Pesantren Darul Mubtadiin

Pesantren Darul Mubtadiin Pesantren tradisional berbasis bahasa Arab kitab kuning

HADITSARBA'IN NAWAWI Ke ISetiap amal tergantung Niatعَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ...
08/12/2022

HADITS

ARBA'IN NAWAWI Ke I

Setiap amal tergantung Niat

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : "إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ."

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafsh Umar bin Al Khattab radhiallahu anhu, dia berkata; "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya akan sampai kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan."

(Riwayat dua imam ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi, di dalam dua kitab Shahih yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Imam Ahmad dan Imam Syafi’i berkata: "Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu bagian dari ketiga unsur tersebut."

Manfaat disebutkan hadits ini di awal kitab adalah untuk mengingatkan para penuntut ilmu agar meluruskan niatnya dengan hanya mencari keridhaan Allah dalam menuntut ilmu dan mengamalkan kebaikan.

(Abdillah Hasan. SPd)

08/12/2022

Malam Haflah tasyakur Hari Lahir Budhe Warsini Yang Selalu mendampingi, memperhatikan dan menyemangati anak-anak majelis.
Semoga Allah Swt berikan kesehatan, umur yang panjang dalam ketaatan dan keberkahan keluarga Budhe Warsini bibarokati wa syafa'ati Rosulillah Saw. Alfatihah......

FIQH الفقهKITAB BERSUCI (Bag I)Air yang diperbolehkan untuk bersuci ada 7 macam, air hujan, air laut, air sungai, air su...
07/12/2022

FIQH الفقه

KITAB BERSUCI (Bag I)

Air yang diperbolehkan untuk bersuci ada 7 macam, air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air sumber, air es, dan air salju.

Kemudian air dibagi menjadi 4 jenis :
1. Air suci mensucikan dan tidak makruh menggunakannya, yaitu Air Mutlak.

2. Air suci mensucikan tetapi makruh menggunakannya, yaitu seperti air yang sangat panas karena sengatan matahari.

3. Air suci tidak mensucikan, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci, dan air yang berubah karena terkontaminasi barang suci.

4. Air Najis, yaitu air yang sedikit (kurang dari dua qulah) yang terkena najis, atau banyak (dua qulah lebih)tapi berubah karena terkena najis.

Fasal
Kulit bangkai (Hewan yang mati tidak syar'i) bisa disucikan dengan cara di sama', selain kulit anjing dan babi. Adapun tulang bangkai dan bulu-bulunya najis, kecuali bangkai manusia (mayat).

Fasal
Tidak diperbolehkan menggunakan wadah dari emas dan perak, selainnya boleh.

Fasal
Bersiwak disunnahkan setiap saat, kecuali sore hari bagi yang berpuasa. Dan dalam tiga kondisi sangat ditekankan untuk bersiwak, yaitu ketika mulut bau, ketika bangun tidur dan ketika hendak mendirikan sholat.

(Mahrus Hidayatullah)

Tanpa perjuangannya tidaklah kita kenal dengan Allah Tuhan Pencipta
25/11/2022

Tanpa perjuangannya tidaklah kita kenal dengan Allah Tuhan Pencipta

22/11/2022
MEMANJANGKAN PAKAIAN (ISYBAL)Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:   مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإ...
17/11/2022

MEMANJANGKAN PAKAIAN (ISYBAL)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النَّارِ

“Sesuatu yang berada di bawah kedua mata kaki berupa sarung, tempatnya adalah di neraka” (HR. Imam Bukhari).
Ini adalah hadits yang redaksinya berbentuk muthlaq (global), Sementara, ada hadits-hadits lain tentang permasalahan tersebut yang datang dengan redaksi muqayyad (terbatas), seperti hadits riwayat Ibnu Umar radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ

“Allah tidak akan melihat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong” (HR. Imam Muslim).

Untuk memadukan kedua hadits tersebut, para ulama mendahulukan hadits yang muqayyad atas hadits yang mutlak. Dengan demikian, memanjangkan pakaian melebihi mata kaki tidak diharamkan, jika tidak ada tujuan kesombongan (Lihat: Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, juz 10, h. 263).

Kemudian, ada sebuah hadits riwayat Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menoleh ke Abu Bakar, seraya mengatakan:
مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: إِنَّهُ يَسْتَرْخي إِزَارِيْ أَحْيَانًا. فَقَالَ النَّبِيّ صلى الله عليه وسلم: لَسْتَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihat kepadanya”. Mendengar hal itu, Abu Bakar bertanya: “Sungguh sarungku terkadang terjulur. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kamu bukanlah termasuk dari mereka” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Pada hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengecualikan Abu Bakar dari golongan orang yang pada hari kiamat nanti tidak dilihat oleh Allah, sebab mereka memanjangkan pakaiannya karena sombong, sedangkan Abu Bakar dinilai Rasulullah bukanlah golongan orang-orang sombong yang dimaksud, dengan demikian hadits di atas memberi isyarat bahwa memanjangkan pakaian melebihi mata kaki tidak diharamkan jika tidak ada tujuan kesombongan. Secara logika pakaian adalah urusan dunia yang dicukupkan dengan menutup aurat, namun kesombongan adalah penyakit hati yang menjadi titik pandangan Allah untuk dicatat baik buruknya sampai di akhirat. Wallahu A’lam.

📷 Foto hanyalah pemanis.

MEMELIHARA WIRID SEPANJANG HIDUPلَا يَسْتَحْقِرُ الْوِرْدَ إِلَّا جَهُوْلٌ الْوَارِدُ يُوْجَدُ فِى الدَّارِ الْآخِرَةِ و...
14/11/2022

MEMELIHARA WIRID SEPANJANG HIDUP

لَا يَسْتَحْقِرُ الْوِرْدَ إِلَّا جَهُوْلٌ الْوَارِدُ يُوْجَدُ فِى الدَّارِ الْآخِرَةِ وَالْوِرْدُ يَنْطَوِىْ بِانْطِوَاءِ هَذِهِ الدَّارِ وَأَوْلَى مَا يُعْتَنَى بِهِ مَا لَا يُخْلَفُ وُجُوْدُهُ الْوِرْدُ هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ وَالْوَارِدُ تَطْلبُهُ مِنْهُ وَأَيْنَ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ مِمَّا هُوَ مَطْلَبُكَ مِنْهُ

Tidaklah meremehkan wirid, kecuali orang yang sangat bodoh. Warid (karunia Allah buah dari wirid) itu akan wujud di akhirat. Wirid itu akan habis / hilang bersama habisnya dunia ini. Dan sebaik baik yang harus diperhatikan oleh seseorang yaitu perkara yang apabila hilang tidak ada gantinya(wirid). Wirid itu sebagai perintah Allah padamu (haknya Allah yang harus kau penuhi), sedangkan warid itu hajat keperluanmu yang kau minta kepada Allah. Maka apa imbang antara perintah Allah kepadamu (hak Allah) dengan pengharapanmu dari Allah

Sembahyang lima waktu sehari semalam adalah wirid yang paling ringkas dan wajib diamalkan. Bila iman seseorang bertambah maka bertambah juga wiridnya. Sembahyang sunat, puasa sunat, membaca al-Qur'an dan berdzikir ditambahkan pada wirid yang wajib. Apabila seseorang mencapai peringkat iman yang sempurna keseluruhan kehidupannya selama dua puluh empat jam sehari semalam merupakan wirid. Wirid dalam aspek ini adalah Sunah Rasulullah. Rasulullah telah menunjukkan cara menjalani waktu dua puluh empat jam itu. Berawal dari bangun tidur, baginda telah membentuk satu format kehidupan yang merangkum segala jenis aktivitas. Format itulah yang diamalkan oleh Rasulullah dari hari ke hari hingga beliau wafat.

Telah diketahui dengan jelas oleh umat, tentang doa-doa yang baginda baca pada berbagai aktivititas, Sholat sunat yang baginda kerjakan setiap hari, Dzikir yang sering baginda baca dan amalan-amalan sosial yang dicontohkan oleh baginda Nabi seperti bermuamalah dan bersedekah. Amalan yang beliau ajarkan adalah wirid yang paling sempurna. Jadi mesti harus ada pembimbing bila hendak berwirid.

Sebagian orang mengambil wirid khusus untuk diamalkan dalam jangka waktu tertentu. Bila mereka merasakan telah mencapai tahap yang bisa dicapai oleh wirid tersebut mereka pun tidak berwirid lagi. Biasanya perkara ini terjadi bagi orang yang menentukan ukuran atau batasan untuk suatu tujuan tertentu. Melakukan puasa sunat selama empat puluh hari berturut turut dan membaca suatu jenis dzikir sekian ribu kali. Bila batasan telah dicapai mereka merasa kedudukan yang menjadi tujuannya juga telah tercapai. Sehingga mereka merasa tidak perlu lagi meneruskan wirid yang telah diamalkan. Beginilah cara orang jahil beramal. Mereka tidak memahami bahwa wirid bukanlah jaminan untuk mendapatkan kedudukan.

Tujuan wirid adalah untuk memperteguh ubudiyah (kehambaan), bukti kepatuhan kepada Allah Swt untuk menggunakan kesempatan dunia yang terbatas untuk ukhrowi yang sangat panjang dan luas.

📷 Foto Ilustrasi

Selalu berusaha untuk mencintai... Siapa kita?
14/11/2022

Selalu berusaha untuk mencintai... Siapa kita?

14/11/2022

Peringatan Hari Santri Nasional MWC NU Kec. Bengkong Kota Batam

Pesantren Darul Mubtadiin BatamKav. Bengkong Kolam Blok G1 No 06 Kel. Sadai Kec. Bengkong Kota Batam
13/08/2022

Pesantren Darul Mubtadiin Batam
Kav. Bengkong Kolam Blok G1 No 06 Kel. Sadai Kec. Bengkong Kota Batam

25/06/2022

📚Kalam Sadah Al Ba'Alawi📚

والملائكة تسمي يوم الجمعة "يوم المزيد"، لكثرة ما يفتح الله فيه من ابواب الرحمة ويفيض من الفضل ويبسط من الخير.

Para malaikat menyebut nama hari jum'at dengan "YAUMUL MAZID" ( hari tambahan ), yaitu karena banyak nya pintu2 rahmat Allah yang di bukakan di hari tersebut, dan Allah curahkan di dalam nya anugerah2 serta menyebarkluaskan kebaikan Nya.

🔹🔷Kalam Quthbud Da'wah Wal Irsyad Wa Ghautsul 'Ibad Wal Bilad Al Habib 'Abdullah Bin 'Alwi Al Haddad R.a🔷🔹
( Tarim Hadhramaut 1044 H - Tarim Hadhramaut 1132 H )

📚Referensi kitab;
An Nashaihud Diniyyah Wal Washayal Imaniyyah, Halaman : 131, Karya : Quthbud Da'wah Wal Irsyad Wa Ghautsul 'Ibad Wal Bilad Al Habib 'Abdullah Bin 'Alwi Al Haddad R.a.

25/06/2022

📚Kalam Sadah Al Ba'Alawi📚

ان اناسا صحبوا احدا من الصالحين فتباهوا بصحبتهم، فأذهب الله عنهم بركتهم، لأن المباهاة بأمور الدنيا تذهب البركة كيف المباهاة بأمور الدين

Sesungguh nya ada orang orang yang mana mereka bergaul dengan orang shaleh, kemudian mereka merasa bangga dengan pergaulan mereka ( dengan orang shaleh ), maka Allah hilangkan keberkahan dari mereka, sebab merasa bangga dengan urusan dunia saja dapat menghilangkan keberkahan, lalu bagaimana jika merasa bangga dengan urusan akherat?

🔹🔷 Kalam Quthbud Da'wah Wal Irsyad Wa Ghautsul 'Ibad Wal Bilad Al Habib 'Abdullah Bin 'Alwi Al Haddad R.a 🔷🔹
( Tarim Hadhramaut 1044 H - Tarim Hadhramaut 1132 H )

📚Referensi kitab :
Al Maqathi' Wan Nutaf Min Kalamis Salaf, Halaman : 241, Karya & Kumpulan : Al Habib 'Ali Bin Muhsin As Seggaf.

Address

Jalan Bengkong Kolam, Sadai, Kec. Bengkong
Kota Batam

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Darul Mubtadiin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pesantren Darul Mubtadiin:

Shortcuts

Share

Category