Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru

Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru pendidikan tanpa batas

Organisasi Lahir Dari Realitas Kehidupan Rakyat, Bukan Hanya Dari Teori.Organisasi bukan tempat untuk menjauh dari rakya...
14/08/2026

Organisasi Lahir Dari Realitas Kehidupan Rakyat, Bukan Hanya Dari Teori.

Organisasi bukan tempat untuk menjauh dari rakyat setelah memperoleh pengetahuan. Organisasi adalah ruang untuk mengolah pengetahuan bersama rakyat, memahami realitas, dan bekerja bersama untuk mengubah keadaan yang tidak adil.

Oleh: Iali Karunggu

Organisasi harus berangkat dari persoalan nyata. Organisasi tidak seharusnya dibentuk hanya karena ingin memiliki struktur, jabatan, nama besar, atau kelompok intelektual. Organisasi yang benar-benar hidup biasanya muncul karena ada persoalan, kebutuhan, ketidakadilan, dan kegelisahan nyata yang dirasakan rakyat.

Teori penting, tetapi teori bukan tujuan akhir
Teori membantu seseorang memahami keadaan, menganalisis masalah, dan menentukan arah perjuangan. Namun, teori tanpa praktik dapat menjadi pengetahuan yang kosong. Seseorang boleh menguasai banyak buku dan pandai berbicara tentang rakyat, tetapi jika tidak memahami kehidupan rakyat secara langsung, pengetahuannya dapat menjadi jauh dari kenyataan. Karena itu, hubungan yang sehat adalah: Realitas, analisis, teori, tindakan, evaluasi, kembali kepada realitas.

Kritik terhadap organisasi yang menjauh dari rakyat. Ada organisasi yang pada awalnya berbicara atas nama rakyat, tetapi setelah berkembang justru sibuk dengan urusan internal, jabatan, kepentingan pribadi, dan perebutan pengaruh. Ketika hal itu terjadi, organisasi berisiko kehilangan alasan awal mengapa ia dibentuk. Organisasi yang melupakan rakyat pada akhirnya dapat berubah dari alat perjuangan menjadi alat kepentingan kelompok.

Berorganisasi berarti belajar bersama rakyat. Berorganisasi bukan berarti seseorang merasa dirinya lebih pintar daripada rakyat. Justru organisasi seharusnya menjadi ruang untuk belajar dari pengalaman rakyat sekaligus membawa pengetahuan yang berguna bagi perjuangan bersama. Pengetahuan akademik, teori, dan pengalaman organisasi perlu dipertemukan dengan pengalaman nyata masyarakat. Sebab rakyat juga memiliki pengetahuan yang lahir dari kehidupan, pekerjaan, budaya, tanah, sejarah, dan pengalaman menghadapi berbagai persoalan.

Ukuran organisasi bukan hanya banyaknya anggota. Kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota, kantor, atribut, atau kemampuan berbicara di depan umum. Salah satu ukuran penting adalah seberapa jauh organisasi mampu memahami persoalan nyata dan bekerja bersama masyarakat untuk mencari perubahan yang adil. Dengan demikian, organisasi bukan menempatkan diri di atas rakyat, melainkan bersama rakyat.

Organisasi yang hanya hidup dalam teori akan mudah kehilangan realitas. Sebaliknya, organisasi yang hanya bertindak tanpa analisis juga dapat kehilangan arah. Karena itu, teori dan praktik harus berjalan bersama. Organisasi harus mampu turun dari ruang rapat menuju kehidupan nyata, mendengar suara masyarakat, memahami penderitaan dan kebutuhan mereka, kemudian mengubah pengetahuan tersebut menjadi tindakan yang bertanggung jawab.
Organisasi.

“Organisasi bukan tempat untuk menjauh dari rakyat setelah memperoleh pengetahuan. Organisasi adalah ruang untuk mengolah pengetahuan bersama rakyat, memahami realitas, dan bekerja bersama untuk mengubah keadaan yang tidak adil.”

1. Organisasi bukan tujuan, melainkan alat perjuangan. Berorganisasi tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada masyarakat. Organisasi adalah sarana untuk belajar, menyusun kekuatan, membangun solidaritas, dan mencari jalan keluar bersama atas persoalan yang dihadapi rakyat.

Ketika organisasi justru membuat anggotanya menjauh dari rakyat, organisasi tersebut berisiko kehilangan tujuan awalnya. Organisasi dapat berubah menjadi ruang bagi kepentingan kelompok sendiri, jabatan, kekuasaan, atau kebanggaan pribadi.

2. Kekuatan harus berakar pada rakyat
Kekuatan sosial tidak hanya lahir dari kemampuan berbicara, pengetahuan, jabatan, atau banyaknya teori yang dikuasai. Kekuatan yang berkelanjutan membutuhkan kepercayaan dan keterlibatan masyarakat.

Karena itu, seseorang yang aktif dalam organisasi perlu memahami kehidupan rakyat secara langsung: mendengar keluhan mereka, memahami kesulitan mereka, dan ikut mencari penyelesaian bersama. Bukan berbicara atas nama rakyat tanpa pernah benar-benar hadir bersama rakyat.

3. Teori harus bertemu dengan praktik
Menguasai teori merupakan sesuatu yang penting. Pengetahuan membantu seseorang memahami persoalan secara lebih mendalam. Namun, teori yang tidak diterapkan dapat berhenti menjadi sekadar kata-kata.

Orang yang benar-benar belajar seharusnya mampu menghubungkan pikiran dengan tindakan. Ia tidak hanya pandai menjelaskan penderitaan rakyat, tetapi juga bersedia melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.
Dengan demikian, ukuran seseorang dalam organisasi bukan hanya seberapa banyak teori yang dapat ia jelaskan, tetapi juga seberapa bertanggung jawab ia menggunakan pengetahuan tersebut untuk kepentingan bersama.

4. Jangan merasa pintar lalu merendahkan rakyat.

Ada bahaya ketika seseorang memperoleh pendidikan, pengalaman organisasi, atau pengetahuan politik lalu merasa dirinya lebih pintar daripada masyarakat biasa. Dari sinilah dapat muncul sikap elitis: rakyat dianggap hanya sebagai objek yang harus mengikuti pemikiran para pemimpin.
Padahal, rakyat memiliki pengalaman, pengetahuan lokal, dan kebijaksanaan yang tidak selalu ditemukan dalam buku atau ruang organisasi.

Karena itu, seorang organisator seharusnya memiliki sikap belajar dari rakyat sekaligus belajar bersama rakyat. Pengetahuan akademik dan pengalaman masyarakat seharusnya saling melengkapi.

5. Hidup bersama rakyat berarti memahami kenyataan.Berbicara tentang rakyat dari jauh tentu berbeda dengan hidup dan bekerja bersama mereka. Kehidupan nyata sering kali jauh lebih kompleks daripada teori.

Dengan berada bersama masyarakat, seseorang dapat memahami bahwa persoalan rakyat bukan sekadar angka atau bahan diskusi. Di dalamnya terdapat kehidupan keluarga, pekerjaan, pendidikan, tanah, ekonomi, budaya, martabat, dan masa depan.

Karena itu, kedekatan dengan rakyat bukan berarti kehilangan prinsip organisasi. Justru kedekatan tersebut dapat membuat perjuangan menjadi lebih realistis dan bertanggung jawab.

6. Kritik terhadap “kata-kata manis”
Bagian paling kritis dari tulisan Anda adalah persoalan kesenjangan antara ucapan dan tindakan.

Masyarakat mungkin mendengar banyak janji tentang perubahan, keadilan, kebebasan, kesejahteraan, dan pembelaan terhadap rakyat. Namun, apabila semuanya berhenti pada pidato, slogan, rapat, atau tulisan, rakyat tidak mengalami perubahan nyata.

Bukan berarti kata-kata tidak penting. Kata-kata dapat membangun kesadaran dan menyatukan pemikiran. Tetapi kata-kata harus memiliki konsekuensi dalam tindakan.

7. Tindakan nyata tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab “Tindakan nyata” juga tidak berarti melakukan sesuatu secara sembarangan. Perubahan yang baik membutuhkan pendidikan, organisasi, solidaritas, dialog, disiplin, dan pertimbangan terhadap dampaknya bagi masyarakat.

Dengan demikian, tindakan nyata bukan sekadar bertindak agar terlihat aktif, tetapi bertindak berdasarkan kebutuhan rakyat, dengan cara yang bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain.

Seorang organisator tidak boleh menjadi semakin jauh dari rakyat setelah memperoleh pengetahuan dan pengalaman organisasi. Semakin banyak seseorang belajar, seharusnya semakin besar p**a tanggung jawabnya untuk mendengar, memahami, dan bekerja bersama masyarakat.

Teori penting untuk membangun kesadaran, tetapi teori harus diwujudkan dalam tindakan yang nyata dan bertanggung jawab. Organisasi kehilangan maknanya ketika hanya melahirkan orang-orang yang pandai berbicara tetapi tidak lagi memahami kehidupan rakyat.
Dengan kata lain, rakyat bukan objek perjuangan, melainkan subjek yang memiliki suara, pengalaman, martabat, dan kemampuan menentukan masa depannya sendiri.

Organisasi yang sehat bukan organisasi yang menjadikan anggotanya merasa paling pintar, melainkan organisasi yang mampu menyatukan pengetahuan, pengalaman, dan tindakan bersama masyarakat.

Mataram, 13 Agustus 2026.

Iali karunggu

Berhenti bukan Berarti Berhenti Berjuang Berhenti bukan Berarti Berhenti Berjuang tapi berhenti untuk beristirahat, berh...
14/08/2026

Berhenti bukan Berarti Berhenti Berjuang

Berhenti bukan Berarti Berhenti Berjuang tapi berhenti untuk beristirahat, berhenti untuk berpikir, berhenti untuk merenungkan dan berhenti untuk analisis dampak keuntungan dan kerugian.

Karena setiap tindakan akan melahirkan keuntungan dan kerugian maka sebelum bertindak berpikirlah selebih dahulu dan bertindak terukur dan terarah.

Sejarah perjuangan adalah sejarah perjuangan rakyat maka berjuanglah bersama rakyat, dengarkanlah kata-kata mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan.

Berhenti bukan berarti lelah dan cape tapi berhenti untuk berpikir karena kita hidup maka kita berpikir dan kita ada maka kita memberontak, Memberontak adalah bagian dari kehidupan manusia.

Berhenti bukan berarti melanjutkan perjalanan tapi sementara untuk melanjutkan perjalanan Panjang dan berhenti bukan berarti berhenti untuk berjuang tapi beristirahat sementara untuk melanjutkan perjuangan karena tidak ada kata rasa cape,lelah dan bosan karena konsekuensi perjuangan adalah cape,lelah, bosan dan mati dalam Medan Juang.

Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua

Dimata NKRI Orang West Papua Adalah Binatang Makanan sisa kulit Tebu manusia yang bisa makan adalah Babi.Makanan sisa NK...
14/08/2026

Dimata NKRI Orang West Papua Adalah Binatang

Makanan sisa kulit Tebu manusia yang bisa makan adalah Babi.

Makanan sisa NKRI yang bernama Otsus dan DOB yang dimakan oleh pejabat Papua yang dimata NKRI adalah hewan peliharaan Jakarta.

Dan pada akhirnya jika pejabat Papua sudah gemuk dan badan besar maka pemilik ternak Hewan akan bunuhnya.

Maka pejabat Papua jangan Sombong jika anda menduduki jabatan gubernur, Bupati, DPR dan Kedudukan pemerintahan lainnya karena anda dimata NKRI bergaya dikandang ternak babi.

Orang-orang west Papua yang melakukan festival di Wamena Papua Pegunungan dan seluruh rakyat west Papua yang merayakan hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2026 adalah ternak babi NKRI di atas bangsa west Papua dan mereka bergaya diatas darah dan air mata rakyat dan bangsa west Papua.

Kulit Tebu, manusia Papua dan Kedudukan NKRI di Tanah west Papua.

Sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua

Rimba,11 Agustus 2026

Sekolahku adalah Hutanku "Semua tempat adalah universitas dan semua manusia adalah guru".Bagiku hutan adalah sekolahku. ...
14/08/2026

Sekolahku adalah Hutanku

"Semua tempat adalah universitas dan semua manusia adalah guru".

Bagiku hutan adalah sekolahku. Alam adalah sumber kehidupanku. Pohon adalah rumahku dan gunung adalah tembokku.

Aku membaca pohon, aku membaca hutan,aku membaca tanah,aku membaca gunung dan membaca alam karena semua itu tidak lepas dari kehidupan manusia.

Sekolahku adalah Hutanku. Sekolahku adalah gunung batuku, sekolahku adalah alamku dan rumahku adalah pohon dan goa batu. Bukan karena aku keterbelakangan dan ketinggalan zaman tapi justru aku adalah manusia natural dan manusia alamiah.

Aku membaca untuk berbicara,aku menulis untuk berbicara dan membaca dan menulis merupakan tanda bahwa aku pernah ada dan aku pernah hidup dibumi.

Tidak ada kata terlambat untuk membaca dan tidak ada kata terlambat untuk menulis karena membaca dan menulis bukan hanya milik orang-orang kaya. Membaca dan menulis bukan hanya milik orang-orang merdeka dan membaca dan menulis bukan hanya milik orang-orang dunia kampus tapi membaca dan menulis adalah milik semua orang yang ingin membaca dan menulis segala Persoalan yang ada seluruh dunia.

Terima kasih kawan Denis Solidaritas Indonesia kau antarkan buku dari kota padat bumi Manusia ke hutan Raya Papua, tidak sia-sia aku mulai mengkonsumsi Buku berjudul: Bumi Manusia;-Pramoedya

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong Ke Jawaan nya menuju manusia yang Bebas dan Merdeka.

Rimba,9 Agustus 2026

Sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua

Sekolahku adalah Hutanku "Semua tempat adalah universitas dan semua manusia adalah guru".Bagiku hutan adalah sekolahku. ...
09/08/2026

Sekolahku adalah Hutanku

"Semua tempat adalah universitas dan semua manusia adalah guru".

Bagiku hutan adalah sekolahku. Alam adalah sumber kehidupanku. Pohon adalah rumahku dan gunung adalah tembokku.

Aku membaca pohon, aku membaca hutan,aku membaca tanah,aku membaca gunung dan membaca alam karena semua itu tidak lepas dari kehidupan manusia.

Sekolahku adalah Hutanku. Sekolahku adalah gunung batuku, sekolahku adalah alamku dan rumahku adalah pohon dan goa batu. Bukan karena aku keterbelakangan dan ketinggalan zaman tapi justru aku adalah manusia natural dan manusia alamiah.

Aku membaca untuk berbicara,aku menulis untuk berbicara dan membaca dan menulis merupakan tanda bahwa aku pernah ada dan aku pernah hidup dibumi.

Tidak ada kata terlambat untuk membaca dan tidak ada kata terlambat untuk menulis karena membaca dan menulis bukan hanya milik orang-orang kaya. Membaca dan menulis bukan hanya milik orang-orang merdeka dan membaca dan menulis bukan hanya milik orang-orang dunia kampus tapi membaca dan menulis adalah milik semua orang yang ingin membaca dan menulis segala Persoalan yang ada seluruh dunia.

Terima kasih kawan Denis Solidaritas Indonesia kau antarkan buku dari istana kepresidenan Indonesia di Jakarta di hutan Raya Papua, tidak sia-sia aku mulai mengkonsumsi Buku berjudul: Bumi Manusia;-Pramoedya

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong Ke Jawaan nya menuju manusia yang Bebas dan Merdeka.

Rimba,9 Agustus 2026

Sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua

Sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Solidaritas Indonesia yang ...
27/07/2026

Sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Solidaritas Indonesia yang telah sumbangkan satu kantor buku untuk sekolah rakyat Nuwi Nindi pada 27 Juli 2026.

Bagi kami sekolah sumbangkan buku merupakan pembagian ilmu gratis. Pembagian buku gratis adalah bagian dari pembagian ide-ide baru, yang merupakan senjata bagi bangsa tertindas.

Kita boleh berbeda ideologi, berbeda nasionalisme, berbeda agama dan suku tapi kita bersatu dalam Kemanusiaan karena nilai yang paling Tertinggi adalah nilai Kemanusiaan.

Buku yang disumbangkan kepada sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru SRNNY Nduga Papua oleh kawan-kawan Solidaritas Indonesia adalah buku-buku lama seperti; dari penjara ke penjara, ayat-ayat Kiri, aksi Masa, Karl Marx, Gerpolek, Das Kapital, Bumi Manusia dan lain-lain merupakan buku-buku pisau perlawanan terhadap bangsa Penindas.

Peluru bisa menembus Satu Kepala manusia tapi buku mampu menembus ribuan kepala manusia yang ingin membaca dan mengetahuinya.

Yogyakarta,27 Juli 2026

Sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua

Terbitkan Buku: Laporan Pelaksanaan dan Pembangunan Kepala Desa Ngenamba Kabupaten Nduga Penjahat dan Penjajah tidak per...
21/07/2026

Terbitkan Buku: Laporan Pelaksanaan dan Pembangunan Kepala Desa Ngenamba Kabupaten Nduga

Penjahat dan Penjajah tidak pernah membangun rumah dan membangun manusia Pemilik tanah tapi Penjahat dan Penjajah selalu merusakkan rumah yang telah bangun oleh pemilik rumah, sambil pembunuh dan memburu pemilik tanahnya.

*Oleh: Nyamuk karunggu*

Buku laporan pelaksanaan dan pembangunan Desa Ngenamba Kabupaten Nduga merupakan salah satu dari 14 kampung, distrik Mebarok kabupaten Nduga,provinsi Papua Pegunungan tahun anggaran dan pembangunan kepimpinan Presiden Jokowi Dodo dan kemudian rezim Presiden Prabowo Subianto tahun 2024 sampai sekarang apa yang telah dibangun oleh presiden Jokowi Dodo, di hancurkan oleh rezim Presiden Prabowo Subianto.

Menurut kepala Kampung Ngenamba distrik Mebarok kabupaten Nduga provinsi Papua Pegunungan bahwa; kemimpinan presiden Jokowi Dodo kami telah membangun rumah layak huni dengan susah payah karena alat bahan Pembangunan rumah layak di huni dengan menggunakan Pesawat AMA dan MAAF. Namun, presiden Prabowo Subianto telah menghancurkan rumah layak dihuni yang kami telah membangun dengan anggaran dana desa kemimpinan presiden Jokowi Dodo.

Penelitian kami sekolah rakyat Nuwi Nindi menemukan bahwa pembangunan di Ndugama di hancurkan oleh militer Indonesia itu sendiri. Entah itu, pembangunan kepala kampung, pembangunan kantor distrik, pembangunan gereja, pembangunan Puskesmas, pembangunan sekolah dan rumah layak di huni sekitar 12 distrik kabupaten Nduga semua dibumi hanguskan oleh pemerintah dan militer Indonesia.

Pemerintah pusat Jakarta dan militer Indonesia merupakan Penjahat perusak rumah dan pemerintah pusat Jakarta dan militer Indonesia adalah anti dengan pembangunan dan anti dengan kesejahteraan sosial bagi rakyat Papua Barat.

Dalam penelitian kami sekolah rakyat menemukan bahwa "Slogan pembangunan dan kesejahteraan dari pemerintah kolonial Indonesia adalah kata kosong tanpa memiliki hati dan roh" karena sesungguhnya Pemerintah kolonial Indonesia dan Militerisme Indonesia adalah anti dengan pembangunan dan anti dengan kesejahteraan sosial Papua rakyat Papua Barat.

Buku laporan pelaksanaan dan pembangunan Desa Ngenamba Kabupaten Nduga merupakan rincian anggaran dana desa (2014-2025), pembangunan rumah layak dihuni dan laporan penghancuran rumah layak yang telah dibangun oleh pemerintah desa Ngenamba, distrik Mebarok dan Kabupaten Nduga provinsi Papua Pegunungan.

Buku laporan pelaksanaan dan pembangunan Desa Ngenamba Kabupaten Nduga merupakan bukan sekadar buku laporan tapi, buku laporan pelaksanaan dan pembangunan Desa Ngenamba Kabupaten Nduga merupakan Kritik terhadap pemerintah dan presiden Prabowo Subianto di Jakarta agar pemerintah kolonial Indonesia evaluasi total pendekatan Militerisme dan kekerasan negara di west Papua.

Ngenamba,21 Juli 2026
Nyamuk karunggu
Laporan penelitian sekolah rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga

10/07/2026

Kampus Bukan Tempat Berdoa Tapi Kampus adalah Tempat Keributan Gagasan

Kampus bukan tempat Ibadah yang mahasiswa datang dan Diam dikelas dan p**ang melainkan kampus adalah tempat dimana pertarungan ide-ide, gagasan dan pikiran.

Kampus bukan tempat mendiamkan Ide, gagasan dan pikiran tapi kampus adalah lapangan peperangan ide, gagasan dan pikiran dengan melalui diskusi,membaca dan perdebatan ide-ide antara Dosen dengan mahasiswa.

Kampus bukan tempat Membunuh ide, gagasan dan pikiran mahasiswa tapi kampus adalah tempat menghidupkan dan kembangkan ide-ide, gagasan dan pikiran mahasiswa melalui belajar, menulis,membaca, diskusi dan perdebatan persoalan teori dan praktek.

Kampus bukan tempat Pembunuhan Kemerdekaan berpikir mahasiswa tapi kampus adalah tempat menghidupkan kemerdekaan berpikir mahasiswa.

Kampus bukan tempat tumpulkan Otak mahasiswa tapi kampus adalah tempat memper tajamkan Otak mahasiswa.

Kampus bukan tempat mempersempitkan pola pikir mahasiswa tapi kampus adalah tempat memperluaskan pikiran dan Wawasan mahasiswa.

Kampus bukan tempat kuburan orang mati manusia tapi kampus adalah tempat mahasiswa hidup yang memiliki idealisme dan pemberontakan terhadap kenyamanan dan keamanan kampus.

Kampus bukan tempat apal-apal ayat Firman NKRI tapi kampus adalah tempat mengkaji, menganalisis persoalan sosial kemasyarakatan dan melawan penindasan dan ketidakadilan terhadap masyarakat. Karena tidak ada Tri drama perguruan tinggi yang menuntut anda mengabdi kepada Negara, tapi yang adaTri drama perguruan itu adalah anda dituntut mengabdi kepada Masyarakat,Mengajar dan Menulis.

Kampus bukan tempat Dosen dan Mahasiswa tapi kampus adalah tempat pertukaran informasi tentang persoalan kebangsaan.

Kampus bukan tempat gelas kosong dan gelas terisi tapi kampus adalah tempat saling mengisi ilmu pengetahuan melalui belajar, menulis, membaca, diskusi dan perdebatan gagasan dosen dengan mahasiswa.

Kampus bukan tempat bank simpanan uang tapi kampus adalah tempat bayar SPP untuk diskusi, menulis dan aksi demonstrasi damai. Kewajiban anda sebagai mahasiswa anda bayar kampus untuk diskusi bebas dan kegiatan mimbar bebas bukan anda bayar nilai, kalau bayar Nilai untuk apa anda setiap hari kekampus untuk belajar?? Walaupun anda sudah bayar.

Mahasiswa itu hiduplah sebagai manusia hidup dan manusia Merdeka, tidak boleh anda status sebagai mahasiswa tapi anda sebagai manusia mati dan budak Kampus.

Nduja Wene,10 Juli 2026

Nyamuk karunggu

Kami Keluarga Besar Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua Mengucapkan Selamat Kelulusan kawan-kawan kami ...
04/05/2026

Kami Keluarga Besar Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua Mengucapkan Selamat Kelulusan kawan-kawan kami SMA/SMK dan Selamat Datang Dunia Kampus .

Dalam pandangan Revolusi pendidikan adalah senjata untuk membebaskan diri dari belenggu kolonialisme. Ia menekankan pentingnya pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia agar bisa terus berpikir kritis, berhitung, membaca, dan memiliki ilmu bumi. Ia percaya pada pendidikan sebagai sarana "memanusiakan manusia".-Tan Malaka

Papua,5 Mei 2026

Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru (SRNNY) Nduga Papua

Kami dari badan pengurus Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru Membawa buku ke menara salib, dan mengadakan lapak baca buku d...
11/04/2026

Kami dari badan pengurus Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru Membawa buku ke menara salib, dan mengadakan lapak baca buku disertai dengan diskusi bebas...
______________________________________________

Karena kawan kawan kami dari Ikatan (IPM YDM) Distrik Mebarok kampung Yuguru, mengadakan bazar bazar di menara salib, sehingga kami ambil kesempatan itu untuk baca buku bersama di menara. Tujuan kami mengadakan baca buku bersama ini untuk menarik hati kawan kawan untuk berminat membaca buku. Karena melalui baca buku kami melancarkan otak berpikir, tajam kan otak, buka wawasan yang luas, muncul kan ide ide baru, serta mengetahui apa yang kita tidak tahu itu dari buku...

Dan di Papua ini kawan kawan kami kebanyakan malas baca buku, malas menulis, malas diskusi bersama, malas tukar pikiran bersama, malas berliterasi bersama, malas duduk bersama. Maka dari itu kami dari SEKOLAH RAKYAT NUWI NINDI YUGURU mengadakan baca buku bersama ini untuk mengajak kawan kawan bahwa penting nya duduk bersama, baca buku bersama, diskusi bersama apa yg kita tidak tahu itu kita cari bersama, tukar pikiran bersama...

Jangan tanya mengapa mereka duduk belajar di jalan. Tapi tanya diri anda sendiri apakah kau sudah merdeka atau masih dalam penindasan. Tempat untuk belajar anak anak terjajah tidak se istimewa yang anda bayangkan, tapi tempat untuk anak anak tertindas adalah di jalanan itu tempat belajar mereka.. Jika merasa di masih dalam penindasan kolonialisme Indonesia mari bergabung bersama kami untuk baca buku bersama di jalanan...
Buku jadi kan pacar,
Buku jadikan teman berbicara
Buku jadikan teman setia. Maka buku juga berbalik kepada kamu.

Dan kami kekurangan buku baca jadi jika abang abang yang peduli dengan generasi Papua. Yang ada buku bacaan bisa menyumbang. Wah.. Wah
Jika ingin mau sumbang bisa hubungi lewat No. Hp ini 082226660743.

Dok Jenderal jalanan....✍️

Date: Sabtu,11/04/2026




Address

Jalan Padang Bulan 2
Kualasimpang
112

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Sekolah Rakyat Nuwi Nindi Yuguru:

Shortcuts

Share

Category