Assalammualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Latar belakang pendirian Ma’had Tahfidzul Qur’an Ibnu Salim dimulai dengan didirikannya Rumah Tahfidz Ibnu Salim di desa Sukamanah, Majalaya Kabupaten Bandung. Melihat kondisi banyaknya anak-anak kaum Muslimin di Desa Sukamanah ini yang kurang memperhatikan Hafalan Qur’an , membuat Saya dan Istri memiliki rencana untuk membuka Rumah tahfidz, Alhamdulill
ah Alloh ta’ala menolong kami dengan mempertemukan beberapa orang yang sangat membantu kami dalam mewujudkan harapan ini. Dimulai dengan pertemuan saya dengan seorang muhsinin yang dengan sukarela meminjamkan rumahnya untuk kami tinggali, dan diisi dengan kegiatan menghafal Qur’an untuk anak-anak serta remaja dengan syarat kami memperbaiki rumah tersebut karena keadaannya yang tidak layak. Semua merespon dengan baik, sambutan orang-orang kampung memudahkan langkah kami pada pijakan pertama untuk mengenalkan kepada mereka betapa menyenangkan menghafal Qur’an. Pada saat itu kondisi sangat menguntungkan karena beberapa stasiun tv sedang heboh-hebohnya menampilkan anak-anak kecil yang sangat pandai membaca Al-qur’an dan melafalkan dengan sangat merdu, juga menampilkan anak kecil yang berumur 5 tahun sudah hafal hampir 30 juz,subhanalloh. Semua itu merupakan keadaan yang positif untuk membuat sebuah sekolah tahfidz. Walhasil saya dan istri membuat beberapa kelas sederhana dari rumah yang kami tumpangi dan sebanyak 23 santri tercatat mendaftarkan diri untuk ikut program rumah tahfidz yang kami buat. Alhamdulillah setelah berjalan beberapa waktu jumlah santri yang mengikuti kegiatan pendidikan yang kami buat tercatat 30 santri tahfidz anak, 10 santri Bahasa Arab anak, 5 santri tahfidz dewasa. Dan 4 guru pengajar. Selama ini kami menggunakan infak yang kami pungut dari santri untuk menutupi operasional dan segala sarana kegiatan belajar mengajar. Kini kami menghadapi sebuah kendala, yaitu tempat untuk melaksanakn kegiatan tahfidz ini, mengingat belum adanya tempat/ gedung milik sendiri yang digunakan untuk kegiatan tahfidz. Karena kami masih menumpang dan suatu saat tempat ini bisa saja digunakan oleh pemiliknya kembali. Harapan kami kedepan membuat Ma’had (sekolah) tahfidzul Qur’an berbasis teknologi mendekatkan anak menghapal qur’an dengan menggunakan media elektronik dan memudahkan mereka menghafal Qur’an sehingga menyenangkan, seperti perpustakaan digital, laboratorium bahasa Arab, radio streaming dan metode-metode lainya yang mendukung belajar anak. Dan semuanya bisa diikuti oleh kaum Muslimin dengan biaya yang ringan dan kaum dhuafa (lemah ekonomi) bisa menyekolahkan anak-anaknya dan mempelajari Islam tapi tidak mengecewakan dalam hal fasilitas pendidikan. Juga berharap anak-anak yang terlantar, yatim atau yatim piatu bisa disekolahkan dengan gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Besar harapan kami agar pembangunan gedung sekolah ini dapat segera terwujud. Oleh karena itu kami mohon bantuannya. Atas perhatian dan donasinya kami ucapkan jazakumullohu khoirol jaza. Wassalammualaikum