20/01/2021
Banyak yang tau foto ini tapi belum tahu sejarah dan makna yg tersimpan difoto ini...
Foto ini diambil di hotel/maktab mekkah pada tahun 1980 saat Tasyakkuran yang diadakan pemilik hotel ba'da wuquf di Arofah. Hotel itu adalah hotel khusus para Kyai dan Ulama' karena pemiliknya adalah seorang Syaikh ternama kota mekkah saat itu.
Tahun itu adalah saat pertama kali transportasi haji indonesia memakai pesawat terbang. Saat itu jarang pedagang dimekkah yang berjualan makanan atau oleh oleh seperti sekarang, tapi kebanyakan adalah pedagang kitab kitab keilmuan yang langka yang tidak bisa ditemui ditoko kitab di indonesia waktu itu.
Maklum dulu yang mampu berhaji rata rata adalah para kyai dan ulama', mereka tidak membawa oleh oleh dari mekkah kecuali kitab kitab salaf untuk bisa diajarkan dipesantren pesantren, berbeda dengan yang sekarang.
Di foto itu sebelah kiri sendiri (yang hanya terlihat wajahnya) itu adalah KH. Maimun Zubair Sarang Rembang, lalu sebelahnya ada KH. Muhsin Syafi'i Al-Maqbul Bululawang Malang, kemudian ada pemilik hotelnya Syekh Al-Makki lalu ada KH. Abdul Hamid Pasuruan.
Ada sedikit kisah mengeni beliau saat acara tasyakuran itu...
KH. Abdul Hamid pasuruan adalah ulama' yang disegani baik ditanah air maupun ditanah mekkah, bahkan banyak
orang luar negeri berguru pada beliau saat dimekkah.
Waktu itu, Saat tasyakuran berlangsung tidak ada yang berani mengambil seciduk nasi sebelum Kyai Hamid yang
mengambil dahulu, akhirnya beliau mengambil nasi cuma satu centong, para kyai yang lain juga mengikuti satu
centong juga. Alhasil nasinya masih tersisa banyak terus beliau dawuh "loh monggo diimbuhi maleh (ayo ditambah lagi nasinya)" tapi para kyai cuma mengiyakan. Akhirnya daripada mubadzir dan mengecewakan syaikh pemilik
hotel, kyai hamid langsung ambil dua centong nasi lagi dan kyai lain terheran dan berkata dalam hati "waduh kyai besar dhahare kok kados tukang ngeten (waduh kyai besar kok makannya kayak tukang)". Langsung Kyai Hamid merespon "Monggo Yai" akhirnya melihat Kyai Hamid dhahar seperti itu para Kyai lain mengikuti beliau.
Subhanallah betapa karomahnya KH. Abdul Hamid Pasuruan yang disegani para ulama'.
Lalu foto dua orang disebelah kirinya Kyai Hamid adalah dua orang syaikh mekkah dan paling kiri sendiri adalah KH. Bajuri menantu KH. Muhsin Syafi'i yang pada saat itu masih berusia 22 tahun.
Sebenarnya saat akan memasuki ruangan tasyakuran Yai Muhsin dan Yai Bajuri dihadang oleh petugas hotel,
Yai Bajuri tidak boleh masuk kedalam ruangan dianggap khodamnya karena terlalu muda sedangkan para khodam kyai disuruh menunggu diluar dan yang berkumpul adalah khusus para kyai tapi Yai Bajuri ditarik tanganya oleh Yai Muhsin untuk dibawa masuk, akhirnya petugas tidak bisa berbuat apa apa.
Kisah ini dituturkan oleh saksi hidup foto itu, KH Bajuri.