Nabi saw sehari-hari.
Ironisnya, sebagian besar kalangan mereka lantas memaknai hal itu dengan cara pakaian yang biasa dipakai di suatu daerah, atau tradisi di masyarakat setempat dianggap melanggar sunnah Nabi. Paling tidak, gak sesuai dengan sunnah beliau lah.
Yang mirip nasibnya dengan kopyah hitam ini ialah baju batik--khas Jawa.
Padahal, jika mau memperhatikan detail berbagai peristiwa yang terjadi dalam episode kehidupan Nabi, pernah juga tuh disebutkan Nabi saw memakai imāmah berwarna hitam. Sehingga apabila diqiyaskan, maka kopyah hitam itu sesuai dengan imāmah Nabi yang berwarna hitam.[KHO]
20/02/2024
05/01/2024
24/09/2023